Showing posts with label Goa. Show all posts
Showing posts with label Goa. Show all posts

10 June 2016

Nyari Kabut di Goa Seplawan

di Musim yang mulai kemarau ini kayaknya seru deh jalan jalan sambil nyari kabut, dingin dingin asoy gitu, secara ya selama di Lombok kita mantai mulu, nah ini mumpung lagi ada di Purworejo, Jawa Tengah, mari kita manfaatkan untuk naik naik ke pegunungan.

Tujuan utama kita adalah Gardu Pandang Goa Seplawan, yang ada di daerah Donorejo, Kaligesing, Purworejo, dan persis berbatasan dengan wilayah Kulonprogo, Jogja.

Perjalanan dari pusat kota purworejo enggaklah sulit, jalanan udah full aspal sampai lokasi parkiran, namun harus hati hati ketika melintasi jalan kaligesing, karena lagi banyak pemasangan tanggul/dinding penguat jalan raya. Kayaknya sih habis terkikis saat musim penghujan lalu. 

Di sepanjang perjalanan, kita akan melewati banyak persimpangan yang menunjukkan obyek objek wisata di sekitaran Kaligesing, sebut saja Taman Sidandang, Curug Siklotok, Curug Silangit, Goa Nguwik, Air Terjun Kembar Mayang, Curug Sumberejo dan Kedung Biru.

Mobil atau motor bisa dipakai untuk mencapai lokasi, tapi harus dipastikan ya, kendaraan dalam kondisi prima, karena jalan nya tuh nanjak, nanjak dan nanjak teruss. Pastikan pula bensin cukup untuk bolak balik, plus rem juga harus sehat, karena pas pulang, jalanan akan turun, turun dan turun terus. Tapi kalau untuk urusan makanan dan minuman, tenang aja gak perlu bawa berat berat dari rumah. Di sekitar parkiran banyak warung.

Untuk tiket masuknya? Murah meriaaah, cuma tiga ribu rupiah/orang....

Sebenernya aku udah berkali kali ke sini, tapi belum pernah sekalipun masuk ke Goa Seplawannya, melainkan malah langsung menuju Gardu Pandang nya, karena aku memang gak suka wisata susur goa sih, heuheuheu 

Karena kita datangnya pagi, kabut masih banyak gaes.... bahkan sesekali terlihat melintas beberapa meter di atas kita, rasanya kabut nya lagi terbang rendah gitu...



Kondisi taman di area gardu pandang ini masih sama, masih secantik saat beberapa tahun lalu aku kesini. Bedanya, pagar di sepanjang jalan setapak menuju gardu pandang semakin bagus dan lengkap, gak kayak dulu, di beberapa titik bolong tak berpagar, bahaya gaes.. Dan yang paling oke, bangunan gardu pandangnya jadi bagus, dua lantai dan teraliri listrik, bahkan tersedia beberapa colokan, yang bisa buat ngecas ngecas hape atau kamera.






Baru kali ini deh, foto foto di sekitar gardu pandang, background full dengan kabut, putiiiih. Biasanya ijo royo royo di bawah sana, yang notabene sudah masuk wilayah Jogja. Bahkan kalau lagi cerah cerahnya, waduk sermo pun kelihatan dari gardu pandang ini.

Pokoknya buat kalian yang lagi singgah ke Purworejo, wajib untuk mampir ke Gardu Pandang Goa Seplawan ini....


Share:

29 January 2015

Pemandangan Indah dari Gardu Pandang Goa Seplawan

Goa Seplawan adalah salah satu lokasi wisata alam yang berada di kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Goa ini terletak di gugusan bukit menoreh perbatasan Kab Purworejo dan Kulon Progo tepatnya berada di desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing sekitar 20 kilometer ke timur dari pusat kota Purworejo dan berada di sekitar 700 meter di atas permukaan laut. Menurut ceritanya sih Goa Seplawan ini merupakan peninggalan sejarah peradaban masa lalu yang dibuktikan dengan ditemukannya sebuah arca emas 22 karat setinggi 9 cm dengan berat 1,5 kg pada 15 Agustus 1979 di salah satu sudut goa. Sekarang Arca tersebut disimpan di Museum Nasional, sedangkan duplikatnya di pajang di pojokan sebelum pintu masuk Goa, namun dengan ukuran yang lebih besar.

Gerbang Pintu Masuk Kawasan Wisata Goa Seplawan
Saya sudah beberapa kali mengunjungi Goa Seplawan ini, dan untuk kali ini saya mau berbagi cerita mengenai salah satu perjalanan saya ke Goa Seplawan ini, tapi bukan masuk ke Goa nya ya melainkan menikmati pemandangan indah dari sekitar kawasan Gardu Pandang Goa Seplawan.
How to go there
Untuk menuju ke Goa Seplawan, tidak sulit kok, berikut saya kasih rute nya:
  • Dari Purworejo – ke arah Kec Kaligesing melalui Cangkrep – Brenggong – Plipir – Kaliharjo- Kaligono – Donorejo atau kalau menggunakan angkutan umum, bisa naik Primkopol jalur 44 dari terminal Pasar Baledono Purworejo, kemudian lanjut naik ojek.
  • Dari Jogja / Magelang / Godean / Wates : bisa melalui Kenteng Nanggulan arah Jonggrangan jatimulyo – Tlogoguwo – Donorejo.

Setelah sampai di Gerbang Pintu Masuk Goa Seplawan, kita bisa jalan kaki ambil arah kiri dengan sedikit naik tangga menuju Gardu Pandang Goa Seplawan, karena kalau lurus terus itu adalah arah menuju Goa nya.

Di sini kita akan disambut dengan cantiknya taman hijau yang penuh dengan tanaman hias, terlihat asri, segar, sejuk dan nyaman, seandainya ditambah dengan bunga warna warni pasti akan lebih bagus.



Ada beberapa gazebo di sepanjang jalan setapak ini yang bisa dimanfaatkan para wisatawan buat bersantai, tapi sih seringnya disalahgunakan sebagai tempat pacaran para pasangan muda mudi. Untungnya sih hari ini tidak ada sama sekali, mungkin karena masih terlalu pagi ya.

Sekitar 300 meter kita berjalan kaki melewati jalan setapak, kita akan sampai di tujuan utaman kita yaitu Gardu Pandang Goa Seplawan. Namanya aja sih yang "Gardu", tapi di sini tidak ada bangunan gardu seperti "Gardu Poskamling", hanya ada sebuah berugak yang sedikit rusak dikarenakan Gempa Jogja tahun 2006 lalu yang sampai sekarang belum diperbaiki.

Nah dari spot inilah kita akan dimanjakan oleh pemandangan yang super indah, dan udara yang sejuk. Bila cuaca sedang bagus, tidak mendung dan tidak berkabut, akan terlihat jelas Waduk Sermo di bawah sana, kemudian di arah selatan juga terlihat Pantai Selatan Jawa. Sedangkan kalau kita memanjat salah satu bukit di sini, kita juga bisa melihat Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Sidoro dan Gunung Slamet sekaligus.


Yang belum saya coba adalah menikmati view Sunrise dari gardu pandang ini, karena menurut cerita dari teman saya yang sudah pernah menikmatinya, pemandangan pas Sunrise ini sangatlah indah, bahkan sebelum Sunrise tiba pun pemandangan sudah aduhai, karena akan terlihat kerlap kerlip lampu Kota Wates di bawah sana.

Dan inilah yang akan menjadi cita cita saya ke depannya, yaitu menikmati Sunrise dari Gardu Pandang Goa Seplawan....

Postingan ini diikutsertakan dalan Lomba Blog Visit Jawa Tengah Periode 1 ( 19 Januari - 14 Februari 2015 )

Share:

14 June 2014

Wuihh Ada Goa Kotak di Puncak Bukit

Jalur Menuju Goa Kotak

Sedikit demi sedikit, bukit bukit di sekitar Tanjung Aan, Lombok Tengah dijamah oleh mesin mesin transformer berwarna kuning semacam Eskavator dkk, seperti yang ada di atas Pantai Siwak, atau di sebelah barat Pantai Ebuak, bukit tinggi ini ternyata udah di jamah, dan malah sampai dilubangi bukitnya sampai tembus ke sisi lainnya membentuk Goa. Nah karena berbentuk Kotak, jadi saya namain sendiri "Goa Kotak" Hohohoho.


Sampainya saya disini gegara saya melihat foto yang diupload temen, wuih kok kayaknya keren banget ini tempat, ada lobang berbentuk kotak dengan background batu payung. Dan tanpa kesulitan, saya bareng dua temen blusukan saya, bisa juga sampai ke Goa Kotak ini.

View Batu Payung

Goa ini bukanlah goa peninggalan jaman penjajah seperti goa yang ada di Tanjung Ringgit dan Pantai Tangsi/Pink, tapi ini adalah goa yang baru saja dibuat oleh entah siapa yang kayaknya sih nantinya mau dikembangkan menjadi semacam resort atau penginapan deh, ya mungkin sih.


Yang unik itu, lobang ini berbentuk kotak dan menembus bukit dikedua sisi, jadi bisa dibayangkan seperti nasi tumpeng yang ditusuk pakai kayu balok, sehingga meninggalkan bekas lobang kotak. Selain itu, bila kita melihat dengan teliti di dinding goanya kita akan menemukan fosil fosil makhluk hidup penghuni lautan seperti terumbukarang, kerang, dan rumah kaliomang.


Haha, siapa ya yang iseng bawa itu fosil fosil ke atas bukit yang tingginya puluhan meter dari pantai? Tentu saja bukan manusia cui... Ini sih pasti gegara proses terbentuknya bukit ini, dulu pasti dinding bukit ini ada di bawah permukaan laut, tapi kemudian terdorong oleh gerakan bumi ke atas, yang terjadi selama jutaan tahun. Jadilah mereka ada di atas bukit ini :)

Ini nih Peta Lokasi Batu Kotak :



Video Keseruan Jelajah Goa Kotak via Youtube



jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

26 May 2012

Mampir ke Goa Maria Tritis, Gunungkidul

Trip menyusuri pantai selatan Gunungkidul pun usai sudah di hari kedua, dengan objek terakhir yaitu Pantai Baron. Hari masih pagi, saat itu kira kira menunjukkan pukul setengah sepuluh, saya berencana kembali ke Kota Jogja untuk mengembalikan motor sewaan dan pulang ke rumah. Perjalanan kembali ke Kota Jogja harus menempuh jarak kurang lebih 70 KM, melewati jalan naik turun bukit dan berkelak kelok, akan tetapi untungnya jalan sudah bagus, halus, dan lebar.

Nah belum terlalu jauh seteah meninggalkan Pantai Baron, saya melihat papan petunjuk di sebelah kanan bertuliskan "Goa Maria Tritis", rasa penasaran saya pun muncul, saya arahkan kendaraan menuju goa tersebut. Lokasi nya persis di pinggir jalan, sedangkan goanya sendiri sepertinya ada di atas, karena ada tangga menuju ke atas. Di bagian bawah ada Salib Putih dari kayu dan semacam tulisan di dinding.

Sempat saya bermaksud untuk menaiki tangga, tapi karena kesan horror nya begitu terasa saya pun mengurungkan niat saya, dan hanya sampai di tingkatan pertama. Xixixi sebenarnya sih gak serem, coz lokasinya di pinggir jalan besar, ya cuma karena sepi aja jadi gimana gituu. Alhasil saya cuma bisa foto-in bagian bawahnya saja :



Goa ini masuk ke dalam wilayah desa Giring, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul, Yogyakarta. Nama Tritis berasal dari bunyi air yang jatuh dari stalaktit stalaktit di bagian atas goa yang menimbulkan bunyi "tis tis tis". Goa ini sendiri aktif dijadikan sebagai tempat peribadatan bagi umat Katholik.
Share:

20 March 2012

Goa Kecil di Tanjung Ringgit Lombok Timur


Sudah pernah ke Tanjung Ringgit? Kalau sudah pernah, pasti tau donk mengenai goa kecil ini, ya saat kita di Tanjung Ringgit pasti kita melihat sebuah lobang kecil semacam goa dari kejauhan. Lokasi Goa kecil ini berada di sebelah kanan jalur pejalan kaki.

Dari goa kecil ini, kita bisa mencapai bawah Tanjung Ringgit, mencapai pasirnya. Tapi tetap harus hati hati, karena jalurnya curam dan licin. Alhamdulilah saya bisa selamat sampai bawah, dan selamat pula naik lagi. :)


jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

3 November 2011

Goa Gajah di Bali





Goa Gajah. Pertama kali mendengar kata itu, dalam pikiran saya goa tersebut ukurannya Besar, karena Gajah identik dengan Hewan yang berukuran besar. Akan tetapi kenyataannya tidak seperti itu. Sebenarnya Goa Gajah adalah sebuah Pura, akan tetapi karena bentuknya seperti Goa, jadi dinamakan Goa. Nama Goa Gajah di duga berasal dari kata “Lwa Gajah”, nama Wihara atau pertapaan bagi biksu dalam agama Budha. Nama tersebut terdapat pada lontar Negarakertagama yang disusun oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 M.

Kata Lwa atau Lwah (Loh) memiliki arti sungai. Oleh karena itu, yang dimaksud di sini adalah pertapaan yang terletak di Sungai Gajah atau di Air Gajah. Dalam prasasti tahun 1103 Saka yang dikeluarkan oleh Raja Jayapangus disebutkan bahwa ‘Air Gajah’ adalah pertapaan bagi Pendeta Siwa. Goa Gajah di kelilingi area persawahan dengan ke indahan ngarai sungai Petanu, susasananya masi asri dan hijau. Menurut catatan sejarah, tempat wisata Goa Gajah pertama kali ditemukan oleh sarjana Belanda, Prof. Gorris dan Eting pada tahun 1923.

Goa Gajah ini terletak di Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Bali. Kalau dari Denpasar, jaraknya sekitar 26 km. Di bawah ini ada beberapa foto di Pura Goa Gajah, Bali :






Share:

27 November 2010

Petualangan ke Goa Petruk Kebumen (Part 4)

Akhirnya saya bisa menyelesaikan season terakhir dari edisi Goa Petruk. Season ini yaitu tentang bagian dalam goa itu sendiri. Goa tersebut dalamnya masih sangat alami, masih gelap, licin, berlumpur, ada sungainya, banyak kelelawar dan tokainya (bau).

Sehingga untuk dapat masuk ke dalam, kita harus menyewa guide/penunjuk jalan. Guide tersebut akan membawa lampu petromax sebagai penerang dan akan menunjukkan rute yang benar. Cukup dengan membayar Rp 25.000,00 (dua puluh lima ribu rupiah) kita bisa masuk goa dengan tenang.

Sepertinya saya ketagihan nih.. jadi pengen kesana lagi.... hehe. Yuph, sebagai penutup, saya sajikan beberapa foto di bagian dalam Goa Petruk yang sungguh menawan hati. Selamat menikmati.






















Share:

My Youtube Channel

Blog Archive