Showing posts with label BALI. Show all posts
Showing posts with label BALI. Show all posts

7 February 2019

Nginep 3 Malam di Berry Biz Bali

Biasanya ke Bali buat jalan jalan liburan, eh di awal 2019 ini aku ke Bali untuk urusan kerjaan. Nah selama di Bali selama 3 hari ini, aku sengaja nyari Hotel yang ada di sepanjang Sunset Road, biar gampang akses kemana mana nya. Dari beberapa hotel yang masuk kriteria (harga), akhirnya terpilihlah Berry Biz Hotel. Lokasinya tentu saja di Sunset Road, tidak jauh dari gerai Burger King, untuk lokasi tepatnya, bisa dilihat di Peta, di bagian bawah postingan ini.


Pesawatku mendarat di Bandara Ngurah Rai sore hari menjelang petang, nah sebelum meluncur ke Hotel, aku menyempatkan makan dulu di salah satu tempat makan di Bandara, biarlah agak mahal, yang penting nanti pas sampai hotel, bisa langsung baringan, enggak mikirin urusan perut lagi. Nah setelah kenyang barulah aku meluncur ke Hotel menggunakan Taksi Online (pake Gocar, lebih murah, haha).


Sesampainya di Hotel udah malam, sekitar pukul 20.00 Wita, langsung menuju counter check in. Prosesnya sangat cepat, karena aku udah booking dan bayar dulu lewat aplikasi. Paperless lho, karena pas tanda tangan, bukan menggunakan kertas, tapi semacam tablet gitu, di situ selain tanda tangan, kita menuliskan nomor hape dan alamat email. Habis itu kita langsung dikasih kunci kamar, lengkap dengan password wifi, dan voucher welcome drink yang bisa ditukarkan di resto nya.


Ada beberapa jenis kamar yang disediakan, nah yang kubooking ini Superior Room, letaknya ada di lantai 1, naik satu lantai dari loby menggunakan Lift. Kamarnya enggak terlalu luas sih, tapi nyaman kok, sesuai lah dengan harganya. Fasilitas di dalam kamar lumayan lengkap, ada kasur dan bantal tentunya ya, meja kursi, colokan banyak banget, TV, AC, mini bar, kulkas, di dalam toiletnya ada colokan juga, cermin besar, wastafel, shower, WC duduk, sabun, sampo, tempat sampah, lemari dan deposit box.

Yang kurang sih cuma pasta gigi dan odol aja, karena pas check in tadi dijelaskan kalau butuh dua barang itu, tinggal telpon aja, nanti diantarin oleh petugas, dan gratis. Heuheuheu, baru kali ini aku mengalami seperti ini, biasanya sih udah tersedia otomatis di kamar mandi nya. Tapi gak masalah sih, untung nya aku udah bawa sendiri odol ama sikat gigi nya.


SARAPAN
Salah satu kriteriaku memilih hotel adalah yang menyediakan menu sarapan, heuheuheu, biar pagi pagi sebelum beraktivitas enggak bingung mau cari sarapan dimana, tinggal langsung meluncur aja ke resto nya, bahkan kalau lagi males, sarapan dulu baru mandi.

Tempat untuk sarapan ada di Ground Floor, persis di depan counter check in/out, namanya Brown & Butter, selain tempat sarapan, ternyata tempat ini juga merupakan tempat ngopi, nongkrong dan bekerja untuk umum lho, didukung dengan wifi yang super kenceng dan colokan yang banyak.

Sesuai dengan rate nya, menu sarapan di sini memang enggak terlalu lengkap sih, dan selama tiga hari sarapan di sini , menu tiap harinya relatif sama. Tapi untungnya sih enak, haha, apalagi kopi nya, juarak.

***

Overall sih, hotel ini recommended lah, udah tempatnya strategis, harganya terjangkau, ada menu sarapannya pula, cuman belum ada kolam renang nya sih, haha.. Jadi buat kalian yang lagi jalan jalan ataupun ada urusan bisnis ke Bali, hotel ini bisa jadi salah satu alternatif pilihan menginap dah. Apalagi buat yang fakir wifi, wifi di sini kenceng banget, wkwkwk


Peta Lokasi Hotel Berry Biz Bali


.
Share:

18 June 2018

3 Hari Bersama The Alea Hotel, Bali

Di Postingan kali ini, aku mau me-review Hotel tempat kita tinggal selama 3 hari 2 malam saat liburan Natal 2017 kemarin.

Hotel yang kita tempati tersebut adalah The Alea Hotel yang berlokasi di Jalan Cendrawasih 78, Petitenget, Seminyak, Bali. Tidak jauh dari pusat keramaian Seminyak, tapi tetap terasa tenang dan nyaman.

LOBBY
Lobi hotel ini berada di lantai 1, di atas basement yang digunakan untuk parkir mobil/motor. Jadi kita harus menaiki beberapa anak tangga dulu untuk bisa sampai ke Lobi nya. Untuk ukuran hotel berbintang 3, lobi hotel ini lumayan luas lho, dengan banyak sofa di beberapa sudut. 

Untuk cek in, sebenernya sih jam 2 ya, tapi kita datengnya jam 12, lebih awal 2 jam dari jadwal, berharap aja sih bisa masuk sebelum jam cek in, udah lumayan capek nih setelah menempuh jalur darat dari Lombok. Dan alhamdulilah ada kamar yang sudah ready, sehingga kita enggak perlu menunggu sampai jam 2 deh. 


KAMAR
Ada beberapa tipe kamar yang disediakan, beda lantai beda harga. Aku sih order yang Pool Access, yang berada di lantai paling bawah, jadi pas buka pintu langsung bisa nyebur ke kolam renang nya. Aku udah booking kamar ini sejak dua minggu yang lalu lewat aplikasi Hotels.com , awalnya sih enggak sengaja untuk ngincer hotel ini, cuma berdasarkan kriteria yang aku list, hotel ini yang paling tepat/sesuai dengan kriteria yang aku buat sendiri, yaitu di area Seminyak, Harga di bawah 500rb/malam, Ada Kolam Renang, dan Include Sarapan. Mungkin kalau pas hari biasa bakal banyak hotel yang masuk kriteria ya, namun berhubung kita nginepnya di hari libur natal, harga harga hotel kebanyakan di atas harga wajarnya.

Kelengkapan kamar ini juga lumayan, kasurnya ukuran besar, ada TV, AC, Mini Bar lengkap dengan kopi, teh, gula, Kulkas Mini, Meja Kursi, Lemari, Safety Box, Wastafel, Cermin, dan Kamar mandi yang lengkap dengan air hangat dan dingin, handuk, sabun, sampo, dan amenities lain.



KOLAM RENANG
Kolam renang di Hotel Alea ada dua, berbentuk kotak memanjang berdampingan dengan wujud yang sama, cuma salah satunya bisa untuk anak anak, karena ada bagian dangkal nya. Enaknya booking kamar yang paling bawah tuh ya, buka pintu langsung bisa lompat ke kolam renang. Namun sayang sekali cuaca beberapa hari ini kurang oke, jadinya kita cuma sempet sekali berenang di kolam ini. Berada di tengah tengah, dengan dikelilingi kamar kamar, berenang di sini bisa jadi tontonan sih buat semua penghuni kamar, heuheuheu.



SARAPAN
Mungkin ada beberapa orang yang enggak peduli hotel yang ia tinggali menyediakan sarapan atau enggak. Tapi buat aku, tarif hotel yang include dengan menu sarapan itu wajib, heuheuheuheu, males pagi pagi nyari sarapan di luar.

Bertempat di lantai 2 (di atas lobby), ruangan restoran ini lumayan luas untuk menampung para tamu yang hendak sarapan. Selain untuk sarapan, resto ini juga disewakan untuk acara wedding lho, siapa tahu kalian mau menggelar resepsi di sini, heuheuheu.

Menu sarapan nya sih standar standar aja ya, ada nasi putih, lauk dan sayur, juga ada nasi goreng dan bubur, pastry, buah, jus, kopi, teh, dan telur goreng yang langsung dimasak oleh chef nya di resto ini. Kalau pas lagi rame ramenya, kita harus antre untuk mendapat 1 telur goreng aja. Dari segi rasa sih, lumayan enak lah ya...




LAIN LAIN
  • Beberapa kali menginap di Bali, saat order taksi online pasti drivernya telpon dulu dan bilang untuk jalan sedikit keluar hotel, jangan menunggu di Lobi, sebut saja hotel Amaris Nusa Dua dan Grand Zuri Kuta. Tapi untuk kali ini, enggak sama sekali, pihak hotel dan sekitarnya sangat welcome dengan taksi online. Kalau begini khan enak, tamu nyaman, driver pun tenang. Ntap Soul...
  • Untuk fasilitas free wifi nya lumayan kenceng (kalau di lobi) , pas ku coba di dalam kamar sih, kadang kadang kenceng, kadang kadang malah ilang sinyal.
  • Saat hari kedua, kita pergi seharian, dan saat malam nya balik ke kamar, kondisi kamar sudah rapi, juga ada dua botol air mineral baru, tapi handuk nya enggak diganti yang kering, dan odol nya juga enggak diganti yang baru, padahal biasanya kalau nginep hotel, 2 item itu pasti ganti di tiap hari nya. 
  • Staff hotel di lobi ramah ramah, dan pelayanan bagus. Di lobi juga menyediakan jasa titip barang barang/koper, seperti kita kemarin, check out pagi tapi enggak langsung pulang, melainkan jalan jalan dulu di hari terakhir, jadinya kita titip barang2 bawaan dulu. Gratis


***

Peta Lokasi The Alea Hotel, Bali

Share:

16 April 2018

Mampir ke Mangsi Coffee Sanur


Kedai Mangsi Coffee ini, sepengetahuanku ada beberapa di Pulau Bali, yaitu di Denpasar, Kuta dan Sanur (kalau ada yang baru lagi, silakan tulis di kolom komen). Kira kira setahun lalu aku pernah mampir bentar ke Mangsi yang ada di Jln Merdeka Denpasar, nah sekarang aku berkesempatan mampir lagi ke Mangsi, tapi yang berada di Sanur.

Kita sengaja mampir ke Mangsi ini untuk mengisi perut dan persiapan agar mata melek, karena kita sedang dalam perjalanan darat dari Kuta Bali menuju Pelabuhan Padangbai, guna menyeberang ke Lombok.


Berada di Jalan By Pass Ngurah Rai, kita sempet kelolosan/kelewatan gegara terlalu ngebut, hingga akhirnya kita puter balik di perempatan tidak terlalu jauh dari Mangsi ini.

Saat kita sampai di Mangsi, kita langsung disambut salah satu staff nya, hmmm ramah juga nih sambutannya. Dan kita langsung diarahkan ke meja kursi yang kosong. Kondisi sore ini sih lumayan ramai, ada beberapa pasangan muda mudi, dan sekelompok eksekutif muda yang sepertinya sedang meeting santai bersama kolega nya. Tapi alhamdulilah, kondisi ramai tersebut cuma berlangsung beberapa menit, karena tiba tiba semua pengunjung get out alias pergi dari kedai ini. Yuhuuu, sepii deh... Kesempatan terbuka lebar untuk eksplore setiap sudut kedai ini, dan foto foto tentunya


Suasana di dalam sini terasa nyaman dengan nuansa serba kayu dan warna coklat serta tirai bunga bunga yang menutupi sebagian dinding kaca. Sedangkan di bagian luar samping, terdapat kolam kecil yang berisi ikan mas berwarna orange dan hitam.

Kedai ini buka setiap hari dari jam 8 pagi sampai 11 malam, jadi bisa untuk Sarapan, Makan Siang juga Makan Malam. Selain itu, yang bikin kedai kopi ini beda adalah adanya Kids Menu alias menu khusus untuk anak anak, jadi bisa dibilang kedai kopi ini Kids Friendly lah ya..


Iseng iseng baca sejarah Mangsi Coffee ini ternyata seru juga. Infonya sih, Mangsi Coffee ini berdiri sejak tahun 2004, dimana awalnya khusus memproduksi kopi bubuk dalam kemasan. Kenapa kopi? Alasannya sih karena kopi adalah produk yang dikonsumsi masyarakat setiap hari dan peka jaman. Nah kalau untuk kopi bubuk Mangsi sih, aku dah pernah menjumpai di salah satu toko di Kota Mataram, Lombok. Itu beberapa waktu sebelum aku singgah di kedai nya ini.

Mangsi Coffee ini fokusnya pada Kopi Bali berjenis arabika yang berasal dari Kintamani. Dalam prosesnya Mangsi Coffee ingin tampil beda dalam urusan rasa. Lama-kelamaan, mulai deh bereksperimen selama beberapa tahun untuk membuat kopi spesial dengan campuran olahan rempah lokal Bali seperti kayu manis, cengkeh, jahe, pandan, coklat, kapulaga, ketumbar yang menjadikan sebuah ciri khas.



Dari segi nama, Mangsi diambil dari istilah Bali yang merupakan sebuah hasil proses akumulasi pembakaran api dengan kekuatan Brahman (dewa api berdasarkan konsep Hindu). Dengan kaitan filosofi di atas, menurut budaya Bali kuno, mangsi bermakna sebagai sarana perlindungan kepada anak-anak agar terhindar dari energi negatif dengan cara mangsi tersebut diambil dan debu itu ditempelkan pada keningnya.

Untuk urusan menu, kedai kopi ini lengkap banget gaes. Seperti yang aku tulis di atas, bahkan sampai ada kids menu nya loh. Nah buat yang suka menu menu serba sehat, ada juga smoothies.



Btw ternyata smoothies itu enak ya, seru lagi rasanya, karena merupakan campuran dari beberapa buah dan biji bijian, jadi ada asem nya, ada manis nya, ada pula sensasi krenyes krenyes saat mengunyah biji bijian itu. Sumpah ini pertama kali aku makan menu ginian, sering sih liat di acara liputan tipi, tapi enggak minat nyobain, udah ngerasa aneh duluan ama rasanya, ehhh setelah nyobain, ternyata ketagihan...

Untuk kids menu nya, kita order Nasi Goreng, dengan pelengkap telur ceplok dan sosis goreng, serta sedikit saos tomat. Alhamdulilah si kecil suka, dan habis seporsi gaes, heuheuheu.


Kalau aku sih tentu saja order kopi hitam ya, nah karena di sini hanya menyediakan kopi bali (kintamani) jadinya ya cuma bisa pesen jenis kopi itu, tapi dengan beberapa pilihan cara proses nya, yaitu Drip, Moka Pot atau Ibrik.

Nah buat kalian para pecinta kopi yang kebetulan lagi jalan jalan ke Bali, boleh lah mampir ke Mangsi ini, Recomended deh :)

***

Peta Lokasi Mangsi Coffee Sanur




.
Share:

2 March 2018

Numpang Ngopi dan Ganti Baju di Livingstone Cafe & Bakery


Setelah puas menjelajah Bali Safari & Marine Park, kita langsung meluncur ke Hotel buat ngambil titipan barang bawaan kita (tas, koper dan oleh oleh). Karena sebenernya kita sudah check out di pagi hari nya sebelum ke Bali Safari. Nah dari hotel ini rencana kita langsung menuju pelabuhan, nyari kapal buat nyebrang ke Lombok. Sumpah trip hari ini paling absurd deh, dari barat ke timur, ke barat lagi, terus ke timur lagi, Grrrrrrr.

Untuk memulihkan stamina, kita pun mampir dulu di salah satu kedai kopi dalam perjalanan dari Hotel ke Pelabuhan, sekalian numpang di toiletnya buat ganti baju yang udah penuh keringat sehabis keliling kebun binatang.


Tempat yang kita singgahi ini bernama Livingstone Cafe & Bakery, yang berlokasi di Jalan Petitenget 88x Kerobokan, Bali. Tidak terlalu jauh dari Lapas Kerobokan.

Berbagi  lokasi parkir dengan Kokonut Suites, cafe ini terlihat mencolok dari jalan. Itulah yang membuat kita tertarik untuk mampir kesini. Cafe ini berlantai 2 dengan warna dominan coklat kayu, dan dinding didominasi oleh kaca bening, ditambah dengan ornamen di dalam cafe, serta lampu lampu tergantung, membuat tempat ini semakin asyik buat nongkrong plus foto foto.


MENU
Berbagai jenis kopi disajikan di cafe ini, mulai dari kopi hitam biasa (long black), espresso, affogato, cappuccino, hingga perpaduan kopi dan buah seperti Strawberry Coffee dengan range harga 25rb - 38 rb. Buat yang enggak suka kopi, tenang aja, masih ada jus buah dan teh.
Saat kita memasuki pintu masuk nya, kita akan melihat berjajar berbagai jenis bakery/roti rotian yang bikin mulut gak sabar untuk mengunyah nya. Tapi buat kamu yang pengen lebih dari roti, bisa order menu berat, seperti Steak, Nasi Goreng, Sop Buntut, Sate, Pizza, Nasi Campur, Soup, Pasta, Sandwich dll dengan range harga 50k - 195k per porsi, yaaa lumayan mahal ya, heuheuheu. Oia satu lagi, disini ada juga Kids Menu nya lho, yaitu Fish n Chips (50k) dan Sphagetti (40k)





Karena kita enggak berencana untuk makan berat, jadinya kita cuma order minum dan beberapa makanan ringan (pastry, roti, bakery). Ada yang unik di sini, di setiap meja tuh ada semacam alat pencet pencetan yang terhubung dengan pelayan, ada tiga tombol yang bisa dipencet, yaitu Bill, Call dan Cancel. Awalnya aku sih enggak ``ngeh``, tapi karena dimainin si kecil dan tiba tiba pelayan nya dateng sambil bertanya ``minta bill ya mas?`` , aku terdiam sejenak dan sadar kalau pelayan datang gegara alat pencetan tadi. Heuheuheu


Kita sih enggak lama disini, setelah foto foto, perut terganjal, mata melek gegara kopi dan ganti baju, kita pun langsung cabut ke timur menuju Pelabuhan Padangbai, sebelum gelap. Sumpah deh, pas dateng tadi kita kaya gembel, rambut awul awulan, tapi pas keluar, kita kaya pasangan model yang siap show, heuheuheu. Baju Bersih, rambut rapi dan badan wangi....

***

Peta Lokasi Livingstone Cafe Bakery, Bali


.
Share:

22 February 2018

Tertipu di DMZ (Dream Museum Zone) Bali

Postingan kali ini masih tentang Bali ya....

Nah malam harinya setelah nongkrong sore di Titik Temu Coffee, kita meluncur wisata malam ke sebuah Museum di Jalan Nakula No 33 X, Legian, Kuta, Bali (Cek peta di bawah)

Nama museum ini adalah 3D Art Museum DMZ (Dream Museum Zone). Nah biar gak terlalu panjang nulisnya, di postingan ini, museum tersebut kutulis Museum DMZ aja ya.


Tiket dan Jam Buka
Tiket masuknya bisa dibeli langsung di lokasi ataupun online lewat internet, yang tentu saja lebih murah bila beli online. Jadi bila beli langsung di lokasi, kita kena tiket 100rb/orang, anak di bawah 3 tahun gratis. Sedangkan bila beli online (seperti aku kemarin) cuma kena 50rb/orang lho, lumayan khan, bisa setengah harga. Banyak sekali kok jasa penjualan tiket online nya, kalau aku kemarin di e-bali.net . Nah berhubung museum ini buka nya dari jam 9 pagi sd 11 malam, jadinya kita dateng sehabis jam makan malam deh.

Dengan berbekal e-tiket yang dikirim via WA, kita enggak perlu mencetaknya, tinggal menunjukkan aja ke loket nya. Sudah ada kode booking nya disitu. Baru dah ditukar ama tiket asli nya. Saat memasuki gedung museum nya, kita harus telanjang kaki, alias nyeker, sedangkan alas kaki yang kita pakai, dititipkan ke petugas dan bisa diambil di pintu keluar.

Menurut info dari internet sih, ada banyak ruangan dengan lukisan menipu di museum ini. Ini nih yang bikin kita tertarik kesini. Dan ternyata benar adanya...



Ruangan nya banyaaaak, sampai lupa aku ada berapa tuh, dan tiap ruangan pun ada lebih dari 5 spot ilusi mata, totalnya sih menurut perkiraanku ada lebih dari 100 spot foto, jadi baterai kamera harus full ya biar bisa dapet foto semua spot. 

Buat kalian yang jomblo dan pengen tetep bisa eksis fotoan, tenang aja gak perlu bawa tripod kok, karena di tiap ruangan dijaga oleh mbak mbak cantik berbaju adat bali (kurang tahu apakah tiap hari pakai baju adat ya) yang siap mengarahkan gaya dan membantu mengambil foto, atau sekalian aja ajak dia foto bersama (terus yang fotoin siapa donk), heuheuheu.

Selain lukisan lukisan yang menipu mata, ada juga ruangan yang bertema rumah terbalik. Kesemua lukisan ini adalah hasil karya kolaborasi dari Seniman Korea. 

Berikut beberapa foto di Museum DMZ :









Satu jam berkeliling semua ruangan di Museum DMZ serasa keliling dunia deh, kita bisa foto foto di landmark2 berbagai negara, bahkan sampai nyasar ke dunia bawah laut juga. Seru seru seru.

Kunci dari tipuan ini adalah lukisan yang melibatkan lantai dan dinding, dimana di sudut tertentu, akan menghasilkan tipuan mata yang sempurna. Jadi enggak bisa asal ambil angle foto ya, karena di lantai sudah diberi  tanda dimanakah si fotografer harus berdiri, dan menyesuaikan posisi kamera, ada yang portrai ada pula yang harus landscape pengambilan foto nya. Keren banget dah si pelukis nya. 4 Jempol buat mereeeka.

FYI, saat ini (Januari 2018) sudah dibuka cabang pertama dari DMZ Bali ini, yaitu di Kota Semarang, tepatnya di Jalan Branjangan 3-9 Semarang Jawa Tengah. Jadi buat kalian yang rumahnya di Jawa Tengah, enggak perlu jauh jauh ke Bali, cukup main aja ke Museum DMZ Semarang, dengan tiket masuk yang sama harganya



***

Peta Lokasi 3D Art Museum DMZ (Dream Museum Zone)



.
Share:

17 February 2018

Santap Kuliner Malaysia di Mamak Bali


Masih tentang Bali dan masih tentang Seminyak.
Nah kali ini, aku bakal sharing tentang tempat makan di daerah Seminyak yang menyediakan menu khas Malaysia, sesuai dengangan tagline nya ``Malaysian Roti & Satay``, nama tempatnya adalah MAMAK.

Berlokasi di jalan yang paling rame di Seminyak yaitu Jalan Kayu Aya no. 4b, tempat makan ini terlihat biasa dari luar, nyempil di antara keramaian seminyak, dan bahkan nyaris tak terlihat bila kita berkendara keliling jalan kayu aya. Aku justru menemukan tempat ini secara gak sengaja di tab explore instagram.


Ruko yang ditempati Mamak ini memang tidak luas, saat membuka pintu, kita akan melalui lorong sempit dimana di sebelahnya adalah dapur dengan dinding kaca dimana menu menunya diracik dan ditata hingga siap disajikan. Desain nya sengaja dengan dinding kaca, sepertinya biar para pengunjung bisa sekalian menyaksikan pertunjukan para chef beraksi deh.

Di bagian dalam, terdapat beberapa meja kursi yang tertata rapi, dengan sendok garpu yang sudah tersedia. Kita dipersilahkan oleh salah satu staff untuk memilih tempat duduk yang kosong. Dan sekaligus memberi buku menu untuk kita.




Menu yang disajikan memang enggak banyak, tapi otentik banget dari Malaysia, dan nama namanya menggugah selera banget deh. Kita langsung order Roti Canai, Roti Tisu, Sate Ayam, Kari Kambing, Teh Tarik, dan Cham. Buanyak banget yaaaa orderan kita, heuheuheu. Padahal kita cuma bertiga ama si kecil. Untuk menu lengkap nya, silakan pelototin gambar gambar di atas, klik aja buat nge-zoom.

Alhamdulilah kita kesini dalam kondisi si kecil yang bobok pules, bobok nya sudah sejak di taksi, sepertinya karena kecapekan sehabis main bowling di Strike Bowling. Karena tempat ini kurang cocok untuk si kecil yang lagi aktif aktif nya, kurang luas untuk dia yang hobi mondar mandir kesana kemari.

Roti Canai
Sebelumnya sih aku udah pernah nyoba Roti Canai nya salah satu warung arab di Ampenan, dan Roti Canai nya Warung Bunana di Sanur yang beraliran India. Nah untuk yang disini, Roti Canai nya beraliran Malaysia.

Satu porsi Roti Canai terdiri dari Roti Canai yang dibentuk menyerupai bola, tidak pipih seperi roti canai nya Bunana, satu sendok sambal, dan dua jenis kuah berwarna kuning (kuah kari), yang disajikan dalam piring berbahan logam (jadi inget makanan penjara, heuheuheu).

Roti canainya eeeenaaaak gaes, garing di luar, lembut di dalam. Cocok banget dicocol ke kuah kari nya, dan tentunya sambal nya juga. Karena saking enak nya, kita order lagi 1 porsi Roti Canai ini.




Chicken Satay
Atau bahasa lokalnya Sate Ayam. Meskipun sama sama sate, kuliner ini berbeda banget dengan sate ayam yang biasa aku makan. Yang pertama, potongan daging nya lebih besar, dan sedikit lebih keras tekstur nya, selain itu, sepertinya dagingnya sudah direndam bumbu dulu sebelum dibakar. Yang kedua, bumbu kacang nya beda banget. Ini lebih ke saus gula merah dicampur dengan potongan kecil kacang tanah, jadi gula merah dan kacangnya itu enggak nge-blend gitu.

Kari Kambing
Ada beberapa pilihan kari disini, ada kari ayam, kari kambing, kari sayur dan kari ikan. Untuk kali ini kita pilih yang kari kambing, karena sepertinya udah lama banget nih enggak makan daging kambing, terakhir pas Idul Adha kemarin itu. Daging kambing nya enak banget, teksturnya pas, empuk tapi masih sedikit ada perlawanan. Sedangkan kuah kari nya ini kuat banget aroma rempah rempahnya, sepertinya ini kuah kari yang paling kentel dan paling kuat deh yang pernah kucoba

Cham dan Teh Tarik
Dari penampilan luar, dua minuman ini terlihat sama, berwarna coklat dengan buih buih di atas nya. Namun sebenernya komposisinya berbeda, teh tarik terdiri dari campuran teh dan susu. Sedangkan Cham terdiri dari campuran kopi dan teh. Meskipun begitu, rasa rasanya mirip, namun untuk Champ ini rasa sepat/sepet nya lebih kuat. Dua duanya sama sama enak, Recommended


Roti Tisu
Menu ini berperan sebagai hidangan penutup, saat kita order, kita akan ditanya mau disajikan langsung atau belakangan setelah main course nya habis dimakan. Dan kita minta untuk disajikan belakangan saja.

Roti Tisu sebenernya punya adonan yang sama dengan roti canai, cuman pembuatannya yang sedikit berbeda . Untuk roti tisu ini dilebarkan hingga tipis, setipis kertas tisu, dan dipanaskan plus ditaburi gula di atasnya, sampai terkaramelisasi. Lalu dihidangkan dengan dibentuk kerucut semacam topi ulang tahun, ditambah es krim sebagai pendamping nya. Enak banget deh, gurih gurih renyah manis gitu. Sebaiknya segera dihabiskan setelah disajikan.


Saat ini (Desember 2017), gerai Mamak ini cuma ada di dua negara lho, Australia dan Indonesia, heuheuheu. Beruntung banget bisa mencoba menu menu maknyus nya di Bali. Buat kalian yang suka kuliner Melayu/Timur Tengah, wajib dah mampir ke gerai Mamak Bali ini.

***

Peta Lokasi Mamak Bali




.
Share:

My Youtube Channel

Blog Archive