Showing posts with label Kebumen. Show all posts
Showing posts with label Kebumen. Show all posts

2 October 2023

Pantai Surumanis Kebumen : Jalannya Sudah Mulus Sampai Bawah


Pantai Surumanis ini sudah lama moncer di Kebumen, cuman memang aku dari dulu belum tertarik ke pantai ini karena jalannya yang kurang bagus dan lokasi parkirnya yang berada di atas bukit, sehingga kalau mau menginjakkan kaki ke pasirnya harus jalan kaki lumayan jauh, hingga akhirnya beberapa waktu lalu dibuatkan jalan aspal turun dari parkiran atas hingga sampai bawah, dan di bawah pun dibuatkan lokasi parkiran kendaraan yang sangat luas. Mantap...
 
Saat weekend tiba, kita pun langsung meluncur kesana. Dari pusat kota Kebumen, kita mengambil arah ke Selatan menuju JJLS, setibanya di JJLS kita mengarah ke barat sampai ke pertigaan taman geowisata karangbolong. Kalau lurus ke arah Gombong, sedangkan ke kiri ke arah wisata pantai pantai, seperti Pantai Karangbolong, Sagara View, Pantai Pecaron, Pantai Menganti, Pantai Surumanis dan lain lain.

Dari pertigaan ini kondisi jalan masih kurang bagus, meskipun sudah aspal. Saat kita lewat kemarin (awal Sept 2023) jalan aspal ini sepertinya sedang akan diperlebar, terlihat dari patok patok kayu di kanan kiri jalan, yang bila kita lihat sepintas, nanti bakal menjadi lebih lebar dua kali lipat, dan tentunya akan ada beberapa rumah yang tergusur dan bukit yang akan dikeruk. Semoga segera terlaksana dan lancar, karena ini memang jalur utama menuju pantai pantai selatan kebumen yang super eksotis.

Dengan menyusuri Jalan Ayah-Karangbolong sejauh 5 km kita sampai di pertigaan Jalan Pantai Pasir, patokannya adalah toko Aura Pasir. Dari sini kita ambil arah ke kiri menuju pantai sejauh 950 meter hingga sampai ke TPI Pasir yang berada di Pantai Pasir. Nah ini belum selesai karena pantai surumanis berlokasi di balik bukit sebelah barat pantai pasir ini.


Perjuangan masih harus berlanjut dengan mengikuti jalan ke arah atas yang lumayan curam, berkelak kelok, sempit dan masih kurang mulus sejauh sekitar 2 km hingga sampai ke parkiran pantai surumanis yang lama dengan melewati gerbang loket, sebuah penginapan "Green Surumanis" dan Warung Seafood Saung Kaprok. Oia di gerbang loket, pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar 10ribu per orang dewasa, dan untuk parkirnya 5 ribu per mobil.

Dari parkiran lama itu barulah kita lanjut melewati jalan aspal baru yang masih mulus berwarna hitam ke arah bawah. Harap hati hati saat melewati jalur ini karena meskipun sudah bagus mulus, tapi lumayan curam.
 

Di area parkir tidak ada petugas parkir, kita bisa parkir sendiri sesuai kondisi bagian mana yang teduh. Dari parkiran kita lanjut jalan kaki dengan menuruni beberapa anak tangga, melewati beberapa warung kecil yang menjual makanan ringan dan minuman. Ada juga kolam renang air tawar, namun saat itu sedang kering airnya. Di sebelah kolam renang ada semacam jembatan kayu menuju batu karang di arah depan. Di spot ini menjadi salah satu tempat menarik untuk foto foto. Tapi aku enggak kesana, melainkan langsung ke pantainya, karena anak anak udah gak sabar main pasir dan air.
 

Siang sore itu kondisi air sedang bagus, tidak pasang juga tidak terlalu surut, anak anak pun alhamdulilah aman bermain pasir di balik sebuah batu besar. Di sepanjang pantai terlihat ada beberapa payung besar dengan tempat duduk di bawahnya yang disewakan. Enggak tahu berapa harga sewanya, karena tidak nampak penjaga nya. Beberapa pengunjung malah pada bawa kursi sendiri, kursi lipat yang lagi viral di medsos. Mereka duduk duduk sambil makan pop mie. Di bagian barat ada tebing/bukit yang tinggi, sehingga kalau agak sore gini, suasana pantai terasa teduh tidak panas, mungkin hal ini yang membuat penyewaan tempat duduk berpayung kurang diminati. Mungkin kalai pagi ke arah siang, penyewaan payung ini akan laris, karena panas terik pastinya.



Aku duduk di salah satu batu sambil mengawasi anak anak bermain air. Ombak di laut terlihat besar, tapi berhubung di sekitar pantai ini banyak batuan, sampai pinggir jadi kecil ombaknya, masih aman lah buat main main pasir. Sedangkan emaknya asik kesana kemari foto foto dan video bikin konten buat tiktok, heuheuheu.

Sekitar jam 5 sore aku mencoba untuk mengajak anak udahan main pasirnya, karena hari udah mulai gelap dan jalan pulang yang dilalui ada bagian yang masih rusak. Awalnya sih mereka enggak mau, masih asyik main main air, padahal kulihat kulit di telapak tangannya udah mulai berkerut kerut. Tapi akhirnya mereka mau juga kita ajak udahan. Kemudian kita lanjut ke toilet untuk bilas dan ganti baju.

Setelah semua anak bersih dan ganti baju, kita lanjut jalan kaki sedikit ke atas ke parkiran tadi untuk kembali pulang.





Share:

19 September 2023

Kampung Lukulo Cafe & Resto | Tempat Makan Baru dan Hits di Kebumen

 

Aku tahu tempat ini awalnya karena sering lewat Jalan Ronggowarsito Kebumen, dari arah alun alun ke Jembatan Pelangi, di sebelah kiri tuh ada petunjuk arah menuju Kampung Lukulo Cafe tapi khusus untuk motor. Petunjuk itu bikin penasaran tapi enggak sampe bikin aku buat nyari info lebih lanjut. Hingga akhirnya beberapa waktu kemudian ada temen yang share tentang cafe baru ini di grup WA kantor. Wah ternyata oke juga nih tempatnya, luas dan estetik.

Kugali info lebih jauh via google maps, wohoo lokasinya ternyata lumayan tersembunyi meskipun berada di tengah kota, tidak jauh dari Alun Alun Kebumen dan persis di belakang Kantor DPRD Kebumen. Buat kalian yang bingung dengan rute menuju Kampung Lukulo Cafe menggunakan mobil, monggo disimak di foto di bawah ini 


Sampai di lokasi, ternyata parkirannya luas banget, meski akses jalannya sempit, tapi parkirannya muat untuk puluhan mobil. Di sebelah kiri ada bangunan kost-kostan tingkat yang lumayan besar, di sebelah kanan ada bangunan cafenya, dan di depan ada bangunan estetik yang didesain mirip dengan bangunan benteng, yang ternyata itu adalah bagian dari cafe yang bisa digunakan untuk meeting/acara lain.




Ada beberapa spot tempat duduk yang bisa dipilih, ada bagian indoor dengan meja kursi, outdoor dengan meja kursi dan lesehan semi outdoor dengan view sungai lukulo. Saat sampai lokasi kondisi cafe masih lumayan sepi, hanya ada beberapa pengunjung, kita langsung ambil tempat duduk yang outdoor saja. Mejanya unik, karena mengelilingi pohon kecil. Dan di bawahnya menggunakan karpet rumput sintetis warna hijau.

Setelah duduk, seorang pramusaji langsung menghampiri kita dan memberi kertas menu berwarna putih yang bentuk dan cara pesannya sama dengan Resto Solaria. Lumayan banyak variasi makanan dan  minuman yang bisa dipilih mulai dari harga 10 ribu s.d 85 ribu per porsi. Lumayan terjangkau harganya untuk sekelas cafe resto seperti ini. Setelah pilih menu di kertas, lanjut kita bawa ke kasir untuk langsung dibayar. Bisa pake cash, kartu debit/credit maupun Qris.


Semakin sore, pengunjung semakin banyak. Alhamdulilah orderan kita masuk dapur sebelum ramai, jadi tidak perlu menunggu lama, satu persatu pesenan kita pun diantar ke meja kita.

Aku pesen ayam kampung serundeng dengan harga 24 ribu per porsi, tapi ternyata porsi ini belum termasuk nasi, jadi harus nambah nasi dengan harga 5 ribu. Ayamnya enak, gurih, sambalnya pedas mantap, apalagi ada serundengnya yang memberi sentuhan rasa manis. Recommended lah.  Anakku pesen cordon bleu, harga seporsinya 34 ribu, sayangnya aku enggak sempet nyobain rasanya seperti apa, udah habis duluan, heuheuheu. Kayaknya sih enak ya melihat dia makannya sangat lahap. 



Setelah makan, kita lanjut foto foto dulu di sekitar Cafe ini. Oia karena area sekitar parkiran ini aslinya adalah jalan kampung, jadi bakal sering ada motor/kendaraan yang lewat. 

Sebelum petang hari, kita pun lanjut pulang. Lampu lampu hias mulai dinyalakan, kondisi sekitar cafe jadi terlihat semakin syahdu dan cantik. Panggung live musik masih kosong, mungkin hanya di hari hari tertentu aja ada live musik nya.

Jadi buat kalian yang lagi di Kebumen dan nyari tempat makan yang asyik buat nongkrong bareng teman atau keluarga, bisa pilih Kampung Lukulo ini.






Share:

5 September 2023

Bulan Agustus 2023 - Full Acara HUT RI 78

Di awal Bulan September 2023 ini aku mau me-recap atau mengompilasi kegiatanku selama Bulan Agustus 2023 dalam menyemarakkan HUT RI ke 78. Aku tertarik untuk membuat postingan ini karena menurutku di Tahun 2023 ini adalah tahun paling aktif dalam hal lomba-lomba dan kegiatan lain daripada tahun tahun sebelumnya, ya meskipun beberapa cuma jadi penonton. Tapi kayaknya dulu tuh enggak terlalu riweuh deh, heuheuheu, cuma sekedarnya aja. 
 
Untuk mempermudah, aku bagi sesuai tanggal aja ya :
 
1. Tanggal 11 Agustus 2023
Di Hari Jumat ini diadakan Jalan Sehat dengan tema "Jalan Sehat Unik dan Kreatif", pesertanya adalah kantor kantor yang beralamat di Jalan Arungbinang, Kebumen yang berjumlah 14 kantor. Kegiatan ini dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dengan dibuka secara langsung oleh Bupati Kebumen, Bapak Arif Sugiyanto. Rutenya yaitu Kantor PDAM - Jalan Tentara Pelajar - Jalan KH. Hasyim Asy'ari (dulu Jl Kutoarjo) - Jalan Indrakila - Jalan Tentara Pelajar - dan Finish lagi di kantor PDAM.




Barisan jalan sehat ini diawali dengan parade Drumband dari MAN Kebumen, baru kemudian diikuti oleh peserta dari tiap tiap kantor. Yang seru adalah pesertanya tuh memakai pakaian pakaian unik, sesuai dengan temanya. Ada yang pakai seragam SD, jadi pocong, memakai kostum maskot kantornya dll. Kabarnya sih yang paling unik bakal dapat hadiah. 
 
2. Tanggal 13 Agustus 2023
Dengan berlokasi di komplek rumah, hari ini diadakan berbagai macam lomba untuk anak anak, yaitu Lomba Sepeda Hias, Lomba Pecah Air, Lomba Makan Kerupuk dan Lomba Kelereng. Untuk lomba sepeda hiasnya, aku udah mempersiapkan dari hari hari sebelumnya dengan mencari ide di youtube, membeli perlengkapan dan bahan bahan serta mulai merangkai bentuknya di sepeda. 
 


Aku pilih yang simple aja, yaitu bentuk burung garuda berwarna merah putih dengan bahan kardus bekas dan ditutup dengan kertas krep merah putih. Kedua anakku ikut semua, dan keduanya bentuk burung garuda, namun dengan beda ukuran, karena ukuran sepedanya pun berbeda. Kegiatan sepeda hias ini dimulai pukul 08.00 WIB dengan rute keliling komplek saja. Baru kemudian lanjut berkumpul untuk mengikuti lomba lomba yang lain. Yang paling seru sih lomba pecah air ya, karena pastinya anak anak suka main basah basahan. Dan setelah selesai malah minta nambah airnya.
 



3. Tanggal 16 Agustus 2023
Kegiatan hari Rabu ini masih satu rangkaian dengan kegiatan Jalan Sehat di tanggal 11 Agustus kemarin. Nah untuk hari ini kegiatannya adalah lomba 17an, yang pesertanya sama dengan peserta Jalan Sehat tersebut. Untuk lomba yang dipertandingkan ada Lomba Estafet Tampah, Estafet Air, Estafet Tongkat dan Kelereng. 
 


Lomba dimulai sekitar pukul 09.00 WIB di halaman Kantor PDAM Kebumen. Di lomba ini aku enggak ikutan, tapi cuma jadi suporter dan tukang dokumentasi. Lumayan seru lomba lombanya, terutama yang estafet air, karena penuh gelak tawa, orang orang tua pada main air basah basahan, heuheuheu. 
 
Di malam harinya, ada kegiatan Tirakatan/Tasyakuran yang bertempat di Musholla komplek perumahan, untuk pesertanya tentu saja para penghuni komplek, khusus yang bapak bapak saja dengan ditemani anak anak mereka. Acara dimulai ba'da Isya, diawali dengan mendengarkan ceramah/kajian dari ulama setempat dan diakhiri dengan makan makan bersama. Menunya ada nasi tumpeng, ayam bakar dan jagung bakar. Mantap...
 


4. Tanggal 17 Agustus 2023
Di pagi harinya, aku mengikuti upacara melalui youtube saja, karena tahun ini tidak ada perintah untuk menghadiri upacara secara langsung. Sedangkan anak yang besar masuk sekolah untuk upacara, rencananya sih sehabis upacara, anak anak bakal jalan keliling desa dengan memakai topi kertas berwarna merah putih yang tadi malam aku buatkan. Tapi berhubung pagi itu gerimis, sehabis upacara anak anak langsung pulang, tidak jadi jalan jalan. Padahal udah rencana mau nonton lho.

5. Tanggal 19 Agustus 2023
Di hari Sabtu pagi ini, ada kegiatan Pawai Becak Hias yang diikuti oleh anakku yang paling kecil. Ini adalah kegiatan dari sekolahnya (TK) yang diikuti oleh semua murid dengan mengenakan baju adat/profesi. Mereka bakal naik becak hias dengan masing masing becak diisi oleh 3 anak. 




Sesuai dengan perkiraan, pasti anak anak bakal pada pake baju polisi/tentara, dan benar saja anak anak yang cowok sebagian besar pake 2 seragam profesi tersebut. Untungnya anakku pake baju yang lain daripada yang lain, yaitu baju pembalap. heuheuheu. Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dengan rute TK - Jalan Sarbini - Jalan Kusuma - Jalan Pemuda - Jalan Kaswari - Jalan Indrakila - Jalan Tentara Pelajar - Jalan Arungbinang - Stadion - dan finish lagi di TK. Oia agar pawai becaknya semakin meriah, di tengah tengah barisan becak hias diselipkan drumband dari MAN 2 Kebumen.



Masih di hari yang sama, sore harinya ba'da ashar ada kegiatan pembagian hadiah lomba lomba di komplek perumahan. Alhamdulilah dua sepeda hias dengan bentuk garuda dari kardus yang kubikin sampe lembur lembur menang semua, heuheuheu. Selain itu juga ada panggung hiburan, dimana anak anak yang berani boleh unjuk kebolehan di atas panggung, lumayan seru juga, ada yang bernyanyi, bermain alat musik, membaca ayat Al Quran, dan ada pula yang main tebak tebakan. Kegiatan ini diakhiri dengan makan bersama, menunya bakso.

6. Tanggal 20 Agustus 2023
Di Hari Minggu siang ini, ada event karnaval untuk memperingati HUT RI ke 78 dan Hari Jadi Kebumen ke 394. Karnaval tahun ini mengambil tagline TETEORE (Tertib Tentrem Ora Reang), diikuti 122 peserta, lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya diikuti 70 peserta. Antusias masyarakat sangat terlihat, ribuan orang dari berbagai wilayah di Kebumen tumpah ruah di sepanjang jalan yang dilewati karnaval. Sejak siang setelah dzuhur kepadatan juga sudah mulai terasa di Alun-alun Kebumen.




Rute yang dilewati lebih pendek dari pada tahun lalu, yaitu dari Stadion Candradimuka - Jalan Arungbinang - Jalan Kusuma - Tugu Lawet - Jalan Soekarno Hatta - Alun Alun Kebumen. Sekitar jam dua siang lebih, karnaval pun dimulai,  di urutan pertama ada Bupati Arif Sugiyanto dan Wakil Bupati Ristawati Purwaningsih bersama keluarga dan jajaran Forkopimda menaiki traktor roda empat. Kemudian diikuti oleh para peserta yang terdiri dari instansi pemerintahan, OPD, kecamatan, berbagai Ormas, partai politik, sekolah baik tingkat SMA sampai perguruan tinggi, kemudian perusahaan baik swasta maupun BUMD, komunitas, paguyuban dan masih banyak lainnya.
 
7. Tanggal 25 Agustus 2023
Tak ingin ketinggalan hingar bingar kemeriahan HUT RI, kantor pun ikut mengadakan lomba 17an, ada sekitar 5 jenis lomba yang dipertandingkan, seperti kait ceting, estafet air, karton air, estafet balon, dan tampah bola. Alhamdulilah lomba kali ini grupku bisa memenangkan lomba tampah bola dan karton air. Hadiahnya berupa jajanan micin, lumayan bisa buat dibagi bagi jajannya.



8. Tanggal 26 Agustus 2023
Di Hari Sabtu siang ini ada jadwal Karnaval Purworejo, aku udah merencanakan untuk nonton bareng anak anak, sekalian mudik, heuheuheu. Di tahun 2023 ini karnaval purworejo dibagi menjadi beberapa kategori yang dilaksanakan di hari yang berbeda, untuk hari ini kategorinya adalah Umum dan SMA. Rute yang dilalui yaitu Alun Alun Purworejo - Jalan Mayjend Soetoyo - Jl Urip Sumoharjo - Jl Veteran - Jl Ahmad Yani lalu kembali ke arah Alun Alun. 




Di malam harinya, ada kegiatan Pentas Seni Kelurahan Pangenrejo, yang berlokasi di Lapangan Ciluek Pangenrejo. Aku ikut jadi videografer di event ini, khususnya untuk penampilan dari RT-ku. Jadi di kegiatan pentas seni ini, setiap RT di kelurahan Pangenrejo menampilkan berbagai macam jenis seni, ada yang menyanyi, menari, dan hadroh. Nah untuk RT-ku menampilkan kesenian Kuda Lumping/Jaran Kepang, mungkin dari sebagian kalian sudah pernah denger nama grupnya, yaitu "Gati Melati". Kebetulan grup kuda lumping ini memang sudah lama eksis, dari aku kecil lho, sampai sekarang masih rutin tampil, cuma beda di penari aja, yang dulu sekarang udah sepuh sepuh. Alhamdulilah di pentas seni tersebut, RT-ku memenangkannya, Juara 1 lurr.


9. Tanggal 27 Agustus 2023
Keesokan paginya, yaitu Hari Minggu ada beberapa kegiatan yang diadakan. Di Kelurahan Pangenrejo diadakan acara Jalan Sehat dengan doorprise Sepeda Motor. Start dan Finishnya berada di lokasi yang sama dengan acara Pentas Seni semalam yaitu di Lapangan Ciluek. Sedangkan di Kelurahan Sindurjan diadakan Karnaval dengan peserta dari RW RW yang berada di kelurahan Sindurjan Purworejo.

Karena acaranya bebarengan, aku jadinya cuma nonton yang karnaval Sindurjan aja, enggak ikutan Jalan Sehat Pangenrejo, capek lur jalan kaki keliling desa, heuheuheu. Rute karnavalnya mengelilingi wilayah kelurahan Sindurjan, kalau aku nontonnya di jalan yudodipuran, persis di sebelah Rutan Purworejo. Menurutku karnaval kelurahan seperti ini lebih seru dan lebih menarik daripada karnaval kabupaten deh, karena yang ditampilkan tuh lebih kreatif dan lucu lucu.









Share:

21 August 2023

Touring Seru Kebumen - Kawah Sikidang Dieng

Notifikasi WA berbunyi, mengusik keheningan malam. Aku baca sepintas dari layar hape, ternyata ada undangan join grup WA dari nomor kontak yang belum tersimpan. Awalnya sih aku cuekin, tapi kemudian ada WA lagi, tapi dari tetangga, beliau menginfokan bahwa ada undangan join grup WA Touring dari komplek sebelah. Aku langsung bangun dari posisi berbaringku dan buka chat undangan WA tadi, langsung kuklik "join".
 
Wah ternyata komplek perumahan sebelah baru bikin grup touring dan kita diajakin untuk touring perdana keesokan hari dengan rute Kebumen - Dieng. Aku langsung bilang "siap" donk, heuheuheu.
 

Di Hari Minggu 6 Agustus 2023, kita semua berkumpul pukul 05.30  WIB karena dijadwalkan akan mulai berangkat pukul 06.00 WIB, tapi ya seperti yang kita ketahui bersama, ada budaya "ngaret" diantara kita. Jadinya kita baru berangkat pukul 06.40 WIB. Total ada 18 motor dan 1 mobil pickup.

Jalur yang kita lalui adalah jalan menanjak Karangsambung - Giritirto - Banjarnegara. Kondisi jalannya sekarang sudah bagus, cor beton, tapi tetap harus hati hati karena menanjak dan banyak tikungan, ciri khas jalan di pegunungan. Sesampainya di daerah Giritirto, kita mampir ngopi dulu di Warung Dul Punuk, warung ini memang menjadi salah satu tujuan utama untuk mampir ngopi bagi pengguna jalan ini, baik itu yang dari arah Kebumen maupun yang dari arah Banjarnegara.

berhenti di Warung Dul Punuk

Kita ngopi ngopi, ngemil gorengan sambil ngobrol ngobrol, sekalian biar saling kenal, karena ada banyak peserta yang dari komplek sebelah yang belum kukenal, meskipun wajahnya agak agak familiar karena mungkin sering papasan di jalan. Setelah itu kemudian kita lanjut lagi perjalanannya ke arah utara, melewati pusat Kota Banjarnegara, lanjut ke timur ke arah Wonosobo.

Titik pemberhentian berikutnya adalah SPBU Krasak yang berlokasi di Jalan Wonosobo - Dieng, Kecamatan Mojotengah, Wonosobo. Beberapa dari kita isi bensin terutama yang pakai motor motor kecil, termasuk aku nih, karena cuma pake Soul GT 125 yang tangkinya kecil, posisi bahan bakar terpantau tinggal 1 strip, jadi isi aja biar nanti tenang sampai dieng. Beberapa teman yang motornya besar tidak ikutan ngisi, cuma numpang ke toilet aja.

Kemudian kita lanjut ke arah utara menerobos kemacetan jalur Wonosobo - Dieng, maklum ini hari Minggu jadi jalanan ini pasti padat dengan mobil dan motor, untungnya kita naik motor, jadi bisa selap selip. Nah masalahnya ada 1 peserta yang menggunakan mobil, tapi untungnya ada 1 motor yang berperan sebagai sweeper yang selalu mengawal mobil.

Titik pemberhentian berikutnya adalah sebuah warung yang menjual sarung tangan dan kaos kaki, lokasinya di tikungan sebelum Gardu Pandang Tieng. Sembari menunggu mobil pick up yang masih tertahan ramainya jalan, beberapa dari peserta ada yang membeli sarung tangan, karena di sini sudah terasa sangat dingin udaranya. 


 
Setelah mobil pick up terlihat naik, kita pun melanjutkan perjalanan lagi menuju Dieng. Pemandangan semakin lama semakin cantik, kanan kiri terlihat kebun kebun sayur yang sangat memanjakan mata. Syahdu sekali rasanya.

Perjalanan kita terhenti lagi di Titik 0 Dieng. Disini kita menyempatkan foto foto dahulu hingga kemudian kita langsung makan di warung makan padang yang terletak di sebelah tugu Titik 0 Dieng. Pas banget kita sampai sini sekitar pukul 11 siang. 


 

 
Perut sudah kenyang, kita pun langsung bergerak menuju Kawah Sikidang yang lokasinya tidak jauh dari sini, hanya sekitar 2,5 kilometer. Oia FYI di Bulan Agustus 2023 ini kawasan Dieng mulai berbenah, beberapa titik jalan dilebarkan, seperti contohnya jalan menuju kawah sikidang ini, sehingga menjadi macet sekitar 500 meter sebelum parkiran kawah.

Akhirnya kita sampai di parkiran sekitar pukul 12 lebih. Beberapa ada yang masuk ke area wisata, beberapa ada yang menunggu di parkiran, karena udah pernah masuk sebelumnya. Tiket masuknya 20 ribu rupiah per orang, untuk anak yang di bawah umur  tahun gratis.


 
Ini adalah kunjungan pertamaku ke Kawah Sikidang, bahkan ke area Dieng aja ini juga kali pertamaku, dari dulu sebenernya pengen banget merasakan dinginnya hawa Dieng, tapi baru sekarang kesampean.

Dari pintu masuk, sudah dibuatkan jalur menuju kawah menggunakan material kayu, disusun membentuk semacam jembatan kayu yang sangat estetik untuk foto foto, jembatan ini dinamai Jembatan Kahyangan. Tips bagi yang mau mendekat ke kawah, sebaiknya memakai masker deh, karena bau belerangnya sangat kuat. Sedikit informasi, alasan Wisata ini dinamai dengan "Kawah Sikidang" itu karena letak kawah induk yang berpindah-pindah, maka kawasan itu disebut "si kidang", yang berasal dari kata "kidang" (rusa). Kawah utama yang bergerak diibaratkan dengan sifat rusa yang suka melompat-lompat.
 

Di spot ini kita tidak terlalu lama, cuma foto foto bareng aja, kemudian lanjut jalan kaki menyusuri jembatan menuju pintu keluar yang rutenya dibuat semacam labirin, berkelak kelok dan di kanan kiri penuh dengan penjual oleh oleh. Barang yang khas dijual di sini adalah bubuk belerang, cabe dieng yang bentuknya mirip paprika, carica dan kentang.
 






Sesampainya di parkiran, kita lanjut nongkrong dulu di salah satu warung, istirahat, minum, ngemil sambil menunggu beberapa teman yang masih asyik di dalam area wisata.

Sekitar pukul 13.25 kita pun cuss keluar dari parkiran, untuk balik lagi motoran ke arah Kebumen. Masih di area Dieng, kita berhenti sejenak di Masjid Al Fattah untuk ibadah. Beuh, disini air wudhunya dingin banget lurr. Heuheuheu

Untuk pulangnya, rute yang dilalui sedikit berbeda, jika tadi lewat jalur karangsambung, sekarang kita belok di persimpangan Terminal Bus Sawangan Wonosobo, mengambil rute arah Wadaslintang. Jalur ini relatif landai namun berkelak kelok, dan tidak mulus, jadi terasa lebih melelahkan sebenarnya.

Alhamdulilah sekitar pukul 17.00 WIB kita sampai juga di rumah.

 


Share:

My Youtube Channel

Blog Archive