Showing posts with label Purworejo. Show all posts
Showing posts with label Purworejo. Show all posts

5 December 2023

Hunting Durian Pithie ke Kaligesing Purworejo

Di weekend kemarin kita sekeluarga mudik ke Purworejo karena ada undangan ulang tahun dari embahnya anak anak. Berangkat dari Kebumen sepulang anak anak sekolah, kita sampai ke lokasi yaitu Resto ABK di Jalan Brigjend Katamso, Borokulon, Purworejo sekitar pukul 13.00 WIB. Ternyata sampai sana, udah banyak yang datang, kita telat donk, heuheuheu, langsung kita menyapa dan menyalami satu persatu tamu yang datang.


Kemudian kita langsung pesan makanan yang ada di buku menu, sedangkan tamu tamu yang lain udah mulai disajikan makanannya. Lumayan lengkap pilihan menunya, dengan harga yang agak di atas rata rata tempat makan di Purworejo.
 
Resto ABK (Ayam Bakar Bambu Kuning) ini memang menjadi salah satu rekomendasi tempat makan di Purworejo. Tempat parkir luas, Restonya juga luas, dan bisa disewa untuk berbagai acara mulai dari meeting kantor hingga wedding. Aku sudah pernah beberapa kali makan disini dan sekali kondangan di resto ini.
 


Pelayanan cepat karena memang pegawainya banyak, sat set sat set lah pokoknya. Setelah semua hidangan selesai dinikmati, acara berikutnya adalah foto foto. Kita berfoto dulu bersama sama di depan resto nya, yang kemudian dilanjut pulang ke rumah masing masing.
 
Alih-alih pulang, aku mengajak adikku dan temennya untuk hunting duren ke arah Kaligesing, mumpung ini lagi musimnya durian. Rencananya mau nyari yang jenisnya pithie, karena aku udah pernah coba. Tempatku mencari durian pithie ini lokasinya di sebelah timur kantor polsek kaligesing, kira kira berjarak 9 kilometer dari Alun Alun Purworejo. Beliau menjual durian di teras rumah, di depannya ada banner dengan tulisan Durian Pithie.


Durian Pithi ini adalah Durian lokal berukuran mini yang dikenal dengan cita rasa yang unik dan berbeda. Rasa manis dan pahit terasa sangat melekat bagi para penggemarnya, termasuk aku, heuheuheu. Menurut info yang kudapat, Rata-rata dari pohon durian pithi ini sudah berusia tua dan warisan turun-temurun. Umurnya tidak hanya puluhan tahun, melainkan banyak yang sudah berusia 100 tahun lebih. 
 
Banyak juga yang menyebutnya durian lato-lato, karena ukurannya memang kecil dan kalau diikat dua mirip permainan yang lagi viral  beberapa waktu lalu. Ciri khas durian pithi ini buahnya kecil, kulitnya tipis namun daging buah duriannya lumayan tebal, warnanya dominan kuning, cita rasanya luar biasa, manis dominan pahit dan legit. Karena kulitnya yang tipis, menjadikan durian jenis ini tak gampang merekah. Rasa dan aromanya menjadi benar-benar terjaga. Begitu si pithi dibelah, aroma wanginya akan menusuk hidung, tekstur daging buahnya juga kesat. 
 


Salah satu cara menjaga cita rasa durian pithi yakni dengan selalu ditunggu sampai masak pohon. Petani lokal biasanya menunggu buah jatuh sendiri. Hal itulah yang membuat kualitas durian pithi lebih terjamin. Meskipun berkualitas, durian pithi memang tidak setenar durian jenis lain. Sebab durian ini dipasarkan dengan mengandalkan para tengkulak. Harganya cukup murah, mulai kurang dari Rp 20.000 sampai Rp 40.000 saja. 

Di warung durian ini kita habis 4 durian yang dimakan di tempat, dan nambah 5 durian lagi untuk dibawa pulang. Mantap jiwaaaa. Oia, aku juga udah pesen 8 durian lagi untuk besok, jadi rencananya aku besok sebelum kembali ke kebumen, aku mampir dulu ke tempat ini dan ambil durian lagi untuk oleh oleh. 



Keesokan harinya, sekitar pukul 15.15 WIB aku sampai lagi di warung durian ini, ternyata stok durian di warung tinggal sedikit, tapi tenang, kata penjualnya sekitar 5 menit lagi ada stok baru yang datang, langsung dari kebun. Dan benar saja, 5 menit kemudian datang 1 motor dengan dua keranjang besar di kanan kiri motor yang penuh dengan durian. Aku langsung disiapkan 8 durian dengan mengikatnya menggunakan tali rafia agar mudah dibawa. 

Setelah berhasil membawa durian dari Kaligesing, kita lanjut balik pulang ke Kebumen, namun sebelumnya kita mampir dulu makan sore dengan menu soto semarang, tapi enggak perlu ke Semarang karena di Purworejo ada rekomendasi soto semarang yang maknyus lezatos kotos kotos, yaitu Soto Kharisma. Lokasinya di Jalan Ahmad Yani, sebelah timur kantor Pegadaian Purworejo.



Seperti halnya soto semarang di tempat lain, soto disini disajikan dengan mangkok yang ukurannya lebih kecil dari mangkok biasanya. Biasanya kalau makan disini aku langsung pesan 2 mangkok, heuheuheu, tapi untuk kali ini aku pesan 1 dulu, nah setelah abis, ternyata masih kurang puas, lalu aku pesan 1 mangkok lagi. Satu lagi yang khas di sini adalah tempe gorengnya yang dipotong panjang panjang, sangat nikmat saat disantap setelah digoreng, masih anget anget gitu.


Share:

13 November 2023

Menikmati Koleksi Unik di Purworejo Art Center Lanjut Makan di Joglo Pinarak

 
Bertepatan dengan momen ulang tahunnya yang ke 64, Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM meresmikan Art Center Purworejo yang terletak di kompleks pendopo kabupaten, pada hari Jum’at 4 Agustus 2023. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti. Pada kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Dr dr Haryadi Suparto DoR MSc APU karena telah menghibahkan koleksi barang antik berupa alat-alat kesehatan dari orangtuanya, untuk menjadi salah satu koleksi di Art Center.

Dalam rangka mewujudkan Purworejo Berdaya Saing 2025, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor unggulan dan menjadi lokomotif perekonomian daerah.  Dalam koridor Proyek Strategis Nasional seperti Bandara YIA, Kawasan Otorita Borobudur dan Bendungan Bener, posisi Purworejo sebagai hub atau penghubung antar daerah bagi kawasan destinasi super prioritas. Hal tersebut menjadi keuntungan yang perlu dikembangkan sebagai modal dalam membangun Purworejo ke depan.

Keberadaan Art Center diharapkan dapat melengkapi kawasan perkotaan dengan konsep mengangkat memori kolektif masyarakat untuk mengenang masa lalu. Dengan konsep itu, maka event-event yang akan digelar di Art Center diproyeksikan memiliki tema-tema yang mengangkat memori kolektif masyarakat. Selain itu Art Center ini juga merupakan center point Kabupaten Purworejo yang memiliki tiga fungsi yaitu fungsi edukasi, konservasi dan terakhir sebagai showroom bagi seluruh pelaku seni di Kabupaten Purworejo.

Setidaknya ada sekitar 1.000 hingga 2.000-an koleksi barang-barang seni yang dipamerkan dalam Purworejo Art Center. Barang-barang itu sebagian adalah koleksi milik Pemkab Purworejo. Sebagian lainnya merupakan barang hibah dan koleksi dari pelaku seni dari sejumlah komunitas di Kabupaten Purworejo. 


Waktu kita kesana di Bulan September 2023, tiketnya masih gratis, cuma mengisi buku tamu aja. Enggak tahu nanti kedepannya ya, mungkin akan berbayar. Untuk tempat parkirnya lumayan luas di dalam. Kalau misalkanpun penuh, bisa parkir di utara Alun Alun Purworejo, ada sedikit space parkir juga disitu, tinggal lanjut jalan kaki sebentar.



Dari loket tiket yang tiketnya gratis (heuheuheu) kita disarankan untuk mengikuti garis hijau di lantai. di sebelah loket Ada kolam ikan dengan patung merlion seperti di Singapura, entah maknanya apa ya, enggak ada keterangannya. Sepertinya sih buat spot foto aja. Sebelum masuk bangunan yang pertama, di lorong kita disuguhkan foto foto bangunan di Purworejo jaman dulu, lengkap dengan keterangan nama bangunan dan sekarang berubah menjadi apa.



Awalnya enggak berekspektasi tinggi sih tentang isi dari museum ini, tapi ternyata menarik juga lho, dimulai dengan koleksi sepeda dan sepeda motor jadul, busana penari tradisional Purworejo (Dolalak), miniatur jajanan khas purworejo, benda benda alat rumah tangga jadul, permainan anak jadul dan masih banyak lagi.



Anak anak aja sangat antusias melihat lihat satu per satu. Banyak juga barang barang yang asing buat mereka, karena di jaman sekarang udah gak ada.

Masuk ke bangunan berikutnya ada sebuah ruangan yang didesain seperti ruang kelas sekolah, lengkap dengan meja bangku, papan tulis dan manekin, sedangkan di sebelahnya ada sebuah ruangan yang khusus menyimpan koleksi alat alat kesehatan milik dr Haryadi Suparto.
 


 
Ada sebuah ruangan yang cukup horror disini, yaitu sebuah ruangan di seberang ruangan alat alat kesehatan. Aku bilang horror karena isinya ada peti mati yang lengkap dengan kerangka manusia asli, beberapa hewan yang diawetkan, kayu tileng, pepandang waskita, aneka macam barang dari dukun, barang korban santet, barang penangkal santet, jailangkung, hasil sunat masal, alat alat khitan jadul, dll






Bangunan berikutnya yang bisa dikunjungi adalah Museum Tosan Aji, tapi sayangnya sedang tutup lurr, enggak tahu kenapa tutup, enggak ada infonya. Ya sudah setelah puas menikmati koleksi koleksi unik di Art Center kita pun lanjut makan siang.
 
Tempat makan yang kita tuju siang ini adalah Joglo Pinarak yang berlokasi di Jl. Tambak, Rw. II, Tambakrejo, Kec. Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, jaraknya kira kira 3 kilometer dari Alun Alun Purworejo.


Dengan dikelilingi hamparan sawah dan pemandangan bukit menoreh di sisi timur, sebenarnya tempat makan ini punya posisi yang sempurna, namun sayangnya ini lagi musim kemarau, jadi sejauh mata memandang, view yang terlihat coklat coklat gersang, heuheuheu. Coba kalau pas musim penghujan ya, pasti seger banget, full ijo ijo.

Tempat parkir di depan lumayan luas, pilihan tempat duduknya bisa di dalam joglo ataupun di teras teras sekeliling joglo. Tidak ada AC disini karena angin sudah sepoi sepoi, sejuk di dalamnya. Untuk pilihan makanannya, monggo disimak di daftar menu di bawah ini :



Memang tidak banyak menu yang ditawarkan, tapi beberapa menu yang kita pesen semuanya enak lho. Selain itu di dekat kasir juga tersedia beberapa mainan yang bisa kita pinjam untuk dimainkan di area resto ini. Fasilitas penunjang lain, ada musholla dan toilet di sisi barat joglo, serta ada ayunan di belakang.




Kalau kalian kesini coba deh makanan yang aku pesen, yaitu pecel. Mantep tenan lurr, ada nasi, sayur yang diguyur bumbu pecel yahuttt, plus ada toping telur ceplok dan peyek. Recommended


Share:

5 September 2023

Bulan Agustus 2023 - Full Acara HUT RI 78

Di awal Bulan September 2023 ini aku mau me-recap atau mengompilasi kegiatanku selama Bulan Agustus 2023 dalam menyemarakkan HUT RI ke 78. Aku tertarik untuk membuat postingan ini karena menurutku di Tahun 2023 ini adalah tahun paling aktif dalam hal lomba-lomba dan kegiatan lain daripada tahun tahun sebelumnya, ya meskipun beberapa cuma jadi penonton. Tapi kayaknya dulu tuh enggak terlalu riweuh deh, heuheuheu, cuma sekedarnya aja. 
 
Untuk mempermudah, aku bagi sesuai tanggal aja ya :
 
1. Tanggal 11 Agustus 2023
Di Hari Jumat ini diadakan Jalan Sehat dengan tema "Jalan Sehat Unik dan Kreatif", pesertanya adalah kantor kantor yang beralamat di Jalan Arungbinang, Kebumen yang berjumlah 14 kantor. Kegiatan ini dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dengan dibuka secara langsung oleh Bupati Kebumen, Bapak Arif Sugiyanto. Rutenya yaitu Kantor PDAM - Jalan Tentara Pelajar - Jalan KH. Hasyim Asy'ari (dulu Jl Kutoarjo) - Jalan Indrakila - Jalan Tentara Pelajar - dan Finish lagi di kantor PDAM.




Barisan jalan sehat ini diawali dengan parade Drumband dari MAN Kebumen, baru kemudian diikuti oleh peserta dari tiap tiap kantor. Yang seru adalah pesertanya tuh memakai pakaian pakaian unik, sesuai dengan temanya. Ada yang pakai seragam SD, jadi pocong, memakai kostum maskot kantornya dll. Kabarnya sih yang paling unik bakal dapat hadiah. 
 
2. Tanggal 13 Agustus 2023
Dengan berlokasi di komplek rumah, hari ini diadakan berbagai macam lomba untuk anak anak, yaitu Lomba Sepeda Hias, Lomba Pecah Air, Lomba Makan Kerupuk dan Lomba Kelereng. Untuk lomba sepeda hiasnya, aku udah mempersiapkan dari hari hari sebelumnya dengan mencari ide di youtube, membeli perlengkapan dan bahan bahan serta mulai merangkai bentuknya di sepeda. 
 


Aku pilih yang simple aja, yaitu bentuk burung garuda berwarna merah putih dengan bahan kardus bekas dan ditutup dengan kertas krep merah putih. Kedua anakku ikut semua, dan keduanya bentuk burung garuda, namun dengan beda ukuran, karena ukuran sepedanya pun berbeda. Kegiatan sepeda hias ini dimulai pukul 08.00 WIB dengan rute keliling komplek saja. Baru kemudian lanjut berkumpul untuk mengikuti lomba lomba yang lain. Yang paling seru sih lomba pecah air ya, karena pastinya anak anak suka main basah basahan. Dan setelah selesai malah minta nambah airnya.
 



3. Tanggal 16 Agustus 2023
Kegiatan hari Rabu ini masih satu rangkaian dengan kegiatan Jalan Sehat di tanggal 11 Agustus kemarin. Nah untuk hari ini kegiatannya adalah lomba 17an, yang pesertanya sama dengan peserta Jalan Sehat tersebut. Untuk lomba yang dipertandingkan ada Lomba Estafet Tampah, Estafet Air, Estafet Tongkat dan Kelereng. 
 


Lomba dimulai sekitar pukul 09.00 WIB di halaman Kantor PDAM Kebumen. Di lomba ini aku enggak ikutan, tapi cuma jadi suporter dan tukang dokumentasi. Lumayan seru lomba lombanya, terutama yang estafet air, karena penuh gelak tawa, orang orang tua pada main air basah basahan, heuheuheu. 
 
Di malam harinya, ada kegiatan Tirakatan/Tasyakuran yang bertempat di Musholla komplek perumahan, untuk pesertanya tentu saja para penghuni komplek, khusus yang bapak bapak saja dengan ditemani anak anak mereka. Acara dimulai ba'da Isya, diawali dengan mendengarkan ceramah/kajian dari ulama setempat dan diakhiri dengan makan makan bersama. Menunya ada nasi tumpeng, ayam bakar dan jagung bakar. Mantap...
 


4. Tanggal 17 Agustus 2023
Di pagi harinya, aku mengikuti upacara melalui youtube saja, karena tahun ini tidak ada perintah untuk menghadiri upacara secara langsung. Sedangkan anak yang besar masuk sekolah untuk upacara, rencananya sih sehabis upacara, anak anak bakal jalan keliling desa dengan memakai topi kertas berwarna merah putih yang tadi malam aku buatkan. Tapi berhubung pagi itu gerimis, sehabis upacara anak anak langsung pulang, tidak jadi jalan jalan. Padahal udah rencana mau nonton lho.

5. Tanggal 19 Agustus 2023
Di hari Sabtu pagi ini, ada kegiatan Pawai Becak Hias yang diikuti oleh anakku yang paling kecil. Ini adalah kegiatan dari sekolahnya (TK) yang diikuti oleh semua murid dengan mengenakan baju adat/profesi. Mereka bakal naik becak hias dengan masing masing becak diisi oleh 3 anak. 




Sesuai dengan perkiraan, pasti anak anak bakal pada pake baju polisi/tentara, dan benar saja anak anak yang cowok sebagian besar pake 2 seragam profesi tersebut. Untungnya anakku pake baju yang lain daripada yang lain, yaitu baju pembalap. heuheuheu. Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dengan rute TK - Jalan Sarbini - Jalan Kusuma - Jalan Pemuda - Jalan Kaswari - Jalan Indrakila - Jalan Tentara Pelajar - Jalan Arungbinang - Stadion - dan finish lagi di TK. Oia agar pawai becaknya semakin meriah, di tengah tengah barisan becak hias diselipkan drumband dari MAN 2 Kebumen.



Masih di hari yang sama, sore harinya ba'da ashar ada kegiatan pembagian hadiah lomba lomba di komplek perumahan. Alhamdulilah dua sepeda hias dengan bentuk garuda dari kardus yang kubikin sampe lembur lembur menang semua, heuheuheu. Selain itu juga ada panggung hiburan, dimana anak anak yang berani boleh unjuk kebolehan di atas panggung, lumayan seru juga, ada yang bernyanyi, bermain alat musik, membaca ayat Al Quran, dan ada pula yang main tebak tebakan. Kegiatan ini diakhiri dengan makan bersama, menunya bakso.

6. Tanggal 20 Agustus 2023
Di Hari Minggu siang ini, ada event karnaval untuk memperingati HUT RI ke 78 dan Hari Jadi Kebumen ke 394. Karnaval tahun ini mengambil tagline TETEORE (Tertib Tentrem Ora Reang), diikuti 122 peserta, lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya diikuti 70 peserta. Antusias masyarakat sangat terlihat, ribuan orang dari berbagai wilayah di Kebumen tumpah ruah di sepanjang jalan yang dilewati karnaval. Sejak siang setelah dzuhur kepadatan juga sudah mulai terasa di Alun-alun Kebumen.




Rute yang dilewati lebih pendek dari pada tahun lalu, yaitu dari Stadion Candradimuka - Jalan Arungbinang - Jalan Kusuma - Tugu Lawet - Jalan Soekarno Hatta - Alun Alun Kebumen. Sekitar jam dua siang lebih, karnaval pun dimulai,  di urutan pertama ada Bupati Arif Sugiyanto dan Wakil Bupati Ristawati Purwaningsih bersama keluarga dan jajaran Forkopimda menaiki traktor roda empat. Kemudian diikuti oleh para peserta yang terdiri dari instansi pemerintahan, OPD, kecamatan, berbagai Ormas, partai politik, sekolah baik tingkat SMA sampai perguruan tinggi, kemudian perusahaan baik swasta maupun BUMD, komunitas, paguyuban dan masih banyak lainnya.
 
7. Tanggal 25 Agustus 2023
Tak ingin ketinggalan hingar bingar kemeriahan HUT RI, kantor pun ikut mengadakan lomba 17an, ada sekitar 5 jenis lomba yang dipertandingkan, seperti kait ceting, estafet air, karton air, estafet balon, dan tampah bola. Alhamdulilah lomba kali ini grupku bisa memenangkan lomba tampah bola dan karton air. Hadiahnya berupa jajanan micin, lumayan bisa buat dibagi bagi jajannya.



8. Tanggal 26 Agustus 2023
Di Hari Sabtu siang ini ada jadwal Karnaval Purworejo, aku udah merencanakan untuk nonton bareng anak anak, sekalian mudik, heuheuheu. Di tahun 2023 ini karnaval purworejo dibagi menjadi beberapa kategori yang dilaksanakan di hari yang berbeda, untuk hari ini kategorinya adalah Umum dan SMA. Rute yang dilalui yaitu Alun Alun Purworejo - Jalan Mayjend Soetoyo - Jl Urip Sumoharjo - Jl Veteran - Jl Ahmad Yani lalu kembali ke arah Alun Alun. 




Di malam harinya, ada kegiatan Pentas Seni Kelurahan Pangenrejo, yang berlokasi di Lapangan Ciluek Pangenrejo. Aku ikut jadi videografer di event ini, khususnya untuk penampilan dari RT-ku. Jadi di kegiatan pentas seni ini, setiap RT di kelurahan Pangenrejo menampilkan berbagai macam jenis seni, ada yang menyanyi, menari, dan hadroh. Nah untuk RT-ku menampilkan kesenian Kuda Lumping/Jaran Kepang, mungkin dari sebagian kalian sudah pernah denger nama grupnya, yaitu "Gati Melati". Kebetulan grup kuda lumping ini memang sudah lama eksis, dari aku kecil lho, sampai sekarang masih rutin tampil, cuma beda di penari aja, yang dulu sekarang udah sepuh sepuh. Alhamdulilah di pentas seni tersebut, RT-ku memenangkannya, Juara 1 lurr.


9. Tanggal 27 Agustus 2023
Keesokan paginya, yaitu Hari Minggu ada beberapa kegiatan yang diadakan. Di Kelurahan Pangenrejo diadakan acara Jalan Sehat dengan doorprise Sepeda Motor. Start dan Finishnya berada di lokasi yang sama dengan acara Pentas Seni semalam yaitu di Lapangan Ciluek. Sedangkan di Kelurahan Sindurjan diadakan Karnaval dengan peserta dari RW RW yang berada di kelurahan Sindurjan Purworejo.

Karena acaranya bebarengan, aku jadinya cuma nonton yang karnaval Sindurjan aja, enggak ikutan Jalan Sehat Pangenrejo, capek lur jalan kaki keliling desa, heuheuheu. Rute karnavalnya mengelilingi wilayah kelurahan Sindurjan, kalau aku nontonnya di jalan yudodipuran, persis di sebelah Rutan Purworejo. Menurutku karnaval kelurahan seperti ini lebih seru dan lebih menarik daripada karnaval kabupaten deh, karena yang ditampilkan tuh lebih kreatif dan lucu lucu.









Share:

My Youtube Channel

Popular Posts

Blog Archive