Showing posts with label Lombok Timur. Show all posts
Showing posts with label Lombok Timur. Show all posts

23 January 2020

Catat!! Inilah Kalender Event Lombok Sumbawa 2020

Disclaimer : Dengan Adanya Wabah Corona, Jadwal di bawah ini dipastikan akan berubah

Yaa meskipun kita ini udah setahun lebih udah enggak tinggal di Lombok, tapi Lombok tuh masih di hati banget, bisa dibilang Lombok tuh udah jadi rumah kedua kita. Banyak banget kenangan di pulau itu, sudah dilupakannya. Nah FYI kemarin tanggal 22 Januari 2020 ternyata ada peluncuran/launching "Calendar of Event Lombok Sumbawa 2020" lho, lokasinya di Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jakarta.


Dalam acara tersebut, diumumkan bahwa Provinsi NTB meluncurkan 16 Calendar Event di tahun 2020 dengan tiga Calendar Event utama yang masuk Top 1.000 Event Nasional, yaitu Festival Pesona Bau Nyale, Pesona Khazanah Ramadhan, dan Festival Taliwang, dengan harapan perkembangan pariwisata NTB di tahun 2020 dapat menembus target kunjungan wisatawan sebesar 4,5 juta pengunjung.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama, juga menyampaikan rasa bahagianya bisa turut mengikuti Calendar of Event Lombok Sumbawa 2020. Menurutnya, NTB ini merupakan provinsi yang beruntung. Namun, beruntung saja tidak cukup. Kita harus bekerja keras. Hal tersebut untuk membuat destinasi super prioritas berhasil. Pengembangan pariwisata akan mencakup seluruh daerah di NTB, seperti Senggigi, Tiga Pulau Gili, Rinjani, Sumbawa, dan lain sebagainya. Mandalika punya opportunity sangat tinggi karena sirkuit MotoGP akan dan sedang dibangun. Rencananya sirkuit itu akan digunakan pada 2021.

NTB saat ini memposisikan diri sebagai the best destination in halal tourism. Meski begitu, NTB tetap ingin membuat turis nonmuslim juga senang, aman, dan nyaman berwisata di NTB, khususnya di Lombok dan Sumbawa. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Provinsi NTB, lama tinggal turis yang datang ke provinsi itu rata-rata hanya 3 atau 2 hari saja. Ke depan, pihaknya berharap lama kunjungan wisatawan bisa mencapai enam sampai tujuh hari.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Fauzal menyebut total event yang digelar sepanjang 2020 mencapai 48 event. Tapi, hanya 16 agenda yang masuk kategori utama dengan tiga di antaranya masuk dalam 100 Calender of Event 2020 berskala nasional. Meski berbeda-beda, seluruh event yang digelar di NTB Tahun 2020 ini mengusung satu tema, yakni Goes To MotoGP 2021

Apa saja event lain yang digelar? Berikut daftar lengkapnya: 
1. Lombok Sumbawa Great Sale 2020 (25 Januari--25 Februari 2020) 
2. Festival Pesona Bau Nyale 2020 (9--15 Februari 2020) 
3. Festival Pesona Gili Indah 2020 (1--15 Maret 2020) 
4. Festival Pesona Tambora 2020 (1--10 April 2020) 
5. L'Etape Indonesia (3--5 April 2020) 
6. Pesona Khazanah Ramadhan (29 April--18 Mei 2020) 
7. Tambora Challenge (29 April--18 Mei 2020) 
8. Rinjani 100 (26--28 Juni 2020) 
9. IronMan 70.3 Lombok Indonesia (1--4 Juli 2020) 
10. Bulan Pesona Lombok Sumbawa (18 Agustus--18 September 2020) 
11. Pesona Gumi Selaparang (Agustus 2020) 
12. Mataram Jazz Festival (Agustus 2020) 
13. Festival Pesona Moyo (13--26 September 2020) 
14. Festival Pesona Senggigi (September 2020) 15. Festival Taliwang (November 2020) 
16. Pemilihan Duta Wisata Puteri Indonesia (1--7 Desember 2020).


Nah itulah ke-16 event yang bakal digelar di Lombok Sumbawa selama tahun 2020 ini. Untuk tanggal pelaksanaannya kemungkinan sih bisa bergeser (berdasarkan pengalaman kalender event tahun tahun sebelumnya).

Buat kalian yang ada rencana liburan ke Lombok di tahun 2020 ini, monggo silakan disimak jadwal di atas, sesuaikan ama jadwal jalan jalan kalian :)


sumber informasi : https://www.liputan6.com dan http://rri.co.id
Share:

29 December 2018

Ini Dia Kalender Event Lombok Sumbawa Tahun 2019


Dengan konsep yang berbeda, Kalender Event / Calendar of Events (CoE) Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diluncurkan hari ini, 29 Desember 2018. Untuk CoE 2019, Dinas Pariwisata (Dispar) NTB menggelar acara peluncuran di lokasi yang berbeda dari tahun sebelumnya yaitu bertempat di Area Kedatangan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng dimulai dari pukul 09.30 WIB. 

Terdapat beberapa event andalan yang akan terlaksana di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa untuk tahun 2019. Nah dari event event itu, terdapat 4 event andalan NTB yang juga masuk menjadi bagian dari 100 Calendar of Event Wonderful 2019 milik Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. 

Apa saja sih event yang bakal digelar di Lombok dan Sumbawa selama tahun 2019? Ini dia daftarnya :
  • Lombok Sumbawa Great Sale (28 Januari - 28 Februari 2019)
    Merupakan event promosi bagi setiap wisatwan mancanegara dan wisatawan nusantara yang berkunjung ke Lombok Sumbawa akan mendapatkan potongan harga mulai dari tiket, paket tour dan bahkan diskon belanja. Pada bulan ini semua wisatawan akan dimanjakan dengan segala kemudahan dan kesenangan berbelanja.

  • Festival Pesona Bau Nyale (17-25 Februari 2019)
    Festival ini merupakan kegiatan unggulan yang dilakukan di kawasan Mandalika. Festival ini dilaksanakan untuk memfasilitasi masyarakat yang tiap tahunnya menunggu kedatangan nyale yang dianggap sebagai binatang laut yang dianggap sebagai perwujudan dari putri Mandalika dan diyakini mempunyai kekuatan untuk menyuburkan tanaman di ladang dan sawah-sawah masyarakat

  • Tour de Lombok Mandalika (7-10 Maret 2019).
    Event sport tourism sepeda bertaraf Internasional yang telah terbukti selama 3 tahun berturut – turut mampu menyedot wisatawan baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Event yang mendapat pengakuan dari UCI ini secara reguler telah menjadi sarana promosi bagi Nusa Tenggara Barat secara nasional dan internasional.   

  • Festival Pesona Tambora (9-11 April 2019).
    Festival ini adalah event yang dilaksanakan untuk memperingati kedahsyatan meletusnya gunung tambora. Festival ini akan menampilkan seni dan tradisi Pulau Sumbawa (Sumbawa, Dompu dan Bima) antara lain festival kopi, pacuan kuda, pawai budaya serta acara puncak bertempat di Doro Ncanga Tambora, Kab Dompu. Selain itu juga akan dikembangkan wisata sejarah dan arkeologi. Event ini juga merupakan salah satu kegiatan yang masuk dalam wonderfull event kementrian pariwisata. 

  • Festival Lawata (10 April 2019). 
    Sebagai salah satu program besar Pemprov NTB. Kegiatan ini biasanya dipusatkan di pantai Kalaki yang berjarak sekitar 5km dari Bandara Udara Sultah Muhammad Salahuddin Bima. Festival ini terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan yaitu ; parade perahu/sampan tradisional, pentas seni budaya, lomba mendongeng atau dikenal dengan Mpama Kade'e, lomba menangkap bebek di laut dan beberapa kegiatan hiburan lainnya.

  • Festival Pesona Khazanah Ramadhan (8-25 Mei 2019).
    Bumi seribu masjid adalah sebutan yang melekat untuk pulau lombok , Nusa Tenggara Barat. Festival ini merupakan kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat Nusa Tenggara Barat yang dekat dengan kehidupan religi. Festival ini diadakan untuk meramaikan bulan ramadhan yang merupakan bulan mulia bagi umat muslim di Nusa Tenggara Barat. 

  • Rinjani 100 (22-23 Juni 2019).  
    Lomba lari jarak jauh ini merupakan event tahunan yang diikuti oleh kurang lebih 18 negara. Pada ajang ini para peserta lomba lari dapat menguji nyali mereka untuk berlari di area kaki Gunung Rinjani yang memiliki keindahan yang luar biasa. Kegiatan lari ini dimulai pada tengah malam hingga berakhir menjelang subuh. Lomba lari jarak jauh ini di ikuti oleh pelari-pelari ternama baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

  • Festival Sangiang Api (28 Juli 2019). 
    Pulau sangiang adalah salah satu pulau yang ada di Kabupaten Bima. Festival Sangiang diadakan sebagai salah satu kegiatan dalam memperingati hari jadi Kabupaten Bima. Festival sangiang diadakan untuk mengangkat pulau sangiang sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Bima. Berbagai kegiatan dilaksanaknan dalam festival ini, salah satunnya yang menarik adalah kegiatan “Berburu Massal” yang merupakan kegiatan yang hampir-hampir jarang dilakukan oleh masyarakat. Kegitan ini dilaksanakan untuk menjamu para tamu dengan dipilih terlebih dahulu panglima untuk memimpin perburuan

  • Festival Mantar (Juli 2019). 
    Mantar adalah salah satu daerah di Kabupaten Sumbawa Barat yang begitu indah, hingga dijuluki “NEGERI DI ATAS AWAN ”. Mantar merupakan salah satu spot terbaik dunia untuk kegiatan paragliding. Di Mantar anda bisa memanjakan diri dengan terbang dan menikmati pemandangan nan indah sejauh pandangan mata. 

  • Jambore Nasional Ikatan Motor Indonesia / Jamnas IMI (15-18 Agustus 2019).
    Event ini berlokasi di Kawasan Mandalika Resort, Lombok Tengah, yang  kegiatannya meliputi Pameran Otomotif, Seminar Otomotif dan Bazar, Bakti Sosial, dan Touring Explore wisata Lombok.

  • Bulan Pesona Lombok Sumbawa (18 Agustus - 18 September 2019). 
    Festival bulan pesona lombok sumbawa (BPLS) merupakan festival yang mengusung keragaman budaya Lombok Sumbawa yang terdiri dari 3 suku (sasak, samawa, mbojo). Tiga keragaman budaya yang berbeda namun saling mengisi baik dari segi adat istiadat, budaya, kuliner dan juga kebiasaan hidup masing-masing suku. 

  • Festival Pesona Moyo (16-22 September 2019). 
    Keindahan pulu Moyo sudah tidak terbantahkan. Destinasi wisata yang terdapat di pulau Moyo saat ini terus dipromosikan, salah satunya dengan kegiatan festival Pesona Moyo. Bertajuk DISCOVER SUMBAWA, festival ini diharapkan dapat menarik minat wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara untuk mengunjungi pulau Moyo di Sumbawa. 

  • Festival Pesona Senggigi (19-22 September 2019).
    Festival  ini merupakan bagian dari kegiatan promosi pariwisata di kabupaten Lombok Barat, khususnya daerah wisata Pantai Senggigi.Sebagai bentuk realisasi pengembangan pemasaran pariwisata yang dilaksanakan secara rutin tiap tahun, secara berkesinambungan, yang disesuaikan dengan nuansa potensi lingkungan sosial, seni budaya dan ekonomi kreatif.

  • Festival Pacuan Kuda (22-26 September 2019). 
    Balapan kuda adalah salah satu lomba yang tidak asing di masyarakat Nusa Tenggara Barat. Festival balapan kuda setiap tahunnya telah terbukti dapat menarik minat wisatawan khususnya para pecinta kuda baik nasional maupun internasional. Di Nusa Tenggara Barat terdapat banyak tempat balapan kuda, dan balapan kuda menjadi salah satu ajang promosi untuk mengembalikan minat wisatawan berkunjung ke Nusa Tenggara Barat.

  • Kenawa Jazz Festival (September 2019). 
    Event ini merupakan salah satu rangkaian yang menjadi kalender event Nusa Tengara Barat tahun 2019. Kenawa merupakan salah satu pulau yang ada di Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Pulau yang sungguh indah dan telah menjadi destinasi unggulan bagi para pesiar dari luar negeri.

  • Mandalika International Marathon (5 Oktober 2019)
    Event ini diselenggarakan lagi dan menjadi event tahunan setelah tahun 2018 sukses digelar International TNI Marathon di Mandalika

  • Pesona Desa Wisata (21-22 November 2019).
    “DESA WISATA” biasanya berupa kawasan pedesaan yang memiliki beberapa karakteristik khusus yang layak untuk menjadi daerah tujuan wisata. Di kawasan ini, penduduknya masih memiliki tradisi dan budaya yang relatif masih asli. Selain itu, beberapa factor pendukung seperti makanan khas, sistem pertanian dan sistem social turut mewarnai sebuah kawasan desa wisata. Di luar faktor-faktor tersebut, sumberdaya alam alam dan lingkungan alam yang masih asli dan terjaga merupakan salah satu faktor penting dari sebuah kawasan desa wisata. 

  • Rinjani Golf Tournament (14-15 Desember 2019). 
    Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam rangka memperluas jenis objek wisata, akan menitikberatkan pada wisata & olahraga/sport tourism. Salah satu bentuk event sport tourism yang digelar adalah Rinjani Golf Tournament. Rinjani Golf Tournament digelar sebagai event olahraga tahunan Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dirangkai dengan peringatan HUT NTB. 

  • Festival Bale Langgaq (Desember 2019) 
    Bale langgaq berasal dari bahasa Sasak yang secara harfiah bermakna rumah kita. Festival ini diselenggarakan untuk menarik minat wisatawan dengan memberikan suguhan berupa kehidupan asli masyarakat Sasak pada umumnya dengan kembali mengangkat dan menghidupkan budaya dan adat istiadat masyarakat Sasak.

Daftar Acara tersebut di atas bisa berubah sewaktu waktu, dan pasti akan kita update bila ada perubahan, baik itu waktu pelaksanaan ataupun penambahan event event baru.

Nah jadi buat kalian yang berencana liburan ke Lombok dan Sumbawa di tahun 2019, silakan bisa diatur jadwalnya untuk menyesuaikan dengan event event di atas :)


***

Oia, selain event event besar seperti di atas, masih ada juga beberapa kegiatan yang berhubungan dengan pariwisata lho di sekitaran Lombok Sumbawa, nah apa aja itu? Nih aku kasih daftar nya :
  1. Ritual Roah Segare, tanggal 6 Januari 2019 di Pantai Kuta, Lombok Tengah
  2. Seleksi Pemilihan Putri Indonesia NTB, tanggal 23-26 Januari 2019 di Sundancer, Sekotong, Lombok Barat
  3. Parade Ogoh Ogoh dan Perang Api, di Cakranegara, Mataram tanggal 6 Maret 2019
  4. Bima Bike Tour, tanggal 29-30 Maret 2019 dengan rute dari Situs Uma Lengge sampai Agro Wisata Kampung Bawang Risa sejauh kurang lebih 67 km 
  5. Festival Sinema Australia Indonesia 2019, digelar di CGV Transmart Mataram, tanggal 15-17 Maret 2019
  6. ........ (akan diupdate)
Share:

1 June 2018

Yuk ke Pohon Purba di Lombok Timur

Di Lombok Timur ada sebuah kawasan yang berdiri puluhan pohon raksasa yang bisa dibilang pohon purba karena sudah berusia sangat tua. Meskipun ini bukan lokasi wisata baru, sepertinya masih banyak yang belum tahu mengenai tempat ini. Sebenernya aku sih udah beberapa kali lewat sini pas perjalanan berangkat dan pulang dari Gili Kondo dkk. Tapi enggak pernah mampir untuk sekedar fotoan.

Nah beberapa waktu lalu pas kita mau ngunjungin keluarga di daerah Tanjung, Lombok Timur, kita menyempatkan buat ke hutan purba ini dah.


Tentang Pohon Purba (LIAN)
Lokasi pohon terletak di Dusun Permatan, Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, persis di tepi jalan utama menuju objek wisata Gili Kondo, Gili Bidara, Gili Kapal, Gili Petagan dll. Jadi misalkan kita dari Kota Mataram mau ke gili gili itu, pasti deh lewat hutan purba ini.

Ada beberapa info yang beredar mengenai asal usul pohon ini, namun menurut cerita dari salah satu pengelola area ini, pohon purba tersebut bisa berada (hanya) di kawasan ini karena memang ditanam oleh seorang warga belanda (bernama Lian) sekitar Tahun 1600-an.


Pepohonan raksasa ini berada di lahan seluas 4 hektar dan dimiliki 4 orang meskipun yang dikembangkan menjadi obyek wisata hanya sekitar 1,5 ha. Areal ini dahulu sempat dijadikan budidaya kapas pada tahun 1970-an. Tapi, Pada tahun 1982 areal ini dialihstatuskan untuk kegiatan tanaman perkebunan, lalu diserahkan kepemilikannya kepada perseorangan.


Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mencoba membelinya untuk dijadikan areal konservasi mengingat pohon itu sangat langka. Namun, sampai sekarang belum terwujud. Empat pemiliknya ingin menjadikan lokasi itu sebagai lokasi wisata. Saat ini setidaknya terdapat 40 pohon di areal itu. Jumlah pepohonan belum termasuk di pinggir jalan, baik yang tumbuh subur maupun yang tumbang akibat angin kencang dan ditebang, karena batangnya keropos dan lapuk. Namun hanya sekitar 19 pohon saja yang berada di area wisata umum, sisanya berada di area sekitarnya yang masih banyak semak semak.

Akar pohon purba ini mencapai sekitar 170 sentimeter. Lingkar batang bawahnya sebesar pelukan tiga hingga empat lengan orang dewasa, batangnya mirip batang pohon kapuk randu, berlekuk menyerupai gelampir leher sapi. Namun, batangnya licin sehingga pohon sulit dipanjat, lagian ngapain juga mau manjat pohon ini, heuheuheu


Untuk menuju ke tempat wisata ini, cukup mudah, yaa meskipun lumayan jauh dari Kota Mataram, kalau dengan kecepatan sedang sih, bisa sampai 2.5 jam perjalanan menggunakan kendaraan roda dua maupun empat, dengan kondisi jalan yang mulus dan lebar. Bus besar pun bisa aja sampai sini.

Dahulu, pohon pohon di pinggir jalan ini enggak ada yang mengelola serius, kalau mau foto ya tinggal masuk dan foto, enggak ada yang menjaga, tapi sejak 2014 mulai dikembangkan jadi objek wisata umum. Saat ini (Mei 2018) pengunjung harus membayar 5rb/motor atau 10rb/mobil untuk bisa sekedar fotoan di sini dan bersantai di berugak berugak nya.


Ada satu warung di pojokan dekat pintu masuk, yang menyediakan beberapa makanan serta minuman seperti kopi dan es kelapa muda dengan harga yang terjangkau, sesekali juga ada penjual Cilok/Pentol keliling menggunakan motor yang mampir.

Pohon ini memiliki bagian bawah yang keren buat fotoan, berlekuk lekuk dan ada beberapa yang membentuk lubang/pintu. Namun sayangnya beberapa pohon menjadi korban keisengan pemuda yang corat coret nama mereka di pohon ini (vandalisme).


Oia ternyata tempat ini juga dijadikan tempat menangkap kelelawar oleh warga sekitar sini, saat kita datang, ada seorang bapak tua yang sedang memasang jaring perangkap di salah satu pojokan hutan ini, saat kutanya, beliau menjawab untuk menjerat kelelawar. Wew jangan jangan kelelawar bakar  besar yang dijual di Pasar Karang Jasi Cakra itu berasal dari Hutan ini nih. 

***

Rute Menuju Hutan Lian Purba di Lombok Timur


.
Share:

17 December 2017

Ini Dia Kalender Wisata Lombok Sumbawa 2018


Pada tahun 2018 ini, provinsi Nusa Tenggara Barat mendapat target kunjungan Wisatawan Mancanegara (WisMan) sebanyak 4 juta orang. Lumayan banyak gaes..... Untuk itulah pada tanggal 13 Desember 2017 kemarin, secara resmi diluncurkan Kalender Event Pariwisata Lombok-Sumbawa 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata, Jakarta dengan dihadiri Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin, DPRD NTB, Anggota DPR dari NTB juga diaspora NTB di Jakarta.

Eventnya komplit banget, dari budaya, sport tourism, wisata bahari, hingga kuliner semua siap dihadirkan. Diset dengan profesional. Dijamin bakal membuat siapapun tertarik untuk berkunjung.

Muhammad Amin mengatakan, keanekaragaman budaya, atraksi wisata, perayaan agama dan pertunjukan kesenian yang dapat disaksikan setiap tahun di NTB adalah merupakan atraksi yang unik. Sehingga dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung serta mensukseskan target 4 juta wisatawan mancanegara di tahun 2018.



Rangkaian acara selama 2018 tersebut akan kurangkum di postingan ini, dan harap dicatat ya, berdasarkan pengalaman tahun tahun sebelum nya, jadwal yang diluncurkan secara resmi ini bisa saja berubah tanggal pelaksanaannya, yang bisa diakibatkan oleh banyak hal. Dan tidak menutup kemungkinan juga banyak event event tambahan nantinya.

Jadi bookmark dulu halaman ini, nanti pasti akan selalu di update setiap ada perubahan.

Nah berikut Rangkaian Lengkap Kalender Event Lombok Sumbawa (NTB) Tahun 2018 :

1. Bulan Januari
  • Peresmian Kampung Halal Karang Jangkong (Kangkong) di Cakranegara, Mataram, tanggal 10 Januari 2018
  • Konser Tembus Pandang "Frau" di Taman Budaya Mataram, pada tanggal 20 Januari 2018
  • Lombok Marathon, pada tanggal 28 Januari 2018
2. Bulan Februari
  • Pemilihan Puteri Indonesia Propinsi NTB, di Hotel Golden Palace, Mataram tanggal 9 Februari 2018
  • Lombok Sumbawa Great Sale, selama sebulan penuh di Bulan Februari 2018, Event ini akan memberikan promosi bagi setiap wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara yang berkunjung ke Lombok Sumbawa, akan mendapat potongan harga. Mulai dari tiket, paket tour dan juga diskon belanja.
3. Bulan Maret
  • Core Event Bau Nyale, pada tanggal 6-7 Maret 2018 di Pantai Seger Kuta, Mandalika, Lombok Tengah
4. Bulan April
  • Tour de Lombok Mandalika, pada tanggal 13 - 15 April 2018, selain dari sisi olahraga, lomba balap sepeda ini juga untuk memperkenalkan salah satu potensi wisata terbesar yang dimiliki Lombok Sumbawa.
  • Festival Pesona Tambora, pada tanggal 1 - 11 April 2018. Festival yang digelar untuk memperingati meletusnya Gunung Tambora ini, akan menampilkan seni dan tradisi Pulau Sumbawa. Antara lain festival kopi, pacuan kuda, pawai budaya serta acara puncak bertempat di Doro Ncanga Tambora, Kabupaten Dompu 
5. Bulan Mei
  • Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK 2018), yaitu Singgahnya 29 kapal Angkatan Laut dari 42 negara yang akan mengikuti Komodo Exercise di Lombok pada tanggal 4 - 9 Mei 2018
  • Rinjani 100, pada tanggal 4 - 6 Mei 2018. Lomba lari Jarak Jauh di area kaki Gunung Rinjani ini akan menawarkan keindahan yang luar biasa dan diikuti peserta kurang lebih dari 18 negara
  • Pesona Khazanah Ramadhan, pada tanggal 17 Mei - 14 Juni 2018 di Komplek Islamic Center Mataram
6. Bulan Juni
7. Bulan Juli
  • Mantar Paragliding, pada tanggal 15 - 18 Juli 2018 
  • Torch Relay Asian Games 2018, tanggal 25 Juli 2018 di Kuta dan Mataram
8. Bulan Agustus
  • Bulan Pesona Lombok Sumbawa, tanggal 18 Agustus - 16 September 2018
9. Bulan September
  • Festival Pesona Moyo, tanggal 10 September - 8 Oktober 2018
  • Sail Saleh Moyo Tambora, tanggal 12 - 20 September 2018 
  • Festival Pesona Senggigi, tanggal 16 - 20 September 2018
10. Bulan Oktober

  • Mekaki Marathon, tanggal  7 Oktober 2018 di Pantai Mekaki, Sekotong, Lombok Barat
11. Bulan November
  • Rinjani Golf Tournament
  • Pesona Desa Wisata
  • Festival Lawata
12. Bulan Desember 
  • Perang Topat

Gimana?? Seru seru khan acaranya...
Buruan, tandai kalender kalian, ambil cuti, booking tiket pesawat dari sekarang, biar lebih murah, dan
siap siap menikmati keindahan Alam dan Budaya Lombok Sumbawa
v
Share:

11 October 2017

Yuk Petik Strawberry di Sembalun

Beberapa waktu lalu, aku bareng beberapa anggota keluarga dari Jawa yang kebetulan lagi liburan ke Lombok, jalan jalan ke Sembalun. 


Berhubung jalur menuju puncak (pusuk) sembalun naik dan berkelak kelok, eh si kecil muntah dalam perjalanan. Hingga akhirnya kita berhenti di spot beberapa ratus meter sebelum puncak sembalun. Dari tulisan besar yang ada di atas, ternyata ini adalah pintu masuk ke Obyek Wisata Sebau , yang merupakan kolam pemandian air panas. Kita sih enggak masuk ke situ, cuma mlipir berhenti sebentar untuk membersihkan si kecil dari muntahan plus ganti baju. Sedangkan yang lain mampir ke toilet umum nya buat buang air. Tapi sayang sekali enggak ada air di dalam situ, sehingga harus beli air minum botolan untuk bersih2.


Lama enggak ke Sembalun, ternyata ada beberapa spot yang berubah wujud. Di pusuk sembalun yang dulunya cuma ada berugak berisi penjual kopi dan makanan ringan, kini terlihat sudah dibangun dengan bangunan permanen (berugak yang dulu lenyap) berpagar, kita mengurungkan untuk masuk kesitu karena ada penjaga yang meminta tiket masuk, heuheuheu (mental gratisan). Akhirnya kita cuma foto foto di bagian luar, dekat dengan tulisan besar ``Pusuk Sembalun``.


Berjalan sedikit ke arah bawah menyusuri jalan aspal, aku menemukan spot selfie dengan view dari ketinggian, spot seperti ini memang lagi hits di seluruh penjuru Nusantara. Nah untuk bisa fotoan disitu kita harus membayar 5 ribu per orang, lagi lagi kita enggak masuk, fotoan aja dari jauh. Heuheuheu. Siang ini kondisi Sembalun lagi berkabut parah, jarak pandang terbatas dan tentunya dingiiiiin. Padahal ini jam 12 siang lho, coba deh lihat foto di atas ini....


Perjalanan dilanjutkan turun menuju Desa Sembalun, dengan melewati banyak kebun strawberry dan para penjual strawberry di pinggir jalan. Sebenernya hasil pertanian di sini bukan cuma strawberry lho, banyak yang lain seperti bawang, wortel, cabai, berbagai jenis sayuran dll. Tapi yang paling utama untuk dijual langsung ke wisatawan adalah Strawberry.



Untuk lebih menarik wisatawan, para pemilik kebun menjadikan kebun nya menjadi area wisata petik strawberry. Jadi kita kita yang notabene juga merupakan wisatawan, bisa pilih pilih sendiri strawberry yang mau kita beli, langsung dari pohonnya. Tapi sebelum masuk kita harus tanya dulu ke pemilik/penjaga nya mengenai pembayaran nya. Karena ada beberapa kebun yang menerapkan tiket masuk per orang nya, selain harga untuk strawberrynya sendiri.

Si Kecil ternyata excited banget ikutan petik strawberry, dengan keranjang kecil di tangan nya, dia keliling kebun nyari strawberry sendiri. Tapi ya gitu, dia enggak pilih pilih, pokoknya kalau pas lihat buletan warna merah, dia langsung tarik dan masukin ke keranjang, heuheuheu, sampe penuh, sampe keberatan, miring miring jalan nya.


Strawberry hasil petikan sendiri ini, kita bawa sebagai bekal untuk ngemil ngemil sehat di tujuan berikutnya, yaitu bukit Tangkok yang lokasinya masih di Sembalun dan enggak terlalu jauh dari lokasi wisata petik strawberry ini. 

Mengenai Bukit Tangkok ini, sudah pernah kutulis. Monggo silakan meluncur ke Sini.
Share:

19 August 2017

Bukit Tangkok : Spot Selfie di Sembalun

Untuk mencari tempat berakhir pekan yang sejuk, aku beserta saudara saudara serta Baby K dan emaknya meluncur ke arah timur Pulau Lombok, yaitu menuju Sembalun.

Menurut lokasi geografisnya, Sembalun ini merupakan desa yang berada di kaki gunung rinjani sebelah timur, dimana desa tersebut dikelilingi bukit bukit yang indah dan eksotis, sebut saja Bukit Pergasingan, Bukit Dandaun, Bukit Nanggi, dan Bukit Selong. Masing masing menawarkan keindahannya sendiri.


Tapi ternyata bukan hanya itu saja, beberapa waktu lalu yaitu sekitar akhir Juni 2017 mulai booming tuh satu bukit lagi yang lokasinya enaggak jauh dari Bukit Selong, nama bukitnya adalah Bukit Tangkok.

Untuk menemukan bukit ini tidaklah sulit, apalagi buat yang sudah pernah mendaki Bukit Selong, karena jalan masuk menuju Bukit Tangkok ini sama dengan jalan masuk menuju Bukit Selong, sama sama di area hutan bambu yang fotogenik.


Nah untuk Bukit Tangkok ini lokasinya berada sebelum bukit selong, tidak perlu khawatir kesasar, karena ada petunjuk arah yang sangat jelas di hutan bambu tersebut, yang akan mengarahkan kita menuju tempat parkir. Jalur ini bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat (bus belum bisa).

Tiket masuk ke Bukit Tangkok sangat terjangkau, yaitu 5 ribu rupiah/orang dewasa, anak anak gratis, oia harga tiket itu sudah termasuk biaya parkir kendaraan lho. Satu lagi, Jangan lupa isi buku tamu ya saat bayar tiket masuk.


Dari tempat pembelian tiket masuk kita harus berjalan kaki mendaki bukit dengan kemiringan yang cukup terjal, namun syukurnya enggak tinggi, jadi gak sampai 10 menit kita sudah bisa menikmati keindahan alam perkebunan sembalun dari ketinggian yang punya bentuk khas kotak kotak beda beda warna. Pemandangan ini enggak jauh beda dengan pemandangan yang kita dapatkan dari Bukit Selong, bedanya di bukit tangkok, sekarang ini ada 3 spot foto yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk foto selfie maupun rame rame, yaitu ayunan yang bergantung di pohon yang lokasinya di pinggir bukit, spot foto Love dan yang paling tinggi adalah rumah pohon.



 ***

Peta Lokasi/Rute Menuju Bukit Tangkok, Sembalun, Lombok Timur





.
Share:

26 August 2016

Trip Seru Tanjung Luar - Pantai Pink

Libur 17-an kemana kalian gaes? Pasti ada yang upacara, ada yang ikut lomba makan kerupuk, ada yang sibuk lembur dan pasti banyak yang cuma goler goler di kasur...

Nah kalau kita (aku dan gengs Teros) seru seruan nih ngetrip seru dari Mataram menju Tanjung Luar kemudian lanjut naik kapal boat menuju Gili Pasir, Pantai Pink, Gili Petelu dan terakhir ke Pantai Segui atau orang sana bilangnya pantai Pink 2, yaaa meskipun sebenarnya enggak pink sih warna nya. Heuheuheuheu

***

Perjalanan seru dari Mataram ke Tanjung Luar kita tempuh dalam waktu sekitar satu setengah jam menggunakan mobil Toyota Hiace (bukan promosi) yang diisi 12 Orang plus 2 balita unyu. By the way enak juga ini mobil buat perjalanan jauh rame rame, masih nyaman lah ya, sepertinya lebih nyaman dari Elf yang biasa dipake pengusaha travel (cuman opini pribadi, jangan 100% percaya)

Yang khas dari Tanjung Luar adalah perkampungan suku bugis dan bajo nya, rumah rumah nya itu lho, kebanyakan berbentuk panggung. Mirip rumah rumah yang aku lihat di Pulau Moyo, Sumbawa. Selain itu, di Tanjung Luar ini juga terkenal dengan lokasi penangkapan dan perdagangan ikan hiu (jangan ditiru ya), yang sudah sering masuk tipi #saveshark

Dari Tanjung Luar, kita melanjutkan perjalanan dengan naik perahu motor yang ukurannya lumayan besar dengan lengan penyeimbang di kanan kiri.

Tujuan pertama adalah Gili Pasir, sebuah pulau yang hanya terdiri dari pasir saja, yang kadang muncul kadang tenggelam, tergantung pasang surut air laut. 

Alhamdulilah di siang hari ini, pulau nya lagi menampakkan diri, dari kejauhan udah kelihatan putih putih di tengah laut dengan bendera merah putih di tengah nya, entah siapa yang menancapkan tiang bendera di pulau itu. Pas banget nih momen nya buat 17 Agustusan

Saat kita sampai gili pasir rupanya sudah ada dua kelompok wisatawan yang lebih dulu menjamah pulau kecil ini, yang salah satunya bule bule.


Sebelum masing masing dari kita menjelajah gili pasir ini, kita sempetin dulu dong foto bareng bendera merah putih, heuheuheu. 

Hayo coba tebak, aku yang mana?


Baru deh setelah foto bareng selesai, masing masing pada nyebar bersama pasangannya (buat yg udah punya pasangan), saling memfotokan ataupun selfie bareng. Nah untuk yang jomblo, juga ikut nyebar, foto foto pasir, foto burung terbang, fotoin bintang laut, fotoin tiang bendera dan kadang disuruh fotoin kita kita yg udah berpasangan, heuheuheuheu


Setelah puas berkeliling menjamah setiap sudut pulau pasir ini, kita lanjut naik kapal lagi menuju pemberhentian berikutnya yaitu Pantai Tangsi alias Pantai Pink

Baru beberapa menit melaju, perjalanan kita sedikit terhambat nih, berhubung lagi surut, perairan yang berada diantara Gili Bembek dan Gili Maringkik pun menjadi dangkal, sehingga kapal kita gak bisa lewat. Sehingga kita harus muter, lewat sisi luar Gili Maringkik. 

By the way ada yang unik lho di sini, Gili Maringkik ini sudah teraliri listrik, yang dihubungkan dengan kabel listrik besar dan ditopang oleh tiang tiang listrik yang berbaris di lautan.


Karena kita harus memutar, otomatis jalur yang harus kita tempuh menjadi lebih jauh. Ditamgah lagi siang ini angin lagi besar, ombak pun ikut besar. Alhasil kecepatan kapal diturunkan, apalagi saat ada ombak lumayan besar datang dari arah depan, mesin kapal sengaja dimatikan oleh tukang kapal nya. Hal ini beberapa kali terjadi.. Lumayan serem juga sih.... Tapi untungnya aku udah pernah mengalami yang jauh lebih parah dari pada ini, jadi ya agak bisa tenang lah yaaa

Setelah sekitar sejam perjalanan, akhirnya kapal pun bisa merapat ke Pantai Pink dan kita langsung diarahkan ke salah satu warung yang ada di pantai pink. 

Jadi gini, kita ini mengambil paketan nyebrang, dan makan siang. Jadi kapal yang kita naikin tuh selain bawa manusia, juga bawa bahan makanan seperti beras, ikan mentah lumayan banyak dan beberapa ikat kangkung. Nah bahan makanan itu dimasak langsung di salah satu warung di pantai pink (sudah kerjasama). Dan kita tinggal nunggu deh di berugak sambil istirahat, ngemil ngemil, ngopi, plus ngobrol ngalor ngidul .

Pantai Pink/Tangsi yang katanya pasir nya berwarna pink

Berhubung lumayan lama masak nya, aku nyempetin jalan jalan sendiri di sekitar sini, sekalian mampir ke Mas Sugeng. Pria paruh baya asal Klaten Jawa Tengah yang punya warung di pantai pink ini. Aku ketemu dia beberapa tahun lalu saat pantai pink ini mulai rame dan bermunculan warung warung makan. Dan setiap balik ke pantai pink lagi, pasti kusempetin mampir ke warung nya. Entah itu beli air mineral, ngopi atau sekedar say hello, heuheuheu maklum sesama orang perantauan. 

Di balik warung nya mas sugeng ini ada sebuah bukit yang memisahkan pantai pink dan pantai temeak. Biasanya di sini rame banget lho ama pengunjung yang foto foto, tapi tumben ini hari sepi bingit....

Pantai Temeak

Pas banget dah, saat aku balik lagi ke berugak tadi. Masakan nya udah mateng, huhuhu. Kita semua pindah ke dalam warung, karena sekarang waktunya MAKAAAAN...............

Huwooo ikan bakar dan plecing kangkung super pedas sudah menanti kita.... Seakan akan melambai lambai minta dimakan, heuheuheu


Kalau dari segi rasa, sebenernya biasa aja yaaa, tapi berhubung capek dan laper, makanan ini terasa sangat sangat istimewaaa....

Setelah semuanya beres, makanan abis, dan dibayar. Kita melanjutkan perjalanan menuju Gili Petelu untuk snorkling, yang sebenernya sudah kita lewati tadi pas menuju pantai pink ini.

Sayang sekali siang ini arus di sekitar gili petelu kurang bagus, sehingga yang sukses dan menikmati nyebur snorkling cuma berdua. Jujur saja aku udah lama banget gak snorkling, nah pas nyebur dari kapal, aku panik, sumpah panik banget gegara terombang ambing arus, dan akhirnya aku naik kapal lagi lewat tangga, untuk menenangkan diri beberapa menit.

Setelah yakin, dan hati lumayan tenang, aku pun nyebur lagi dan alhamdulilah sukses, panik hilang lenyap. Aku bisa kesana kemari, plus nyelem ke dalem biar makin deket ama nemo nemo di sini


Di sekitar gili petelu ini terumbu karang nya masih lumayan bagus dan terawat, anemon dan nemo nya banyak bangeeeet. Coba arusnya tenang, pasti lebih nyaman buat snorkling.

Setelah puas dan lelah senorkling, kita sejenak mampir ke daratan nya gili petelu, sekedar bernostalgia dan foto foto.


Tujuan berikutnya adalah Pantai Segui atau yang biasa dikenal dengan pantai pink 2, yaa meskipun pasir nya enggak pink pink benget yaaa.

Dulu pantai segui ini cuma bisa dijangkau lewat jalur laut saja, tapi kini sudah ada yang membuat jalur darat nya, tapi hanya motor ya, mobil belum bisa. Sehingga sekarang kulihat ada beberapa motor yang langsung parkir di tepian pantai.

Yang kusuka dari pantai segui ini adalah ombak nya yang tenang dan damai, plus bagian bawah nya pasir semua, jadi enak, aman dan nyaman, enggak perlu takut nginjek karang atau batuan atau bulu babi yang bisa bikin kaki lukaa.


Yang lebih seru lagi, salah satu dari kita ada yang bawa floaty berwujud angsa merah jambu (mirip judul film nya raditya dika), ala ala acara "Celebrity on Vacation" di Trans TV gitu. Floaty ini sudah kita isi angin pake kompresor di tanjung luar, trus dibawa nya dengan cara diiket di atap kapal.

Keceriaan kita saat main floaty sejenak terganggu gegara ada sedikit tragedi, floaty yang sedang dinaiki salah satu dari kita, tiba tiba terbawa angin dan dengan cepat mengarah ke tengah lautan. Udah lumayan jauh lho, seratus meter lebih lah.

Untung nya dengan cepat dapat tertolong oleh kapal yang sedang lewat sekitar pantai segui ini, alhamdulilah bisa menepi lagi. Nah sejak kejadian itu, kita lebih waspada saat naik ke atas floaty, harus ada seseorang yang siap siaga menjaga floaty itu biar gak kebawa angin ke tengah perairan lagi



Sekitar jam 5 sore kita siap siap balik ke Tanjung. Berat rasanya beranjak dari tempat ini, heuheuheu, seru abissss. Tapi ya mau gimana lagi, bentar lagi gelap gaes...

Perjalanan menuju Tanjung Luar kita nikmati sambil istirahat dan ditemani senja di arah barat sana.

Nah buat kalian yang pengen liburan seru kaya kita gini, silakan hubungi irwan_music@yahoo.co.id . Nanti kita bantu itinerary nya....

***

Peta Lokasi Pelabuhan Tanjung Luar, Lombok Timur



.
Share:

12 August 2016

Berburu Serabi Santan di Lapangan Nasional Selong Lombok Timur

Yuhuuu akhirnya weekend datang lagi, mari kita jalan jalan....

Kali ini jadwal kita adalah silaturahmi dulu ke keluarga di daerah Teros, Lombok Timur. Teros itu lokasinya ada di sebelah selatan kota Selong, tepatnya diantara Selong dan Labuan Haji.

Nah setelah urusan keluarga selesai, kita lanjut balik ke Kota Mataram, tapi dalam perjalanan pulang, kita mampir dulu nih ke Selong buat nyari cemilan khas daerah sini, namanya Serabi Santen.


Biasanya sih inaq inaq penjual serabi banyak di pasar, tapi siang siang gini susah dicari, hingga akhirnya kita nemu satu penjual serabi di depan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Jalan Patimura Selong, atau tepatnya di pojokan barat-selatan Lapangan Nasional Selong

Saat sampai sana, penjual nya lagi sibuk masak serabi orderan orang untuk dibawa ke Jakarta sebanyak 30 biji. Sambil nunggu orderan kita dimasak, kita ngelihatin proses pembuatan Serabi yang dimasak masih secara tradisional ini.


Ada dua tungku yang dipakai disini, yang dipakai untuk memanaskan cetakan serabi dengan bahan bakar kayu. Jadi awalnya cetakan nya diolesi minyak goreng dulu biar serabi nya enggak nempel ke cetakan. Kemudian bahan utama serabi yaitu adonan tepung beras + air dituangkan menggunakan ceret air ke masing masing lubang di cetakan. Setelah ditunggu beberapa saat, di bagian atasnya dituang air santan. Nah air santan nya ini yang berperan membuat serabi menjadi gurih dan juicy, karena saat disajikan, bagian atasnya ini memang sengaja dibuat enggak 100% mateng.

Ada dua rasa serabi di sini, yaitu yang original (gurih) dan manis. Untuk rasa yang manis, setelah santan dituangkan ke cetakan, dilanjutkan dengan memasukkan air gula merah ke dalam nya. Tapi kalau kita kita sih lebih suka yang rasa original, tanpa tambahan gula merah.


Proses pembuatan serabi ini bagi kita merupakan atraksi seru nih, mulai dari bikin api di tungku, sampai pengemasan, meskipun agak terganggu ama asap tebal yang sering berubah arah sesuai arah angin, heuheuheu. Tapi hal itu enggak mengganggu penjual nya, dia tetep aja santai duduk di situ meskipun sekelilingnya penuh asep #yaiyalahya


By the way, saat nunggu serabi nya mateng, kita sempetin buat foto foto cantik di sekitar Lapangan Nasional Selong ini. Sebenernya enak lho nongkrong di lapangan ini, rindang banget, sejuk, banyak pepohonan, padahal siang ini panas banget lho. Di beberapa titik tersedia bangku tempat duduk, yang siang siang gini di beberapa bangku sudah dipakai orang untuk tiduran (bangku nya panjang, pas banget buat bobo siang). Sedangkan di sisi selatan digunakan sekelompok anak sekolahan untuk nongkrong, masih lengkap dengan seragam sekolah mereka.


Serabi santan ini paling nikmat disantap saat baru diangkat dari cetakan, dengan kondisi asap yang masih ngebul dari serabi nya... Yang paling kusuka tuh bagian atas serabi nya itu lho, alias santan nya tuh belum mateng banget, agak agak cair gitu... gurih gurih asin bikin nagih....

Pokoknya kalau kalian lagi jalan jalan ke Lombok Timur, wajib dah mampir Kota Selong, buat berburu kuliner yang satu ini....
Share:

2 May 2016

Wisata Religi, Kuliner dan Alam

Libur weekend di pertengahan April ini kita manfaatkan untuk nyekar ke makam mertua yang ada di Tanjung Lombok Timur, mumpung cuaca cerah, mumpung ada kendaraan dan mumpung kita masih sehat sehat semua. 

Sejam lebih perjalanan dari Kota Mataram terasa sangat cepat, karena dalam mobil aku tidur, heuheuheu. Sumpah pagi ini aku ngantuk banget gegara semalem streaming film The Monkey King 2 di http://layarkaca21.tv sampai jam 3 pagi. Situs itu adalah situs favoritku untuk nonton film secara streaming gratisan.. haha #dasarPenikmatBajakan #gratisan , eh enggak gratisan juga dink, lha wong tetep bayar paket internet bulanan ke Indihome.

Warung Rasbani

Berhubung misi utama usai di waktunya makan siang, kita lanjutkan misi berikutnya dengan mengisi perut yang sudah keroncongan. Kali ini tujuan kita adalah Warung Rasbani yang lokasinya ada di Jalan Imam Bonjol, Kelayu, Selong, Lombok Timur. 

Warung sederhana ini menyediakan menu seperti Bakso, Nasgor, Mie Goreng, Rawon, Capcay, Ikan Bakar, Ayam bakar dan Goreng. Kalau dilihat dari jenis menu nya, warung ini gak fokus ya genre nya, campuran...

Tapi ada satu menu yang wajib dicoba di warung ini yaitu ikan bakar nya. Heuheuheu, kata orang sih enak... Karena aku sendiri belum pernya nyobain, jadinya aku pakai kata "kata orang". Ya semoga kata orang itu bener yaaa.

By the way untuk jenis menu Ikan Bakar , harganya lumayan ramah di kantong lho, cuma 15 ribu gaes. 


Tempat pembakaran ikan nya ada di bagian depan warung, dengan ukuran yang lumayan panjang, jadi sekali bakar bisa puluhan tusuk ikan/ayam yang dibakar. Pantesan cepet banget orderan dateng.. Tapi dengan posisi di depan gini, sebenernya cukup mengganggu ya, karena asapnya langsung menyambut pengunjung yang dateng, kaya aku tadi siang ini, sambutannya terlalu meriah, sampai mataku sakit, heuheuheu...

si Istri pesan nya Ayam Bakar, biar antimainstream katanya. Wujud ayam bakar ini sekilas sama dengan ayam bakar taliwang, berupa satu ekor ayam muda utuh yang disajikan dengan sambal seperti gambar di atas ini. Jenis sambal yang dipakai ternyata sama, baik itu untuk ayam bakar maupun ikan bakar.

Eh ternyata "kata orang" itu bener lho, ikan bakarnya enak, pedas manis, tapi gak amis. Jadi makin gurih saat dicocol ke sambal nya. Cucok bangeet... Sumpah aku ketagihan... Besok besok kalau pas nyekar lagi, wajib nih mampir ke Warung ini lagi.

***

Sajian Ikan dan Ayam Bakar ternyata belum memuaskan perut kita. Dalam perjalanan balik ke Kota Mataram. Kita mampir dulu ke Gorengan Rarang, yang lokasinya ada di daerah Rarang, Lombok Timur. Kalau kalian sudah baca postingan sebelum yang ini, pasti sudah tahu donk ya dengan yang namanya Gorengan Rarang. Pisang Goreng dan Tahu Isi nya itu juaraaaa... Fresh from the Wajan... Dijamin masih super panas saat dibungkus... Jadi hati hati jangan langsung diembat, bisa bisa bibir jontor.. Heuheuheu


Sampai di Kota Mataram tuh kira kira jam 5 sore... Nanggung banget kalau langsung pulang ke rumah, lagian besok hari Minggu, masih libur.

Akhirnya kita putuskan untuk mengejar senja, hehuehuehue. Niat awal sih mau sunset-an di Sekitar Pantai Batulayar/Senggigi gitu sambil ngemil jagung bakar dan ngopi ngopi hore. Tapi berhubung jalanan lumayan macet, dan diperkirakan mataraharinya bakal terbenam duluan sebelum kita sampai, akhirnya kendaraan kita belokkan ke arah Pantai Ampenan, yang lokasinya masih di Kota Mataram.

Weleh, ternyata pantainya rame bingiiit ngit ngit... Semacam pasar tumpah... Maklum ini sore hari di akhir pekan, dan cuaca tumben cerah, biasanya sih sore gini hujan. 


Tidak sesuai rencana, di pantai kita bukannya duduk santai sambil ngopi, tapi malah nemenin si kecil maenan pasir dan air laut.. Heuheuheu padahal lagi capek sehabis perjalanan jauh dari Lombok Timur

Ya sudahlah istirahat dan nyantai nyantainya ditunda dulu, mumpung lagi di pantai, kita puas puasin main air dulu.... Biar dah kotor oleh pasir dan basah oleh air laut... Hajar gaes



Si kecil belum puas, tapi hari semakin gelap.. Serem ah kalau malem malem masih mandi di sini, takut tiba tiba ombak besar datang.... Akhirnya kita cuss pulang, dengan wajah sikecil yang manyun,,,, huhuhu i'm sorry nak, next time ya main pasir lagi....
Share:

27 April 2016

Dinding Eksotis di Air Terjun Mangku Kodek


Perjalanan ke Air Terjun Mangku Kodek ini sebenernya sih sudah beberapa bulan lalu, namun belum sempet nulis sampai selesai nih #soksibuk . Lama nge gantung jadi draft.

Air Terjun Mangku Kodek ini berada di Desa Sajang, Sembalun, Lombok Timur. Persisnya terletak di antara Air Terjun Mangkusakti dan Kuda Sembrani, berada segaris, satu aliran (bukan aliran sesat), dan tempat parkir kendaraan nya pun sama. Jadi kalau mau ke Mangku Kodek, ikuti saja jalur menuju Air Terjun Mangkusakti, dimana di gang masuk nya (3 km sebelum tempat parkir) terdapat baliho besar dengan gambar Air Terjun Mangkusakti.

***

Sebagai bekal makan di jalan dan di lokasi, kita mampir dulu di "gorengan rarang" yang lokasinya ada di jalur utama Mataram - Pelabuhan Kayangan, tepatnya di daerah Rarang, Terara, Lombok Timur, enggak jauh dari warung nasi rarang yang sudah lebih dulu terkenal. By the way, meskipun ini warung sederhana, tapi sudah lumayan tersohor lho, setiap mampir ke gorengan ini, pasti ada aja yang beli selain kita, kebanyakan dari luar kota (kelihatan dari plat nomor nya).

Seperti biasa, kita beli 20 ribu, isinya pisang goreng dan tahu isi yang masih panas dan fresh, karena langsung baru turun dari penggorengan, heuheuheu

warung sederhana, rasa luar biasa
***

Air Terjun Mangku Kodek yang dulunya kurang gaul alias kurang dikenal, kini keberadaannya menjadi semakin tersohor gegara masuk dalam liputan My Trip My Adventure akhir 2015 kemarin (udah lumayan lama sih).  Buat yang penasaran, monggo disearch aja di youtube, ada tuh yang merekam acara itu trus aplod di channel yutub nya.

Buat kalian yang suka tantangan, kayaknya kurang cocok deh dengan air terjun ini. Kenapa? Karena jalur trekking dari parkiran menuju air terjun ini sangat sangatlah biasa, haha, gak nyeni babar blas.... Cuma tinggal jalan kaki beberapa ratus meter aja.

Tapi ada satu yang perlu diingat, lokasi air terjun ini agak tersembunyi ya, karena berada di antara dinding bebatuan seksi yang pastinya bikin para pengunjung jadi pengen fotoan bareng.

Nah untuk menuju kesana, kita harus siap basah basahan.. Karena kita harus sedikit berjalan kaki menyusuri sungai dengan arah berlawanan arus. Bila kita bawa barang barang yang ditakutkan akan basah, mendingan ditinggal aja di pinggir sungai sebelum berjalan susur sungai. Tapi ya hati hati jangan sampai hilang, heuheuheu.. ALhamdulilah sih kemaren kita aman. 

Nah Kalau mau yang lebih aman sih mendingan bawa semacam drybag gitu buat nyimpen alat alat elektronik semacam kamera atau hape. Banyak tuh dijual di olshop olshop atau di situs belanja online yang makin kesini makin menjamur..

Sebelum mencapai Air Terjun Mangku Kodek, kita akan melalui spot yang cantik, yaitu berupa sungai kecil dengan air berwarna putih kehijauan (belerang), dan diapit dinding batu yang lekukan lekukannya eksotis, seksi dan kekar... Instagramable banget...




Kodek itu dalam bahasa sasak artinya kecil, sesuai dengan ukuran air terjunnya, coba lihat deh, kecil banget, tingginya paling cuma dua meter. Tapi air terjun kecil ini terlihat cantik dan eksotis gegara dinding batu yang ada di kanan kirinya....

Gimana? Wokeee khan air terjun nya.... Di sepanjang aliran sungai ini memang terdapat banyak air terjun, sebut saja Mangku Sakti, Kuda Sembrani, Mayung Puteq (sudah punah), Madu, Umar Maya, dan mungkin masih banyak lagi yang belum dikenal masyarakat umum... Semoga segera muncul lagi air terjun yang baru yaaa...

***

Pintu Masuk Menuju Air Terjun Mangku Sakti dan Mangku Kodek, Sembalun
via Google Street View


.

*sedih.... pas lagi nulis postingan ini, aku membaca postingan dari temen di facebook yang isinya mengabarkan bahwa beberapa hari yang lalu (24 April 2016), Air terjun mangku kodek menelan korban jiwa, dia adalah seorang wisatawan dari Jakarta.

Innalilahi wainnailaihi rojiun. Semoga amal ibadahnya diterima, dan dimaafkan kesalahannya. Buat temen temen yang mau mandi di air terjun ini, hati hati ya, meskipun kecil, tapi dalem lho yang di bagian bawah terjunan air.

Sekali lagi, hati hati
Share:

My Youtube Channel

Blog Archive