21 August 2016

Menikmati Jazz di Tepi Pantai Senggigi

Udara segar dan angin pantai berpadu dengan syahdu nya musik jazz. Yuhuuu itulah suasana yang aku nikmatin semalam di Event Pesona Senggigi - Jazz World Music Festival 2016

Event ini berlangsung dari tanggal 20 sampai 21 Agustus 2016 di Pantai Senggigi mulai jam 3 sore sampai tengah malam. Bukan cuma satu panggung lho, di event ini setidak nya ada tiga panggung dimana panggung 1 dan 2 ada di pantai bagian belakang Hotel Santosa, sedangkan panggung ketiga ada di area parkiran pantai senggigi/dekat pintu masuk Kila Hotel Senggigi.


Nah sore nya, sebelum event dimulai aku nyempetin dulu ngisi perut nih biar nanti bisa asoy nikmatin musik nya. Enggak perlu jauh jauh, aku cuma mampir ke Pasar Seni Senggigi buat beli Sate.

Sate ini biasa kita sebut dengan Sate Pasar Seni, karena lokasinya ada di pinggir jalan di depan pasar seni senggigi. Ada beberapa pilihan daging yang bisa dipilih, yaitu Ikan, Ayam, Daging, dan Jeroan. Plus bisa tambah urap kalau kita mau.

Seporsi sate (bebas milih daging nya) lengkap dengan lontong, kuah dikit dan urap harganya 20 ribu rupiah. Enak enak enak......


Saat sampai TKP ternyata acaranya udah mulai, telat gaes... Gegara keasyikan makan Sate dan Foto Foto di pasar seni, heuheuheu. Lha gimana, acara mulai jam 3 an sore, kita sampai venue jam 6 kurang seperempat......

Kita terlewat beberapa penampilan artis nih, tapi untung nya kita sempet nonton penampilan dari om Ary Juliyant yang kalau gak salah denger nama grup nya "Bajigur Bluegrass". Padahal dari daftar line up artis hari pertama enggak ada om Ary lho...


Aku suka banget ama karakter suara om Ary ini, musik musik nya sebenernya bertema folk gitu bukan jazz ya. Beberapa kali aku menikmati aksi nya di Redwood Cafe, Mataram. Kadang beliau nyanyiin lagu nya sendiri dan kadang dia nyanyiin lagu lagu populer dengan aransemen nya sendiri yang sangat beda jauh dengan asli nya...

Saking seru musiknya, sampai ada pasangan bule yang asyik berdansa di depan panggung sambil nyeker, heuheuheu

Sekitar jam 18.20 event ini break dulu, alias dihentikan sementara, dan lanjut malam nya sekitar 8 malam.


Penampil pertama di sesi malam adalah Bandini Koffie Jazz Project. Oke juga nih suara dan aksi panggung nya, vokalisnya menyempatkan interaksi dengan penonton di sela sela pergantian lagu. Dengan mengusung musik musik klasik, mereka sukses membius ratusan penonton untuk ikut menggerakkan badan

By the way konsep beda beda panggung gini awalnya bikin aku sebel, lha tiap ganti artis, ganti panggung juga, antara panggung satu dan dua yang saling berhadapan dengan jarak 100 meter, dan di antara keduanya terdapat terop untuk tamu VIP. Jadi pas ganti panggung, semua penonton bangun dan lari ke panggung satunya, haha, berebutan yang paling depan.... Eh ternyta lama lama seru juga nih, bahkan ketika lagu belum selesai, beberapa orang udah bangun dan nyari tempat duduk di depan panggung satunya....

***

Lagu "Sore Sebelum Hujan" milik Nissan Fortz yang baru aku dengerin malam ini langsung nempel di hati, haha. Asyik banget lagu nya. Kalau gak percaya coba deh search di yutub, udah ada video klip nya ternyata. Musisi asal bandung ini juga berkolaborasi dengan Wildan dari Saung Angklung Udjo.  Kereeen banget......


Penampilan yang cukup unik yaitu dari Log Sanskrit feat Banu dari India. Diawali dengan seorang perempuan berbusana india yang entah ngomong apa, kalau diperhatikan sih sepertinya dia baca puisi pakai bahasa india gitu (kagak tahu artinya). Dilanjut dengan seorang berbaju putih memainkan alat musik aneh yang aku baru pertama kali lihat, buset dah suaranya mistis abissss, ditambah penampilan satu lagi, pria berbaju kuning yang memainkan Sitar, musik nya itu lho... Heuheuheu coba deh diplay video ku di atas ini, aku coba rekam beberapa menit saja, habis itu kabur ke panggung satunya buat nyari tempat, karena artis berikutnya adalah YURA YUNITA.


dan akhirnya sekitar pukul 22.20 WITA yang ditunggu tunggu sekitar 80% penonton disini datang juga, hehuheu termasuk aku. Yuhuuu Yura Yunita, Hip Hip Yuraaa

Sebenernya aku gak ngefans sih ama tante yura, cuma gegara beliau kemarin bikin video klip dengan latar keindahan Lombok (lihat vid klip di bawah), jadinya aku respect dan coba denger lagu lagunya, eh ternyata asyik juga lho.... Apalagi lagunya yang berjudul "Kataji", meskipun berbahasa Sunda dan kita kita enggak tahu artinya, lagu ini dengan sukses bikin kita semua ngikutin yura nyebutin kata "Na Kunaon" yang merupakan salah satu kata di lirik lagu ini. 


Video Klip Yura Yunita - Get Along With You




Event Pesona Senggigi - Jazz World Music Festival 2016 ini masih berlanjut di hari minggu nya, tanggal 21 Agustus 2016 dengan line up :
  1. Indro Hardjodikoro ft Gilang Samsoe
  2. Subkultur Artificial
  3. Ivan Nestorman
  4. Wildan Grand Angklung
  5. Bonita & The Hus Band
  6. Cellomano
  7. Rizal & The Rasendriya
  8. Danne The Riddim
  9. Jazz Kidding
  10. Keroncong Toni Moersaid
  11. Vee Nhavan
***

Event Jazz di Senggigi ini adalah yang pertama kali digelar, dan merupakan bagian dari event Bulan Budaya Lombok Sumbawa. Aku sih berharap tahun depan diadain lagi ya dan diresmikan sebagai acara tahunan gitu. Karena ternyata animo masyarakat Lombok akan musik jazz bagus juga. Padahal di hari yang saya juga lagi ada event besar di LEM dan LCC.

Saranku sih penyelenggara lebih serius menggarap nya di tahun depan, dan promo nya jangan mendadak, kalau bisa dari jauh jauh hari agar penggemar musik jazz dari Luar lombok bisa mengatur jadwal buat liburan ke lombok sekalian menikmati Event Jazz berskala Internasional ini. Dan tentu saja menggangeng para penggiat Sosial Media di Lombok untuk bekerjasama sebagai media partner, bukan cuma media cetak saja....

Aamiin :)
Share:

17 August 2016

Santai Sore di Pantai Tiga Setangi

Beberapa waktu yang lalu, Lombok lagi rame rame nya, gegara ada event MTQ Nasional, alhamdulilah rezeki mengalir buat para pemilik usaha makanan dan hotel di Lombok. Jalanan tetiba jadi rame dan di beberapa titik dibuat macet cet. 

Tapi jujur aku justru malah enggak sama sekali menginjakkan kaki di arena MTQ Nasional lho, gegara melihat keriuhan dan keramaian di sekitar Islamic Center #akusukayangsepi #akusukayangtenang . Disaat warga mataram berbondong bondong menyaksikan event nasional itu, aku dan beberapa sanak family malah piknik ke arah utara, melewati jalur gunungsari - pusuk. 


Bukan mau ke Hutan Pusuk yang terkenal akan monyet nya itu, tapi cuma mau makan sore di sebuah rumah makan yang lokasinya ada di jalur gunungsari - pusuk, yaitu Warung Kelor Tibu Idjo.  Ini adalah salah satu tempat makan favoritku di sekitar Lombok Barat, karena selain makanan nya enak, pemandangan dari sini lumayan seger di mata.


Menu makanan yang disajikan di sini bisa kita pilih satuan atau yang paket. Nah berhubung kita ini ber lima, kita order yang paketan. Biar hemat gitu deh....

Dari dua paket yang kita order, datanglah satu persatu makanan nya, ada cah kangkung, plecing kangkung, sayur kelor, ayam pelalah, ayam goreng, nila goreng, pepes jamur, telur dadar, buah, air mineral, tahu tempe goreng, kerupuk, terong bakar, dua bakul nasi dan kobokan, heuheuheu, banyak yaaaaa... Lumayan puas lah paket seharga 120 ribu ini buat 5 orang... 

Enak enak enak......

***

Perjalanan sore ini dilanjutkan menuju arah pantai, yuhuu tentu saja donk buat nikmatin Sunset.

Nah pantai yang kita pilih yaitu Pantai Tiga Setangi yang lokasinya persis sebelum Bukit Malimbu, atau di bawah Villa Hantu. Dinamakan Pantai Tiga Setangi karena berlokasi di dusun setangi dan ini adalah pintu masuk yang ketiga di sepanjang pantai setangi.


Untuk bisa masuk ke area ini, kita cukup membayar 5 ribu rupiah saja semobil pada penjaga pintu masuk yang kayaknya sih warga sekitar sini. Murah meriah yeee, udah termasuk parkir lho...

Yang aku suka dari pantai ini adalah , di pesisir nya banyak banget pohon kelapa, selain jadi adem, pantai ini jadi fotogenik deh...

Beberapa kali kesini kondisi pantai nya selalu berubah, untuk kali ini hamparan pasir nya lebih luas jadi bisa dimanfaatkan untuk main bola oleh beberapa pengunjung di sini, bahkan beberapa bule pun ikut bergabung main bola bareng mereka, heuheuheu



Kita berjalan menuju bebatuan yang ada di pojokan kanan pantai tiga ini, alias persis di bawah Villa Hantu. Di sini ombak lumayan besar, tapi bagus nih buat foto foto, apalagi ada semacam bongkahan besar batu yang sedikit terpisah dari bibir pantai. Kita bisa kesana saat ombak belum datang, jadi harus hati hati bila gak mau terhempas manja oleh ombak.


Untung sore ini gak terlalu rame di sini, kalau pas lagi rame, kadang kita harus antre lho untuk bisa fotoan di batuan itu, heuheuheu, gantian nyebrang

Si kecil juga gak ketinggalan bergaya lho, kita bukain bajunya dan pakein semacam kain sebagai bawahan, heuheuheu jadi semacam pepadu Peresean dia..... Guanteng....



Setelah matahari bener bener terbenam, saatnya kita pulang balik Mataram... Huhuhu

Sampai jumpa lagi di trip berikutnya..........

***

Peta Lokasi Pantai Setangi



.
Share:

12 August 2016

Berburu Serabi Santan di Lapangan Nasional Selong Lombok Timur

Yuhuuu akhirnya weekend datang lagi, mari kita jalan jalan....

Kali ini jadwal kita adalah silaturahmi dulu ke keluarga di daerah Teros, Lombok Timur. Teros itu lokasinya ada di sebelah selatan kota Selong, tepatnya diantara Selong dan Labuan Haji.

Nah setelah urusan keluarga selesai, kita lanjut balik ke Kota Mataram, tapi dalam perjalanan pulang, kita mampir dulu nih ke Selong buat nyari cemilan khas daerah sini, namanya Serabi Santen.


Biasanya sih inaq inaq penjual serabi banyak di pasar, tapi siang siang gini susah dicari, hingga akhirnya kita nemu satu penjual serabi di depan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Jalan Patimura Selong, atau tepatnya di pojokan barat-selatan Lapangan Nasional Selong

Saat sampai sana, penjual nya lagi sibuk masak serabi orderan orang untuk dibawa ke Jakarta sebanyak 30 biji. Sambil nunggu orderan kita dimasak, kita ngelihatin proses pembuatan Serabi yang dimasak masih secara tradisional ini.


Ada dua tungku yang dipakai disini, yang dipakai untuk memanaskan cetakan serabi dengan bahan bakar kayu. Jadi awalnya cetakan nya diolesi minyak goreng dulu biar serabi nya enggak nempel ke cetakan. Kemudian bahan utama serabi yaitu adonan tepung beras + air dituangkan menggunakan ceret air ke masing masing lubang di cetakan. Setelah ditunggu beberapa saat, di bagian atasnya dituang air santan. Nah air santan nya ini yang berperan membuat serabi menjadi gurih dan juicy, karena saat disajikan, bagian atasnya ini memang sengaja dibuat enggak 100% mateng.

Ada dua rasa serabi di sini, yaitu yang original (gurih) dan manis. Untuk rasa yang manis, setelah santan dituangkan ke cetakan, dilanjutkan dengan memasukkan air gula merah ke dalam nya. Tapi kalau kita kita sih lebih suka yang rasa original, tanpa tambahan gula merah.


Proses pembuatan serabi ini bagi kita merupakan atraksi seru nih, mulai dari bikin api di tungku, sampai pengemasan, meskipun agak terganggu ama asap tebal yang sering berubah arah sesuai arah angin, heuheuheu. Tapi hal itu enggak mengganggu penjual nya, dia tetep aja santai duduk di situ meskipun sekelilingnya penuh asep #yaiyalahya


By the way, saat nunggu serabi nya mateng, kita sempetin buat foto foto cantik di sekitar Lapangan Nasional Selong ini. Sebenernya enak lho nongkrong di lapangan ini, rindang banget, sejuk, banyak pepohonan, padahal siang ini panas banget lho. Di beberapa titik tersedia bangku tempat duduk, yang siang siang gini di beberapa bangku sudah dipakai orang untuk tiduran (bangku nya panjang, pas banget buat bobo siang). Sedangkan di sisi selatan digunakan sekelompok anak sekolahan untuk nongkrong, masih lengkap dengan seragam sekolah mereka.


Serabi santan ini paling nikmat disantap saat baru diangkat dari cetakan, dengan kondisi asap yang masih ngebul dari serabi nya... Yang paling kusuka tuh bagian atas serabi nya itu lho, alias santan nya tuh belum mateng banget, agak agak cair gitu... gurih gurih asin bikin nagih....

Pokoknya kalau kalian lagi jalan jalan ke Lombok Timur, wajib dah mampir Kota Selong, buat berburu kuliner yang satu ini....
Share:

8 August 2016

Antara Rookie Coffee dan Cozy Coffee Corner

Enggak tahu ya, akhir akhir ini aku lagi seneng nyobain berbagai kopi yang beda beda asal daerah nya. Tapi enggak harus ke asal daerah nya langsung sih, misalkan kalau mau icip kopi aceh, ya enggak harus ke aceh, tinggal cari aja kedai kedai kopi di kota kalian masing masing yang menyediakan biji kopi dari berbagai daerah, baik itu dari dalam maupun luar negeri

Perburuan kopi kali ini aku sampai di Kota Purworejo, Jawa Tengah. Nah untuk menemukan tempat ngopi di jaman serba digital ini enggaklah sulit, tinggal buka instagram trus search dah di situ dengan hashtag #kuliner(nama kota) , nah untuk kali ini aku search menggunakan hastag #kulinerpurworejo .

Berdasarkan kemampuan "kepo" ku, akhirnya aku menemukan dua kandidat utama "kedai kopi" yang layak untuk didatangi yaitu Rookie Coffee dan Cozy Coffee Corner yang masing masing akan aku bahas di bawah ini, yuk ah cekidot :

1. ROOKIE COFFEE
Kedai kopi ini lokasinya ada di jalan Dewi Sartika, Sindurjan atau tepatnya di sebelah barat Kauman Purworejo dengan menempati sebuah bangunan yang tidak terlalu luas tapi masih nyaman.

Sehabis magrib adalah waktu yang sebenernya kurang tepat untuk kesini, kenapa? Karena lagi rame rame nya gaess.... Untung aja aku masih dapet tempat duduk nih.


Setelah dapet tempat duduk, aku langsung menuju bar nya untuk order kopi. Nah dari obrolan singkat dengan barista nya, terpilihlah biji kopi simalungun yang akan diproses oleh barista nya, digiling manual dan diseduh menggunakan teknik aeropress. Weleh apa itu aeropress? Monggo silakan cari sendiri info nya di gugel.

Sesuai dengan namanya, kopi ini berasal dari daerah Simalungun, Sumatera Utara. Setelah dihirup aromanya dan diseruput kopi nya, ternyata citarasa nya tuh khas banget kopi sumatera, enggak jauh beda dengan kopi mandheling dan lintong yang beberapa waktu lalu aku cobain (ini pendapat dari penikmat kopi yang masih awam, jangan diprotes yaaa, heuheuheu)

Segelas Kopi Simalungun
Secangkir Cappuccino orderan adek
By the way kebanyakan kedai kopi menyajikan kopi origin nya menggunakan gelas kecil bening ya, kalau buat difoto ya hasilnya gitu gitu aja, heuheuheu. Berbeda dengan orderan adek ku, secangkir cappuccino nya cantik banget, secantik rasa nya.. Enak enak enak... Meskipun sejujurnya aku enggak terlalu suka minuman kombinasi kopi dan susu karena perutku jadi eneg gitu kalau sampai segelas abis, palingan cuma icip icip dikit aja.

Untuk makanan nya kita order Pasta Saus Carbonara dan Saus Tomato. Dari dua menu ini yang paling aku suka yang Carbonara, paduan keju nya pas, sedangkan untuk yang saus tomat, aku kurang suka, terlalu asem.. kurang gurih jadinya


Overral, rookie coffee ini recommended deh.. Suasananya nyaman, kopi nya asoy, dan baristanya ramah ramah, sabar menjawab beberapa pertanyaan ku tentang jenis dan teknik menyeduh kopi. Next time pasti aku bakal balik lagi *kalau pas ke purworejo*


2. COZY COFFEE CORNER
Kedai kopi yang lokasinya di sebelah utara Alun Alun Purworejo ini masih terbilang baru. Beroperasi mulai sekitar bulan Mei 2016. Yang membuat aku heran tuh, di pintu nya ada stiker "Rookie Coffee", heuheuheu, daripada penasaran, aku pun nanya ke salah satu barista nya. Beliau bilang, memang dulu tempat ini adalah kedai kopi juga dengan nama Rookie Coffee yang sekarang sudah pindah di sebelah barat Kauman Purworejo. Heuheuheu lha kok enggak dilepas ya stiker nya


Kalau dilihat dari luas nya, tempat ini sedikit lebih kecil dari rookie, tapi untungnya masih tetap nyaman duduk lama, ngobrol sambil ngopi di dalam sini.

Seperti biasa, saat order kopi origin, aku pasti sedikit membuka obrolan dengan barista nya mengenai jenis jenis biji kopi yang tersedia. Nah dari obrolan singkat itu, terpilihlah biji kopi sembalun, heuheuheu, jauh jauh dari Lombok ke Purworejo eh malah minum nya kopi sembalun yang notabene dari Lombok.


Aku sih pilih kopi sembalun karena jujur saja aku belum pernah mencicipinya dan mumpung disini ada, yasudah mari kita sikaaat.. Nah Setelah di sruput, kopi sembalun ini ternyata mempunyai citarasa sedikit asam buah tapi ada sedikit tambahan rasa coklat.

Sedangkan adik ku pesen nya yang ringan ringan aja, coffee latte ice, yang merupakan kombinasi kopi, susu, gula dan es batu. Enak sih, cuman aku enggak terlalu suka minuman ginian. Sudah kujelaskan di atas, kalau minum ginian segelas, perutku jadi eneg bin mules.



Untuk cemilannya kita pesen Ropang (8ribu) yang merupakan roti tawar dipanggang dengan es krim di atas nya... huhuhuhu enak enak enak, pas banget buat temen ngopi, jadi inget es goreng yang dulu ada di Kedai Desa, Mataram. Bedanya kalau es goreng tuh es krim nya ada di dalam roti, yang kemudian roti berisi es tersebut digoreng, unik rasanya. Roti nya anget, tapi pas digigit ada es krim yang masih dingin di dalam.

***

Setelah aku coba kedua duanya, aku menyimpulkan kedua tempat ini recommended lah ya, terutama buat kalian yang suka ama kopi manual brew, bukan kopi sachetan. Meskipun enggak luas tempat nya, tapi nyaman, enak makanan nya, dan ramah pelayan nya.

Semoga tempat ini tetap bertahan, jadi pas nanti aku ke purworejo lagi, aku tetep bisa ngopi ngopi hore di sini lagi, heuheuheu
Share:

2 August 2016

Piknik Asyik ke Pantai Mangsit


Meskipun tempat tinggal kita enggak jauh dari pantai, kita ini udah lama banget enggak berjumpa dan bersentuhan dengan air laut di sekitar Lombok. Nah di weekend ini, mumpung semua lagi kosong, enggak ada kegiatan, kita akhirnya cuss ke pantai pagi pagi.

Pantai favorit kita adalah Pantai Mangsit... Kenapa?? Yang pertama, pantai nya enggak terlalu jauh dari rumah, yang kedua jalan menuju kesana sudah bagus dan mulus, yang ketiga enggak ada tiket masuk dan biaya parkir, yang keempat serasa di gili, karena banyak bule mondar mandir, yang kelima pantainya bersih, tenang enggak terlalu rame, dan bersahabat untuk anak anak.... Tapi ada kurang nya, enggak ada tempat bilas nya, heuheuheu


Pemandangan yang pasti kita lihat saat pagi pagi ke pantai mangsit adalah perahu perahu nelayan milik warga sekitar sini yang berlabuh setelah semalaman mencari ikan di laut. Yang bikin seru adalah proses memarkir perahu tersebut menuju daratan, yaitu dengan cara diangkat rame rame alias gotong royong, yuph perahu tersebut benar benar diangkat oleh sekitar 10 orang sampai sekitar 15 meter dari bibir pantai. Tempat parkir perahu nelayan ini semakin lama semakin sempit, dengan semakin banyaknya resort yang dibangun di sepanjang pantai mangsit. Kalau di tanah tempat parkir ini dibangun resort, habislah sudah tanah kosong nya...

Berhubung udah lama gak bersentuhan air laut, anakku awalnya takut takut ama air laut, entah takut atau karena airnya dingin. Tapi setelah sedikit dicelupkan ke air laut, eh dia kegirangan, heuheuheu.




Mainan si kecil yang udah disiapkan untuk main pasir ternyata ketinggalan di rumah gaes, lupa dibawa... duuuh padahal udah dipacking lho semalam, udah dimasukin dalam tas khusus, eh lha kok malah gak kebawa. Ya sudah akhirnya kita main pasir nya cuma gali gali pasir pakai tangan, heuheuheu.

Karena di sekitar sini enggak ada tempat bilas, kita selalu sedia air mineral kemasan ukuran besar untuk membilas si kecil. Kalau untuk minum, kita biasanya beli di warung kecil deket kita main air ini, yang merupakan warung milik warga sekitar sini. Ada kopi, susu dan bahkan indomie rebus atau goreng pun ada...


Sembari nungguin si kecil istirahat sambil mik cucu ama mami nya di deket warung tadi. Aku jalan jalan menyusuri pantai ke arah kanan menuju bagian belakang Sudamala Resort. Di spot ini lumayan ramai. Ada penyewaan alat snorkling, papan surfing dan surfing lesson, alias buat para wisatawan yang pengen surfing tapi belum bisa , disini kita bisa diajari dulu ama trainer nya, diawali dengan teori dan lanjut praktek langsung di laut.

Meskipun jaraknya enggak jauh, kondisi ombak di sini bisa dibilang besar, bila dibandingkan dengan tempat kita tadi main pasir, sehingga di sini bisa digunakan untuk berselancar ria.

Di area kolam renang nya Sudamala Resort, berceceran wisatawan asing yang lagi asyik berenang atau berjemur beserta pasangannya masing masing *huhuhu mupeng*. Sedangkan di pojokan resort, terlihat beberapa penjual kain tenun, gelang dan mutiara lagi berusaha keras merayu tamu hotel untuk membeli barang dagangan mereka. Kegiatan ini diawasi langsung oleh satpam resort, yang berusaha agar tamu tetap merasa aman dan nyaman serta menjaga agar para pedagang enggak masuk area resort.



Jalan Jalan susur pantaiku cuman sampai di sini aja, sebenarnya kalau mau dilanjutin bisa sih sampai ke Katamaran Resort yang lagi happening itu. Saking happening nya banyak banget foto foto yang beredar di instagram. Tapi aku lebih milih balik aja, udah kangen ama anak nih, heuheuhe (padahal baru 15 menit enggak ketemu)

Setelah beres beres selesai dan bayar minuman ke warung, kita langsung cuss balik ke Mataram...

***
Video nya nih, monggo ditonton :


Share:

My Youtube Channel

Blog Archive