Showing posts with label Sunset. Show all posts
Showing posts with label Sunset. Show all posts

25 September 2023

Yang Viral !!! Jembatan Merah Pantai Congot Kulonprogo Jogja

 
Jembatan Merah Pantai Congot, sudah sejak beberapa waktu yang lalu tempat ini viral, aku ikutin terus perkembangan mengenai wisata ini. Awalnya sih enggak boleh masuk karena dijaga satpam, harus kucing kucingan biar bisa masuk. Tapi ternyata sejak minggu lalu sisi yang sebelah barat Sungai Bogowonto sudah dibuka untuk umum (belum resmi), sedangkan yang sisi sebelah timur sama sekali belum dibuka (pertengahan September 2023).

Saat ada waktu lengang, aku langsung meluncur menuju tempat ini, dengan mengajak anak dan istri. Dari Kebumen, kita mengambil jalur JJLS menuju timur ke arah Purworejo sampai di Jembatan Congot. Nah sebelum Jembatan Congot JJLS ini, atau di sebelah baratnya ada jalan ke arah selatan, kita masuk melalui jalan kecil itu yang juga merupakan akses jalan menuju Cafe Bogowonto 77 dan juga Kantor Basarnas Unit Siaga Congot. Di awal jalannya lumayan bagus lah, ada sebagian yang dicor semen, tapi beberapa ratus meter kemudian jalannya jadi tanah yang bergelombang. Kalau mau akses jalan yang lebih bagus, bisa lewat jalan yang menuju Wisata Pasir Kadilangu. Jadi untuk sekarang (Sept 2023) sementara ada dua akses jalan menuju Jembatan Merah. Enggak tahu nanti kedepannya bagaimana, karena ini juga belum dibuka secara resmi sih.





Sampai di lokasi ternyata sudah lumayan ramai, puluhan kendaraan motor dan beberapa mobil sudah terparkir rapi di samping jembatan. Untuk masuk tidak ada tiket masuk, hanya membayar parkir 10rb per mobil atau 3 ribu per motor. Di sekitar parkiran banyak penjual makanan dan minuman seperti goroengan, pop mie, pop ice, jagung rebus dll.

Dari parkiran kita jalan kaki ke jembatan yang posisinya sedikit lebih atas. Akses ke atas masih berupa urukan tanah berbatu, dan sebenarnya jembatan masih tertutup oleh pembatas jalan dengan tulisan "yang tidak berkepentingan dilarang masuk", hal ini menandakan bahwa spot ini sebenernya belum dibuka secara resmi. Dan untuk nama jembatan ini, resminya sebenernya adalah "Jembatan Kali Pasir" , nama tersebut tercantum di salah satu sudut jembatan.



Di area jembatan merah sudah dipadati oleh ibu ibu dengan kostum senam, ternyata mereka mau mengadakan senam bersama di atas jembatan merah ini. Kita pun mengambil tempat di ujung satunya, kita menunggu disini untuk menyaksikan pesawat yang akan mendarat di Bandara YIA. Cakep banget karena pesawatnya bakal lewat persis di atas jembatan merah ini dan terlihat besar karena posisi mau mendarat. Inilah salah satu hal yang membuat spot ini selalu ramai.

Setelah dua kali menyaksikan pesawat lewat di atas jembatan, kita lanjut jalan kaki mengikuti jalan beton tanggul barat sampai ke ujung nya. Spot ini disebut tanggul barat karena berada di sebelah barat sungai bogowonto, sedangkan di sebelah timurnya disebut tanggul timur, jadi tanggul ini mengapit sungai bogowonto di muaranya.




Saat berjalan menuju ujung tanggul pun kita sempat satu kali menyaksikan pesawat mendarat. Semakin sore suasana semakin ramai oleh pengunjung dari berbagai usia, dari anak anak sampai manula pun ikut menikmati pesona tanggul pemecah ombak ini.

Beberapa puluh meter sebelum ujung tanggul, di kanan kirinya terdapat susunan tetrapod yang berfungsi untuk memecah ombak agar tidak langsung menghantam tanggul. Kemarin tetrapodnya masih terlihat putih bersih, tidak seperti yang di pantai glagah yang sudah banyak berwarna coklat, heuheuheu.



Tumpukan tetrapod ini banyak digunakan oleh pengunjung untuk spot foto, cakep banget deh, apalagi dengan background sunset di arah barat. Di sisi timur tanggul barat terlihat barisan joran pancing, ternyata banyak juga pemancing  yang beraksi di muara ini. Semoga di sepanjang tanggul ini nantinya tidak ada warung warung ya seperti di pantai glagah, jadi kurang oke buat foto foto. Warungnya cukup dipusatkan saja di sekitar tempat parkir.

Sampai di ujung kita bisa menikmati ganasnya ombak pantai selatan yang menghempas tetrapod, kadang percikan ombaknya sampai juga ke area pengunjung, jadi harus tetep hati hati.




Share:

13 July 2020

Menikmati Senja di Belakang Hotel On The Rock Saja


Tidak sulit untuk santai sore sambil menikmati senja di Kota Kupang, asalkan pas gak hujan aja, pasti puas dah nongkrong sore di pinggir pantai.

Aku pun mencoba tempat baru yang belum pernah kita datangi buat nongkrong sore, bukan cafe atau tempat makan sih, cuma pinggiran jalan di belakang hotel.


Sudah lama sebenernya aku mengincar tempat ini, sudah kutandai pulau di google maps dengan bendera hijau yang artinya "want to go", namun baru beberapa waktu yang lalu bisa terlaksana.

FYI waktu kita ke spot ini, kondisi dunia memang sedang tidak sehat dikarenakan wabah global Covid-19 atau yang kita kenal dengan nama Corona. Hampir 3 bulan kita di rumah aja untuk memutus penyebaran virus ini membuat kita suntuk dan bosan juga, heuheuheu manusiawi lah ya, hingga akhirnya aku memutuskan untuk nongkrong sore di pantai tapi tetap memperhatikan protokol sesuai anjuran pemerintah.


Aku pilih tempat ini karena memang spot ini bukan merupakan tujuan wisata secara umum, hanya sedikit orang saja yang tahu dan tertarik dengan spot ini. Tak lupa kita memakai masker dan menjaga jarak dengan orang lain sesama pengunjung di sini.

Lokasi ini sebenarnya cukup mudah ditemukan karena letaknya persis di belakang Hotel On The Rock, di Jalan Timor Raya, Kelapa Lima, Kota Kupang. Tapi jalan masuknya bukan lewat hotel ya, melainkan ada jalan khusus di sebelah kuliner seafood depan hotel aston, untuk lebih jelasnya silakan melihat di peta di bawah ini. Nah di google maps, spot ini ditandai dengan nama Pantai Kelapa Lima, karena memang terletak di wilayah kelapa lima.


Jalan masuk di samping kuliner seafood ini bagus deh, terbuat dari paving yang rapi dengan sisi kanan dan kirinya dibuat jalan setapak khusus diperuntukkan bagi pejalan kaki, dan dipercantik dengan barisan pepohonan hijau. Nah di samping kanan jalan ini dibuat pagar/tanggul yang langsung berbatasan langsung dengan pantai/laut lengkap dengan tangga untuk turun ke pantai nya. Selain sebagai pengaman, pagar/tanggul ini bisa dimanfaatkan untuk duduk sambil menikmati kombinasi cantik pantai dan senja.

Jalan paving sepanjang 400 meter ini sayangnya buntu, habis persis di belakang Restoran Klapa. Jadi kalau bawa mobil harus puter balik di jalan ini juga, lumayan sih harus beberapa kali maju mundur agar bisa puter arah.


Spot ini bisa menjadi salah satu spot favorit untuk menghabiskan waktu sore, menikmati sunset bagi kalian yang pengen nongkrong di pantai sore sore, nyunset tapi males kotor kena pasir dan basah kena air laut, heuheuheu. Selain itu spot ini juga gratis lho, enggak ada tiket masuk maupun biaya parkir, juga bersih dari sampah karena enggak ada warung di sekitar sini, biasanya sih kalau ada warung, disitulah ada sampah pembungkus makanan

***

Peta Lokasi Pantai Kelapa Lima, Belakang Hotel On The Rock, Kupang

.
Share:

6 July 2020

Pantai Air Dao - Pantai Favorit di Kupang

Kota dan Kabupaten Kupang di Pulau Timor ini memang dikaruniai banyak pantai yang cantik, baik itu yang sudah terkenal, sudah tertata baik maupun yang tersembunyi, selain Pantai Baliana, ada satu lagi pantai tersembunyi di kupang yang jadi favoritku, orang sekitar menyebutnya dengan nama Pantai Air Dao.

pantai air dao kupang

Aku tahu pantai ini dari hashtag #explorekupang di instagram, dari foto yang diposting oleh salah satu traveller kupang tersebut, aku langsung naksir ama pantai ini karena fotogenik banget, kombinasi cantik antara pasir, tebing batu dan senja.

Aku bilang pantai ini tersembunyi karena pada saat aku lihat pantai ini pertama kali, belum ada info yang valid mengenai lokasi persis pantai ini, sang pengunggah foto pun enggan memberi petunjuk jalan menuju kesana, cuma meberi clue bahwa lokasinya ada di daerah bolok, dekat pelabuhan tenau. Berburu info di google maps pun hasilnya nihil (pada waktu itu).


Hingga akhirnya beberapa waktu lalu (setahun berlalu) aku secara enggak sengaja nemu vlog seseorang di youtube yang lagi jalan jalan ke Pantai Air Dao ini, lengkap dengan petunjuk tempat parkir kendaraan dan jalan masuknya. Aku sangat sangat mengucapkan terima kasih untuk beliau yang sudah secara jelas menjelaskannya, nah teman teman bisa lihat videonya di sini.

Ternyata jalan masuk pantai air dao ini mudah banget ditemukan meski tanpa plang nama, dan aku pun sering banget lewat jalan raya di depan ini, heuheuheu. Petunjuk/ancer ancer Lokasi Pantai Air Dao adalah persimpangan/pertigaan Jalan Yos Sudarso Bolok dengan Jalan/Jalur 40.


Nah di ujung pertigaan itu ada semacam bangunan kios atau warung mungkin ya, enggak tahu juga karena pas aku sampai sini, warung itu tutup. Bangunan ini bukan bangunan permanen, melainkan hanya dari kayu. Nah jalan masuk ke pantai air dao ada di sebelah kios ini.

Ada dua jalur yang bisa kita pilih, di kiri kios (dari arah jalan raya) jalurnya lebih pendek namun lebih curam, sedangkan di kanan kios jalurnya lebih landai namun lebih panjang, tapi enggak panjang panjang amat kok, cuman sekitar 200 meter aja dari jalan raya, dan kita akan langsung sampai ke pantainya dengan menuruni beberapa anak tangga di tepian pantainya. Tentu saja aku pilih jalur yang kanan donk ya, heuheuheu karena bawa 2 anak, serem sih kalau lewat jalur yang pendek tapi curam.


Aku menyarankan datang kesini sih pas sore hari ya, pas laut lagi surut, karena kalau datang pas air pasang, kita cuman bisa melihat dari atas aja, enggak bisa turun ke pantainya.

Saat sampai di pantainya, pasir putih bersih menyambut kita, agak ke tengah dikit pasir putih tertutup oleh rumput rumput hijau (bukan rumput laut agar agar ya), nah diantara dedaunan hijau itu banyak kubangan yang dipenuhi biota laut yang terjebak karena air surut, sejauh yang kulihat dan yang bisa kuidentifikasi sih ada kerang, keong, kaliomang, kepiting, bintang laut, ikan kecil, bulu babi, terumbu karang dan teripang. Dengan banyaknya biota laut seperti ini, menandakan pantai ini masih sehat walafiat.


Dari sini , kita berjalan ke arah kanan, mencari spot spot foto, siapa tau ada yang lebih oke. Dalam perjalanan ini kulihat banyak orang di arah tengah laut, jauh dari garis pantai awal, sambil membungkuk bungkuk membawa kayu dan ember, kayaknya sih lagi berburu kerang atau semacamnya.



Setelah puas foto foto, kita pun kembali ke parkiran, menyusuri jalan setapak tadi, dengan kanan kiri rerumputan dan pohon, untung masih ada sedikit cahaya, coba kalau agak maleman dikit, pasti udah gelap banget ini jalan setapak.


Peta Lokasi Pantai Air Dao, Bolok, Kupang, NTT

 


Share:

29 June 2020

Pelabuhan Tenau : Sunsetnya Memukau


Akhir akhir ini Kota Kupang lagi cerah cerahnya, sunset pun selalu cantik tiap sore. Nah di weekend sore ini sebenernya sih kita enggak ada rencana buat jalan jalan, tapi tiba tiba aja muncul keinginan buat berburu pemandangan senja.

Selepas ashar, kita pun semua siap siap, berharap masih bisa menikmati proses terbenamnya matahari.

Tujuan kita sore ini adalah sekitaran pelabuhan tenau, dan jalur tercepat menuju kesana dari rumah adalah Jalur 40/Jalur XL. Sebuah jalan yang menghubungkan daerah Tenau dengan Bandara El-Tari Kupang. Jalan ini mulus, naik turun, dengan pemandangan yang cantik di beberapa titik, namun sayangnya belum dilengkapi penerangan jalan, kecuali di area jembatan petuk, jadi saat malam tiba harus lebih hati hati karena gelap gulita.

Nah dalam perjalanan ke tenau, kita berhenti sejenak di satu spot jalan lurus dengan kanan kiri pepohonan lebat, untuk sekedar foto foto, berhubung jalanan lumayan rame sore ini, kita harus menunggu kondisi jalan kosong biar lebih yahuuud hasil fotonya, yaaah harus banyak banyak sabar sih. Selain itu kita juga harus menutup muka, ya setidaknya hidung pas truk besar melintas, debunya itu lho, brrrrrr langung beterbangan.

Di titik ini kita tidak lama, dan langsung melanjutkan perjalanan ke ujung Jalur 40. Beberapa ratus meter dari titik pertama tadi, kita sampai di proyek pembangunan monumen pancasila yang udah lebih dari setahun mangkrak. Aku inget banget dulu pas pertama lewat jalur 40, kagum banget ama bentuk kepala burung yang belum jadi itu, berharap sih bakal segera jadi, eh ternyata itu proyek mangkrak. Sangat disayangkan ya, padahal kulihat anggarannya besar lho, hadeh... Ya sudahlah

sumber : antaranews.com
Di sekitar sini aku memberhentikan kendaraan, mencari spot untuk foto foto, tapi enggak menemukan sesuatu yang oke, dikarenakan banyak yang nongkrong di sini dan rimbunnya pepohonan di sekitar jalan, kalau dipaksakan foto sih pasti bakal kurang sip hasilnya.

By the way, dari jalan di depan monumen pancasila ini pemandangannya bagus banget lho, jadi ini khan posisinya miring gitu, jalanan menurun ke arah depan, nah view yang kita lihat di depan adalah laut gaes, plus pulau semau, sebuah pulau kecil di seberang sana.


Belum merasa puas, kita pun melanjutkan perjalanan lagi, dari ujung jalur 40 ini, kita ambil arah kanan menuju pelabuhan tenau, nah kalau misal ke arah kiri kita akan sampai ke Pelabuhan Ferry Bolok, Goa Kristal, PLN Bolok, dan Pantai Baliana.

Pelabuhan Tenau ini lokasinya tidak jauh dari pertigaan tadi, nah untuk bisa masuk ke pelabuhan tenau kita harus melewati loket masuk, untuk kendaraan kita membayar 6000 rupiah saja, dengan mendapatkan tiket/karcis resmi. Pas di loket ini, seorang petugas bertanya mengenai tujuan kita masuk ke pelabuhan, aku bilang aja sih cuma mau foto foto aja di bawah, tapi beliau sepertinya kurang menyukai tujuan kita ini dan bilang kalau kita bisa diusir nanti pas di bawah sana. Heuheuheu, tapi berhubung udah masuk, nanggung, kita lanjut masuk aja, coba aja dulu, toh tujuan kita bukan sesuatu yang negatif. Kalau diusir ya kita pulang


Btw aku sih udah pernah masuk ke areal pelabuhan tenau ini, beberapa waktu lalu saat mau menanyakan mengenai jadwal penyeberangan ke pulau pulau sekitar pulau timor ini, jadi setidaknya aku tahu titik mana aja yang bisa bebas dikunjungi orang umum.

Aku pun mengarahkan kendaraan ke arah kanan pelabuhan, menuju tempat pelabuhan kapal kecil yang ternyata salah satu tujuan penyeberangan kapal ini adalah ke Pulau Semau di depan sana, yang dimana pulau itu kelihatan jelas dari sini.


Di tempat aku berdiri ini, ada banyak hal yang bisa dilihat, di arah depan kiri terdapar kapal yang sedang melakukan bongkar muat BBM, di depan persis ini terdapat kapal kayu yang sedang menunggu penumpang untuk menyeberang ke pulau semau. Kapal ini bisa mengangkut manusia dan motor, tapi tidak untuk mobil. Jadi seru nih misal kita bisa nyebrang ke pulau semau rame rame ama temen, dan motoran keliling pulau pake motor sendiri, lebih hemat pastinya karena biaya cuma 25 ribu / orang (belum termasuk motor). Nah menurut info dari orang kapal, kapal ini juga bisa kita sewa/charter private untuk keliling sekitar pelabuhan ini dengan harga 300ribu rupiah saja.

Sedangkan di arah depan kanan jauh, terdapat proses bongkar muat kapal besar, menggunakan crane. Di sekitar aku berdiri ini juga terdapat beberapa ibu ibu penjual makanan dan minuman, konsumennya sih pastinya orang orang yang mau menyeberang ke pulau semau ya. Sedangkan di arah belakang atas jauh, bisa terlihat gedung berwarna biru yang merupakan kantor bea dan cukai. Aku pernah masuk kesana, wuih karena letaknya di tanah miring, jalan masuk ke kantor itu menanjak curam gaes, harus hati hati banget sih.


Selepas gelap kita pun beranjak pergi dari pelabuhan ini, dan alhamdulilah tidak terjadi hal yang dikatakan oleh penjaga loket tadi. Nah buat kalian yang mau "nyunset" juga di pelabuhan tenau, ini nih peta lokasinya :


.





Share:

30 March 2020

Warna Warni Moms Cafe Pantai Oesapa


Pantai Oesapa bisa dibilang Pantai yang Paling Hits di Kota Kupang, gimana tidak, di sepanjang pantainya berdiri puluhan cafe yang kompak mendesain tempatnya dengan warna warni mencolok plus payung payung peneduh seperti di La Plancha Bali itu lho.


Kalau dihitung hitung sih, aku udah 3 kali ke pantai oesapa, dan ini adalah yang keempat kalinya, dan setiap datang ke pantai oesapa ini aku selalu pindah pindah cafe/tempat nongkrong nya. Nah untuk kali ini giliran Moms Cafe yang kita datangi.

Moms Cafe ini terlihat beda bila dibanding cafe cafe lain karena dia punya 2 lantai, awalnya kita sih mau duduk di bawah, biar si kecil bisa main main pasir juga, tapi karena pemandangan cantik pantai dan sunset banyak terhalang oleh lopo dan payung payungan, kita pun pindah meluncur ke lantai 2 nya.


Bangunan lantai 2 ini bisa dibilang bangunan bukan permanen karena terbuat dari kayu, lantainya pun kayu, jadi kalau diinjek pas melangkah, akan keluar bunyi kriek kriek, eh tapi tenang aja, konstruksinya kokoh kok, dijamin kuat menampung sekitar 20an orang.

Di lantai 2 ini tersedia meja kursi  2 baris dengan view yang ajib, di belakang terlihat jalan utama pantai oesapa lengkap dengan background barisan pohon enau, di samping samping terlihat warna warni cafe cafe yang ada di pantai oesapa dan di depan terlihat pantai oesapa dan matahari yang siap siap balik ke peraduannya.




Untuk pengunjung, sudah ada beberapa di bawah, tapi untuk di lanta1 2 nya, kita adalah yang pertama di sore ini. Kita sampai cafe ini sekitar jam 5 sore , pas banget dah waktunya, matahari udah gak terasa terik. Tahu sendiri lah di Kupang, jam 4 sore aja matahari masih menyilaukan banget, heuheuheu.

Kita memilih tempat duduk yang paling pojok, titik paling jauh dari tangga, karena paling oke spotnya. Seorang pelayan pun datang mendekat dengan membawa kertas menu. Seperti inilah menu menu yang disediakan Moms Cafe :


Sambil menunggu orderan dateng, kita foto foto dulu, sedangkan si kecil tetep asyik di mejanya dengan mainan di tangannya. Nah saat kita foto foto ini berangsur angsur pengunjung lain datang ke lantai 2 ini, padahal di bawah masih banyak banget yang kosong lho, kayaknya memang lebih suka di atas deh, pemandangan lebih luas gak terhalang payung payung warna warni.


Kopi dan Seja.... Paduan yang pas memang, apalagi ditambah Mie Rebus Pedas, makin mantap

Untuk segi rasa, mie ama kopinya yaaa sama aja sih standar, cuman ya itu kalau dibuatin warung tuh rasa mie rebusnya entah kenapa bisa jadi lebih enak daripada bikin sendiri , heuheuheu.

Sedangkan si kecil seperti biasa aku pesenin kentang goreng aja, favoritnya ya itu, ama es milo. Untuk makanan yang lain, kita juga pesen jagung bakar serut dan pisang gepeng. Jagung bakar serut ini disajikan dengan sambal lu'at (khas NTT) dengan citarasa yang asam, kalau menurut lidahku sih kurang cocok ya buat cocolan jagung bakar, lebih enak dimakan tanpa sambal. Sedangkan pisang gepeng ini sama kaya pisang epe di makassar, pisang kepok yang belum terlalu matang dibakar terus digeprek , lalu dikasih topping.


Kalau dilihat dari segi harga, menu makanan di pantai oesapa ini memang mahal, di atas rata rata warung warung di sekitar kupang. Tapi ya wajar sih , disni selain makanan, juga menjual suasana dan pemandangan, seperti halnya tempat makan di sekitar Gili Gili di Lombok, pasti lebih mahal. Tapi oke kok buat bersantai menikmati senja. Kalian wajib coba kalau ke Kupang

***

Peta Lokasi Mom's Cafe Pantai Oesapa, Kupang

.

Share:

10 February 2020

Jalan Jalan Sore ke Pantai Panmuti Kupang


Sudah lama sebenernya aku mengetahui pantai ini, dan udah aku labeli "Want to Go" di google maps, namun baru akhir Juni 2019 kemarin aku bisa nyampe ke Pantai ini.

Nama pantainya adalah Pantai Panmuti, yang berlokasi di Dusun Kuannoah, Noelbaki, Kab Kupang dan berjarak sekitar 19 km dari pusat kota Kupang. Akses untuk menuju ke pantai ini sangatlah mudah, aku sarankan sih menggunakan kendaraan pribadi aja ya, bisa motor atau mobil. Rutenya gampang banget, udah aku taruh di google maps di bawah ini, pokoknya ikutin aja saran jalur yang dibuatin google maps, dijamin bisa sampai ke lokasi.


Kondisi jalan menuju pantai ini 90% bagus, hanya menyisakan sedikit saja yang masih jalan tanah. Nah jalan tanahnya ini di beberapa titik terdapat bebatuan, kalau kalian menggunakan mobil, saranku sih jangan pakai mobil sedan atau yang pendek, karena bisa mentok batu. Kalau naik semacam Avanza dkk sih aman.


Saat aku ke pantai ini, enggak ada petugas yang menjaga ataupun menarik tiket masuk dan tiket parkir, alias gratis. Untuk parkir kendaraan bebas, bisa dimana aja asal jangan di jalan nya ya, haha. Bisa pilih yang teduh di bawah pepohonan, tapi ati ati pas turun kendaraan, karena di sekitar sini banyak banget ranjau kotoran sapi, mulai dari yang kering sampai yang masih segar basah hangat.


Di sekitar parkiran ini pepohonannya fotogenik dah, dan ada koloni kaktus di beberapa titik. Kalau lupa bawa minuman dan cemilan, tenang aja, ada warungnya kok, oia ada pula yang jual kelapa muda menggunakan mobil, kalau ini kayaknya sih enggak menetap, kadang ada kadang enggak. 


Ada dua tujuan yang bisa kita sambangi, yaitu bibir pantainya dan bukit putih di arah kanan pantai. Kalau aku sih cuma turun ke pantainya aja, foto foto, nemenin si kecil yang main pasir, ngemil ngemil, sambil menikmati suasana senja.



Nah buat kalian  yang pengen explore lebih, bisa jalan kaki lagi ke arah kanan , mendaki bukit putih yang fotogenik itu. Dari atas bukit, pemandangannya lebih bagus sih, tapi berhubung kita lagi bawa bayi nih, jadi males buat naik naik bukit.



***

Rute Menuju Pantai Panmuti Kupang

Share:

My Youtube Channel

Blog Archive