20 October 2015

Pantai Batukijuk : Kombinasi Wisata Alam dan Kuliner

Daerah Sekotong Lombok Barat ini sebenernya memiliki garis pantai yang panjang dan cantik, berpasir putih dan ombak yang bersahabat, diharapkan sih kedepannya bisa maju wisatanya seperti daerah daerah lain, bahkan kalau dibandingkan ama Pantai Senggigi, pantai pantai di daerah Sekotong ini jauh jauh lebih indah.



Salah satunya adalah Pantai Batukijuk yang berjarak sekitar 1,5 jam dari pusat Kota Mataram. Pantai ini menawarkan dua wisata sekaligus, yaitu Wisata Alam dan Wisata Kuliner.

1. Wisata Alam
Pantai Batukijuk ini berpasir putih, dengan ombak yang tenang. Disini terdapat banyak perahu bersandar yang bisa disewa untuk memancing, maupun untuk meyeberang ke Gili Nanggu, Sudak, Tangkong dan Kedis yang saat ini menjadi alternatif tempat menyeberang ke gili gili tersebut selain Pelabuhan Tawun yang memang sudah terkenal sejak lama. Silakan lihat peta di bawah ini :

Peta Lokasi Pantai Batukijuk
Selain itu, beberapa puluh meter dari bibir pantai batukijuk juga ada satu gili yang bernama Gili Madu, yang hanya berupa gundukan tanah berisi bebatuan, yang kalau saat surut kita bisa jalan kaki ke Gili Madu itu (view map)

2. Wisata Kuliner
Pantai Batukijuk ini semakin lengkap dengan berdirinya beberapa warung yang menyajikan menu utama Ikan Bakar, sama halnya dengan wisata kuliner ikan bakar Pantai Nipah yang lebih dulu terkenal membahana yang tiap sore gak pernah sepi, apalagi pas akhir pekan.

Beberapa waktu lalu, aku bareng temen temen, sekitar 15an orang sengaja ke Pantai Batukijuk untuk menikmati sajian khas Ikan Bakar sambil duduk duduk santai di berugak menikmati sajian indahnya pemandangan pantai yang tenang ini.


Selain ikan bakar, disini juga menyediakan Plecing Kangkung, Tahu Tempe Goreng, dan tentu saja menu langganan kita Gurita Pedas Manis. Tapi untuk bisa menikmati lezatnya sajian gurita ini, kita harus bersabar, karena untuk mengolah daging gurita ini memang agak lama, karena kalau asal goreng, bisa keras alot kaya sendal jepit.


Tapi tenang saja, penantian yang lama akan terbayar dengan lezatnya Gurita Pedas Manis yang disajikan dalam bentuk potongan dadu, jadi tingal "Leep" sekali suap, dijamin gak nyesel deh. Maknyussss.

Narsis dulu, daripada boring nungguin Gurita


Share:

16 October 2015

Teba Mega Cafe : Sajian Seafood di Pinggir Pantai

Cerita liburan ke Bali kali ini masih dsponsori oleh sebuah perusahaan berwarna orange. Nah setelah siang tadi kita udah seharian meeting di ruangan tertutup di tengah kota, malam ini kita dijadwalkan untuk refreshing, menepi sejenak dari tumpukan kerjaan menuju ke Pantai Jimbaran sekalian dinner seru ditemani suara gemuruh ombak dan asap pembakaran dari ikan ikan bakar.

Sekitar jam 7 malam, sebuah bus berwarna ungu sudah siap di depan hotel untuk mengantar rombongan kita ke Pantai Jimbaran. Dari lokasi hotel sampai ke Jimbaran tuh gak jauh, gak sampai 20 menit, kita sudah sampai di parkiran dimana di sebelah atas terdapat tulisan besar "WELCOME TO MUAYA CAFE AREA".


Di area ini ada beberapa cafe/warung yang semuanya menyikan menu seafood, ya memang sih di sepanjang pantai ini memang sudah dari dulu terkenal dengan sajian seafoodnya, terutama pas malam gini, gak pernah sepiii oleh para pemburu kuliner laut.

Ada satu cafe yang namany audah gak asing lagi buat aku, namanya Menega Cafe, karena memang menega ini juga ada di lombok, yang lokasi nya sama sama di pinggir pantai dan menu nya pun sama "seafood"

Tapi rombongan kita ternyata gak makan di menega, melainkan di sebelahnya persis, namanya "Teba Mega Cafe". 


Sumpah ya suasana malam ini tuh, ruaaamee abisss, untung masih ada dua meja yang kosong, kalau enggak, bisa bisa kita duduk lesehan di pasir nih, heuheuheu, enggak sampai segitunya sih, karena ada kok yang indoor, malah masih kosong semua mejanya, semua tamu lebih memilih yang outdoor, yang di pinggir pantai. 


Sesaat, aku jadi teringat peristiwa bom bali 2 tahun 2005 lalu, serem juga cui karena salah satu TKP nya tuh ada di sini, tepatnya di Menega Cafe, yang persis ada di sebelah Teba Mega Cafe. Gak bisa kubanyangin dah dulu tuh suasananya kaya gimana, kawasan pantai seramai ini di bom.... Ngeriii...

Udah ah, gak usah dibahas lagi masalah bom nya.... 

Berhubung ini makan malam bersponsor, jadi gak perlu ribet mikirin pilah pilih makan apa dan berapa harga. Tinggal duduk manis, sambil ngobrol ngobrol, makanan langsung datang.

Menu yang disajikan berupa paketan Seafood, ada 1 ikan bakar, 3 udang bakar, 4 kerang bakar, dan dua tusuk sate cumi, ditambah plecing kangkung dan sambal. Menu yang bakar bakar tadi pake bumbu dasar bercita rasa manis, nah buat yang suka pedes, tinggal dicocol ke sambal nya, huhuhuhuu Endesss markendes.... Uenaaaak


Selain makanan nya yang enak, suasana di sini juga mendukung banget, ada alunan musik alam berupa deburan ombak yang mengalun 24 jam, ditambah lampu kerlap kerlip pesawat di langit yang mondar mandir naik turun bandara Ngurah Rai. Untungnya sih sekarang lagi musim kemarau ya jadi tenang, gimana kalau pas musim penghujan yaaa, lha disini kan outdoor, nah pas tiba tiba ujan, ya pasti langsung bubar semua...

***

Peta Lokasi Teba Mega Cafe via Google Maps


Share:

12 October 2015

Jalan Jalan Nostalgia

Jalan Jalan bareng teman yang udah lama gak pernah ketemu dan ke tempat tempat yang udah lama gak didatengin tuh bisa jadi sebuah perjalanan nostalgia, yang seru, luar biasa....... meski kita cuma berdua dan sesama pria #heuheuheu

Kebetulan pas weekend libur Idul Adha kemaren, ada temen dari Surabaya yang dulu kuliah bareng 3 tahun di Jakarta dateng ke Lombok. Nah Setelah lulus beberapa tahun lalu (berasa tua banget yee), dia tuh dapet kerja di Makassar, Sulawesi, sedangkan aku alhamdulilah dapat kerja di Lombok, huhuhu. Singkat cerita, dia cerita kalau mau jalan jalan ke Lombok, kebetulan pas aku libur, aku anterin dah muter muter lombok naek motor berdua (romantiss abiss)

Dia mendarat ke BIL sekitar jam 10 malam, hari rabu, malem lebaran idul adha. Berhubung udah malem banget dan sayang duit kalau mau nginep di hotel, akhirnya dia memutuskan buat nginep di bandara aja, setelah ijin ke petugas keamanan, dia diperbolehkan tidur di musholla bagian dalam (bukan yang di parkiran), dan ternyata bukan hanya dia yang transit semalam disitu lho, ada tiga orang yang lain yang senasib.

***

Hari kamis, sekitar jam setengah 10 pagi, kujemput dia ke BIL. Weleh kasihan banget, ternyata  dia belum makan sejak semalam... Ngenes banget sumpah. Yaudah akhirnya kuajak makan dulu di Warung Makan Cahaya, yang persis di depan BIL dengan menu Nasi Puyung yang rasanya endess banget.

Nah sambil makan ini, kita ngobrol ngobrol mengenai tujuan jalan jalan kita hari ini. Aku sih gak menawarkan tujuannya , tapi aku nyerahin ke dia, tujuan nya kemana aja, yaaa meskipun agak kurang wajar ya, tapi aku berusaha biar bisa

Aku bilang kurang wajar karena jam sepuluh ini kita harus cuss dari depan Bandara ke Pantai Tangsi/Pink dan Tanjung Ringgit di Jerowaru. Kemudian dilanjut ke Pantai Seger, Tanjung Aan dan Sunsetan di sekitar Kuta, heuheuheu, buat yang tinggal di lombok pasti tahu dimana letak ketidak wajaran nya :)

1. PANTAI TANGSI/PINK
Pertama kesini tuh sekitar bulan Oktober 2011, waktu itu belum jadi tempat wisata umum, pintu masuknya aja masih ada gerbang dari bambu yang harus kita buka dulu biar bisa masuk. Sekarang ini adalah kunjungan untuk ke sekian kali nya, belum bosen bosen dan belum kapok kapok meskipun jalan menuju kesana gak beres beres sampai sekarang.

Alhamdulilah nya temenku ini gak mengeluh, gak merengek, gak protes protes lebay tentang jalan nya. Dia menikmati banget, meski naik motor, panas, berdebu dan melewati jalan yang aduhai bergejolak yang bisa bikin isi perut terkoyak koyak.

Sekitar jam 12 siang, pas banget matahari di atas ubun ubun kita sampai di pantainya, dengan membayar tiket 5 ribu rupiah/motor. Ada yang beda di pantai ini, terakhir banyak warung warung berdiri dengan tak teratur di sepanjang pantai. Tapi kali ini kulihat gak ada, malah banyak berugak berugak yang bisa dipakai secara gratis.

Eits tapi setelah kulihat lihat ke arah kiri, di kaki bukit pembatas pantai Temeak, ternyata disitulah berkumpul warung warung yang dulunya berantakan, top dah... jadi lebih tertata. Cuman kurang nya itu tempat sampah.




Pas mau nyari minum di salah satu warung, eh aku ketemu Mas Sugeng, orang Klaten yang sudah menetap lama di lombok, beristrikan orang lotim dan sekarang udah punya tiga orang anak dan menjadi salah satu pemilik warung di pantai tangsi. Ternyata dia masih hapal aku, heuheuhue terharu. 

2. TANJUNG RINGGIT
Bulan Juli 2011 adalah kali pertama aku blusukan sampai Tanjung Ringgit, bermodalkan naik motor dan peta di google maps. Gak ada perbedaan yang mencolok antara dulu dan sekarang... Cuma bedanya sekarang harus bayar 5 ribu supiah/motor. Padahal terakhir kesana sekitar setahun lalu masih gratiss.


3. BUKIT BUKIT DI PANTAI SEGER
Setelah dua jam lebih motoran dari Tanjung Ringgit, akhirnya kita sampai juga di area Pantai Seger. Di sini kita harus bayar 10 ribu, dua kali lipat dari tiket pantai sebelum2 nya. 

Seperti biasa, temen temen yang ku antar kemari pasti kusaranin buat fotoan di sekitar Jembatan dan Patung Putri Mandalika. Kemudian dilanjut naik ke salah satu bukitnya. 

Meskipun sama gersangnya dengan Pantai Tangsi dan Tanjung Ringgit, tapi disini lebih nyaman karena banyak angin, jadi terasa semilir. Gak kayak dua objek sebelumnya, panas abisss....



4. TANJUNG AAN
by the way, ini adalah salah satu pantai di Lombok yang paling sering diliput di acara acara jalan jalan di Stasiun TV Nasional. Saking seringnya, bikin aku jadi males ke Tanjung Aan dengan keinginan/hasrat sendiri, kecuali seperti saat ini, pas nganterin temen jalan jalan.


5. PANTAI KUTA
Sebagai penutup jalan jalan kali ini, kita nongkrong bentar di Pantai Kuta, nikmatin sunset sekalian foto foto di Huruf Huruf Merah Besar bertuliskan "KUTA LOMBOK", yang saat ini spot itu menjadi spot sejuta umat, terutama bagi yang baru pertama kali datang ke Pantai Kuta.


Ngomong ngomong masalah Pantai Kuta, dulu di sepanjang garis pantai ini berjajar warung/cafe , tapi kemudian sekitar setahun yang lalu mereka semua digusur dan dipindah ke seberang jalan. Jadi sejak saat itu sampai sekarang, sepanjang garis pantai ini bebas bersih dari warung2, berganti dengan pohon pohon, berugak dan jalan setapak.


Share:

8 October 2015

Ayam Betutu Khas Gilimanuk Bali : Wajib Dicoba Saat di Bali

Malam ini (10092015) adalah jadwal kita (aku, temon, H dan robert) untuk belanja oleh oleh di Joger dan Khrisna, bukan buat sendiri semua sih, kebanyakan malah titipan oleh oleh temen, ada kaos, sendal, gantungan kunci, dan celana.

Nah setelah capek mondar mandir berburu oleh oleh, kita mampir dulu di salah satu warung makan yang ada di Jalan Tuban, Bali, Namanya Ayam Betutu Khas Gilimanuk Bali. Sesuai dengan namanya, menu utama di warung ini adalah Ayam Betutu yang merupakan salah satu kuliner khas dari Bali yang sudah mendunia.

Kata temenku, si Robert sih, warung ini adalah warung ayam betutu paling terkenal dan enak di Bali (aku baru tahu loh) heuheuheu, jadi penasaran, seenak apa sih ayam betutu di sini. Padahal sebenernya aku sih gak terlalu suka ama bumbu betutu, karena terlalu terasa banget rempah rempah nya... Tapi bukan berarti gak doyan ya, kalao ada seporsi ayam betutu di depan mata ya pasti langsung kuserbu :)

Saking terkenalnya, saat ini outlet ayam betutu ini udah ada 7 di seputaran Bali dan 3 di seputaran Jakarta loh, dan salah satunya ada di Jalan Tuban No.2X, Kuta, Badung, Bali Gak terlalu jauh dari Bandara Ngurah Rai. 


Ternyata kabar "terkenal" itu benar adanya, jadi pas kita datang sekitar pukul setengah 8 malam, tempat duduk di dalam penuh, dan dari menu menu makanan yang ada yang tersisa cuma Ayam Betutu Kuah dan Goreng, menu lainnya abis bis bis..... Ya sudah apa boleh buat, kita pun duduk di luar dan cuma order 2 ayam betutu kuah dan 2 ayam betutu goreng. Heuheuheu

Meskipun lagi rame ramenya, ternyata gak perlu waktu lama untuk menunggu orderan dateng. Untuk satu menu Ayam Betutu Kuah terdiri dari Sepiring Ayam Betutu Berkuah dan Sepiring Plecing Kangkung + Kacang Goreng + Sambal Matah.

nasi nya dipesan terpisah
Rasanya??

JUARAA.... Uenak tenan. Gurih rempah rempahnya gak lebay, masih dalam ambang batas, terus lebih asoy disantap bareng ama pelcing dan sambal matah nya, beuhh pedas nya bikin air mata terkuras, tapi bikin nagih, jadi pengen lagi dan lagi...

Foto dulu, sambil nunggu orderan dateng
Share:

4 October 2015

Warung Bandung : Makan Sambil Main Ayunan

Masih inget gak postingan ku beberapa waktu yang lalu tentang ayunan pinggir pantai yang lagi booming di Lombok? Ternyata demam ayunan ini bukan hanya di pantai pantai aja lho. Tapi udah merambah dan menjamah Cafe, namanya "Warung Bandung".

Warung Bandung ini lokasinya ada di Jalan Abdul Kadir Munsyi No. 5 Mataram, atau di sebelah barat Perempatan Punia, atau di seberang rumah nya Pak Farid Amir (sang Saudagar di Mataram).

Warung Bandung yang belum lama beropaerasi ini adalah milik dari salah satu artis ibukota yang memang berasal dari Lombok namanya Anita Maerani, atau lebih dikenal dengan nama Anita Mae (monggo di search di om gugel). Selain owner, beliau juga jadi chef utama nya lho.

Kalau kalian penggemar tayangan One Stop Football pasti tau lah ama orang ini, lha dia pernah jadi pembawa acara nya. Sekarang beliau sudah menetap di Lombok bersama Suami nya yang asli Sunda. Suaminya sendiri sudah lebih dulu buka usaha Game Center bernama ZONE Net, persis di samping Warung Bandung.

Kebetulan aku mendapat kehormatan untuk hadir di Soft Opening nya beberapa hari yang lalu. Alhamdulilah ya, bisa icip icip makanan :) Heuheuheu, ayo ayo buat kalian kalian yang mau promoin usaha warung nya di sini, silakan bisa undang kita icip icip menu makanan nya, gak perlu bayar biaya promosi, gratiss :)

Warung Sunda ini menyajikan menu makanan yang tidak terlalu berat, seperti Seblak (dengan varian Ceker, Telur, Baso), Indomie (dengan varian tektek, kuah susu, mie goreng), Sosis, Kue Cubit (dengan varian topping Kitkat Coklat, Kitkat Green Tea, Marshmallow dll), Smoore's (Marsmallow+Coklat). Sedangkan untuk minuman nya ada Milkshake, Thai Tea, Cappucinno, Mint Tea, Jasmin Tea, Teh Tarik, Lemon Tea.

KUE CUBIT (9k-15k)
harusnya 9, yang satunya udah di perut
Kue Cubitnya Disajikan dengan nampan kayu yang lagi ngehits di mana mana. Sumpah deh, ini kue cubit terenak yang pernah kurasain di Mataram. Dulu pernah nyoba beli kue cubit di Jalan Majapahit (depan Pom Bensin) buat takjil buka puasa, rasanya biasa aja, dan penampilan nya juga kurang menggoda. Kemudian kemaren juga udah nyoba di Mimi Food, Jalan Majapahit. Rasanya agak berlebihan, jadi makan satu biji aja udah eneg. Tapi beda banget ama kue cubitnya warung bandung, uenaaak banget, bagian bawahnya agak kering, tapi dalemnya halus dan lembab, manis nya pas, gak lebay, dan topping nya berkelas, ada kitkat, marsmallow, dan Ovomaltine. Rasanya mirip ama kue cubit yang sebulan lalu kucoba saat acara Festival Kuliner di Beachwalk Bali.

SEBLAK (8k-10k)
Pas banget, kemaren tuh aku ngiler saat baca postingan blog sebelah mblusuk.com tentang seblak, eh sekarang aku bisa icip icip Seblak juga. Tapi bedanya, dia seblak instan sedangkan aku bukan instan, alias makan langsung di warung nya. Aku sih sebenarnya pernah makan seblak, tapi yang kering, yang ada di varian keripik Maicih yang rasanya super duper pedesss.


Untuk seblak basah, ini adalah kali pertama aku menyantapnya. Ternyata wujudnya tuh kerupuk yang direbus toh, heuheuheu biasanya kan kerupuk tuh digoreng. Aku kasih tambahan Ceker biar makin Joss. Menurutku enah nih seblak nya, gurih dan pedesnya juaraaa.. Siap siap air minum aja biar gak kepedesan...

INDOMIE KUAH SUSU (15k)
Awalnya aku sempet ragu mau pesen menu ini, karena takut aneh rasanya, maklum aku nih penikmat mie instan yang mainstream, biasanya cuma mie kuah + telur + sayur + cabe, udah, Lah gimana kalo ditambah Susu ??


Weleh, ternyata uenak cui... jadi terasa lebih gurih dan lebih creamy. Nge Blend abiss.. Gegara menu ini nih, aku jadi berhasrat untuk bikin sendiri di rumah, tinggal beli susu nya aja.

***

Selain karena chef nya artis, ada satu lagi daya tarik dari warung ini, yaitu tempat duduknya yang berupa ayunan. Ayunan ini terbuat dari kayu yang digantung pakai tali ke sebuah besi yang menempel di dinding bagian atas. Unyu deh... Jadi kita bisa makan sambil goyang maju mundur....



WARUNG BANDUNG
Jalan Abdul Kadir Munsyi No. 5 Punia Mataram (lihat peta)
IG & Twitter : @warungbdg

Share:

My Youtube Channel

Blog Archive