13 April 2014

Semalam yang Super Seru di Gili Sudak

Trip kali ini boleh saya bilang lebih seru daripada trip trip sebelumnya nih, karena bukan cuma jalan ke lokasi foto foto trus pulang di hari yang sama, tapi kali ini kita nginep di lokasi yang kita tuju, yaitu Gili Sudak di Sekotong, Lombok Barat, dan nginepnya itu bukan di penginapan layaknya hotel mewah atau villa, tapi dengan mendirikan tenda di pinggir pantainya Gili Sudak.... Wiii sebelum sampai sana aja udah ngebayangin bakal seru abiss...

Keseruan ini dah dimulai sejak sebelum sampai di penyeberangan, yaitu saat hampir memasuki wilayah sekotong, tiba tiba hujan deras datang, padahal ini udah hampir jam lima sore lho, perjalanan masih jauh dan sampai sana masih harus diriin tenda. Tapi ternyata ini gak menyurutkan semangat temen temen, mantep dah, kebetulan kita semua bawa jas ujan, jadi kita tetep terobos itu hujan deres dengan memakai jas ujan.

Jalur Offroad

Untungnya setelah sampai wilayah sekotong, Hujan reda. Wah makin semangat kita ini. Hingga kemudian keseruan dimulai lagi, saat mau memasuki dusun medang, jalur udah tidak beraspal lagi, alias tanah becek sehabis diguyur hujan. Wiii ini mah bisa dibilang kita nerobos jalur offroad ini, lebih pasnya sih pakai motor trail ini. Alhamdulilah semua selamat sampai tempat penyeberangan, gak ada yang sampai jatuh.


Saya pilih lewat sini bukan lewat pelabuhan tawun karena lewat sini pelayanannya lebih asyik dan lebih terjangkau harganya. Di Dusun Medang ini ada seseorang yang udah dikenal di kalangan para personel Lombok Backpacker (LB), yaitu Pak Sahar, beliau sering mengantar team kita dari LB untuk menyeberang keliling Gili Nanggu, Sudak dan Kedis dengan harga miring. Nah di lokasi menyeberang ini ada satu bangunan tua yang udah bolong bolong dinding nya, bangunan ini ternyata masih sangat berfungsi dan bermanfaat, yaitu digunakan sebagai lokasi penitipan motor bagi orang yang menyeberang ke gili nanggu/sudak/tangkong, baik itu yang menginap/camping atau pun yang memancing di malam hari dan kembali keesokan paginya. Dijamin aman karena dijaga warga, dan kita tinggal bayar ongkos lima ribu aja.


Perjalanan menyeberang menuju Gili Sudak kali ini terasa lebih indah karena ditemani senja di langit barat sana, yaaa meskipun agak mendung sih... tapi lumayan lah ya.

Sampai di Gili Sudak udah gelap bro... untung ada beberapa lampu emergency yang kita bawa, sangat membantu banget nget nget di kegelapan malam ini. Untungnya saya udah beberap kali camping jadi gak ngerasa ribet pas diriin tenda, lancar jaya gan...

Setelah semua tenda tegak berdiri, acara selanjutnya yaitu masak memasak, persiapan untuk dinner romantis di pinggir pantai. Tugas masak dibagi dua, kaum adam bertugas memasak sayur, sedangkan kaum adam bertugas membakar ikan. Tanpa komando dari siapa siapa, semua tugas berjalan dengan lancar dan selesai bersamaan. Dan akhirnya acara puncak pun dimulai, apa itu? Yuph apalagi kalau bukan MAKAN MALAM, woyooo semua menu yang tersaji terasa super uenak di lidah, hmmmm apalagi sambalnya... Juaraaa...!!!



Gak tahu ya karena keberuntungan atau karena kebetulan, setiap camping pasti langitnya cerah ceria, seperti halnya malam ini, langit di atas wilayah Sekotong ini bagus banget, bintangnya banyak banget, sepeti butiran butiran debu di langit, dan sesekali salah satu dari mereka meluncur secepat kilat membentuk garis cahaya yang biasa kita sebut dengan bintang jatuh, wuihhh keren gan.

Narsis dulu gan

Malam ini jadi semakin indah karena salah satu dari temen ada yang maen gitar, dan kita pun nyanyi bareng bareng, hohohoh seru abiss... Nyanyi sampai puas... hingga satu persatu dari kita ngantuk dan masuk ke tenda, tapi saat saya mulai tidur di tenda, masih ada beberapa temen yang masih asik nyanyi, yaah lumayan lah tidur di tenda, di pinggir pantai, diiringi suara gitar, semoga mimpi indah malam ini.

Suara burung di pagi hari bikin bangun pagi kali ini makin seger, jadi semangat bangun pagi buat menyambut sunrise, berharap semoga sunrise kali ini cantik.

Yuhuuu, ternyata pas sampai di sisi timur pulau, udah ramai aja ini di sini, selain group kita juga ada group pemancing yang awalnya saya kira orang lokal sekotong, eh ternyata orang jawa gan, ketahuan dari bahasa obrolan mereka, jawa banget. Dengerin obrolan mereka jadi ini serasa bukan di Lombok, tapi di pulau kecil di pelosok pesisir jawa *tepokjidat


Syukur alhamdulilah pagi ini gak ada mendung di langit timur, jadinya sang mentari bisa muncul dengan lancar di balik bukit. Nah sambil menunggu sang mentari bener bener muncul, hal seru yang wajib dilakuin adalah foto foto, ada beberapa kamera yang bertugas mengabadikan momen indah di pagi ini yang masing masing dibawa temen temen, ada Gopro Hero 3 BE, Sony DSC-TX20, Canon EOS 40D, Sony A200 dan tentu saja kamera dari hape masing masing.



Ya namanya juga manusia ya, kesukaannya beda beda, gak bisa semua anggota team melakukan hal yang sama di waktu yang sama, seperti di pagi ini, ada yang snorklingan, ada yang cuma mandi mandi di pinggir, ada yang jalan jalan menyusuri pantai, ada yang cuma duduk di pasir deket tenda, dan ada pula yang sibuk masak buat sarapan.. Hohoho,kalau saya termasuk yang ikut snorklingan.

kopi aroma pantai

Lumayan menyedihkan sih kondisi terumbu karang di gili sudak ini, lokasi yang dulu pertama kali saya ke sini penuh dengan terumbu karang dan bintang laut, kini hanya berupa hamparan pasir putih, entah kemana mereka sekarang. Nah untuk dapat menemukan sekelompok terumbu karang, kita harus berenang agak ke tengah, di situ masih ada terumbu yang tumbuh subur dengan ikan ikannya yang bergerombol. Satu jenis biota laut yang selalu ada di sini adalah bulu babi, mereka berkelompok membentuk gerombolan gerombolan berwarna hitam dengan duri duri panjangnya yang menyeramkan, kalau bisa jangan deket deket dah kalau gak mau kena tusuk, perih gan.












Pas selesai snorkling, pas pula masakan mateng, nah pas banget ini bisa langsung sarapan dengan menu Nasi Goreng ala chef Nara, wohoo ini kedua kalinya saya makan nasi goreng hasil karyanya, dulu pertama kali makan pas camping di Pulau Kenawa, Sumbawa, ya lumayan lah ya rasanya, bisa diterima perut, apalagi perut yang lagi kelaparan gini


Menjelang siang, semua tenda sudah beres kita bongkar, dan kapal jemputan pun tiba. Kita sepakat sebelum kembali ke pulau utama yaitu Lombok, kita mampir dulu ke pulau kecil di seberang sana, yaitu Gili Kedis, tujuan utama nya ya foto foto, hihihhi maklum kita kita ini maniak foto.


Sunggu beruntung kita ini, siang hari ini kondisi cuaca lagi bagus bagusnya, pantai di gili kedis lagi gak surut juga lagi gak pasang, alias sedang sedang aja, jadi bagus banget buat fotoan... Gak percaya?? Nih foto fotonya :






Setelah puas fotoan, akirnya kita kembali ke kapal dan melanjutkan perjalanan menuju tempat kita menyeberang kemaren di dusun medang, untuk selanjutnya balik ke kota tercinta, Kota Mataram.

Alhamdulilah semua tersenyum puas meskipun terlihat pada kecapekan semua.. Dan akirnya..... sampai jumpa ya di Trip seru berikutnya :)


jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok LOMBOK itu INDAH
Share:

24 March 2014

Mampir ke Monumen Bom Bali di Kuta

Setiap kali ke Bali pasti lewat jalan yang namanya Jalan Legian, tapi pas lewat itu gak pernah sekalipun mampir di Monumen Bom Bali di pinggir jalan legian itu. Dan setiap lewat jalan itu, naik kendaraan sambil lihat monumen itu sambil berkata dalam hati "Ahh nanti kalau balik lagi kesini, mampir ke monumen itu ahh", dan setelah beberapa kali berangan angan seperti itu akhirnya kunjungan ke Bali kali ini saya bener bener nyempetin waktu buat mampir, meskipun cuma sebentar, ya namanya juga mampir ya pasti sebentar :)

Lihat kanan kiri ternyata gak ada parkir khusus buat pengunjung monumen ini, dan akhirnya saya terpaksa parkir kendaraan di gang yang ada di samping Panin Bank, saya menjadi semakin yakin untuk parkir di situ gegara disitu memang banyak motor parkir, hihihi padahal ini gang bukan tempat parkir.

Gak ada tiket masuk untuk bisa masuk ke kawasan monumen ini, ya memang ini sih sebenernya bukan objek wisata ya, tapi monumen yang dibangun untuk memperingati peristiwa pengeboman di wilayah ini tepatnya di Sari Club dan Paddy's Cafe sekitar sepuluh tahun lalu. Kabarnya sih nama asli spot ini adalah "Monumen Panca Benua", tapi oelh masyarakat luas lebih dikenal dengan nama Monumen Bom Bali/Ground Zero.


Di bagian utama monumen ini terdapat daftar nama nama korban meninggal Bom Bali yang totalnya ada 202 orang, yang paing banyak bukan warga indonesia, tapi malah warga negara Australia. Dinamakan Monumen Panca Benua sih mungkin karena korban korbannya berasal dari 5 benua ya (panca = lima), masih mungkin sih :p
Share:

23 March 2014

Tax on The Road Bikin Heboh CFD Udayana

Car Free Day (CFD) yang tiap hari minggu diadain di Udayana memang menjadi daya tarik sendiri bagi warga Kota Mataram, karena pada jam jam itu bisa dipastikan gak ada ruang kosong di sekitar Taman Udayana Mataram, tumplek blek penuh dengan warga yang berjualan, berolahraga, nongkrong, belanja, senam, ngumpul ngumpul, bawa jalan jalan binatang peliharaan, juga sarapan.

Untuk Hari Minggu ini (23 Maret 2014) suasana di Udayana sedikit berbeda dengan CFD CFD sebelum sebelumnya karena ada panggung super meriah yang didirikan oleh Kantor Wilayah DJP Nusa Tenggara dalam rangka penyelenggaraan acara bertajuk "Tax on The Road" Sosialisasi e-Filing.

Saya kurang tahu acara apa saja yang ditampilkan, karena saya terlambat datang, haha biasa lah hari minggu keasyikan bangun siang, udah untung pagi gini bisa sampai Udayana :p . Sampai di lokasi, acaranya lagi joget dangdut bersama yang dlanjutkan dengan pembagian doorprize undian, niatnya sih pengen ikut undian itu, coz syaratnya cuma punya dan bawa kartu NPWP, tapi sayang sekali udah ditutup, padahal lumayan tuh hadiahnya ada HP dan Sepeda.













Baru ikut joget sebentar, eh ternyata udah selesai aja ini acara,,,,, wah nyesel bangun telat nih... Ya sudah, berhubung laper haus gegara jejogetan akhirnya kita pun cuss ke taman udayana yang deket monumen Bumi Gora buat nyari Sarapan :)
Share:

20 March 2014

Air Terjun Tiu Bombong yang Super Seger

Wisata ke Air Terjun itu memang seru deh, apalagi ke air terjun yang belum terkelola dengan baik, karena jalur menuju ke lokasi pasti belum jelas.. Nah ini nih ketidakjelasannya ini yang bikin seru. Beda dah suasananya kalau jalur trekking menuju lokasi udah jelas, udah diperkeras, udah dibeton, dikasih pagar, dan dikasih petunjuk arah, pasti sensasinya biasa biasa aja.

Full Team
Seperti pada salah satu Air Terjun yang ada di daerah Santong, Lombok Utara yaitu Air Terjun Tiu Bombong. Yak berhubung kita (saya + team dari Lombok Backpacker dan KPP 911) belum tahu rute trekking dari pusat desa Santong menuju lokasi air terjun, kita pun menuju ke rumah bapak kadus (kepala dusun) setempat dengan diantar salah satu anggota team yang rumahnya di daerah Santong.

Tak seperti yang saya bayangkan, ternyata pak kadus yang satu ini keren bro, masih muda dan gak kelihatan kalao dia kadus, hohohoho. Beliau beserta beberapa pemuda setempat menjadi guide kita untuk mengantar trekking menuju lokasi air terjun dengan membawa arit dan karet belt (seperti belt pengganti rantai pada motor matic). Awalnya sih saya bingung, ngapain ini bapak bawa alat gituan, kalau arit sih udah jelas ya buat membuka jalur.



Serunya menuruni tebing
Setelah mengetahui medan trekking nya seperti apa, baru saya tahu apa guna nya belt karet tadi, wohoo ternyata pak kadusnya pake alat itu buat bantuin kita menuruni tebing dengan kemiringan hampir 90 derajat, sebagai pengganti pegangan, karena memang sepanjang jalur kita mengandalkan pegangan pada batang pohon, batu, akar pohon, ranting dan rerumputan dan pas saat titik tidak ada pegangan satupun, bapak itu standby di titik itu dan menggunakan belt tadi sebagai pengganti pegangan... (lihat foto di atas) Mantap dah . Dan alhamdulilah setelah lebih dari setengah jam kita berjuang menuruni tebing, akhirnya sampai bawah juga dengan selamat sehat sentosa, yaa meski lecet lecet dikit di tangan dan kaki :p

Apa coba yang saya lakuin pertama kali saat sampai bawah? Ya jelas tentu saja nyebur di air sambil bersih bersih muka. kaki, tangan yang penuh dengan noda noda tanah, suegeeerrr...!!!! Nah Setelah kembali ganteng, baru dah kita foto fotoan seru :



Tapi perjalanan belum selesai nih, kita baru sampai di sungainya belum sampai di air terjunnya, masih harus berjalan lagi dengan arah melawan arus sungai ke arah hulu selama sekitar 15 menit. Jalur trekking kali ini alhamdulilah datar, tanpa hambatan yang berarti karena arus sungai juga lagi kecil, sebenernya sih gak jauh ya tapi karena dikit dikit fotoan, jadinya lama nyampai di air terjunnya, hohoho

dan.... setelah rintangan berat terlampaui, Akhirnya sampai juga di Air Terjun Tiu Bombong..... woyoooo Super indah Gan...!!!


Tanpa babibu, kita langsung nyebur ke kolamnya, jauh jauh ke sini rugi dong gak mandi di kolamnya, ahhhhh capek capek hilang seketika, lupa dah ama pegel pegel plus lecet lecet di kaki dan tangan, yang ada cuma keseruan dan keceriaan... Untungnya ada kamera Gopro ya, dengan kamera ini, aktifitas foto foto tak terganggu oleh derasnya guyuran air terjun ini, narsis narsisan tetep lanjut gan... Mau tahu seperti apa serunya mandi di kolamnya air terjun Tiu Bombong? Silakan menikmati deretan foto di bawah ini :









Hoahahaha puas seru seruan di air terjun, kelaparan melanda kita, tapi tenang... kita udah punya team pemadam kelaparan yang tadi saat perjalanan menuju santong dari mataram udah beli nasi bungkus untuk kita semua. Alhasil kelaparan berhasil dipadamkan seketika... Seperti biasa sama seperti perjalanan perjalanan sebelumnya, makan nasi bungkus ditemani pemandangan indah gini pasti terasa nikmat banget, padahal sambil duduk di tanah, makan pakai tangan, dan tanpa piring pula, wuihh tapi sensasinya itu lho, tak tertandingi dah...


Setelah kenyang dan cukup istirahat, akhirnya kita kembali untuk meninggalkan lokasi ini, berat ya rasanya mengingat jalur untuk kembali itu harus mendaki tebing yang tadi kita turuni dengan susah payah. Tapi syukur alhamdulilah kita semua selamat sampai atas lagi meskipun badan penuh noda tanah, tangan dan kaki penuh luka lecet akibat gesekan dengan batu, pohon dan rumput.

Yeahhh..... Buat kalian yang suka tantangan, wajib untuk mencobanya... Recommended !!!



Keterangan :
1. Rute : Mataram - Pemenang - Tanjung - Gangga - Kayangan - Santong (setelah sampai di pasar santong, belok kanan sebelum masjid, ikuti aja jalurnya, gak ada petunjuk jalan di sini, kalau nemu persimpangan sebaiknya nanya ke penduduk sekitar)

2. Persiapan : Bawalah bekal air dan Nasi Bungkus untuk makan, karena dijamin di bawah sana anda akan kelaparan.

3. Sebaiknya menggunakan jasa guide warga setempat, karena jalurnya yang ekstrim, setelah selesai, bisa memberi uang seikhlasnya pada mereka :)

4. Wajib bawa kamera :)

5. Jangan meninggalkan sampah ya, sampah dibawa ke atas lagi



Video Trekking ke Air Terjun Tiu Bombong :)





jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

My Youtube Channel

Blog Archive