16 April 2015

Menengok White House nya Lombok Barat


Sudah pada tahu khan apa itu White House alias Gedung Putih?? Itu loh bangunan putih di Amerika sono yang udah sangat tersohor, yang sering dijadikan latar / tempat syuting film film Hollywood (kalau masih belum tahu, monggo di search di gugel deh ya).

Nah ngomong ngomong Gedung Putih, di Lombok juga ada loh gedung putih yang gak kalah megah dari Gedung Putih nya Amerika, dia adalah Gedung Pusat Pemerintahan Kabupaten Lombok Barat (Giri Menang) yang lokasinya ada di Gerung, Lobar, diresmikan oleh Bupati Lobar DR. H. Zaini Arony pada tanggal 12 Desember 2012 (12122012).

Awalnya ya kukira gedung megah itu tertutup untuk umum, ya sewajarnya gedung gedung pemerintahan lah ya, pintu masuknya dijaga satpam, eh tapi yang ini ternyata enggak cui, enggak tahu ya kenapa, memang begitu atau memang belum dimanfaatkan secara maksimal. Beneran deh kaget pas kita coba masuk lewat pintu barat, Pintu Gerbang terbuka lebar tanpa dijaga. Dan ternyata di dalam ramai banget cui, ini mah lebih mirip semacam taman taman kota gitu. di Lapangan utama pada tanding main bola, di taman deket pendopo ada kelompok pemuda lagi latihan Judo, di beberapa titik ada ibu ibu ngumpul lagi ngemong anaknya, di pendopo ada sekelompok pemuda lagi latihan drama, sedangkan di sepanjang jalur aspal di dalam arena white house ini ada yang jogging, sepedaan, bahkan motoran muter muter, yang gak kulihat disini cuma orang yang lagi mojok pacaran berdua.


Bangunan Pendopo disini menurut ku agak unik nih, pendopo yang notabene khas bangunan Jawa ternyata diaplikasikan di sini. Pas ada di dalam nya, rasanya tuh lagi jalan jalan di area keraton Jogja deh, hohoho. Tapi sayangnya, pendopo ini udah rusak di beberapa titik, terutama di kayu kayu bagian atas, terlihat sudah rapuh dan sepertinya sedang di pugar/renovasi, terlihat dari adanya  beberapa besi besi penyangga konstruksi yang merangkap jadi tangga.


Aku sempet berkeliling mengitari bagian depan bangunan utama, terlihat jelas pilar pilar besar berwarna putih menjadi pusat perhatian/pandangan alias mencolok disini, baik itu di bagian depan pintu utama maupun di sepanjang dinding bagian depan lantai dua. Sedangkan kaca jendela bagian depan arsitekturnya mengingatkan ku akan bangunan di eropa eropa sono.

Terus lanjut ke Pintu Utamanya, sekilas mirip bangunan di klenteng bila dilihat dari warnanya, merah campur keemasan. Tapi bila diperhatikan lebih seksama, ternyata tema nya hampir sepadan dengan tema di Pendopo tadi.




Kombinasi dan perpaduan gaya arsitektur dari berbagai daerah ini membuat ku jadi penasaran, coba coba nyari semacam pegawai atau penjaga gedung ini kok gak nemu ya, bahkan nyari di gugel pun sampai sekarang aku belum nemu. Adakah dari kalian yang tahu? Kalau tahu, tulis di kolom komentar ya :)

Langkah ku terhenti di sini, pengennya sih masuk, tapi dikunci pintunya, hihihihi. Serem ah, entar dikira mau nge rampok lagi. Ya sudah akhirnya kita balik ke parkiran, terus meluncur pulang :)


Peta / Lokasi / Rute Menuju Gedung Putih Gerung, Lombok Barat




jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
 LOMBOK itu INDAH
Share:

11 April 2015

Yang Seger Seger di Pantai Mangsit

Hari Mingu pagi adalah saat saat dimana ribuan warga mataram dan sekitarnya menyerbu kawasan Udayana buat ngikutin Car Free Day, yang semakin hari semakin kesini lebih mirip kaya pasar tumpah, lha gimana enggak, disni segala macam barang tersedia, mau nyari apa aja ada deh, mulai dari makanan, minuman, sayuran, baju, alat elektronik, pulsa, odong odong, sampai tukang jamu pun ada. Tapi justru itulah yang membuat saya jadi males buat ikut CFD an, sumpek ahh..

Hingga akhirnya Minggu pagi ini kita (saya dan istri) lebih memilih untuk mlipir ke sebelah utara Pantai Senggigi, yaitu Pantai Mangsit, saya ajak beliau kesana karena kalau pagi hari tuh disana suasananya seger, tenang, menentramkan pikiran, dan pemandangannya asoy geboy... sumpeh deh.


Coba lihat peta di atas ini, Pantai Mangsit bisa ditempuh dengan watu setengah jam aja dari Pusat Kota Mataram lho, yaa asal bukan pas minggu sore sih, dijamin macet.

Saat ini Garis Pantai Mangsit dipenuhi oleh beberapa resort dan villa, seperti Alang-alang, Puri Mas Resort, Sudamala, Qunci Villas, Verve Villa, Verve Beach Club, Holiday Resort, dan Windy Beach Resort, hingga hanya menyisakan sedikit tanah kosong untuk jalan masuk ke pantainya. Tapi untungnya, kita dalam hal ini masyarakat umum gak dilarang untuk mengakses pantainya, gak seperti di Jeeva Bloam yang ditutup untuk umum, alhasil kita harus nerobos hutan, naik turun bukit biar bisa sampai pantainya.

di Bagian samping belakang Sudamala Resort, ada Warung Paradiso, nah awalnya sih saya berniat sekalian sarapan di sini, weladalah tapi ternyata belum buka brooo. Yaudah kita pun jalan kaki aja ke arah kanan, melewati beberapa resort yang terlihat banyak tamu yang lagi sarapan di sekitar kolam renang, dengan view Pantai Mangsit, ulala.... jadi ngiler...


Jalan terus ke arah utara, terlihat sebuah kapal lagi menaikkan penumpang yang kebanyakan bule, hohoho ternyata mereka mau menyeberang ke Gili Trawangan. Buset dah, jauh banget ya nyebrang ke Trawangan dari Pantai Mangsit pakai perahu kayu kaya gitu, berapa lama coba sampainya. Mending naik Fastboat dari Senggigi.

Ahh sudahlah lupakan, mungkin mereka para bule tidak tahu, dan terkena rayuan maut para pemilik kapal, atau memang mereka mau mencari sensasi lain.

Perjalanan kita terhenti di bawah rimbunnya pohon di samping sebuah warung semacam cafe yang belum buka. di Bagian depan cafe itu ada plang bertuliskan Cold Beer Nuf' Said, Grilled Seafood & Local Dishes.  Widih, kaya di gili trawangan aja nih, nguik nguik jadi ngiler lagi *tapi belum buka*


Yaudah akhirnya kita duduk duduk asoy aja di bawah pohon, sambil ngobrol ngalor ngidul, sesekali fotoan, ya semacam ABG lagi pacaran gitu deh, nyari nyari tempat sepi, sambil pegang pegang, haha. Kalau kita sih gak papa, lha udah halal 100%

Yang menarik dari sini adalah banyaknya wisatawan mancanegara alias bule yang berlalu lalang jalan jalan di sepanjang pantai, sepertinya sih mereka ini tamu dari resort resort sekitar sini, terlihat dari pakaian yang digunakan. By the way bule disini gak sembarang bule lho, entah kebetulan atau memang dari dulu seperti ini ya, semua bule ini adalah bule yang udah berusia senja, dan masing masing membawa pasangan. Widih, so sweet sekali ya, di usia senja nya masih menyempatkan jalan jalan berdua bareng pasangan keluar dari negaranya. Lha kalau masyarakat kita, masa masa usia senja gini pasti ya cuma di rumah aja, menikmati masa pensiun, mungkin sembari berkebun atau yang paling mainstream itu ya ngurusin cucu, haha lha kedua orang tua nya sibuk kerja, jadi ya si cucu mainnya ama kakek nenek nya.


Setelah sekitar sejam setengah nangkring gak jelas di bawah pohon gini, akhirnya kita cabut balik ke parkiran, dengan melewati rute yang sama kaya tadi. Tapi kali ini kondisinya agak berbeda, pantai pantai di depan resort mulai rame oleh tamu tamu nya, mereka pada asik main air, dan ada juga yang bermain surfing.



Ahahai lumayan dapat pemandangan asoy pagi pagi gini, jadi gak pengen pulang nih, haha. 

Nah buat kalian yang pengen nyari pantai yang sepi, nyaman dan gak jauh dari Mataram, coba deh pagi pagi ke Pantai Mangsit, dijamin seger..... Cobain yaaa
Share:

6 April 2015

Lesehan Purnama : Makan di Tengah Kolam dan Sawah

Siang itu, kita rela menempuh berpuluh puluh kilometer dari Mataram ke Masbagik, Lombok Timur demi sebuah makan siang ala ala wisata kuliner. Tujuan utama kita adalah Tanak Maiq yang merupakan daerah di utara Masbagik, dimana disitu terdapat beberapa Lesehan yang memang terkenal lezat masakannya, namun cuma satu yang udah menjadi langganan kita, yaitu Lesehan Purnama.

Salah satu yang menjadi daya tarik dari Lesehan Purnama ini adalah kolam dan sawah, karena tempat makan disini yang berupa berugak berugak tersebut terletak di atas kolam kolam ikan yang dihuni ribuan ikan dari berbagai jenis, serta dikelilingi sawah, sungai kecil dan kebun kangkung. Rasanya tuh seger banget ngelihatnya.


Untuk masalah menu, disini gak ribet, coba lihat aja daftar menu di atas ini. Ini adalah sebuah daftar menu raksasa yang berupa banner besar di tempel di salah satu berugak. Tinggal pilih aja tuh, mau paket ayam atau paket ikan. By the way disitu tulisannya untuk 2 orang semua ya, waaa kasihan donk yang JOMBLO, mak-Jleb banget nih.. hihihi


Kalau datang ke sini pas hari libur dan pas jam makan siang gini, harus siap siap sabar ya, karena pesenan akan datang agak lama, maklum harus ngantriii dimasakin, pasti yang datang minumannya dulu, dan pas makanan datang, minumannya udah abis duluan, haha.



Gimana gambar gambar makanannya? Seru ya... Perut tuh rasanya langsung laper pas lihat ginian, pengen langsung sikat semuanya.

Perasaan lelah lama menunggu orderan, akan terobati semua dengan nikmatnya makanan ini, plecing urap kangkungnya gurih, ayam taliwangnya pedes pedes asoy, dan ikan bakarnya garing garing pedes manis. Joss gandoss pokoke...


Biar lebih seru pas makan, bisa tuh kita lempar lempar sedikit nasi ke kolam, dijamin langsung disambar dengan meriah oleh ikan ikan di bawah, atau mau coba sensasi kanibalisme?? Coba aja lempar sedikit potongan ikan bakar ke kolam, hahaha ikan ikan itu pun dengan semangat menyambut nikmatnya ikan bakar, gak sadar ya kalau mereka lagi makan temen nya sendiri...




jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

1 April 2015

Warung Kelor Tibu Idjo dengan View Hijau Pegunungan

Sayur Kelor adalah salah satu Makanan Khas dari Lombok, saya sih sudah pernah membahas mengenai sayur kelor ini dua kali, yaitu Sayur Kelor di Warung Pak Mahir, dan di Warung Kelor Pancor. Kalau belum pernah baca, silakan di baca baca dulu :)

Saya berkali kali nulis mengenai Sayur Kelor ini karena memang kuliner yang satu ini menjadi salah satu favorit kuliner saya di Lombok setelah Ayam Taliwang dan Nasi Puyung dan Warung Kelor berikutnya yang beruntung untuk saya review adalah Warung Kelor Tibu Idjo yang berlokasi di pinggir Jalan Raya Gunungsari - Pusuk, Lombok Barat. Berada di Jalur wisata penghubung Mataram dan Penyeberangan ke Gili Trawangan, lokasi ini mudah dijangkau baik menggunakan kendaraan pribadi atau umum, kalau mau naik kendaraan umum, tinggal menuju ke Terminal Bertais dan carilah angkutan menuju Pelabuhan Bangsal, Trayek ini akan melewati Warung Kelor Tibu Idjo.

Warung ini ada di pinggiran tebing gitu, ada sekitar 5 meter di atas jalan raya, jadi kalau naik mobil pribadi, kita harus parkir di bawah, di pinggir jalan raya. Sedangkan kalau naik motor kita bisa parkir di atas, dengan jalan masuk yang lumayan curam, jadi hati hati yaaa.

Lesehan dengan View Ajiib...
Tempat duduk yang disediakan saya bedakan jadi tiga jenis, yaitu kursi dan meja di ruangan utama (sejajar dengan parkir, kasir dan warung utama), yang kedua yaitu Lesehan di bagian atasnya bangunan utama, jadi dari parkiran kita harus jalan kaki lagi menaiki beberapa anak tangga, sedangkan yang ketiga berugak yang lokasinya sejajar dengan yang kedua. Lokasi favorit kita adalah di Lesehannya, karena lebih luas, lega (bisa selonjoran, sambil tidur tiduran), ada di deket kolam ikan dan viewnya ajiiib, berupa bukit hijau membentang dari ujung ke ujung, ditambah angin sejuk khas pengunungan, wuihhh jadi makin berselera buat makan.

Ngomongin masalah menu, tentu saja menu utama di sini adalah Sayur Kelor, yang bisa dibeli satuan atau per paket, yang disatukan dengan berbagai lauk, minuman dan nasi. Nah kalau saran saya sih mendingan pesen Paket Kelor Istimewa deh, lengkap banget dah disitu, sepaket tuh isinya Ayam Goreng, Sate Jeroan, Babat Goreng, Tahu Goreng, Tempe Goreng, Sayur Kelor, Sambal Uleg, Nasi Putih dan Teh Botol, harganya cuma 17.500 , dijamin langsung kenyaaang (lengkapnya lihat menu di bawah ini)


Makanan yang disediakan di sini disajikan fresh, artinya dimasak setelah ada pesanan, dia gak stock makanan matang (kecuali nasi), jadi saat disajikan tuh sayur kelornya masih panas berasap gitu. Jadi hati hati ya jangan langsung disikat, bisa bisa bibir jadi jontor gegara kepanasan.

Oia ada yang unik dari warung ini, coba deh lihat menu di atas, ada tulisan permakluman system layanan melalui SMS, jadi untuk pesan makanan atau minta bill bisa lewat SMS lho, tinggal kirim sms ke nomor tersebut, eh tapi ini maksudnya bukan untuk sms delivery lho, tetep dimakan di tempat.

Kalau lagi rame ramenya, pesenan makanan akan agak lama datengnya karena harus dimasak dulu satu per satu semuanya sesuai orderan, bukan tinggal ngambil kaya di warteg. Jadi ya harap sabar saja.


Yang namanya sayur kelor itu ya yang ada di mangkok putih, berupa sayur bening berisi daun kelor, cara memasaknya mudah banget lho, tinggal rebus daun kelor aja plus ditambahin garam dikit, tanpa tambahan bumbu macem macem, karena aromanya udah harum dari sononya, asli harum khas daun kelor. Cobain deh, dijamin nagiih, apalagi ditambah lauk teri atau ikan asin goreng dan sambal... Huaaaaa... Uenaaak....


Dari segi rasa dan lokasi, Warung Kelor ini adalah warung kelor yang paling juara dibandingkan warung kelor yang pernah saya bahas dulu di web ini. Jadi kalau kalian lagi mau ke Pusuk atau ke Pelabuhan Bangsal, dan belum makan, monggo mampir ke Warung Kelor Tibu Idjo ini. Isi perut dulu :)


jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

27 March 2015

Car Free Day di Lapangan Niti Mandala Renon

Minggu pagi ini (14092014), bisa jadi merupakan pagi yang lain daripada yang lain, karena pagi ini, saya dan istri terbangun di sebuah hotel di Kota Denpasar, yaitu Hotel Ratu.

Setelah mandi dan beres beres, kita pun meluncur ke arah Renon, yaitu ke Lapangan Niti Mandala, mau Olahraga dulu lah sebelum jalan jalan keliling Bali, kebetulan juga ini hari Minggu pagi, di sana ada event Car Free Day, yaa sekalian dah ngelihat suasana hiruk pikuk masyarakat sekitar Renon di minggu pagi.

Suasana Car Free Day disekitar Niti Mandala ini sangat sangat berbeda dengan yang biasanya saya rasakan dan saya alami di Jalan Udayana, Mataram, Lombok. Sepanjang jalan yang digunakan untuk car free day ini bener bener clear dari para pedagang, jadi masyarakat bisa dengan leluasa memanfaatkan jalan untuk berolahraga. Sedangkan para pedagang ditempatkan khusus di beberapa titik yang tidak memakan badan jalan. Coba bandingkan saja dengan yang ada di Udayana, Mataram. Sepanjang jalan itu penuh nuh dengan para pedagang, segala jenis barang dagangan ada, ya mirip mirip pasar tumpah dah, ditambah lagi beberapa odong odong yang mangkal di jalan, bikin makin penuh aja. Mau jalan biasa aja agak susah, apalagi mau jogging, haha.

Jalan, sepedaan bebas tanpa hambatan pedagang
Lupakan mengenai Udayana, mari kita lanjut lagi cerita tadi...

Selain sebagai tempat untuk olahraga universal seperti Jalan, jogging dan sepedaan, acara car free day juga dimanfaatkan untuk berkumpul oleh para komunitas komunitas di Bali, ya skalian ngeksis di dunia nyata gitu, hoho lha biasanya kan jaman sekarang ini komunitas itu muncul dari dunia maya dulu. Seperti yang saya lihat ini, ada komunitas skateboard, sepeda onthel, pengguna kamera Gopro, pecinta binatang, dan ada juga komunitas segway. Lah apa itu Segway? Cari aja di Gugel yaah...

Peta Lokasi Lapangan Niti Mandala, Renon, Bali


Setelah jalan kaki keliling lapangan niti mandala, ditambah dengan foto foto narsis ternyata bikin perut keroncongan ya, haha maklum lah kita belum sarapan, coz tarif hotel nya gak include sarapan, sengaja sih milih yang gak ada sarapannya, lagian juga gak bikin kenyang sih, biasanya kan sarapan di hotel itu isinya cuma pancake atau ommelete, gak ada nasi, heu heu heu, perut pribumi, kalau belum diisi nasi ya namanya belum sarapan *harap maklum*


Nah kebetulan di seberang pintu selatan lapangan niti mandala, berkumpul beberapa penjual makanan yang pas buat sarapan. Dari sekian banyak itu saya pilih untuk sarapan Nasi Kuning, dan istri saya pesen bubur. Huhuhu saatnya cacing dalam perut untuk berpesta....

Setelah sarapan berat gini ternyata perut istriku belum penuh bray, hohoho alhasil kita lanjut mlipir jalan ke arah barat, dan nemu penjual makanan ala ala food truck gitu, Menu yang bikin kita langsung tertarik adalah Waffle Hongkong, uyee. Waffle dengan merek Eggie ini lain daripada waffle yang lain, penggunaan kata eggie ini disadur kari kata  "egg" yang artinya telur, dimana bentuk dari waffle eggie menyerupai bulatan2 telur kecil dan sekaligus pula waffle ini berbahan dasar dari telur.

Pilihan variasinya beragam pula, mulai dari pilihan rasa wafflenya, hingga ke pilihan isinya. Selain dari Hong Kong Waffle, Eggie juga menjual minuman coklat, baik yang dingin maupun panas. Adapun kisaran harganya sendiri cukup terjangkau antara Rp. 10.000 dan Rp. 20.000. Enak enak enak.....


Setelah perut penuh dengan makanan, kita pun menutup car free day minggu ini dengan nongkrongin anak anak muda Renon yang hobinya main Skateboard dan Sepatu Roda, huhuhu ngomongin Sepatu Roda jadi inget si Lupus ya (anak 90an pasti tahu). By the way mereka ini butuh perjuangan lho untuk bisa maen seru seruan di sini, lha mereka harus bawa sendiri dengan mengangkatnya yaitu sebuah alat bantu berupa benda semacam besi yang dibentuk kaya bangku kotak panjang buat loncat loncat gitu (lihat gambar yaa biar jelass).


Ngelihat mereka main kayanya seru banget ya, sayang sekali saya gak bisa maen gituan, lagian juga belum pernah juga sih, belum pernah sama sekali malah, bahkan pegang papan skate nya aja belum pernah, hahaha...

Sekitar jam 10 pagi, Event Car Free Day selesai, dan jalan sekitar Lapangan Niti Mandala dibuka kembali untuk kendaraan. Sebelum balik hotel, kita sempetin foto fotoan dulu di bagian dalam lapangan, narsis dulu donk :)


Share:

My Youtube Channel

Blog Archive