9 January 2011

Dokar, Transportasi Khas Jawa


Setelah dulu ane pernah posting tentang Cidomo, Transportasi Khas Lombok yang ditarik kuda, sekarang ane posting tentang Dokar, masih saudaraan ama cidomo nih, karena sama sama ditarik ama kuda, bedanya terletak pada roda yang digunakan. Jumlah rodanya sama sama dua akan tetapi kalau cidomo, berasal dari roda mobil, kalau dokar, rodanya dari kayu.

Dokar ini adalah transportasi khas Jawa, banyak terdapat di Kota kota di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di sekitar Malioboro juga terdapat angkutan mirip dokar, akan tetapi itu bukan dokar, melainkan Andong, perbedaannya yaitu terletak pada jumlah rodanya, kalau andong, rodanya ada 4 (empat), sedangkan dokar hanya 2 (dua).
Share:

2 January 2011

Selancar di Pantai Ampenan, Mataram

Iseng iseng jalan-jalan ke Pantai Ampenan sore sore mau lihat Sunset, eh lha kok malah mendung, mataharinya malu malu bersembunyi di balik awan. Ya sudah gagal deh rencana ane. Hmm daripada langsung pulang mending berjalan menyusuri jalan pinggir pantai, tumben ombakya gede banget, lagi cuaca buruk kayaknya. Tidak lama berjalan, eh ada orang berselancar, wah kebetulan banget bisa buat hiburan. Ada sekitar 5 orang yang sedang berselancar ria. Di sini bukan cuma ane lho yang nonton, rame banyak pengunjung, dari anak anak kecil, remaja, bahkan orang tua, baik perempuan maupun laki laki. Nah ini di bawah ada beberapa gambarnya, maaf karena kameranya jelek, jadi gambarnya kecil.. hehe




Share:

Makna kata Lombok


Gambar di atas adalah sebuah gambar di Kaos yang ane beli beberapa minggu yang lalu di Gili Trawangan, ane tertarik dengan tulisannya. "Lombok bukan Cabe Deh". hahai.. dari situ pula ane tahu Makna kata Lombok. Tahu kah anda bahwa banyak sekali orang yang salah mengartikan pulau ”Lombok “ di samakan dengan “pulau cabe” ( pulau Pedas) padahal artinya bukan seperti itu….. Terus arti sebenarnya apa..?? Yang perlu anda tahu bahwa cara membaca huruf “O” pada kata “LOMBOK” hendakanya dibaca seprti “O” pada kata Solo Bukan “O” pada kata Botol. Jadi kata Lombok dalam bahasa sasak berarti lurus, Betul atau biasa diartikan Jujur, polos, atau dengan kata lain biasa diartikan Fitrah.

Oia ada satu lagi kata yang perlu kita ketahui, yaitu kata Sasak, Sasak merupakan suku asli daerah Lombok. Kata sasak sediri berasal dari penyebutan angka satu dalm bahasa sasak “SAK” disebut dua kali jadi “SAK SAK”. Akan tetapi sudah menjadi kebiasaan orang menyebutkan kata “SASAK” menjadi “ SASAK” artinya Esa esa dalam bahasa arab ahad ahad”.

Pulau Lombok sendiri terletak di sebelah timur pulau Bali, sebelah barat Pulau Sumbawa . Pulau yang memiliki luas sekitas 5.435 km² , menurut badan statistik jumlah penduduk pulau lombo pada tahun 2001 mencapai 2.722.123 jiwa, sekitar 80 % penduduk pulau ini adalah suku sasak dan memeluk agama islam, sedangkan sisanya adalah orang bali, jawa, tionghoa dan arab.

Kepulauan Lombok yang memiliki empat kabupaten dan satu kota madya, kabupaten Lombok barat, Lombok tengah , Lombok timur, Lombok utara dan kota madya mataram sebagai pusat pemrintahan. Disamping bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, penduduk pulau Lombok (terutama suku Sasak), menggunakan bahasa Sasak sebagai bahasa utama dalam percakapan sehari-hari. Di seluruh Lombok sendiri bahasa Sasak dapat dijumpai dalam empat macam dialek yang berbeda yakni dialek Lombok utara , tengah, timur laut dan tenggara. Selain itu dengan banyaknya penduduk suku Bali yang berdiam di Lombok (sebagian besar berasal dari eks Kerajaan Karangasem), di beberapa tempat terutama di Lombok Barat dan Kotamadya Mataram dapat dijumpai perkampungan yang menggunakan bahasa Bali sebagai bahasa percakapan sehari-hari.
Share:

1 January 2011

Tari Barong Khas Pulau Dewata Bali

Tahukah akalian tentang Tari Barong, pasti tahu dung, tarian ini merupakan tarian khas Bali yang berasal dari khazanah kebudayaan Pra-Hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong, yaitu penari dengan kostum binatang berkaki empat, sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya.

Nah gambar yang ada disini adalah saat ane menonton Pertunjukan Tari Barong di daerah Batubulan. Batubulan terletak pada jalur Denpasar – Ubud kira – kira 15 kilometer dari Kuta. Sangat mudah diakses dengan kendaraan manapun. Awalnya, desa Batubulan terkenal sebagai sebuah desa agraris yang memiliki banyak seniman yang bergiat dalam seni tari dan seni ukir. Namun, kemudian desa ini menjadi sangat terkenal sebagai objek wisata dengan suguhan tari Barong, bahkan sampai ke mancanegara.

Pertunjukan Tari Barong di sini dilakukan setiap hari lho dan menjadi terkenal karena menyuguhkan atraksi tari keris di mana para penari menusukan keris ke dada atau bagian tubuh mereka yang lainnya. Kamu dapat melihat dari dekat bagaimana besi yang runcing tesebut sama sekali tak mampu melukai apalagi menembus tubuh mereka. Padahal benda tersebut dihujamkan dengan sangat keras. Kamu malah bisa melihat bagaimana keris – keris tersebut melengkung saat dihujamkan. Meskipun pertunjukannya agak menyeramkan, tetapi penyajiannya diselingi dengan humor, gerakan-gerakan para penarinya kadang-kadang mengundang tawa riuh dari pungunjung, bagus banget deh pokoknya.
Share:

Pesona Pura Tanah Lot, Bali

Postingan kali ini adalah hasil jalan-jalan ane bersama teman-teman saat study tour SMA, kira-kira lima tahun lalu, yaitu ke Pulau Dewata Bali, ada beberapa obyek yang kami kunjungi, salah satunya Tanah Lot. Nah pada waktu itu belum ada kamera digital, adanya kamera analog yang memakai negatif film, trus hasilnya dicuci cetak. Foto di samping ini adalah hasil Scan dari hard copy fotonya.

Tanah Lot merupakan sebuah lokasi wisata dimana disitu terdapat Pura tempat memuja dewa dewa Laut. Pura Tanah Lot terletak di pinggir pantai wilayah desa Beraban, kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Jaraknya sekitar 30 km di sebelah barat kota Denpasar dan sekitar 11 km di sebelah selatan kota Tabanan. Pura tersebut dibangun diatas bukit dan dapat dicapai dalam beberapa menit dengan berjalan kaki, karena jaraknya hanya sekitar 100 meter dari bibir pantai, bila air laut sedang surut, karena disini memang terjadi pasang surut air laut, saat surut, wisatawan dapat menyeberang sampai ke pura nya dengan berjalan kaki, pas sekali dengan nama Tanah Lot, karena Tanah Lot sendiri dalam bahasa Bali berati Tanah di tengah lautan.

Berdasar cerita yang ane baca, Pura ini didirikan oleh “Dang Hyang Niratha” pada abad ke 15. Beliau terkesan akan aura kesucian dari tempat ini, sehingga akhirnya meminta penduduk sekitar untuk mendirikan sebuah “pelinggih” di sini. Selain Pura Tanah Lot, di lokasi ini terdapat “ular suci” yang lumayan menyita perhatian. Banyak pengunjung penasaran ingin melihat dan menyentuh ular suci ini, yang konon dapat memberikan berkah dan keselamatan, dan pada kesempatan itu ane bisa menyentuh ular itu, oia bentuk agak sedikit aneh, karena ekornya bentuknya pipih seperti sirip ikan, mungkin ular itu merupakan ular yang habitatnya di air, sehingga ekornya berfungsi untuk berenang. Ada satu lagi yang cukup unik, di bagian bawah pura ada sumber mata air tawar lho, ane sudah membuktikan sendiri, membasuh muka dan mencicipi rasanya (penasaran mode on), rasanya tawar, tidak asin.
Share:

My Youtube Channel

Blog Archive