Showing posts with label Adat Budaya. Show all posts
Showing posts with label Adat Budaya. Show all posts

15 March 2021

Wisata ke Candi Borobudur Saat Pandemi Corona : Begini Aturan Mainnya


Setahun lalu saat awal awal pandemi Corona, Wisata Candi Borobudur sempat ditutup total selama beberapa bulan. Nah di awal tahun 2021 ini, Candi Borobudur sudah dibuka untuk umum meskipun dengan protokol kesehatan yang lumayan ketat, ya namun tidak ketat ketat banget sih.

Perbedaan suasana langsung kita rasakan saat masuk area parkir, aku masih inget, dulu pas ke borobudur, di area parkir tuh selalu penuh ama kendaraan, terutama bus bus besar yang berisi rombongan wisatawan, tapi kemarin tidak menjumpai bus sama sekali, hanya kendaraan pribadi saja, baik itu motor ataupun mobil. Kemudian warung warung yang menjual makanan di sekitar tempat parkir juga ada beberapa yang tutup, tidak buka semua. Padahal ini hari libur loh.


Saat kita sampai ke Candi Borobudur ini sekitar pukul 12.15 WIB, dengan mengikuti petunjuk arah menuju pintu masuk dari parkiran, sampailah kita di sebuah gerbang masuk yang masih ditutup, dan disitu tertulis jam operasional candi borobudur saat pandemi corona, yaitu 
  • PAGI : 08.00 - 11.30 WIB
  • SIANG : 12.30 - 15.00 WIB
Yang artinya kita enggak bisa masuk langsung, untungnya sih tinggal bentar lagi bukanya. Tanpa ada komando, para pengunjung langsung membuat antrean di depan pintu masuk ini, yang dibagi menjadi 2 barisan.
 

Saat waktu menunjukkan pukul 12.30 WIB, petugas mempersilakan kita masuk dengan tetap menjaga jarak. Para pengunjung wajib mengenakan masker, dan diukur suhunya satu per satu, namun sayangnya yang diukur suhunya adalah tangan/lengan, heuheuheu, kurang valid donk hasilnya. Nah bagi pengunjung yang suhunya melebihi 37,3 derajat celcius tidak diperbolehkan masuk
 
Saat para pengunjung mengantre masuk, petugas membacakan aturan kunjungan saat pandemi corona, selain jam buka, kewajiban masker dan suhu tubuh, dijelaskan pula bahwa para pengunjung untuk sementara waktu tidak boleh naik ke candi borobudur sampai atas, hanya diperbolehkan sampai pelatarannya saja.



Selain itu di sebelah pintu masuk ini juga tertulis pengumuman bahwa khusus hari senin, pintu masuk candi bakal ditutup dan kunjungan hanya di zona 2. Kemudian, untuk jumlah pengunjung di pelataran candi maksimal dalam 1x kunjungan adalah 140 orang di zona 1, dan dalam 1 hari maksimal 1800 orang, sedangkan di zona 2 maksimal 3500 orang.

Setelah melewati antrean pintu masuk, kita diwajibkan mencuci tangan pakai sabun di tempat yang telah disediakan, kemudian berjalan menuju loket pembelian tiket, dimana sebelumnya kita harus melewati bilik antiseptikUntuk tiket masuknya, saat ini (Februari 2021) harganya 50 ribu rupiah per orang dewasa, sedangkan anak 3 - 10 tahun harganya 25 ribu rupiah dan anak di bawah 3 tahun gratis.





Udah deh, setelah dapat kertas tiket dengan gambar barcode, kita bisa masuk ke area candinya dengan men-scan barcode tersebut.

Setelah sampai di dalam sih tidak ada aturan khususnya ya selain yang udah aku sebutkan di atas, yang jelas kita tidak bisa naik candi seperti biasanya.






FYI aturan bagi para pengunjung Candi Borobudur ini bisa saja beruabah sewaktu waktu, nah kalau kalian mau tahu updatenya, silakan follow saja akun twitternya di http://twitter.com/borobudurpark
 
 
 
 VLOG di Candi Borobudur Magelang :

Share:

2 March 2019

Festival Sarung dan Musik NTT 2019

Sarung dan tenun ikat merupakan salah satu produk kebudayaan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk lebih memperkenalkan warisan budaya ini, digelarlah Festival Sarung dan Musik NTT di Kota Kupang, NTT, Hari Sabtu, tanggal 2 Maret 2019. Tepatnya di Jalan El Tari, yang memang di setiap Sabtu Pagi, sepanjang jalan ini dimanfaatkan untuk event Car Free Day (CFD).


Dalam acara yang diprakarsai oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah NTT, Julie Sutrisno Laiskodat (Istri Gubernur NTT), ditampilkan tenun ikat hasil kreasi perempuan di seluruh pelosok Flobamora, yakni Pulau Flores, Sumba, Timor dan Alor. Tujuannya sih untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya penenun, juga untuk membangkitkan kebanggaan di kalangan generasi muda dan kaum milenial terhadap kain sarung NTT.

Festival yang digelar di ajang bebas kendaraan (CFD) mulai pukul 06.00 - 10.00 WITA ini diikuti sekitar 10.000 peserta. Acara juga dimeriahkan oleh 1.800 pelajar yang membawakan tarian masal daerah, seperti Gawi, Dolo-dolo Jai dan Tebe. Yang unik dari acara ini, peserta diwajibkan berbusana kaus putih dan sarung bahan tenun ikat asli NTT.


Peserta akan dibagi ke empat lokasi di sepanjang Jalan El Tari dengan perincian, sebanyak 4.975 peserta di Depan Gedung Sasando Kantor Gubenur, lalu 1.685 peserta di depan Pengadilan Tinggi NTT, sebanyak 2.100 peserta di depan rumah jabatan Gubernur NTT, dan sebanyak 2.120 peserta di depan rumah jabatan Kejati NTT. Di setiap lokasi akan digelar berbagai hiburan. 

Selain musik dan tarian, festival ini juga menampilkan makanan-makanan khas yang berbasis kelor, ada Teh Kelor, Perkedel Kelor, Bakso Kelor, Pentol Kelor, Es Krim Kelor, Es Buah Kelor, Coklat Kelor dll.

Dari keempat lokasi yang ada di sepanjang jalan el tari, aku memilih yang di depan rumah jabatan Gubernur NTT, karena di spot ini ada Fashion Show berbagai kain khas NTT yang diperagakan oleh model model aduhai NTT seperti Jenni, Rivani, Putri Tanjung, Breldy, Esther dll










Aku harap sih acara ini bisa jadi acara tahunan ya di Kupang, sumpah rame banget, seruuu, beda banget ama CFD biasanya yang kurang menggeliat.
Share:

13 February 2019

Rangkaian Acara Festival Bau Nyale 2019



Bau Nyale sih bisa dibilang Festival terbesar di Pulau Lombok yang udah melegenda dan digelar tiap tahun. Aku sih saat tinggal di Lombok udah pernah ngikutin event ini 3 kali, ceritanya bisa kok kalian baca di blog ini, cari aja di kolom search.
 
Nah di tahun 2019 ini Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat sudah menyiapkan banyak rangkaian kegiatan untuk meramaikan Festival Pesona Bau Nyale di tanggal 17-25 Pebruari 2019, selain acara utama yaitu berburu cacing. Apa aja sih rincian acaranya itu? Silakan simak di bawah ini :

  1. Kontes surfing pada tanggal 17 Februari yang akan dipusatkan di Pantai Gerupuk, Lombok Tengah.
  2. Tanggal 17-23 Pebruari ada Lomba Foto
  3. Pada tanggal 18 Pebruari dilaksanakan kegiatan pengelolaan desa wisata Mandalika yang dipusatkan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. 
  4. Pada tanggal 19-23 Pebruari dilaksanakan kegiatan pertunjukan tradisional peresean di Pantai Senek, Kuta. 
  5. tanggal 21 Pebruari dilaksanakan dialog di Selasar Bazar Mandalika yang akan diisi sejumlah kegiatan mulai pameran ekonomi kreatif, pameran desa wisata, pergelaran busana hasil karya desainer ternama Samuel Watimena. Serta seminar yang menghadirkan Menteri Pariwisata Arief Yahya sebagai nara sumber, termasuk dari Kementerian PDT dan Badan Ekonomi Kreatif. 
  6. Mandalika Berzikir bertempat di Masjid Nurul Bilad dengan menghadirkan Ustad Yusuf Mansyur sebagai penceramah. Kegiatan ini digelar pada 22 Pebruari 
  7. pada 23 Pebruari dilaksanakan parade budaya dari 10 kabupaten/kota di NTB yang dipusatkan di Kota Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan parade budaya ini menggandeng Jember Fashion Carnaval (JFC). 
  8. Saat menuju malam puncak pada 24-25 Pebruari dilaksanakan grand final pemilihan Putri Mandalika, kampung kuliner dan malam puncak Bau Nyale dengan menangkap cacing laut oleh warga dan wisatawan di Pantai Seger. Di panggung utama, rencananya akan dimeriahkan oleh Armada Band dan Iwan Fals
  9. Pada tanggal 25 Februari, akan dilaksanakan kegiatan Lomba Masak Ikan dan Bersih Pantai di Pantai Seger.
Baca Juga :

Pemprov NTB sih berharap kegiatan Bau Nyale tahun ini dapat mendongkrak kunjungan wisatawan ke Lombok dan Sumbawa. Terlebih setelah Lombok Sumbawa dilanda bencana gempa bumi pada akhir Juli dan Agustus 2018. Kegiatan Bau Nyale merupakan ritual adat masyarakat Sasak untuk menangkap cacing laut yang diyakini sebagai jelmaan Puteri Mandalika. Puteri yang sangat cantik jelita ini menceburkan diri ke laut Seger Lombok Tengah karena bingung memilih sejumlah pangeran yang ingin mempersuntingnya. 

Hal itu dilakukan agar keberadaannya yang muncul dalam wujud cacing laut dapat dinikmati oleh masyarakat banyak. Kemunculannya pun setiap tahun dilaksanakan yakni pada tanggal 20 bulan 10 berdasarkan kalender Sasak, suku terbesar di Pulau Lombok. 

Tapi sayang sekali, tahun ini aku enggak bisa bergabung lagi di event ini, haha , karena udah enggak di Lombok lagi. Ya, buat kalian yang akhir Februari ini berencana ke Lombok, bisa tuh sekalian mampir ke Event Bau Nyale ini
Share:

11 September 2018

Situs Warungboto : Tempat Mandi Sang Raja


Berawal dari postingan foto pranikah (prewedding) nya Mbak Kahiyang dan Mas Bobby, ada satu foto yang kukira itu berlokasi di Taman Sari, karena memang mirip sih, dan setelah kukulik kulik eh ternyata bukan, tempat itu adalah Situs Warungboto.

FYI, situs Warungboto ini punya sejarah yang berhubungan dengan berdirinya Keraton Yogyakarta lho. Infonya, dahulu situs Warungboto dikenal sebagai Pesanggrahan Rejawinangun. Diketahui, kalau situs Warungboto atau yang dahulu dikenal dengan Pesanggrahan Rejawinangun dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono II. 


Fakta itu pun tertulis dalam tulisan JF Walrofen van Nes tahun 1884 yang berjudul Tidjschriff voor Nederlandsch Indie, Babad Momana serta Serat Rerenggan. Dijelaskan, kalau Pesanggrahan Rejawinangun mulai dibangun pada tahun 1711 Jw (1785 M) yang merupakan karya putra mahkota yaitu KGPAA Hamengkunegara, kelak pada tahun 1792 naik tahta bergelar Sri Sultan Hamengku Buwana II. 

Seperti situs Tamansari, Pesanggrahan Rejawinangun juga menjadi tempat peristirahatan sekaligus pemandian bagi Raja dan keluarganya. Secara administratif, situs ini berada di perbatasan antara Kelurahan Rejawinangun, Kecamatan Kotagede dan Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharja, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lebih tepatnya monggo dilihat di peta, di bagian bawah postingan ini.



Nah berhubung kita lagi di Jogja dan nginepnya di daerah Timoho yang notabene lumayan dekat dengan lokasi, kita pun meluncur sore sore kesana. Kita sengaja dateng sore biar enggak panas dan siapa tahu bisa menikmati sunset cantik di lokasi.

Untuk menuju ke Lokasi, aku pakai angkutan online, gampang banget dijangkau karena terletak persis di samping jalan raya. 

Btw, meski persis di samping jalan, ternyata jalan masuknya lewat kampung, bisa sih kalau nekat nerobos pagar, tapi karena bawa anak, aku pun jalan lewat gang barokah yang ada di sebelah situs ini, yaa jalan kaki sekitar 100 meter lah. Gang nya lumayan lebar, di sinilah kendaraan kendaraan pengunjung diparkir.


Ternyata tidak ada tiket masuknya lho, hanya bayar parkir aja, misal bawa kendaraan. Kondisi sore ini lumayan rame, ada satu group pula yang lagi foto prewedding, sepertinya terinspirasi juga dari Mbak Kahiyang ya, heuheuheu.

Komplek situs ini kecil sih, bila dibandingkan dengan Tamansari, dan terlihat kurang terawat meskipun sudah dipugar. Semoga kedepannya, ada pengelolaan yang lebih baik ya. Lumayan khan bisa sekalian membuka lapangan kerja warga setempat. Sudah mulai terkenal lho spot ini :)


Situs yang berbatasan dengan Sungai Gajah Wong ini terbuat dari batu bata tanpa struktur kayu. Dindingnya tebal seperti Taman Sari dan terdiri atas lorong-lorong yang saling terhubung. Bangunan itu juga memiliki dua kolam di tengah berbentuk lingkaran dan persegi yang dulunya menjadi tempat mandi raja dan kerabatnya.

Nah kalau kalian pengen foto foto di sini juga, silakan cermati lokasinya di peta di bawah ini, oia jangan lupa, selalu jaga kebersihan :)


.
Share:

8 July 2018

Jalan Jalan Siang ke Keraton Jogja

Saat mudik kemarin, aku menyempatkan untuk jalan jalan ke Jogja dua hari satu malam, dengan menginap di salah satu hotel dekat Ambarrukmo Plaza. Kali ini sih tujuannya cuma wisata belanja, kuliner dan foto foto di area kota kota saja, enggak sampai jauh jauh ke Gunungkidul.


Nah salah satu tempat yang kita kunjungi adalah Keraton Jogja yang berada di sebelah selatan Malioboro. Karena ini lagi libur lebaran, sehingga dipastikan macet dan susah cari parkiran, kita menggunakan jasa angkutan online saja, gampang tinggal klik klik di hape, duduk di mobil, disetirin, nyampai deh di lokasi. Heuheuheu.

Wisata keraton ternyata masih banyak diminati wisatawan ya, terbukti loket tiket masuk nya dipenuhi antrean lumayan panjang. Untuk harga tiketnya murah, cuma 5ribu/orang plus 2ribu jika kita membawa kamera profesional.

Di pintu masuk, akan ada bapak bapak berbaju batik seragam yang menawarkan jasa guide selama mengelilingi keraton, dengan menyewa jasa tersebut, kita akan dijelaskan setiap detail di keraton ini, tentang cerita dan asal usulnya. Namun karena kita cuma mau foto foto aja , jadinya enggak pakai jasa itu.

By the way, Keraton Jogja ini berada di tengah-tengah Jogja lho, dimana ketika di ambil garis lurus antara Gunung Merapi dan Laut Selatan, maka Keraton menjadi pusat dari keduanya. Keraton atau Kraton Jogja merupakan kerajaan terakhir dari semua kerajaan yang pernah berjaya di tanah jawa. Ketika kerajaan hindu-budha berakhir kemudian di teruskan dengan kerajaan islam pertama di Demak, lalu berdiri kerajaan yang lain seperti Mataram islam yang di dirikan oleh Sultan Agung lalu berjalan dan muncul Keraton Jogja yang didirikan oleh Sultan Hamengku Bowono I. Hingga sekarang, keraton Jogja masih menyimpan kebudayaan yang sangat mengagumkan.

Kompleks Keraton Jogja terbagi menjadi dua bagian, yakni bagian yang boleh dikunjungi wisatawan serta bagian yang tertutup karena menjadi pusat kegiatan keluarga kerajaan. Beberapa bagian yang tidak boleh dimasuki oleh pengunjung antara lain Gedhong Jene (tempat untuk menyambut tamu kerajaan), Gedhong Purworetno (ruang kerja Sultan sebagai Raja Yogyakarta), Bangsal Kencana, Bangsal Trajumas, serta Kaputren. Nah untuk bagian yang bisa dikunjungi, ini nih beberapa foto nya






Sebenernya masih banyak bagian keraton yang bisa dikunjungi, dan ada pula pertunjukan seni yang bisa dinikmati, tapi karena sudah kesiangan, panas banget, akhirnya kita memutuskan untuk keluar , dan nyari minuman yang seger seger, heuheuheu. Di bagian luar keraton banyak yang menjajakan berbagai makanan dan minuman, serta oleh oleh khas keraton, seperti kaos, blangkon, kerajinan dll.

Nah buat kalian yang lagi jalan jalan di jogja dan pengen mengetahui sejarah jogja jaman dulu, monggo mampir ke keraton jogja....

***

Peta Lokasi Keraton Jogja

.
Share:

6 November 2017

Ada Apa Aja sih di Museum Negeri NTB?


Mungkin ada banyak di antara kalian yang enggak terlalu tertarik ya dengan menghabiskan waktu hari libur/weekend di sebuah Museum, heuheuheu. Jujur, aku juga sih :) Nah tapi, beberapa hari yang lalu, hari liburku kuisi dengan keliling sebuah museum di Kota Mataram. Namanya Museum NTB

Tujuan utamanya memang bukan untuk melihat lihat isi museum sih (karena sudah pernah) tapi untuk mengantar, mendampingi dan mendokumentasikan kegiatan si Baby K yang lagi ikut programnya McD di Museum NTB. Jadi McD di Kota Mataram tuh ada kelasnya lho buat anak anak (mungkin di kota lain juga ada). Keanggotaannya murah banget, cuma 55 ribu setahun, plus dapet seragam.



Kegiatan nya macem macem sih, tapi kebetulan di hari minggu ini adalah jalan jalan bareng keliling museum NTB. Kita dijadwalkan berkumpul langsung di TKP jam 9 pagi. Kita sih jam 9 lewat 5 udah sampai di Museum, lha tapi ternyata baru kita doank yang hadir, heuheuheu, sudah jadi kebiasaan ya ngareeet, hingga akhirnya sekitar jam 10 kurang dikit, kegiatan dimulai.

Untuk kegiatan ini, kita membayar lagi 20 ribu (untuk menu makan siang si kecil) plus 2 rb/orang untuk tiket masuk ke Museum.. 

Ada sekitar 10an anak yang mengikuti kegiatan pagi ini, alhamdulilah pesertanya sedikit, jadi masih nyaman lah buat anak, buat orang tua dan tentunya buat para pendamping dari McD. Gak bisa bayangin kalau misalkan yang ikut sampai 50an orang, beuh ribut ribut dah.... Lha anak anak balita semua



Kegiatan diawali dengan foto bersama di depan pintu masuk ruang utama museum. Dilanjutkan dengan masuk museum dan melihat lihat koleksinya.

Meskipun aku udah pernah kesini dan enggak terlalu tertarik dengan museum, ternyata seru juga ya, ngelihat2 peninggalan2 masa lalu yang ditemukan di sekitar wilayah Nusa Tenggara Barat.

Lumayan banyak sih koleksinya, namun cuma beberapa yang berhasil aku abadikan dengan baik di kamera, karena konsentrasi terpecah dengan ngikutin larinya si baby K yang enggak bisa diem, heuheuheu

1. Bendera Perang yang dibawa Pasukan Kesultanan Bima saat melawan penjajah, Surat Perjanjian Wilayah Sultan Bima dengan Belanda, Ikat Pinggang Sultan Bima, Topi yang dipakai oleh Perdana Menteri Kesultanan, Baju dan Celana Sulam yang merupakan pakaian kebesaran Sultan Ibrahim dan Sultan Salahudin dari Kesultanan Bima



2. Berbagai Stempel, Bintang Jasa, dan Palu Pemimpin rapat yang digunakan pada masa Kesultanan Bima dulu



3. Topi Besi, Senapan dan Baju Perang Kesultanan Bima



4. Alat Alat Pertanian



5. Berbagai pecahan Mata Uang



6. Berbagai Macam Aksara, ada aksara sasak (lombok), samawa (sumbawa), Mbojo (bima), arab, jawa dan latin



7. Kitab Mahabharata



8. Kitab Mujarabat



9. Pakaian Pengantin adat Bayan, Lombok Utara



10. Nekara, yang merupakan alat bunyi bunyian dari perunggu untuk mengumpulkan massa, upacara pelantikan raja, lambang status sosial, upacara minta hujan, dan genderang pengiring  perjalanan roh ke alam baka. Alat ini ditemukan di Pringgabaya, Lombok Timur




Dan masih banyak lagi yang lain. 

Setelah semua sudut museum dijelajahi, semua peserta pun keluar ruang pamer, menuju lobi untuk bermain gamelan.

Heuheuheu, seru banget sih mereka ini, kecil kecil udah maen gamelan aja. Aku aja dulu maen gamelan pertama kali pas SMA, itu pun untuk pelajaran Mulok (muatan lokal)...


Kegiatan hari ini diakhiri dengan pembagian makan siang bagi para peserta (si kecil aja) yang menu nya tentu saja nasi ayam nya McD. Beberapa dari peserta ada yang makan langsung di lokasi, ada pula yang langsung pulang.

Alhamdulilah seru sekali kegiatan hari ini, yaa meskipun cuma jalan jalan keliling museum, tapi si kecil kelihatan super happy, ketemu temen temen baru, karena ini memang hari pertama bagi si kecil, sedangkan peserta2 lain sudah mengikuti kegiatan ini beberapa kali.

Semoga kegiatan kegiatan ke depannya bisa lebih seru ya....


***

Lokasi Museum NTB via Google Maps


.
Share:

My Youtube Channel

Blog Archive