Showing posts with label Sosok. Show all posts
Showing posts with label Sosok. Show all posts

24 January 2018

Roadshow Salam Indonesia : Lebih Dekat Dengan Endank Soekamti


Sejak pembuatan album ketujuh Endank Soekamti selama sebulan penuh di Gili Sudak, Lombok Barat. Endank Soekamti seperti memiliki ikatan khusus dengan Pulau Lombok, buktinya sejak saat itu, band asal Jogja ini jadi sering berkunjung ke Lombok, entah itu dalam rangka promo album maupun konser.

Seperti halnya dalam Album ke-8 Endank Soekamti yang bertajuk ``Salam Indonesia``, tak ketinggalan mereka juga mampir ke Lombok dalam rangka media tour promosi album yang dikemas dalam acara semacam meet and greet gitu.

Acara ini dimulai sejak 5 januari 2018 lalu, dengan start dari Jakarta, roadtrip ke arah timur naik bus, sambil mampir di beberapa kota untuk promo di radio radio dan meet and greet di beberapa kota, dimana Kota Mataram adalah titik finish nya. 

Sebenernya, roadshow di Kota Mataram ini sempet gak jadi lho, dengan berbagai alasan tertentu. Aku sih sempet kecewa dan sedih, kalau mau tetep ikutan ya harus nyebrang ke Bali, tapi berhubung cuaca lagi gak menentu gini, sepertinya lebih baik enggak deh.


Hingga akhirnya seminggu sebelum hari H, ada pesan WA dari Mas Indra, orang sini yang sering ngebantu Endank Soekamti saat di Lombok. Dia bilang kalau Endank dkk jadi roadshow ke Lombok dengan tiket yang lebih murah, namun cara yang sedikit berbeda dari kota kota lain. Huhuhuhuhu, girang bener dah aku denger berita itu, dan aku langsung booking dua kursi, buat aku dan emak nya si Kecil.

Setelah jalan jalan di Bali dan melakukan media tour di Denpasar, Endank Soekamti langsung meluncur ke Lombok dengan menyeberang menggunakan kapal ferry, sementara bus yang selama ini mereka naiki, kembali kosongan ke Jawa, dan tiba di Kota Mataram tanggal 23 Januari pagi. Jadwalnya sih jam 11 siang ini, mereka interview di Radio Fresh yang dilanjut ke RRI, namun karena kondisi yang sedang tidak memungkinkan, acara tersebut dicancel. Kecapekan sepertinya.


Malam harinya, sesuai jadwal akhirnya acara Roadshow Salam Indonesia pun digelar di My Kopi O, Lombok Epicentrum Mall sekitar pukul 7 malam. Acara ini private ya, yang tahu ya yang beli tiketnya, kita aja yang beli tiket dikasih tahu tempatnya pas H-1 acara, heuheuheu. Dengan booking 1 ruangan, acara dimulai dengan menonton bersama film Behind The Scene pembuatan album ke 8 Endank Soekamti ``Salam Indonesia``.  Selama satu jam penuh, kita dibawa seakan akan ikut mengelilingi Raja Ampat, tempat album ini dibuat. Mulai dari kehidupan dalam kapal nya, kehidupan bawah lautnya, kehidupan masyarakat sekitar situ dan keindahan alam Papua yang sangat sangat luar biasa, hingga penyelesaian semua lagu dalam album ini, termasuk penciptaan lirik dan rekaman dalam kapal tersebut. Keren abissss.... Oia, saat menonton film ini,kita sembari menikmati Nasi Goreng dan Es Teh ala My Kopi O yang merupakan 1 paket dalam pembelian tiket tersebut.

Acara dilanjutkan dengan sharing session oleh ketiga personel Endank Soekamti, Mas Erik, Mas Dori dan Mas Toni. Sesi ini sebenernya intinya sama dengan film tadi, namun dalam bentuk narasi/cerita yang disampaikan langsung oleh orang nya, dengan diselingi oleh candaan candaan khas mereka. Kocak memang mereka ini....


Sungguh pengalaman yang luar biasa, pembuatan album ke-8 ini, aku sampai geleng geleng kepala, bayangkan aja, budget sewa kapal phinisi selama sehari tuh 35 juta rupiah lho, namun karena sudah dekat dengan pemiliknya, mereka dapat diskon 50%, belum lagi biaya parkir kapal di setiap desa yang mereka singgahi, jutaan gaes per sekali parkir, plus biaya 500rb per orang yang harus dibayarkan ke desa/pengelola setempat. Yang jelas banyak biaya tak terduga deh. Untung nya mereka dapat sponsor yaitu Bank Danamon, dengan barter mereka membuatkan ikaln berupa film berseri sebanyak 9 episode dan foto foto kalender cantik. 

Masing masing lagu di album ke-8 ini pun dijelaskan masing masing maksud dan latar belakang nya, seperti lagu yang berjudul ``We are Fine``, lagu ini intinya bahwa mereka tuh berada dalam kondisi yang baik baik saja, meskipun sebulan hidup di atas kapal dengan kondisi yang gak menentu, dan sering tanpa sinyal HP.


Kemudian untuk lagu ``Mimpi``, lagu ini mengisahkan tentang anak anak papua, yang meskipun jauh dari fasilitas pendidikan yang memadai, mereka berhak punya mimpi dan berhak menggapai mimpi nya itu/menghidupkan mimpi nya. Sedangkan lagu ``Memancing`` terinspirasi dari Ayah Ulog (Manager Endank Soekamti) yang hampir tiap hari memancing selama di papua itu. Yang paling unik tuh lagu ``Hilang``, ternyata itu adalah curahan hati dari Drone milik mas Erik yang hilang di Papua, saat pembuatan album tersebut. Heuheuheu.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab/QnA dan Foto Foto. Dan diakhiri dengan penampilan Endank Soekamti yang membawakan 2 lagu baru nya di Album ke-8 ini yaitu Salam Indonesia dan Waktu.


Luar biasa, acara ini bener bener menginspirasi dan membuka mata kita bahwa Papua itu indah banget dan unik banget kehidupan masyarakatnya. Keren keren keren, isi dari acara ini enggak bakalan kita dapet dari media lain seperti TV, youtube maupun IG, bener bener eksklusif dah, semoga kalian yang berada di kota kota lain bisa merasakannya di album album Endank Soekamti berikutnya.  Eh tapi ternyata ada roadshow tambahan, yaitu di Jogja pertengahan Februari 2018 dengan tema ``Homecoming``, monggo buat kalian yang kemarin belum sempet menikmati,bisa menikmatinya di Kota Jogja :)


Share:

22 January 2018

Malam Minggu Bersama Konser Tembus Pandang


Wuah ada konser dengan baju transparan? Heuheuheu, bukan bukan, Konser Tembus Pandang ini adalah konsernya musisi asli Jogja bernama Leliani Hermiasih alias Frau, dimana nama konsernya itu mengambil dari nama album barunya yang berjudul Tembus Pandang.

Album keempat ini sebenernya udah diluncurkan sekitar Bulan November 2017 lalu di Jogja, dan konsernya di Mataram Lombok ini adalah yang kedua, setelah Bulan Januari 2015 lalu dia menggelar mini konser di sebuah cafe di Jalan Adi Sucipto, Ampenan, Mataram

Bertempat di Taman Budaya NTB, Jalan Majapahit Mataram, Lombok, Hari Sabtu 20 Jan 2018, Konser ini dimulai dari jam 19.30 WITA, dengan penampilan pembuka oleh Pipiet & The Maiqkane`s, musisi yang pernah kulihat penampilannya di panggung Senggigi Jazz Festival. 

Jam 20.00 aku sudah berada di lokasi, namun belum beranjak masuk gedung pertunjukan, karena memang mau langsung liat penampilan mbak Lani aja, dan sejurus itu pula, temenku yang memang suka musik jenis ini belum sampai di Lokasi, masih Otewe bersama abang Gojek katanya.

Tiket konser ini sudah dijual jauh jauh hari, dan aku langsung membeli nya saat ticket box mulai dibuka, dengan memesan bangku yang paling depan. Heuheuheu, tapi sayang barisan paling depan tidak diperjualbelikan umum, mungkin untuk undangan ya, akhirnya cuma dapet yang baris nomor 2, VVVIP dengan harga Rp117.000/orang. Dengan harga itu, selain bisa menikmati pertunjukan musik, kita juga mendapat 1 CD Tembus Pandang dan Souvenir Konser berupa pot kecil berisi tanaman dengan kata2 tertentu yang beda beda di setiap pot nya. 


Datang ke konser gini, pasti banyak ketemu kenalan yang jarang ketemu, meski sama sama di Kota Mataram, dimana kita ketemunya ya pas acara konser ginian ini, heuheuheu.

Sekitar jam 20.30  aku pun masuk, karena di tiket sudah tertera nomor bangku, selayaknya di tiket bioskop, jadi enggak perlu khawatir bangkunya ditempatin orang. By the way setelah sekian lama enggak masuk Taman Budaya, kaget juga aku, sekarang jadi keren gini, terlihat lebih luas dan lega, dengan kursi kursi merah yang masih terlihat baru, plus dingin banget, seperti di dalam Bioskop, heuheuheu.

Tirai merah besar terlihat menutupi seluruh panggung, sementara terlihat bayang bayang orang orang sedang menata alat musik dan segala pernak pernik unik di balik tirai itu dengan backsound pembawa acara yang cuma kedengeran suaranya aja tanpa kelihatan batang hidungnya, berbicara panjang lebar mengenai konser ini agar suasana tidak terkesan kosong.

Dan yang ditunggu tunggu pun tiba. Tirai merah besar itu pun perlahan terbuka, menyingkap isi di balik nya. Sesosok perempuan cantik berambut pendek (super pendek dan kriwil) sudah duduk di kursi sambil memainkan alat musik (organ) dan langsung membawakan single pertama dari Album Tembus Pandang ini, yaitu Sembunyi.


Entah berapa lagu yang ia nyanyikan di konser ini, enggak ngitung sih, tapi lumayan banyak, mulai dari album pertama sampai yang paling baru. Nah di sela sela antar lagu, dia berusaha untuk mengajak para penonton untuk berinteraksi dengan celetukan celetukan khas nya yang lucu, medok bahasa jawanya keluar, dan kadang kadang dia lupa kalau sedang di luar jawa, dia ngomong aja pakai bahasa jawa, kita yang orang jawa sih ketawa mendengarnya, heuheuheu.

Selain itu dia juga berbicara sedikit tentang album baru nya ini. Mini album ini merupakan kolaborasi yang dimulai pada 2015 lalu, antara dia dengan Restu Ratnaningtyas, seniman yang dikenal atas keindahannya melukis dengan cat air. Dia dan Restu pun memutuskan berkolaborasi, Restu merespons tiga lagu Frau, dan Frau merespons tiga gambar Restu. Proses kolaborasi alih media selalu membutuhkan 'lensa' yang selalu bersifat tembus pandang. Kolaborasi tersebut kemudian menghasilkan empat lagu yang disajikan dalam mini album ini. 

Lagu-lagu dalam mini album ini pertama kali dipentaskan pada tanggal 3 April 2015, dalam konser rutin kolaborasi musk-senirupa bertajuk Lelagu di Kedai Kebun Forum.

Awalnya kukira enggak banyak yang nonton konser ini lho, maklum aja Frau khan bukan musisi  major label yang terkenal, hanya orang orang tertentu aja yang tahu musik nya. Eh ternyata penuh. Heuheuheu, Yang kusuka dari konser2 gini adalah penonton nya tersaring/terfilter, No Penonton Alay yang berdiri paling depan sambil ngerekam pake talenan. 

Oia, satu lagi, saat akan menyanyikan lagu berjudul Tukang Jagal, mbak Frau mengajak penonton untuk bernyanyi bersama, dengan sebelumnya dia mengajarkan dahulu nada dan lirik nya yang sederhana banget :
Tukang jagal tak berperasaan 
Tak bersesal, tak kenal tangisan 
Pak Ar-Rochim yang berhati sabar 
Suka Hattim juga Jodha Akbar
Seru banget, karena saking sederhanya nya, semua penonton langsung bisa ikut bernyanyi bersama menyanyikan lagu ini.

***



Share:

22 March 2016

Endank Soekamti : Jangan ke Lombok

Tahu lagunya Endank Soekamti yang berjudul "Jangan ke Lombok"? Pasti tahu donk yaaa, kalau enggak tahu yaa monggo di search di youtube, atau di joox atau di deezer, ada disitu..

Inti dari lagu ini adalah mengingatkan bagi kalian kalian ini, bahwa Lombok itu nyandu alias bikin ketagihan, jangan deh ke Lombok, nanti bakal enggak mau pulang, hahaha... Kaya aku ini dah, udah ketagihan ama Lombok, bahkan sampai beranak pinak di Lombok...

Nah by the way, lagu Jangan ke Lombok ini adalah salah satu dari 17 lagu di Album barunya Endank Soekamti bertajuk "Soekamtiday", yang setahun lalu direkam di studio alam, di sekitar Gili Sudak, Lombok Barat selama sebulan penuh. Bagi yang belum tahu, silakan baca postingan ku DI SINI.

kamtis lombok

Dari situ kayaknya Endank Soekamti mulai jatuh cinta deh ama Lombok, jadi sering maen ke Lombok, yang terakhir ini adalah dalam rangka #mediatour promo album baru Soekamtiday ke beberapa radio di Mataram, Lombok yaitu Fresh, CNL dan Pro2 RRI.

Berhubung kita ngefans, ya wajib nyamperin donk ya... Dari ke 3 radio itu, aku mendatangi salah satunya yaitu Fresh Radio yang ada di Jalan Bung Karno, Mataram. Jadwal talkshow nya sih jam 2 ya, tapi ternyata mereka lebih dari tepat waktu, jam setengah 2 udah datang, bahkan saat itu penyiarnya belum datang, haha.

di Malam nya, mereka mengadakan acara workshop di Mahera Cafe Mataram, yang diisi dengan acara pemutaran video di balik pembuatan album Soekamtiday, serta dilanjut acara tanya jawab dan ramah tamah. Tapi berhubung aku udah ada  undangan makan malam acara uang tahun temen, aku gak bisa datang deh ke acara workshop itu... Sayang sekali...

***

Besok paginya, lihat youtube, eh ada notifikasi dari channel nya mas Erix, heuheuheu beliau udah aplod video DOES (Diary of Erix Soekamti) yang terbaru dan tataaaaa, aku muncul donk disitu... woahahaha... Seperti apa videonya, monggo ditonton :


Udah nonton? Hayo coba tebak, aku yang mana?? Heuheuheu

Roadshow Mediatour mereka cuma sehari, dan dua hari berikutnya sudah dijadwakan untuk jalan jalan di sekitar Lombok, seperti bermain arung jeram bersama Lombok Rafting di Lingsar, Lombok Barat dan menjelajah indahnya bawah laut di sekitar Gili Kondo, Bidara dan Kapal yang ada di Lombok Timur

Barulah di malam terakhir,  sebelum besok paginya balik lagi ke Jogja, beliau menyempatkan waktu untuk datang memenuhi undangan makan malam kita, heuheuheu. Kesempatan dinner bareng ini merupakan hasil kerjasama dari tiga pihak, yaitu aku, fresh radio dan warung Nasi Balap Lombok.

Pihak warung berperan menyediakan tempat dan jamuan makan malam, pihak radio berperan menghubungi dan mengundang management Endank Soekamti untuk dinner bareng, sedankan aku berperan menghubungkan pihak radio dan pihak warung, heuheuheu agak rumit ya hubungan kita ini...

Mas Ari adalah pemilik dari Warung Nasi Balap Lombok, yang ngakunya sih kamtis (fans endank soekamti) juga yang notabene adalah temen dari istriku. Sebenernya sih beliau ini enggak tahu kalau ES tuh lagi di Lombok, tapi gegara ngelihat postingan istriku saat foto bareng ES di Fresh Radio, eh beliau langsung berinisiatif mengundang ES untuk makan malam di warungnya.

Warung Nasi Balap Lombok ini berlokasi di Jalan Sriwijaya, tepatnya di seberang Kantor Pos Besar Mataram, atau di sebelah barat Lombok Epicentrum Mall.


Sekitar jam 21.15 WITA akhirnya tamu yang ditunggu tunggu datang juga, ada Personel Endank SOekamti (Erix, Dory, Ari) serta beberapa kamtis army (crew) ada Mas Isa, Mas Rheno, dan Mas Sensen, ditambah Mas Indra Ganeza sebagai guide selama di Lombok dan Mas Rio, pemilik Villa Sayang di Kekeri, Lombok Barat (tempat mereka menginap).

Huhuhuhu, setelah semua hidangan tersaji, kita langsung melahap semuaaa... Ada Nasi Ayam Kampung, Sayur Buncis, Suwiran Ayam, Potongan Ayam Goreng, Sambe super pedess, Kerupuk, dll melimpah ruah....

Alhamduliah yaaa mereka menikmati... entah karena memang enak atau karena lagi kelaperan gegara seharian tadi mereka explore Gili Kondo, Bidara dan Kapal di Lombok Timur.. Heuheuheu


Tapi beneran deh, emang enak ini Nasi Balapnya. Kalau menurutku sih ini modifikasi dari Nasi Puyung yang khas Lombok Tengah itu, ada nasi, suwiran ayam pedas dan sambel, cuman bedanya ini ditambah sayur dan potongan ayam kampung goreng... Mirip dengan Nasi Puyung Cahaya yang ada di depan LIA/Lombok International Airport.

Hingga akhirnya keseruan dinner sambil ngobrol ngobrol bareng Endank Soekamti usai sudah, mereka harus kembali ke penginapan karena besok pagi mereka balik ke Lombok, menggunakan flight pagi sekitar jam 6, khusus untuk personel nya aja. Sedangkan crew nya lewat jalur darat membawa balik mobil yang mereka naiki saat touring jawa bali lombok dalam rangka #mediatour ke radio radio.


***

Dua minggu setelah pertemuan itu, sebuah paket datang, berupa paket Boxset album Endank Soekamti yang terbaru berjudul Soekamtiday, huhuhu akhirnya setelah penantian panjang, datang juga. Aku udah lama banget order ini boxset, seingatku sih akhir Januari kemarin, dan baru datang dua bulan kemudian.

Boxset ini menurutku adalah satu teknik penjualan album yang wokee punya untuk saat ini, mereka gak mau ikut ikutan jualan album di warung ayam goreng. Sedangkan untuk jualan album di toko kaset pun susah laku, bahkan sekarang toko kaset/CD original banyak yang gulung tikar.

Tapi dengan menggunakan trik boxset ini semakin membuat para fans sangat bernafsu untuk membeli nya, meskipun harganya gak murah lho, 350 ribu gaes. Dibanding beli ayam goreng modal 50 ribu dapet CD album...

Boxset ini gak cuma berisi CD musik lho, tapi kumplit ada DVD behind the scene pembuatan album soekamtiday, Tshirt, Gelang bertuliskan nama pembeli, Sertifikat pembelian, Komik Soekamtiday dan album CD Jalu berjudul TAJI. Btw Jalu ini awalnya adalah seorang kamtis dari kota di timur Jogja, yang iseng upload video saat dia meng-cover lagunya Endank Soekamti berjudul Carikan Cinta. Eh ternyata mas Erix nemu video itu di youtube dan suka dan langsung dicari orangnya, hingga kemudian diajak rekaman untuk menyayikan lagu lagu Endank Soekamti terdahulu dengan gaya Jalu yang bergenre Pop Jazz Akustik... Hohohoho Congratzzz


Aku order album ini lewat web http://belialbumfisik.com  , disitu bisa dipilih mau yang boxset lengkap atau cuma album endank soekamti atau cuma album Jalu. Monggo yang tertarik, segera meluncur kesana....

Sukses terus buat Endank Soekamti, tetap berkarya dan tetap menginspirasi yaa... Aku ngikutin terus lho channel youtube nya.... Ditunggu lagi di Lombok :)
Share:

7 November 2015

Konser Sheila on 7 : Back to 90's

Kejadian Februari 2014 hampir saja terulang kembali, waktu itu jadwalnya Sheila on 7 manggung di Lombok, tapi gegara Gunung Kelud meletus, bandara pun tutup, dan konser mereka pun diundur, alias batal di hari itu.

Nah di tanggal 6 Nopember 2015 ini, mereka kembali ada jadwal manggung lagi di Lombok, tepatnya di Hotel Lombok Raya dengan mengambil tema "back to 90's". Dan kebetulan pula bebarengan dengan meletusnya Gunung Barujari di Rinjani, Lombok Utara yag mengakibatkan bandara BIL dan Ngurah Rai Bali di tutup. Otomatis donk, kalau mereka naek pesawat bakal gagal lagi tampil di Lombok

Tapi angin segar berhembus, dari twitternya Sheila on 7, diketahui bahwa mereka jadinya lewat jalur darat ke Lombok mulai dari Surabaya. Alhamdulilah ya, masih ada kesempatan untuk tampil, yaa semoga saja lancar semua, tepat waktu.

Dari akun Periscope nya Sheila on 7 aku pun tahu perjalanan mereka sampai mana, beberapa kali akun itu aktif mengabarkan kondisi mereka secara live lagi di kapal. Yang paling seru sih pas di Fastboat jurusan Padangbai Bali - Teluk Nara Lombok. Luar biasa ya, mereka rela menerjang ombak demi memuaskan kerinduan Sheila Gank Lombok akan suara merdunya mas Duta :)


Untuk bisa menikmati aksi panggung mereka di Lombok Raya, kita harus mengeluarkan duit yang gak sedikit lho,  tiket VIP nya 250 ribu, itupun khusus Presale yang aku beli pas bulan agustus lalu (3 bulan lalu) , nah kalo beli tiket VIP yang on the spot jadi 300 ribu, heuheuheu

Ternyata ditutupnya BIL mengacaukan rundown acara, press conference mereka dengan awak media yang dijadwalkan jam 2 siang pun gagal, kemudian gate yang dijadwalkan dibuka jam 5 juga gagal, yang akhirnya dibuka sekitar pukul setengah 9 malam, padahal aslinya tuh jam 5 buka kemudian diisi para band pembuka gitu, terus ada penampilan penampilan lain semacam cosplay cosplay ala ala jepang. 

Nah Karena gagal manggung, para penampil cosplay akhirnya cuma mejeng aja di dekat pintu masuk, hahaha. Semacam penerima tamu gitu


Untungnya ya kita tuh beli tiket VIP, aku agak kasihan juga sih ama yang beli tiket festival, udah masuknya antre lebih banyak, eh di dalem ballroom nya tuh mereka jaraknya jauh banget ama panggung utama, adalah sekitar 20 meteran lebih, dengan dibatasi pagar besi, ahahahai... Sabar yaaa

Akhirnya yang ditunggu tunggu pun muncul, sekitar jam setengah 10 malam, si Duta, Adam, Erros dan Brian menampakkan batang hidungnya, yang disambut meriah para Sheila Gank Lombok. Eh by the way, meskipun ini tema nya "back to 90's" yang datang kesini justru malah kebanyakan tuh ABG ABG unyu gitu (kaya aku ini), perkiraanku salah deh, karena kukira yang datang tuh ya sekitar umuran 25 tahunan ke atas lah ya. 







Huaaaa mas Duta sukses membuat suaraku serak, gegara sepanjang show aku terus terusan nyanyi teriak teriak, jingkrak jingkrak. Kayaknya Ada deh lebih dari 10 lagu dia nyanyikan.... 

Tapi dari sekian banyak lagu itu, ada dua lagu yang paling berkesan dan bikin merinding, keduanya lagu lagu jadul abiss, yaitu Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki dan Takkan Pernah Menyesal... Huhuhu lagu yang pertama ini sering banget dulu ku request di radio (tahun 1999-2000an), nah kalau lagu yang kedua tuh bikin aku inget banget saat jaman SMP, aku harus nabung dulu buat bisa beli album 07 Des yang salah satu track nya adalah lagu ini.

Hingga akhirnya mereka menyudahi konser malam ini sekitar jam 11 malam dengan menyanyikan lagu Sebuah Kisah Klasik. Lagu ini memang pas banget dah buat penutup, karena liriknya itu loh..... 

Sampai jumpa kawanku
S'moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Sampai jumpa kawanku
S'moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan

Sampai jumpa lagi mas Duta....  Sering sering ke Lombok ya, masih banyak keluarga di sini, boleh donk kapan kapan jengukin Kenza, ponakan sampeyan :)
Share:

21 June 2015

Ngintip Endank Soekamti di Gili Sudak

Hari minggu ini adalah weekend pertama di bulan puasa 2015. Saya dan beberapa temen Lombok Backpacker berencana mau jalan jalan ke Gili Sudak, Sekotong. Bukan mau snorklingan sih, tapi mau ngintipin temen temen dari Endank Soekamti bikin album ke 7 mereka.

Heuheuheu, keren banget deh ide kreatif mereka, dengan membuat Outdoor Studio di Gili Sudak. Buat kalian yang belum tahu tentang Gili Sudak, silakan di search aja di web ini, udah beberapa kali saya posting tentang pulau kecil ini.

gili sudak
View Cantik di Gili Sudak

Gili Sudak dipilih mereka berkat rekomendasi dari mas Helmy PB (dulu di Jagostu) yang notabene orang lombok juga. Selain masih sepi, pulau ini juga masih bagus akses internetnya, karena mereka punya project bakal upload video keseharian mereka di Gili Sudak lewat youtube (https://www.youtube.com/user/soekamtiofficial) . Cek deh, hari ini (21 Juni 2015) sudah 4 video yang diupload.

***

Untuk sampai ke Gili Sudak, kita menyeberang daerah Medang, bukan Tawun, melalui Pak Sahar, karena lebih murah dan lebih cepat, cukup 10 ribu rupiah saja bolak balik (harga special karena kita udah kenal baik), gak sampai 5 menit kok naik perahu, kita udah sampai di pulau kecil nan indah yang 30 hari ini bakal super berisik oleh tingkah laku gila personel dan kru Endank Soekamti.

Gili Sudak kelihatan di seberang

Sampai di lokasi, ternyata mereka lagi sibuk nih, ada yang sibuk "take drum", masak, main PS, edit edit sound, dan bersih bersih. Ya sudah kita cuma menyapa aja, dan langsung mlipir ke sisi pulau lain, nongki nongki cakep di pinggir pantai di bawah pohon dulu biar gak ngegangggu mereka.

by the way Gili Sudak nih lagi berbenah, resto satu satunya di sini sedang bikin bangunan baru di samping bangunan lama, lebih besar dan bagus, nantinya bakal pindah ke yang baru, trus di sebelahnya udah dibangun beberapa bungalow yang sekarang lagi disewa full 30 hari oleh Endank Soekamti. Tarif normalnya 350 ribuan per malam, tapi mereka dapet diskon gede nih gegara booking sebulan penuh. Di sisi lain pulau juga ada rumah apung yang bisa disewa juga (foto di bawah), cocok dah buat yang mau bulan madu mencari ketenangan.

rumah apung gili sudak



Barulah sehabis dzuhur kita balik lagi ke basecamp mereka, outdoor studio mereka. Karena kita udah janjian ama mas erik sebelumnya, kita diijinkan donk masuk ke studio mereka di salah satu bungalow di sini. Wohohoho, bener bener pindahan nih, drum set plus perlengkapan rekaman mereka lengkap di sini...

View nya Juaraaa yaaa.....

Selain bikin video keseharian mereka selama di gili sudak, mereka juga bikin video "Masak Bareng Dek Caca". Jadi mereka nge bawa Dek Caca ini buat masakin mereka selama 30 hari dan sekalian take video setiap hari pas Dek Caca masak, heheuheuheu, Seruuu.

dek caca endank soekamti
Bulu Babi hasil tangkapan Dek Caca, heuheuheu
Nah kali ini Dek Caca bakal masak Bulu Babi goreng tepung. Gak perlu beli ke pasar atau supermarket, bulu babi ini langsung ditangkap sendiri oleh dek caca di pantai di depan bungalow ini, tinggal nyemplung. Cara menangkapnya dengan menusuknya menggunakan besi, karena kalau ditangkap langsung pake tangan, bisa ketusuk ama bulu/duri nya.

Di sekitar Gili Sudak ini memang banyak banget bulu babi, jadi memang harus hati hati kalau mau snorklingan. Tapi untuk dimasak gak perlu banyak banyak, cukup dua saja.

Dek Caca lagi nyukur Bulu Babi
Setelah ditangkap, baru deh bulu bulunya dicukur biar pas ngambil isi di dalamnya lebih aman. Nyukurnya gampang banget, kaya nyukur rambut manusia, pake gunting aja, crut crut crut, sampai gundul, heuheuheu.

Baru deh setelah bulu babi nya siap, dapur di pinggir pantai pun disiapkan, dengan background laut biru dan sebiji motor Mio dari Sponsor, proses syuting dimulai, sumpah kocak banget proses syutingnya... Gak tahan pengen ketawa terus... Kalo kalian penasaran coba cek sendiri di Channel Youtube Dek Caca.

Behind the Scene "Masak Bareng Dek Caca"

Kegiatan ngintip hari ini diakhiri dengan foto foto bareng, heuheuheu.... Yuk ah capcuss, setelah foto foto kita langsung pamitan dan balik ke Pulau Lombok.

Seru seru seru..... pengen balik kesini lagi weekend depan deh....



***

Ini nih Video Masak Bareng Dek Caca, edisi Bulu Babi Goreng Tepung :

 

***
Nah dari proses perekaman album di Gili Sudak ini, pada tanggal 16 Februari 2016, Endank Soekamti akan meluncurkan Album bertitle "Soekamti Day" yang bertempat di Taman Budaya, Jogjakarta, dengan Single Pertama "Sampai Jumpa"

Album Endank Soekamti "Soekamti Day" ini saat ini (akhir Jan 2016) sudah bisa diorder di web http://belialbumfisik.com . Aku sih udah order, nunggu dikirim :)
Share:

24 January 2015

Manisnya Mini Konser Frau di Lombok

Panggung Frau di Bandini Koffie

:: FRAU ::
Sosok yang berjasa mengenalkan frau ke aku adalah Mas Bowo @omrobo , dia adalah artis jogja (dulu sih, di band Southern Beach Terror) yang sekarang udah banting setir dan menetap di Lombok mengurusi tour and travel.

Waktu itu kira kira awal bulan Januari 2012 dia kedatangan tamu dari Jogja, aku kenal dengan nama Masgufi, awalnya sih gak tahu dia itu siapa, ya tahunya dia itu temennya mas bowo, kita pun jalan jalan bareng rame rame ke Pantai Kaliantan. Ini nih wujudnya :

eksis banget di Twitter, bahkan saat mandi di pantai pun nyempetin update status
Nah dari perjalanan wisata di Lombok inilah aku jadi tahu kalau dia itu sebenernya adalah seorang manager artis di Jogja dengan nama asli Adi Adriandi, haha.... Salah satu artis yang jadi naungannya adalah Frau.

Pulang dari jalan jalan penasaran dah dengan yang namanya Frau, trus kucari dah videonya di Youtube dan download Mp3 nya di Google. Waktu itu baru ada album pertama, dan ada satu lagu yang favorit buat didengerin dan ditonton videonya, yaitu Mesin Penenun Hujan, wuihh sampe merinding pas pertama kali denger suara piano nya.

3 Tahun berselang, aku udah lama gak dengerin lagu lagu Frau lagi, cuma dapat kabar kalau dia udah ngeluarin album ke duanya berjudul "Happy Coda".


Tapi tiba tiba si omrobo ini upload poster (seperti di atas ini) di path dan twitter, woyoo... Yang isinya Frau mau nyanyi Live di Lombok, tepatnya di Bandini Koffie, Jln Adi Sucipto, Ampenan tanggal 23 Januari 2015. Lha aku dadi kelingan maneh karo mbak cantik Frau. Pokoknya harus wajib nonton. Okelah lanjut cari massa buat nonton. Alhasil dapet 4 orang yang mau diajak nonton. 

Mini konser ini terbatas kursinya, jadi aku langsung buru buru reservasi ke Bandini, dengan membayar 50 ribu per orang. Dengan harga itu kita dapat minuman dan snack yang memang merupakan menu menu dari bandini Koffie

Hari Jumat malam sekitar jam 19.00 WITA konser dimulai dengan dibuka oleh 4 musisi lokal Lombok, yaitu Kevin Leonidas, Buhari Bersaudara, Semelemele Quartet, dan Freaking Genius. Dari keempat musisi lokal ini, cuma lagunya freaking genius yang bisa masuk ke alam kenikmatan, yang lain belum bisa.

Freaking Genius
Setelah semua musisi pembuka tampil, akhirnya yang ditunggu tunggu tiba. Tapi Sebelum si frau keluar, si empunya Bandini Koffie, Mas Imam ngasih pidato pembukaan yang mengahrukan, huhuhu. Sedangkan si Masgufi sibuk mempersiapkan panggung biar 100% siap buat dinaikin mbak Frau.

Tepat jam 21.05 WITA, mbak Frau alias Leilani Hermiasih , keluar dengan menggunakan baju ungu, rambut sedikit keriting dan secangkir kopi. Awalnya kirain cangkir itu cuma buat pelengkap alias hiasan konser, eh ternyata bener bener ada isinya, haha. Mungkin tadi di dalem belum selesai ngopi ngopi nya ya, tapi udah disuruh naik panggung aja.

Dia menyanyikan kira kira 8 lagu yang diambil dari album pertamanya Starlit Carousel dan album keduanya Happy Coda. Dari sekian lagu itu, ada satu lagu yang bikin aku merinding, yaitu Mesin Penenun Hujan, rasanya masih sama dengan saat aku dengerin lagu ini pertama kali.

Beberapa kali dia meminum kopinya saat pergantian lagu, sembari bicara berbagai hal mengenai lagu lagunya, terutama lagu yang mau dinyanyikan. Cara bicara dan gerak geriknya itu lho, lucu menggelitik deh, padahal enggak berniat ngelucu, tapi kok dilihat dan didengar itu jadi lucu, hihihi.

Mbak Frau alias Leilani Hermiasih
Sekitar jam 22.00 WITA mini konser ini pun usai, ditutup dengan pengundian doorprise Tiket PP Lombok-Surabaya persembahan salah satu sponsor Maskapai Berwarna Ijo. Untuk bisa ikut undian ini, kita harus beli kaosnya Frau nih seharga 120 ribu, nah gegara pengen ngedapetin tiket itu, aku pun beli tuh kaos, tapi sayang sekali gagal, pas diundi ternyata gak dapet hadiah doorprise nya.

Sebelum pulang, aku pun temu kangen dulu dengan Masgufi yang udah 3 tahun gak ketemu, huhuhu, untungnya dia masih inget aku. Plus dilanjut dengn foto bareng Mbak Frau, yey... Mbak Fraunya ramah banget lho, pas diajak foto welcome banget, Nice dah pokoknya...

Setelah semua beres, mereka pun kembali ke rumah omrobo buat istirahat, ternyata mereka lebih pilih tidur di rumah omrobo daripada di hotel, hohoho. Rangkaian konser di Lombok akan berlanjut esok hari, selain di Bandini Koffie, mbak Frau juga akan manggung di Gili Trawangan besok (24 Januari 2015). Nginep semalam disana, dan hari minggunya kembali ke Jogja, kampung halaman tercinta :)

Share:

13 July 2014

Akhirnya Buber di Nuansa Indah

Yang namanya lagi bulan puasa, pasti ada satu hal yang tidah bisa dipisahkan dari kebiasaan anak muda, yaitu Buka Bersama, alias Buber. Seperti halnya temen temen saya disini yang tergabung dalam Grup Instameet Lombok, sebuah grup yang terbentuk gegara event Instameet, beberapa bulan lalu.

Untuk lokasi, langsung tertuju ke area Lesehan di daerah Sayang Sayang, Cakranegara. Dari sekian banyak warung lesehan, pilihan pertama jatuh pada Green Asri, yaa karena berdasar pengalaman, si doi lah yang paling yahut dalam hal lokasi dan rasa. Tapi agak takut kehabisan tempat juga sih, gegara ini malam minggu dan gak ada yang mau booking tempat.

Dan ternyata bener firasat saya, Green Asri udah penuh gan, hahaha, memang harus booking dulu sih harusnya. Yaah akhirnya kita mlipir ke warung sebelahnya yang masih terlihat sepi, yaitu Nuansa Indah. Gak perlu booking, langsung masup aja gan..

Kesan pertama saat masuk area warung makan ini "rimbun"

Ternyata gak ada berugak luas yang mampu menampung kita semua,,, hohoho akhirnya mas mas warung ngambilin kursi tambahan, layaknya ekstra bed kalo nginep di hotel *hadeh

Ngomongin masalah rasa, makanan di warung ini rasanya standard ya, enggak "wah". Yang enak justru malah tempe gorengnya, gurih gak asem atau pahit. Tapi sayur asemnya justru yang kurang pas di lidah, kurang seger, dan rasa asem nya gak pas. Sedangkan untuk masalah harga, kita ber-14 orang, makan habis 570-an ribu, dibagi 14 berarti per orang habis  40 ribuan. Nah kalau dibandingkan dengan tempat makan saya minggu lalu di Sky Garden yang habis 50 ribu per orang, saya sih lebih menyarankan untuk makan di Skay Garden, karena rasa dan pemandangannya lebih Yahuuuud.....!!! Silakan baca DI SINI.




Selesai Makan, kenyang. Akhirnya kita pun merencanakan buat acara mini Instameet setelah lebaran nanti, yaitu ke Sembalun, kemudian dilanjut 17 Agustusan di TWA Gunung Tunaq, Lombok Tengah.. 

Yaaa semoga berjalan lancar sesuai rencana yaa.. Sampai jumpa di pertemuan selanjutnya kawan. Buat kalian yang tertarik gabung, ayo Gabung aja...... Dijamin Seruu.....!!!
Cuplikan Video nya :



pas puasa, postingannya makanan muluk.. Haha

jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

2 March 2014

Kopdar Lombok Backpacker Bersama Lalu Abdul Fatah

Lalu Abdul Fatah
Berhubung minggu sore ini (02032014) kita dari Lombok Backpacker ada undangan dari Miq Lalu Abdul Fatah untuk kopdar di Gramedia Lombok, saya pun mengosongkan jadwal dan berusaha untuk bisa dateng ketemu beliau, karena beliau adalah pendiri dan salah satu dari tiga admin Group Lombok Backpacker di Facebook, dimana selama ini cuma bisa berkomunikasi lewat FB, karena beliau berdomisili di Surabaya.

Belum sampai pada tahap mengidolakan sih, hihihi cuma penasaran saja pengen ketemu langsung, say hello dan foto bareng.

Nah acara pertemuan ini hampir saja gagal gegara dalam perjalanan menuju Gramedia yang ada di Jalan Pejanggik Mataram, kendaraan saya bocor ban, astagaa paniklah saya, apalagi ini udah jam lima sore lebih, takutnya udah pada tutup bengkel tambal ban nya. Tapi alhamdulilah ya, akhirnya nemu juga setelah mandi keringat muter muter nyari tambal ban di daerah jalan brawijaya.
Para Admin Lombok Backpacker

Saat masuk Gramedia, udah kedengeran tuh suara keseruan acara ini, oia sebelum kopdar dimulai, didahului dulu dengan acara bincang buku Love Journey #2, secara ya dia khan penulis buku itu. Bincang bincang ini diisi dengan diskusi tanya jawab antara miq Fatah dengan pengunjung yang pastinya suka baca dan suka travelling, saya sih gak terlalu memperhatikan acara bincang buku nya ya, yang saya tangkap sih cuma info kalau khusus hari ini harga buku Love Journey karya Lalu Abdul Fatah itu dijual dengan diskon 10%.

Sekitar satu setengah jam berlangsung acara bincang buku, akhirnya acara kopdar pun dimulai, woyooo akhirnya bisa berjabat tangan dan mengobrol dengan penulis Lombok yang udah terkenal ini "Lalu Abdul Fatah". Dan ternyata ada beberapa temen dari Lombok Backpacker yang belum pernah saya temui juga, yang akhinrnya bertemu muka di sini, wohohoho, ada yang masih muda, masih sekolah, masih kuliah, ada yang bawa pacar, ada juga yang udah gendong anak..

dan Acara seru seruan pun ditutup dengan foto bersama, sambil nenteng buku buku nya miq Fatah :




Saat mau turun pulang, eh Miq Fatah manggil dan ngajak buat kopdar lagi sambil makan makan hari selasa besok di salah satu kedai steak di Gomong, Mataram. Woyoooo "Siaaap...!! Miq"



jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

25 July 2013

Buka Puasa Bersama Keluarga Lombok Backpacker

Sejak beberapa bulan ini keluarga Lombok Backpacker jadi semakin sering ngadain jalan bareng nih, touring, trekking, snorkling, spearfishing di seputaran Lombok. Nah tapi berhubung ramadhan tiba, acara jalan jalan nya libur deh.

Untuk ngisi kegiatan sembari silaturahmi, kita pun ngadain acara buka bersama, yang diadakan di Lesehan Intan, Sayang Sayang, Mataram. Acara ini diprakarsai oleh mas Iyus dan Mbak Ririn.

Oia, Lombok Backpacker sendiri berawal dari grup di Facebook yang di kelola oleh dua admin yaitu Duta Here dan Lalu Abdul Fatah. Kalo kalian butuh info lengkap mengenai Lombok, silakan mengunjungi grup nya di FB, dijamin gak nyesel deh gabung, ada yang hobi snorkling, ada yang ahli spearfishing, freediving, naik gunung, touring dan blusukan nemuin spot spot baru.

Hari Senin 22 Juli 2013 pukul 5 sore temen temen mulai berdatangan ke lokasi, dan yang hadir memang kebanyakan yang aktif di grup FB dan sering ikut acara jalan jalan, tapi ada beberapa yang baru pertama kali gue lihat.

Sekitar 23 orang memenuhi satu ruangan di Lesehan Intan, sambil menunggu berbuka, satu persatu memperkenalkan diri kepada yang lain, karena memang sih ada beberapa yang belum kenal. Meskipun sering jalan jalan, tapi ini baru acara pertemuan kedua yang diadakan secara resmi dan terencana, yang pertama dulu diadain di Taman Udayana, dan yang hadir cuma dikit.

Acara buber ini selain diisi dengan perkenalan juga ada sholat berjamaah, makan bersama, juga pesan pesan dari si admin Om Duta, huahaha tiap beliau ngomong pasti ngundang ketawa, gegara beliau agak susah nyebut huruf "R", mau manggil mbak Ririn aja jadi mbak Wiwin, xixixixi

Setelah semua pada kenyang, acara diakhiri dengan foto bersama... Ini beberapa fotonya :








Seru khan?? Oia kalo ada yang mau gabung, silakan merapat ke Grup FB Lombok Backpaker ya... Kalian bisa tanya tanya disana all about Lombok, misal penginapan murah, transport, akomodasi, obyek obyek wisata, dll dijamin gratis.



jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

My Youtube Channel

Blog Archive