13 July 2013

Kebun Binatang Gembira Loka Jogja

Gembira Loka, aaaah rasanya sudah lama sekali aku gak ke sini ya. Ini adalah lokasi wisata wajib bagi anak anak TK di kota kota sekitar Jogja. Saking lamanya gak kesini, sampai lupa apa aja isinya.

Nah akhirnya aku bisa juga masuk kebun binatang ini lagi nih, lokasinya gampang ditemukan, karena ada di pinggir jalan besar, kalao dari arah perempatan Bank BI BNI selatan Malioboro, kita tinggal jalan ke arah timur aja, lurus.... nanti pintu gerbangnya ada di kanan jalan.

Parkir motor dua ribu rupiah, tiket masuknya 15 ribu rupiah, oia di tiketnya tertulis "Free Wifi", wohoo mantap nih, passwordnya bisa kita dapet dengan menukar sobekan tiket masuk.


Tempat pertama yang aku kunjungi adalah Diorama Flora & Fauna. Diorama flora merupakan diorama yang berisi berbagai jenis flora khususnya yang ada di Indonesia. Berisi antara lain Miniatur tipe tanah, Miniatur perjalanan air dari mata air sampai laut, Umbi-umbian, Biji-bijian., Macam-macam akar. Sedangkan Diorama Fauna Merupakan diorama yang berisi berbagai jenis fauna khususnya yang ada di Indonesia. Berisi antara lain Fauna tanah, Proses metamorfosis, Macam-macam serangga, Keanekaragaman biota laut, dan Pemanfaatan sutera. Tata letak yang ada dalam kedua diorama di atas sebenarnya hampir sama. Pencahayaan, pengaturan suhu ruangan sudah baik. Hanya saja belum dilengkapi dengan komputer sebagai pencari informasi tambahan. 


Lanjut, jalan lebih ke arah dalam kebun raya, sampai juga di kolam yang luas yang di dalamnya ada kapal besar, hoho itu cuma bangunan restoran di tengah kolam yang didesain menyerupai kapal.

Berbagai jenis binatang ada di kebun binatang ini, yang ditempatkan di kandang kandang, yang terlihat agak kurang terawat, kasihan sih sebenernya. Bagi yang pengen lebih dekat ama gajah, disini ada gajah tunggang, jadi pengunjung bisa naik ke atas gajah dan keliling kandang nya., dengan membayar 10 ribu rupiah.


Yang menarik berikutnya adalah di sekitar akuarium akuarium ikan, ada spot Terapi Ikan, jadi kaki kita dimasukin ke kolam, lalu ikan disitu akan menerapi kita dengan memakan sel sel kulit kita yang mati, hihihi, geli kayaknya ya, cukup bayar 20 ribu rupiah saja. Selebihnya itu gak terlalu menarik sih,

Tapi untungnya pas aku kesini pas ada pertunjukan satwa terampil, gratis kok nontonya, tinggal duduk manis di tempat yang disediakan. Ada beberapa satwa yang tampil, seperti beruang madu, orang utan dll, dengan tingkahnya yang lucu dan bisa meniru beberapa aktivitas manusia, pertunjukan ini sukses menghibur para pengunjung. Setelah selesai pertunjukan, pengunjung diberi kesempatan berfoto dengan orang utan dengan memberi uang seikhlasnya.

Hmm aku gak ikut foto, lha yang ngantre anak anak TK-SD semua, aku Om Om sendiri donk, hihi. Sebenernya masih ada beberapa spot yang bisa dikunjungi, tapi gegara cuaca agak mendung, aku lebih milih pulang deh, daripada keujanan. 

Seperti pada lokasi wisata kebanyakan pintu keluarnya pasti diarahkan menuju tempat belanja oleh oleh, mulai dari makanan sampai souvenir souvenir.

Share:

10 July 2013

Batu Payung yang Semakin Digemari

Yey... untuk kesekian kalinya aku bisa sampai ke Batu Payung ini, Alhamdulilah ya. Kali ini aku cuma berdua ama temenku, sebut saja "Agus". Batu Payung ini berlokasi di sebelah timur Pantai Tanjung Aan, tepatnya di ujung bukit di samping kiri Tanjung Aan.

Ada dua cara yang bisa kita tempuh untuk mencapai Batu Payung ini :

Pertama.... Dengan naik perahu yang bisa kita sewa dari Tanjung Aan, biasanya sih si empunya perahu jalan keliling ke kerumunan wisatawan, menawarkan jasa antar ke Batu Payung. Tarifnya sekarang kurang tahu ya, dulu pernah naik perahu bolak balik seratus ribu, isi 10 orang, hmm kayaknya sih masih bisa ditawar itu, lha lokasinya deket kok dari bibir pantai tanjung aan.

Kedua.... Berjalan kaki menyusuri bukit. Menyusuri bukit sendiri bisa melalui tiga jalur, lewat kanan bukit, lewat kiri bukit dan lewat atas bukit. Dari ketiga rute ini udah aku coba semua, dan menurut pendapatku, yang paling mudah dan cepat adalah lewat kiri bukit, jadi kita parkir kendaraannya di kampung yang ada di timurnya Tanjung Aan tepatnya di Pantai Muluk, bukan di Tanjung Aan nya. Dari situ kita berjalan kaki menyusuri pinggiran pantai, dengan sebelah kanan adalah dinding Bukit Pedau. Gak lama kok, sepuluh menit aja sampai jalan kaki.

Berkat iklan nya Rokok Dunhill yang berlokasi di Batu Payung ini, akhir akhir ini lokasi ini jadi sering ramai dikunjungi wisatawan, kalau dulu cuma mentok sampai Tanjung Aan aja, sekarang udah menjadi tujuan wajib wisatawan yang ke Tanjung Aan, harus sekalian mampir ke Batu Payung.

Seperti Sabtu kemaren, saat kita sampai di Batu Payung, ternyata udah ada tiga pasang muda mudi yang lagi asyik fotoan di sini, tambah kita jadi empat pasang deh, eh tapi cuma kita yang pasangan cowok cowok *miris

Seperti apa keasyikan mereka pas foto foto? Xixixixi Nih foto candid mereka :






________________________________________________________________

Batu Payung
Gili Anakanjan

Beberapa menit berlalu, eh muncul beberapa gerombolan lagi pengunjung, yang semuanya anak anak muda, secara bergelombang memenuhi setiap sudut kosong di sekitar Batu Payung. Semuanya asyik memainkan gadget mereka, mencoba mengabadikan keelokan Batu Payung.

Kita gak mau kalah juga donk, jepret sana jepret sini, cusss :







Setelah puas, kita pun balik jalan kaki menuju tempat parkir tadi di deket Pantai Muluk. Dan perjalanan naik motor pun kita lanjutkan kembali......


jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok 
LOMBOK itu INDAH
Share:

8 July 2013

Mandi di Dinginnya Sesaot

Jalan Tanah Menanjak
Sungai di Sesaot ini mengingatkan aku saat masa kecil dulu, hampir tiap hari selalu mandi sore di sungai bareng ama temen temen kampung, bedanya dulu suhu airnya biasa aja, tapi ini di Sesaot, suhu airnya dingiiiin... maklum lah ini kan di kaki Rinjani.

Sesaot ini berlokasi di daerah Narmada, Lombok Barat, tepatnya di utara Suranadi. Nah pasti dah pada tahu kan ama Suranadi, tempat pemandian plus tempat wisata kuliner Sate Bulayak, Sesaot ini gak jauh dari Suranadi, tinggal lolos dikit.

Weekend kali ini memang lain daripada yang lain, paginya aku ama temenku main main di Batu Payung, nah sorenya lanjut mandi mandi di Sungainya Sesaot, ini bisa disebut travelling dari laut ke gunung, xixixi.

Pintu Gerbang Selamat Datang di Sesaot ada persis di atas jembatan, kemaren sih gak ada tiket masuknya, atau memang gak ada ya? Dari sini jalanan sudah tak beraspal lagi, berganti menjadi tanah berbatu, di deket pintu gerbang ini banyak pedagang makanan, dan di belakangnya ada sungai, wooo rame. Kita pun mengurungkan mandi disitu, lanjut menyusuri jalan yang ada menggunakan motor, kita pun menjauh dari keramaian karena emang sengaja nyari yang sepi adem ayem.

Dari jauh air sungainya terlihat berwarna keputihan, gak bening, unik deh, tapi ini bukan berarti kotor loh ya. Meskipun jalan nya gak mulus gini, tapi kok ya rame ya, banyak motor lewat, baik yang naik atau turun, ada juga angkutan umum yang melayani rute ini, wow.

Dan perjalanan kita pun terhenti di suatu tempat, ada berugak kecil disitu, motor kita parkir di samping berugak, dan kita jalan menuruni jalan tanah kecil ke bawah, menuju sungai.

Tanpa babibu, kita pun langsung nyebur... brrrrrr dingin banget airnya cui... Yang tadinya kepanasan di pantai, sekarang malah jadi kedinginan gini.

Sungainya gak dalem, juga gak lebar, jadi kagak bisa kalau mau lompat lompat, dijamin kebentur batu, lha batunya aja segede gede gaban gini.


Gak berapa lama, muncul dua anak yang mau mandi di sini juga, sepertinya sih anak deket deket sini rumahnya. Buakakaka mereka mandinya tel*njang brooo.... kagak pake sehelai benang pun, eh itu angry bird nya kelihatan, kagak malu malu gitu ya..



Sebelum pulang, aku keramas dulu, jiahahaha, berbekal Shampo Lifebuoy biru yang nemu di atas batu, aku pun bisa keramas di sungai, aktifitas yang udah lama banget gak gue lakuin, udah berpuluh puluh tahun yang lalu cui... Sesuatuk ya...

Dan... aku menyatakan bahwa "aku ketagihan mandi di sungai yang bersih dan dingin ini". Suatu saat pasti aku balik sini lagi :)



jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

24 June 2013

Blusukan ke Kawasan Pantai Ebuak Lombok

Blusukan lagi dan lagi....

Kali ini kita bertiga, mas I, mbak A, dan om B membelah semak belukan jalan tanah di timur Kuta, Lombok Tengah.

Yuph, awalnya kita menuju Pantai Gerupuk terlebih dahulu, melewati perkampungan nelayan yang banyak homestay nya, di sini banyak bule karena memang Pantai Gerupuk ini salah satu spot favorit buat surfing, tapi bukan di lokasi ini, para surfer harus menyewa kapal untuk bisa mencapai spot surfing, karena di lokasi ini tenang tak berombak, banyak keramba ikan.

di pojok kanan pantai, ada semacam penginapan dengan bangunan sampai ke dinding tebing di atas, di sampingnya ada jalan tanah menanjak dengan kemiringan cukup curam, disitulah petualangan kita dimulai.

Ya ya ya, berhubung dua motor kita berupa motor bebek, alhasil kita kesulitan untuk melewati jalur edan ini... tapi untung banget ya ada seseorang baik hati yang mau nolongin dorong motor kita mpe atas.. Huhuhu sesuatuk ya, pahlawan memang muncul di tempat yang tepat "The Right Man in The Right Place" #uopoiki..

Perjalanan dilanjutkan masih dengan jalan tanah tapi tak sejahat tadi, masih bisa dimaklumi lah... Dan tataaaaa.... gak lama kita menjumpai pemandangan yang super duper juaraaa.... Ada lengkungan pantai cantik di bawah sana dengan bukit eksotis di ujung nya yuph, itulah Pantai Ebuak, nama sebenarnya untuk spot snorkling di Gerupuk, spotnya ada di balik bukit itu, dengan ombak yang aduhai eloknya. 


Cobaan berikutnya adalah menemukan jalan menuju spot itu... Kita pun menyusuri jalanan yang ada, naik turun dengan kondisi jalan yang ahhh cukup membuat jantung berdebar. Beberapa persimpangan kita lewati, dan alhamdulilah sampai juga kita di spot Pantai Ebuak.

Dan satu hal lagi yang buat saya terkesima, saya selangkah lebih dekat ke Gili Krucut. Yuph gili berbentuk kerucut yang dulu pernah saya lihat naik kapal sehabis mengembara ke Gili Anak Ewuq, ya ya ya ini gili nya.. Very very beautifull.... 



Puaaassss........ Menemukan spot cantik yang tidak ada dalam rencana.

#PuasItuSederhana



jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

23 June 2013

Snorkling di Pantai Nipah Lombok

Pantai Nipah
Item sudah ini kulit, tiap sabtu berjemur, snorkling di laut.... Ya no problemo sih, mumpung masih muda, puas puasin menjelajah keliling pulau.

Kali ini gue ngulangin snorkling beberapa bulan lalu di Pantai Nipah. Pantai ini letaknya di sebelah utara Puri Malimbu, Lombok Utara, persis di pantai yang banyak banget penjual ikan bakarnya.

Mungkin ada yang bertanya, emang ada terumbu karang ya di sana...???

Awalnya gue juga gak yakin, cuma asal nyebur aja pakai alat snorkle, eh nemu spot yang banyak terumbu karangnya, itu beberapa bulan lalu, waktu itu gak punya kamera underwater, nah minggu ini gue ngulangin lagi snorkling, plus foto foto bawah airnya.

Gue ngambil spot yang sama dengan pas pertama kesini, lihat foto dibawah ini, daratan yang menjorok ke lautan di pojok kiri bawah foto adalah puri Malimbu, Garis kuning adalah jalan raya, sedangkan lingkaran merah adalah spot snorklingnya.


Nah berhubung air lagi pasang, gue pun nunggu agak surut sambil goler goler di pasir di bawah pohon. Lumayan lama juga sih gue nungguin surut, dari yang awalnya sepiiiiii, sampai sekarang super ramai, isinya anak anak SMP semua, kayaknya sih lagi ada study tour gitu, pas liburan sekolah gini.

Sekitar jam setengah satu, gue pun akhirnya nyemplung dengan perlengkapan sederhana, alat snorkle dan kamera Canon D20 kesayangan gue ini. Oia siang ini angin berhembus lumayan kenceng, jadinya air lautnya gak stabil, goyang sana goyang sini, nah keadaan gini sepengetahuan gue bikin visibility bawah laut kurang bagus, karena airnya akan bercampur pasir.

Dan benar saja, setelah gue nyemplung, airnya gak sejernih dulu. Di bagian pinggir yang ada cum apasir putih, kemudian padang rumput, semakin menjauh lagi, baru kelihatan terumbu karangnya, alhamdulilah, sampai juga di dunia lain, dunia bawah laut. Sedikit ikan di sini, bintang laut gak ada malah. Tapi terumbu karangnya terjaga pertumbuhannya, bagus, meskipun sedikit variasinya, sedikit terumbu karang lunaknya. Ini nih beberapa fotonya :





Gimana? Lumayan kan? Tapi jangan dibandingkan dengan underwaternya Gili Layar, Rengit, Kondo atau Bidara, masih kalah jauuuh. Tapi ya setidaknya di sini kehidupan mereka (terumbu karang) terjaga dengan baik, dan gak perlu nyebrang pakai kapal, serta gak terlalu jauh dari Kota Mataram. Kurangnya ya di sini gak ada yang nyewain alat snorkle, jadi harus bawa sendiri. 

Selamat Mencoba.....



jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

My Youtube Channel

Blog Archive