13 May 2016

Mlipir ke Hutan Pinus Mangunan Jogja


Awalnya aku menyebut tempat ini dengan nama Hutan Pinus Imogiri, begitupun dengan teman teman yang membawaku ke hutan ini. Namun setelah googling di internet, ternyata sebenernya hutan pinus ini sudah tidak berada di wilayah imogiri, melainkan masuk wilayah Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Jogja. Sehingga kita sebut saja mereka "Hutan Pinus Mangunan"

Berjarak sekitar 22 km dari titik nol Kota Jogja, Hutan Pinus ini kita tuju menggunakan dua sepeda motor dengan beranggotakan 4 orang dewasa dan 1 balita (anak gueeee). Gak sulit kok untuk menuju Hutan Pinus ini, paling gampang tuh patokannya Terminal Giwangan, dari situ tinggal ambil arah selatan, menuju daerah Imogiri, nah nanti tinggal ikuti saja dah petunjuk arah menuju Hutan Pinus ini, dijamin gak bakal kesasar.

Untuk saat ini sih belum ada retribusi/tiket masuk untuk bisa menikmati indahnya hutan pinus ini, cuman ada biaya parkir sebesar 3 ribu untuk motor, 10 ribu untuk mobil, 20 ribu untuk bus, dan 50 ribu untuk yang mau foto Pre Wedding.

Kesalahan, yuph sebuah kesalahan datang kesini pas hari libur, apalagi long weekend gini. huhuhu rame bingit kaya pasar, mulai dari anak anak sampai kakek nenek pada piknik disni, ada yang gelar tiker, ada pula yang tiduran santai di hammock, itu sih oke oke aja, tapi yang bikin aku jengkel tuh yang nongkrong disini sambil ngudud alias ngerokok. Lha wong jauh jauh ke hutan, buat nyari udara seger, malah disini ketemu asep rokok juga... *tepok jidat *jidat tetangga

Ternyata tempat ini kurang cocok buat anakku yang lagi seneng senengnya jalan. Weleh serem cui, kontur tanahnya kan gak datar, melainkan miring. Sedangkan si baby K ini maunya jalan kesana kemari, kalau lengah dikit dari pengawasan ya bisa menggelinding ke bawah, heuheuheu. Khan gak lucu... Untung aja bawa personel, jadi bisa gantian nge jaga, dan aku bisa kesana kemari foto foto.

By the way, si baby K ini gak tertarik ama ayunan, beliau malah tertarik main tempat sampah, terutama ama tutupnya, di buka ditutup, dibuka ditutup, dituker tuker, dibawa kesana kemari, enggak capek capek. 






Di area parkir banyak terdapat warung warung makan. Jadi buat yang kelaperan, gak usah takut sakit perut atau maag nya kambuh, tinggal pilih aja mau makan apa, ada yang jual sate, bakso, nasi dan juga mie rebus.

Untuk mengusir hawa dingin dan rasa lapar, kita kita order mie rebus pedas plus telur, huhuhuhu ajiiib. Dan semakin ajib oleh iringan rekaman suara penjual Tahu Bulat, dengan kalimat yang diulang ulang, yang kira kira bunyinya seperti ini :
Tahu Bulat, digoreng Dadakan
lima ratusan, anget anget
gurih gurih nyoiii....

***

Rute Menuju Hutan Pinus Mangunan/Imogiri, Jogja
dari Maliobro, via Google Maps




Share:

9 May 2016

Pagi Pagi Nyantai di Taman Sidandang Purworejo


Lama ditinggal merantau ternyata kampung halaman (Purworejo) mulai menggeliat "pariwisatanya", apalagi dengan adanya media sosial, banyak objek objek wisata baru yang bermunculan, dan dengan cepat menyebar informasinya.

Nah Mumpung di long weekend awal mei ini kita lagi mudik alias pulang kampung, kita menyempatkan untuk mampir di salah satu objek wisata yang sudah lumayan tersohor di Kab. Purworejo, namanya Taman Sidandang.

Objek wisata yang baru dilaunching sekitar setahun lalu ini (juni 2015), berlokasi di Dusun Kedungrante, Desa Kaligono, Kec Kaligesing, Kab Purworejo, Jawa Tengah. Mudah dijangkau baik dari Purworejo maupun dari Jogja, karena lokasinya ada di jalur alternatif Purworejo - Jogja via Kaligesing, tepatnya di sebelah atas persimpangan menuju Goa Seplawan.

Tiket masuknya murah banget, dengan membayar cuma 3 ribu rupiah per orang kita bisa masuk mengexplore area Taman Sidandang. 


Sayangnya kita datang terlalu pagi, sekitar jam 9 pagi, warung warung di area ini belum pada buka, heuheuheu, siap siap kehausan dan kelaparan dah. Tapi sisi positifnya, taman sidandang ini masih sepi, lha cuman kita aja yang baru sampai sini, jadinya bisa puas fotoan, tanpa gangguan.

Oia jangan lupa, kalau ada papan berupa peta wisata seperti foto di atas, sebaiknya difoto ya, jadi saat kita berkeliling, kita bisa tahu nama nama area yang kita datangi.

Seperti yang terlihat di peta, ada dua jalur yang bisa kita masuki. Yang pertama aku masuk ke pintu kiri, yang ada di samping "model dandang" (alat penanak nasi jaman dahulu kala). 

Nah dari pintu yang pertama ini, kita bisa menemukan Camping Ground, Jembatan Bambu, Pelataran, Beberapa Gazebo, Ayunan, dan Kedung Bunder.

Jembatan Bambu dan Gazebo

Kedung Bunder
Untuk pintu yang kedua, letaknya persis di seberang pintu pertama. Nah dari pintu ini kita akan lebih banyak menemukan spot menarik, baik itu untuk main air, mandi, berendam, duduk duduk santai, ataupun cuma foto foto. 

Ada beberapa Area Ciblon (mandi mandi main air), Warung, Bilik Ganti, Curug Walangan, Curug dan Kedung Sidandang, dan banyak kedung dengan kedalaman yang bervariasi. Nah dari banyak nya kedung inilah daerah sini dinamakan Kedungrante (Kedung : cerukan yg dalam di sungai , Rante : berantai/banyak berjajar jajar). Dari sekian banyak kedung ini, yang sudah bernama yaitu Kedung Sidandang, Kedung Kuali, Kedung Tempuran, Kedung Dowo, Kedung Pandan dan Kedung Gubah

Adem, Sejuk, banyak pohon bambu

Curug Walangan

Kedung Sidandang
By the way, kedung bunder dan curug walangan ini adalah aliran air dari sungai yang lebih kecil yang sumbernya dari atas, yang jatuh ke sungai utama ini membentuk air terjun, dan bisa dimungkinkan masih ada beberapa air terjun kecil yang setipe yang ada di sepanjang aliran sungai utama ini, cuman belum terekspose.

Sedangkan untuk kedung sidandang ini dalamnya mencapai 7 meter, sehingga berbahaya bila kita mandi di situ tanpa pengaman/pelampung, apalagi buat yang gak bisa berenang. Sehingga disitu dipasang papan peringatan "Dilarang Mandi".

***

Peta/Rute/Lokasi Taman Sidandang
via Google Maps



.buat yang ingin mendapatkan update info tentang Purworejo
monggo follow instagram @explorepurworejo
Share:

2 May 2016

Wisata Religi, Kuliner dan Alam

Libur weekend di pertengahan April ini kita manfaatkan untuk nyekar ke makam mertua yang ada di Tanjung Lombok Timur, mumpung cuaca cerah, mumpung ada kendaraan dan mumpung kita masih sehat sehat semua. 

Sejam lebih perjalanan dari Kota Mataram terasa sangat cepat, karena dalam mobil aku tidur, heuheuheu. Sumpah pagi ini aku ngantuk banget gegara semalem streaming film The Monkey King 2 di http://layarkaca21.tv sampai jam 3 pagi. Situs itu adalah situs favoritku untuk nonton film secara streaming gratisan.. haha #dasarPenikmatBajakan #gratisan , eh enggak gratisan juga dink, lha wong tetep bayar paket internet bulanan ke Indihome.

Warung Rasbani

Berhubung misi utama usai di waktunya makan siang, kita lanjutkan misi berikutnya dengan mengisi perut yang sudah keroncongan. Kali ini tujuan kita adalah Warung Rasbani yang lokasinya ada di Jalan Imam Bonjol, Kelayu, Selong, Lombok Timur. 

Warung sederhana ini menyediakan menu seperti Bakso, Nasgor, Mie Goreng, Rawon, Capcay, Ikan Bakar, Ayam bakar dan Goreng. Kalau dilihat dari jenis menu nya, warung ini gak fokus ya genre nya, campuran...

Tapi ada satu menu yang wajib dicoba di warung ini yaitu ikan bakar nya. Heuheuheu, kata orang sih enak... Karena aku sendiri belum pernya nyobain, jadinya aku pakai kata "kata orang". Ya semoga kata orang itu bener yaaa.

By the way untuk jenis menu Ikan Bakar , harganya lumayan ramah di kantong lho, cuma 15 ribu gaes. 


Tempat pembakaran ikan nya ada di bagian depan warung, dengan ukuran yang lumayan panjang, jadi sekali bakar bisa puluhan tusuk ikan/ayam yang dibakar. Pantesan cepet banget orderan dateng.. Tapi dengan posisi di depan gini, sebenernya cukup mengganggu ya, karena asapnya langsung menyambut pengunjung yang dateng, kaya aku tadi siang ini, sambutannya terlalu meriah, sampai mataku sakit, heuheuheu...

si Istri pesan nya Ayam Bakar, biar antimainstream katanya. Wujud ayam bakar ini sekilas sama dengan ayam bakar taliwang, berupa satu ekor ayam muda utuh yang disajikan dengan sambal seperti gambar di atas ini. Jenis sambal yang dipakai ternyata sama, baik itu untuk ayam bakar maupun ikan bakar.

Eh ternyata "kata orang" itu bener lho, ikan bakarnya enak, pedas manis, tapi gak amis. Jadi makin gurih saat dicocol ke sambal nya. Cucok bangeet... Sumpah aku ketagihan... Besok besok kalau pas nyekar lagi, wajib nih mampir ke Warung ini lagi.

***

Sajian Ikan dan Ayam Bakar ternyata belum memuaskan perut kita. Dalam perjalanan balik ke Kota Mataram. Kita mampir dulu ke Gorengan Rarang, yang lokasinya ada di daerah Rarang, Lombok Timur. Kalau kalian sudah baca postingan sebelum yang ini, pasti sudah tahu donk ya dengan yang namanya Gorengan Rarang. Pisang Goreng dan Tahu Isi nya itu juaraaaa... Fresh from the Wajan... Dijamin masih super panas saat dibungkus... Jadi hati hati jangan langsung diembat, bisa bisa bibir jontor.. Heuheuheu


Sampai di Kota Mataram tuh kira kira jam 5 sore... Nanggung banget kalau langsung pulang ke rumah, lagian besok hari Minggu, masih libur.

Akhirnya kita putuskan untuk mengejar senja, hehuehuehue. Niat awal sih mau sunset-an di Sekitar Pantai Batulayar/Senggigi gitu sambil ngemil jagung bakar dan ngopi ngopi hore. Tapi berhubung jalanan lumayan macet, dan diperkirakan mataraharinya bakal terbenam duluan sebelum kita sampai, akhirnya kendaraan kita belokkan ke arah Pantai Ampenan, yang lokasinya masih di Kota Mataram.

Weleh, ternyata pantainya rame bingiiit ngit ngit... Semacam pasar tumpah... Maklum ini sore hari di akhir pekan, dan cuaca tumben cerah, biasanya sih sore gini hujan. 


Tidak sesuai rencana, di pantai kita bukannya duduk santai sambil ngopi, tapi malah nemenin si kecil maenan pasir dan air laut.. Heuheuheu padahal lagi capek sehabis perjalanan jauh dari Lombok Timur

Ya sudahlah istirahat dan nyantai nyantainya ditunda dulu, mumpung lagi di pantai, kita puas puasin main air dulu.... Biar dah kotor oleh pasir dan basah oleh air laut... Hajar gaes



Si kecil belum puas, tapi hari semakin gelap.. Serem ah kalau malem malem masih mandi di sini, takut tiba tiba ombak besar datang.... Akhirnya kita cuss pulang, dengan wajah sikecil yang manyun,,,, huhuhu i'm sorry nak, next time ya main pasir lagi....
Share:

27 April 2016

Dinding Eksotis di Air Terjun Mangku Kodek


Perjalanan ke Air Terjun Mangku Kodek ini sebenernya sih sudah beberapa bulan lalu, namun belum sempet nulis sampai selesai nih #soksibuk . Lama nge gantung jadi draft.

Air Terjun Mangku Kodek ini berada di Desa Sajang, Sembalun, Lombok Timur. Persisnya terletak di antara Air Terjun Mangkusakti dan Kuda Sembrani, berada segaris, satu aliran (bukan aliran sesat), dan tempat parkir kendaraan nya pun sama. Jadi kalau mau ke Mangku Kodek, ikuti saja jalur menuju Air Terjun Mangkusakti, dimana di gang masuk nya (3 km sebelum tempat parkir) terdapat baliho besar dengan gambar Air Terjun Mangkusakti.

***

Sebagai bekal makan di jalan dan di lokasi, kita mampir dulu di "gorengan rarang" yang lokasinya ada di jalur utama Mataram - Pelabuhan Kayangan, tepatnya di daerah Rarang, Terara, Lombok Timur, enggak jauh dari warung nasi rarang yang sudah lebih dulu terkenal. By the way, meskipun ini warung sederhana, tapi sudah lumayan tersohor lho, setiap mampir ke gorengan ini, pasti ada aja yang beli selain kita, kebanyakan dari luar kota (kelihatan dari plat nomor nya).

Seperti biasa, kita beli 20 ribu, isinya pisang goreng dan tahu isi yang masih panas dan fresh, karena langsung baru turun dari penggorengan, heuheuheu

warung sederhana, rasa luar biasa
***

Air Terjun Mangku Kodek yang dulunya kurang gaul alias kurang dikenal, kini keberadaannya menjadi semakin tersohor gegara masuk dalam liputan My Trip My Adventure akhir 2015 kemarin (udah lumayan lama sih).  Buat yang penasaran, monggo disearch aja di youtube, ada tuh yang merekam acara itu trus aplod di channel yutub nya.

Buat kalian yang suka tantangan, kayaknya kurang cocok deh dengan air terjun ini. Kenapa? Karena jalur trekking dari parkiran menuju air terjun ini sangat sangatlah biasa, haha, gak nyeni babar blas.... Cuma tinggal jalan kaki beberapa ratus meter aja.

Tapi ada satu yang perlu diingat, lokasi air terjun ini agak tersembunyi ya, karena berada di antara dinding bebatuan seksi yang pastinya bikin para pengunjung jadi pengen fotoan bareng.

Nah untuk menuju kesana, kita harus siap basah basahan.. Karena kita harus sedikit berjalan kaki menyusuri sungai dengan arah berlawanan arus. Bila kita bawa barang barang yang ditakutkan akan basah, mendingan ditinggal aja di pinggir sungai sebelum berjalan susur sungai. Tapi ya hati hati jangan sampai hilang, heuheuheu.. ALhamdulilah sih kemaren kita aman. 

Nah Kalau mau yang lebih aman sih mendingan bawa semacam drybag gitu buat nyimpen alat alat elektronik semacam kamera atau hape. Banyak tuh dijual di olshop olshop atau di situs belanja online yang makin kesini makin menjamur..

Sebelum mencapai Air Terjun Mangku Kodek, kita akan melalui spot yang cantik, yaitu berupa sungai kecil dengan air berwarna putih kehijauan (belerang), dan diapit dinding batu yang lekukan lekukannya eksotis, seksi dan kekar... Instagramable banget...




Kodek itu dalam bahasa sasak artinya kecil, sesuai dengan ukuran air terjunnya, coba lihat deh, kecil banget, tingginya paling cuma dua meter. Tapi air terjun kecil ini terlihat cantik dan eksotis gegara dinding batu yang ada di kanan kirinya....

Gimana? Wokeee khan air terjun nya.... Di sepanjang aliran sungai ini memang terdapat banyak air terjun, sebut saja Mangku Sakti, Kuda Sembrani, Mayung Puteq (sudah punah), Madu, Umar Maya, dan mungkin masih banyak lagi yang belum dikenal masyarakat umum... Semoga segera muncul lagi air terjun yang baru yaaa...

***

Pintu Masuk Menuju Air Terjun Mangku Sakti dan Mangku Kodek, Sembalun
via Google Street View


.

*sedih.... pas lagi nulis postingan ini, aku membaca postingan dari temen di facebook yang isinya mengabarkan bahwa beberapa hari yang lalu (24 April 2016), Air terjun mangku kodek menelan korban jiwa, dia adalah seorang wisatawan dari Jakarta.

Innalilahi wainnailaihi rojiun. Semoga amal ibadahnya diterima, dan dimaafkan kesalahannya. Buat temen temen yang mau mandi di air terjun ini, hati hati ya, meskipun kecil, tapi dalem lho yang di bagian bawah terjunan air.

Sekali lagi, hati hati
Share:

23 April 2016

Menoreh Night Spectacular 2016

wates kulon progo jogja

Hai gaes... 
di Tanggal 28 Mei 2016 nanti akan ada event seru lho, hasil kerjasama antara Dinas Pariwisata DIY, Pemda Kulon Progo, Inspiratif Production dan tentunya "berbagifun" sebagai salah satu media partner. Nama event ini adalah Menoreh Night Spectacular yang berlokasi di Alun Alun Wates, Kulon Progo, Jogja yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB

Nah di event besar ini, ada empat acara yang bisa kalian ikuti lho. Silakan mau ikut salah satu, atau ikut semuanya. Apa aja itu? Monggo disimak

Menoreh Cosplay Festival
Acara ini adalah peragaan dengan kostum tokoh jawa, wayang, anime, dan tokoh favorite lainnya yang dibagi menjadi 2 kategori yaitu original cosplay dan Catwalk Cosplay dimana masing – masing kategori dikenai biaya pendaftaran Rp 35.000,- untuk Original Cosplay dan Rp 25.000,- untuk Catwalk Cosplay. Dengan biaya pendaftaran tersebut peserta akan mendapatkan souvenir, foto, snack ringan dan tentu saja hadiah berupa uang pembinaan dan piala Bupati Kulon Progo yang tentunya akan menambah daya pikat acara pertama di Kulon Progo ini.

Sky Lantern Festival
Acara ini adalah Festival 1000 Lampion pertama yang ada di Kulon Progo. Dengan 1000 lampion yang akan diterbangkan bersama – sama di alun – alun Kota Wates. Semua orang dapat berpartisipasi dalam acara 1000 Lampion terbang ini dengan membeli tiket di tempat yang sudah ditentukan oleh panitia. Dengan harga Rp 25.000,- untuk presale I 16 April – 15 Mei 2016, dan Rp 35.000,- untuk Presale II 16 – 25 Mei 2016. Dengan membeli tiket tersebut para peserta akan mendapatkan sebuah lampion untuk diterbangkan oleh 2 – 3 orang, perlengkapan untuk menyalakan api, puluhan doorprize menarik dan stiker yang dapat ditulis dengan cita cita, nama teman, sahabat, kenangan atau yang lainnya yang nantinya akan terbang bersama lampion.

Night Bikes Rides
Sepeda sehat malam hari juga akan menemani acara Menoreh Night Spectacular. Untuk para biker bisa dengan registrasi Rp 75.000,- untuk mendapakan fasilitas lampion, baju fosfor, snack, dan doorprize. 

Lomba Fotografi
Lomba ini akan mengiringi selama pendaftaran dan sampai pelaksanaan acara ini. Masyarakat pada umumnya dapat mengupload foto foto mereka ke Instagram untuk mendapatkan doorprize. Ada dua jenis lomba yang bisa diikuti, yang pertama adalah selfie kontes, jadi para peserta bebas upload foto selfie selama acara ini. Yang kedua adalah Foto dengan tema menoreh, jadi foto pemandangan menoreh menjadi kunci lomba fotografi ini. Peserta bisa meng-upload foto fotonya ke IG @MNS2016

Untuk info lebih lanjut, dapat hubungi panitia di nomor HP 085643596041 , instagram @MNS2016, atau Fanspage Inspiratif Production. Sedangkan untuk persyaratan dan formulir dapat di unduh di sini.

***

Lokasi Alun Alun Wates, Kulon Progo
via Google Maps




.
Share:

My Youtube Channel

Blog Archive