19 June 2013

Konsep Asyik di Angkringan Yu Brindil

Angkringan... Mungkin nama ini masih asing ya di Lombok, karena angkringan sendiri memang bukan berasal dari Lombok. Kalau ditilik dari namanya, angkringan berasal dari kata "angkring" yang artinya duduk santai (wikipedia), 

Yang khas dari angkringan adalah Gerobag yang berisi berbagai macam makanan dengan bangku di depannya yang panjangnya sama dengan gerobagnya, beratap terpal dan lokasinya di pinggir jalan. Sedangkan makanan yang dihidangkan juga khas, yaitu Sego Kucing dan berbagai lauk (tempe goreng, sate usus, sate jeroan, sate telur, dll) serta minuman teh, kopi, jahe.

Nah kuliner jenis ini mulai tumbuh di Lombok, khususnya di Kota Mataram. Pertama gue nemuin beberapa bulan lalu di Jalan Langko deket Pom Bensin, yang jual adalah perantau dari Magelang dan Jogja, tapi baru beberapa hari udah lenyap entah kemana, entah tutup atau pindah. Kemudian muncul lagi angringan bejo yang berlokasi di Jalan Sriwijaya, timurnya Lapangan Ex-Bupati Lobar, yang jual sih bukan orang jawa, tapi pernah bermukim di jogja.

Nah yang paling baru yaitu Angkringan Yu Brindil. Gue tahunya, pas baca baliho nya di perempatan jalan Sriwijaya - Brawijaya, Mataram. Wuih mantep juga nih angkringan, berani pasang iklan di perempatan besar gini. Setelah gue baca lagi, wooo pantesan..... ternyata lokasinya ada di dalam area Kura Kura Waterpark, Jalan Sriwijaya Mataram.

Penasaran, gue pun malam kemaren sengaja mampir ke Kura Kura buat nyicipin Sego Kucing nya.... Dari tulisan yang tertera, angkringan ini mulai buka dari jam 7 malem. dengan ciri khas yang sama dengan angkringan lain, yaitu dengan menggunakan gerobak yang beratap terpal. Makanannya juga sama, sego kucing dan berbagai macam lauk.

Nah yang bikin beda adalah :
  1. Lokasinya gak di pinggir jalan, melainkan di dalam area bangunan Kura Kura Waterpark, tapi tetep outdoor sih. Nilai plusnya gak bising suara knalpot kendaraan lewat.
  2. Ada hiburan Film dan Live Musik, dan kadang kadang nobar Moto GP. Film nya di tampilkan di Screen Besar, jadi kaya nonton layar tancep di lapangan gitu, seruuu.
  3. Lesehan dengan bangku kotak lebar. Gak ada bangku panjang layaknya angkringan pada umumnya, tapi konsumen duduk lesehan di bangku rendah (setinggi 20 cm) dengan luas 1.5x1.5 meter dengan lilin menyala di tengahnya dan beratapkan langit.
  4. Ada menu tambahan seperti Jagung Bakar, Roti Bakar, dan Bakso.
  5. Penjualnya itu lho, mentang mentang namanya Yu Brindil, mereka pake wig kribo gitu (kribo=brindil), dan mereka pakai baju lengan panjang garis garis coklat item, haha totalitas banget deh, padahal di tempat asalnya (jogja/solo) gak gitu gitu banget.
  6. Harganya agak diatas standar dikit (tapi masih tetep murah meriah)

Yang mau lauknya dibakar, penjualnya siap membakarnya biar lebih kerasa gurih kriuk kriuk. Diantara sekian banyak lauk, lauk wajib yang pasti gue makan adalah sate usus dan sate telur puyuh, hmmm nyummi. Nasinya sih kemaren terasa agak keras ya, kurang pulen. Tapi sambal terinya mantap..

Ini lokasi pas banget dah buat nongkrong rame rame bareng temen, makan puas dengan harga bersahabat..... Jadi yang belum nyoba, wajib nyobain.....

Segera cuzz ke Kura Kura Waterpark ya, tapi inget jangan dateng siang, karena bukanya baru jam 7 malem...

:)






jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok 
LOMBOK itu INDAH
Share:

18 June 2013

Lubang Sembur di Ujung Bukit Merese Lombok

Entah apa namanya Spot ini, gue kasih aja nama "Lubang Sembur". Dan gue jamin pada kagak bakalan nemu foto atau penjelasan mengenai spot ini di internet. *pede banget gue yee....

Yuph penemuan Spot Lubang Sembur ini terjadi karena ketidaksengajaan, gak terencana dan gak terbayangkan sebelumnya. Awalnya gue ama temen nge-bolang gue si Agus cuma mau Eksploring Bukit Merese sampai ke ujungnya, dan ini kali ketiga gue ke puncak bukit ini.

Waktu yang pas buat jalan jalan di puncak bukit ini ya pas cerah di musim penghujan, bukitnya ijo plus ditumbuhi bunga bunga kecil kuning. Surga? Bukaaaan, ini bukan surga, ini Bukit Merese.

Bukit ini jadi seperti lahan peternakan, ada sapi, kerbau, kambing, bahkan monyet pun ada, sempat terpikir ini binatang milik warga atau memang hidup liar di sini ya....

Ternyata di puncak bukit ini ada tempat berkubang buat kerbau nya lho, unik ya... Air hujan tertampung dalam sebuah lubang membentuk kubangan yang menyegarkan *bagi kerbau sih..

Sampai di agak ujung, kita menemukan lokasi dengan bebatuan hitam yang unik buat fotoan, disini rasanya seperti masuk ke jaman purba deh, foto fotoan pun dimulai, berbekal fitur timer di kamera, kita pun bisa fotoan berdua... haha romantis ya.. ***Hakdesiing*** romantis dari mana, lha batangan semua...

Iseng iseng melongok ke balik bebatuan, wohoo tenyata udah lautan aja... Clingak clinguk, hmmm di ujung sana ada spot bagus nih buat fotoan, tapiiii harus nurunin bukit batu ini dan naik ke sana.. Setelah nyari nyari, akhirnya nemu juga jalan turun nya, meski harus ekstra hati hati karena gak ada pengaman sedikitpun buat merangkak menuruni bebatuan ini. Layaknya berubah menjadi atlit panjat dinding, gue pun berhasil menuruni bukit batu yang bukan hanya miring lagi, tapi tegak lurus 90 derajat. Perjuangan belum berakhir, gue harus naik ke sisi yang lain buat manjat menuju lokasi bukit batu yang agak berlobang dikit, semacam tempat buat bertapa.. Yang gue heranin, di tempat se ekstrim ini di bawah banyak terlihat kacang kacang hitam menggumpal alias kotoran kambing... Luar biasa nih kambing, lewat mana coba bisa sampai di titik ini.... Oia sampai di sini kita belum tahu kalao ada lubang sembur di bawah
Temen gue pun akhirnya ikut turun dengan kepayahan, haha. Sampailah dia di bawah, di bebatuan yang selalu dibasahi ombak.. Setelah ada gelombang ombak, tiba tiba "Croooot", air keluar dari lobang deket temen gue tadi berdiri, uwoooo. Untung dah ya dia gak berdiri pas di atas lobangnya.

Nah dari situlah kita berdua nungguin datangnya ombak, yang kemudian ombak itu masuk ke celah bawah bebatuan dan keluar di lobang tadi... 

Seruuuu itu sederhana cui, nemuin spot yang baru yang belum pernah terekspose media, dan gue yakin belum banyak orang yang sampai spot ini, atau mungkin baru kita berdua ya...

Gue pun penasaran akan lobang itu, turun lah gue buat ngerasaain dahsyatnya semburan itu. Dan ternyata wusssss kenceng banget semburannya, kalau di atasnya dijamin terlempar dah..

Ini nih ada beberapa foto di lokasi ini :



Bergaya di samping Lubang Sembur....

Puass Puasss... nemuin sesuatu yang baru itu bener bener ada kepuasan batin, lupa dah capek plus panasnya di atas bukit ini... Terbayar sudah....




jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

14 June 2013

Ada Batu Tengkong di Pantai Serenting, Lombok

Tengkong apa itu? Katanya sih dalam bahasa sasak artinya Jamur. Jadi batu tengkong ini artinya Batu Jamur, bukan batu yang berjamur tapi batu yang bentuknya mirip jamur. Batu ini ada di lautnya Pantai Serenting.

Nah Pantai Serenting ini ada di samping Pantai Seger, ada juga yang nyebut Pantai Seger ini dengan Pantai Seger Luar. Pantai Serenting ini gak terlalu panjang garis pantainya, dimana kedua sisinya dibatasi bukit, sisi kanan ada Bukit Seger, sedangkan sebelah kiri ada Bukit Merese.

Pantai ini bukan lah jadi tujuan utama para wisatawan di Lombok, Biasanya sih cuma mampir aja setelah dari Pantai Seger, dulu pertama kali gue kesini, di sekitar Pantai Serenting ini masih banyak semak belukar, tapi kemaren pas kesini, udah bersih, lebih terbuka, dan jadi tempat parkir luas. 

Ngomongin masalah parkir, lokasi luas ini pas Bau Nyale kemaren memang digunakan sebagai parkir kendaraan bagi pengunjung event tersebut.

Gak banyak yang bisa kita lakukan di pantai ini, paling cuma foto foto atau main air pas lagi surut, karena seringnya berombak besar.

Ini nih beberapa foto di Pantai Serenting, Lombok Tengah :

Batu Tengkong



 Peta Lokasi Pantai Serenting (via wikimapia)




jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok 
LOMBOK itu INDAH
Share:

12 June 2013

Pantai Bumbang yang Super Tenang

PANTAI BUMBANG... 

Seperti biasa, seperti sebelum sebelumnya, pasti ada aja pantai yang gue datangi pas weekend tapi sebenernya pantai itu gak ada dalam daftar jelajah. Seperti minggu ini, sebenernya gue dan rekan jelajah gue gak berencan menuju Pantai Bumbang ini, tapi ya akhirnya sampai juga di pantainya.

Siang hari yang terik setelah kita keliling sekitar Pantai Tanjung Aan - Gerupuk, kita makan siang di Warung Jawa yang ada di wilayah Pantai Kuta, Lombok Tengah, yang punya orang jawa tapi konsumennya bule semua (kecuali kita).

Nah obrolan di warung inilah awal mula kita bisa sampai di pantai bumbang. Karena hari masih siang, dan tanggung untuk pulang, akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke arah pantai. Pantai Bumbang ini letaknya secara geografis ada di arah timurnya Pantai Gerupuk, bisa via laut, bisa juga via darat. Kita mengambil jalur darat, rutenya lewat jalur menuju Pantai Awang, sekitar 10 KM arah timur dari Pantai Kuta.

Pantai Bumbang
Saat ini jalur menuju Awang sudah halus mulus, tapi jalan masuk menuju Pantai Bumbang masih berupa tanah. Pintu masuknya sama dengan pintu masuk menuju Taman Wisata Alam Gunung Tunak.

Mungkin karena cuaca lagi bagus ya, pantai bumbang ini terlihat tenang sekali, dengan minim ombak. Hmmm tapi mungkin memang tenang ya, coz di perairannya banyak banget keramba.

Capek, lelah, dan kepanasan, kita pun mengurungkan beraktivitas di pantai nya. Trus apa yang kita lakukan? Yuph kita mampir di satu satunya resort yang ada di Pantai Bumbang, namanya Bumbangku Beach Cottage.

"Free Entrance for Non Inhouse Guest" . Tulisan ini ada di pintu masuk Bumbangku, gegara tulisan ini, kita pun masuk area resort dengan santai, takperlu bingung tengok kanan kiri. Setelah parkir kita pun duduk duduk di berugak depan restonya, di arah tengah resort terlihat keramaian, wohoo ternyata ada acara gathering nya salah satu SMA Negeri di Mataram.

Suka nih gue ama Bumbangku, meskipun doi bikin resort di pinggir pantai, tapi gak membatasi akses wisatawan untuk menginjakkan kaki ke pantai nya, umum boleh bebas masuk, bahkan untuk duduk duduk di berugaknya Bumbangku pun bisa bebas, gak harus beli makanan dulu.

Bener bener dah ini spot memang pas banget buat nyantai nyantai Doing Nothing.... Pantainya tenang, gak berombak, angin semilir, cahaya matahari tidak terlalu terik, dan bebas suara knalpot kendaraan, ahhhhh para para paradise..... (bukan surga)





Gimana kawan? Bagi yang suka pantai yang tenang, pokoknya wajib duduk di kursinya pantai bumbangku, sambil nikmatin pemandangan pantainya....


Bumbangku Beach Cottage
di Dusun Bumbang, Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah
Phone : 0370-640123, 081907355450, 082147134054
email : bumbangkulombok@yahoo.com



jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

11 June 2013

Blusukan ke Pantai Tanjung Perak, Lombok

Sabtu ini, gue ama dua temen gue si Agus ama si Satya berencana masuk ke pantai pantai di sekitar Jerowaru yang belum pernah tersentuh media sosial, keinginan gue ini udah lama banget, karena setiap kali ke pantai pink, gue melihat beberapa jalan masuk kecil baik di kanan maupun kiri jalan, yang pastinya berujung pada pantai, dari situ gue penasaran banget, ada pantai apa sih di ujung jalan masuk kecil itu. Seperti dulu saat gue nemu Pantai Tangsi yang sekarang lebih dikenal dengan Pantai Pink, dulu pintu masuk pantai tangsi itu ada pagar kayu nya lho, yang bisa dibuka tutup, dan karena saking penasarannya gue dulu nekat buka pintu pagarnya dan masuk naik motor, eh nemu pantai yang pasirnya kadang kadang berwarna pink.

Nah kali ini gue nyobain jalan masuk kecil yang ada di antara jalan masuk Pantai Tanjung Bloam dan Pantai Tangsi, letaknya di kanan jalan. Jalan masuk ini kecil, tidak mungkin dimasuki kendaraan, tapi jelas terbentuk jalur, yang bisa dipastikan ini sering untuk lewat manusia menuju arah pantai. 

Motor pun gue titipkan ke rumah yang ada di dekat jalan kecil ini, setelah nanya nanya ke pemilik rumah, ternyata benar, ada pantai cantik di ujung jalan tadi yang biasa diramaikan oleh para pemancing.

Setelah melewati jalan menurun, kita tiba di dataran yang sejuk, di sini terdapat kubangan air yang lumayan luas, berwarna hijau eksotik dengan dikelilingi pepohonan, pas banget buat foto foto.


Lanjut jalan kaki, sekitar 5 menit akhirnya sampai juga di pantainya... Yeah inilah Pantai Tanjung Perak, pantai perak ini pendek, berombak besar, berbatu, sehingga sangat sangat tidak pas buat mandi mandi, apalagi snorkling. Di sudut kanan sana terlihat beberapa pemancing yang langi nangkring di atas bebatuan, kok betah ya padahal panasnya kaya gini.




Trekking dilanjutkan dengan mendaki bukit di sebelah kanan Pantai Perak ini, dari sini pemandangan semakin indah saja, di seberang jauh sana terlihat daratan Sumbawa. Nah lanjut trekking lagi, sekitar 300 meter sampailah kita di pantai berikutnya, infonya sih ini namanya Tanjung Cina, yang berupa bebatuan hancur hasil dari bentukan ombak, di bagian perbukitannya banyak kerbau kerbau lagi makan siang..


Perjalanan semakin menanjak dan semakin terjal saja, awalnya tadi jalan nya lapang luas, lama lama menjadi menyempit, tertutup semak belukar dan pepohonan, kami pun cuma mengikuti jalan kecil jejak para pemancing dan para penggembala ternak, tak tahu mau menuju kemana ini, beberapa kali sempet menemukan jalan buntu, dan tak mungkin kita menerobos smak belukar bikin jalan baru, takutnya tiba tiba jurang gitu.


Dengan mencoba semua jalur yang ada, akhirnya kita pun bisa juga keluar dari semak belukar, dan terlihatlah pantai lagi di bawah sana, uwoooo ternyata kita sampai di Tanjung Sasak. Ada semacam cekungan di sini, dengan bukit yang lumayan curam, jadi harus hati hati pas mau mendekat. Oia cekungan ini berupa tebing yang di bawahnya langsung laut, jadi kita gak bisa main air di sini, cukup foto foto aja.




Kita pun lanjut trekking ke arah barat, masih ada bukit yang harus kita daki, untuk yang kali ini tidak terlalu sulit, karena sudah terbentuk jalur, kemungkinan ini jalur para pemancing. Dan sampai di puncak bukit ini, kita disuguhkan pemandangan yang luar luar biasaaaaa indahnya... Tanjung Bloam men ada di balik bukit ini, uwoooo, cantik memang Tanjung Bloam ini, pantesan si Jeeva tertarik buat bangun Resort Jeeva Bloam.


Tiada makanan yang lebih nikmat daripada nasi balap yang dimakan di puncak bukit dengan view Tanjung Bloam, yeaaahh. Di sinilah kita makan siang, dengan nasi bungkus yang kita beli tadi pagi di Mataram. Oia sebenernya di puncak ini panas banget cui, terik.. Tapi gegara angin lagi besar besarnya, hilang dah tuh rasa panasnya, ya tau tau ntar item aja ini kulit.

Ada tiga pilihan setelah sampai puncak bukit ini, pertama mencari jalan turun ke pantai, kedua mencari jalan pintas balik ke penitipan motor, atau ketiga kembali lewat jalan awal biar gak kesasar. Tang ting tung tang ting tung... Akhirnya kita pilih opsi kedua, alasannya kalau balik lewat jalan awal, pasti bakal jauh bangeeet, dan kalau kita turun ke pantainya, bingung keluarnya nanti lewat mana, bisa bisa digetok satpam hotel, secara ya yang boleh masuk ke jeeva bloam cuma tamu hotel.


Dalam perjalanan mencari jalan pintas pulang ini, sedikit terlihat bangunan Jeeva Bloam nya, uwoo dikelilingi semak belukar gitu ya... Apa gak serem ya kalau malem, kalau tiba tiba ada uler dateng... grrrrrr....

Berkat jalan kecil membelah belukar yang dibentuk kerbau, akhirnya kita dapat kembalike lokasi penitipan motor, fiuh.... gegara pake celana pendek dan kaos pendek, kulit tangan dan kaki jadi lecet lecet dah, kena duri duri....

Ini ada Peta Lokasi Pantai Perak dari wikimapia.org :




jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

My Youtube Channel

Blog Archive