12 April 2012

Foto Foto Gili Trawangan , Lombok

Gili Trawangan, sebuah destinasi wisata utama di Lombok yang sudah mendunia. Bagaimana tidak, pengunjung nya sebagian besar adalah Wisatawan Mancanegara. Mereka berjajar berjemur di sepanjang pantai yang berpasir putih.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan di seputaran Gili Trawangan, mau tahu apa aja? Simak ya :
  1. Snorkling di pantai . Baca Kisahnya
  2. Snorkling Trip ke 3 Gili (Hoping Island) . Baca Kisahnya
  3. Sepedaan Keliling Gili Trawangan . Baca Kisahnya
  4. Berkunjung ke Penangkaran Penyu . Baca Kisahnya
  5. Berjemur . Baca Kisahnya
  6. Berfoto Foto.

Nah untuk kegiatan nomer 6 itu adalah hal wajib di Gili Trawangan. Pastinya bakal nyesel seumur hidup, udah sampai trawangan tapi gak foto foto :) . Ini nih beberapa foto di Gili Trawangan :








jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok

LOMBOK itu INDAH
Share:

10 April 2012

Foto Foto Gili Air , Lombok Itu Indah

Gili Ayer atau yang lebih terkenal dengan nama Gili Air ini merupakan gili yang paling dekat dengan pulau Lombok diantara Trio Gili (trawangan meno air) , bisa ditempuh dari pelabuhan bangsal dengan waktu sekitar 15 menit menggunakan public boat dengan kecepatan sedang. Gili ini pas untuk pasangan pasangan muda yang sedang bulan madu serta mencari ketenangan. Karena pulau kecil ini relatif lebih tenang daripada saudaranya Gili Trawangan. Keindahan perairan sekitar Gili Air tak dapat dipungkiri, sangat sangat indah. Gak percaya? Ini nih beberapa foto foto di sekitar Gili Air :
















jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok

LOMBOK itu INDAH
Share:

9 April 2012

Menikmati Matahari Terbenam di Sunset Bar, Trawangan



Semua pasti setuju, tempat sunset terbaik dan paling ramai di Trawangan adalah Sunset Bar. Di lokasi ini pandangan mata kita bisa seluas luasnya menikmati langit jingga sunset. Paling enak itu, kita sepedaan mulai jam 4 sore dari sekitar pelabuhan dengan rute berlawanan arah dengan jarum jam. Jadi nanti kita sampai di Sunset Bar tepat saat menjelang sunset. Beristirahat sekaligus menikmati proses terbenamnya matahari.

jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about LombokLOMBOK itu INDAH
Share:

8 April 2012

Hoping Island Gili Trawangan Meno dan Air

Snorkling merupakan salah satu kegiatan yang bisa kita lakukan di Gili Trawangan. Kita bisa sewa alat snorkling di gili, ada banyak stand yang menyediakan persewaan alat alat snorkling di sepanjang pantai, dengan tarif normalnya 30 ribuan seharian.

Akan tetapi bila ingin sensasi yang beda dalam hal snorkling. Kita bisa ikut snorkling trip 3 gili (Trawangan, Meno, Air) atau bisa dikenal dengan istilah "Hoping Island". Nah dengan hoping island kita akan diantar ke 3 titik di seputaran 3 gili tersebut dan diakhiri dengan makan siang di Gili Air.

Caranya?. Yuph pertama kita harus beli tiketnya di stand stand yang menyediakan paket hoping Island, kalau saya sendiri belinya di depan pasar seni atau dekat dengan gili deli. Tiketnya cuma 100ribu/orang untuk public boat atau 700 ribu/kapal untuk private boat. Harga tersebut sudah termasuk alat2 snorkling dan 1 botol air mineral. Oia yang perlu diingat, hoping island ini ada jadwalnya ntuk yang public boat yaitu sekitar jam 10-11 siang waktu setempat. Start dari Gili Trawangan, dan kembali ke Gili Trawangan sekitar jam 3 - 4 Sore waktu setempat dengan menggunakan Glass Bottom Boat :



Ada 3 spot yang dikunjungi, dan tentu saja yang paling terakhir yang paling bagus yaitu di Taman Terumbu Karang, lokasi tepatnya di antara Gili Air dan Gili Meno. Terumbu karang nya bagus, besar besar, berwarna warni. tapi sayangnya saya tidak bawa kamera underwater, jadi tidak bisa mengabadikan surga bawah laut nya. But, dont worry saya abadikan keindahan lautnya . Biru dan Hijau bergradasi menghasilkan perpaduan yang Luar Biasa.




Hoping Island ditutup dengan makan siang bersama di salah satu cafe di Gili Air, nah untuk yang satu ini tidak termasuk harga tiket. Jadi kita harus rogoh kocek lagi. Setelah kenyang, kita kembali berlabuh ke Gili Trawangan.

Nah, gimana? Tertarik? Cobain deh.. wajib....


jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

4 April 2012

Semalam di Gili Air, Lombok Utara

Meskipun sudah setahun di Lombok, menginap di Gili adalah hal yang belum pernah saya lakukan. Mengenaskan ya? Terus ngapaian aja saya setahun di lombok ini? Ya, selama ini saya memang sukanya short trip, berangkat pagi dan pulang petang, tanpa menginap.

Keinginanku itu pun terwujud, untungnya minggu ini ada long week end, libur jumat sabtu minggu. Tak mau menyianyiakan waktu itu, saya pun menjadwalkan untuk ke Gili Air, menginap sekedar semalam, cuma mau merasakan dunia malam di salah satu gili. Kenapa saya milih gili air daripada gili trawangan? yaa cuma nyari ketenangan saja, long week end gini bisa diprediksi gili trawangan akan dipenuhi ribuan manusia. No no no no...

Karena public boat ke gili air adanya cuma pagi dan sore (gak seperti gili trawangan yang ada terus), saya pun melaju lebih pagi dari Mataram. Akan tetapi karena cuaca habis hujan, jalan licin cui, gak berani gaspol. Bisa nyebur ke laut ama motor sekalian nanti.

karena dengan kecepatan nyantai, perjalanan ke Pelabuhan Bangsal pun jadi molor, 1 setengah jam bro.. lamanyaaa. Untungnya masih ada kapal, dan untungnya lagi saya kebetulan bareng ama sekelompok grup wisata, jadi kapalnya langsung penuh dan langsung berangkat. Cuma 8 ribu tiket nyebrangnya.


Tak perlu lama lama, 15 menit saja kita udah sampai di dermaga Gili Air. Masalah berikutnya muncul, saya belum tahu lokasi hotel yang udah di booking, damn!!. Dan parahnya lagi, karena cottages nya baru dibangun, orang2 belum pada tahu. Bahkan petugas di loket informasi pun tak tahu nama cottages yang kusebutkan, parah gak tuh.


Tapi tiba tiba lampu ide menyala, *tink.. Buka bio akun twitternya, woyoo ada nomer telpon nya, langsung deh calling nomernya. Tuut tuut, dua kali dering akhirnya diangkat juga. "Halooo" suara ibu ibu di sana. Waduh, kaget juga , secara yang punya penginapan kan cowok, oh mungkin istrinya. Dan ternyata dugaanku salah, ternyata yang angkat ibunya, dan ibunya itu lagi di Jakarta, woyoo makin aneh lagi.

Berbekal info dari ibu tersebut, saya pun sampai juga di penginapan tersebut. Namanya "Omah Gili". Kompleks Omah Gili berpagar bambu, dan pintu masuknya dari Kayu, bentuk pintu masuk ini mengingatkanku pada bangunan rumah paman ku di Wates, Jogjakarta, mirip bentuknya. Woyooo, ternyata bangunan di sini kombinasi Jawa - Sasak. Setiap kamar berdiri sendiri dalam sebuah lumbung yang bentuknya khas Sasak dengan atap semacam rumbia, ada empat lumbung yang sudah jadi, dan di belakang ada lagi empat kamar yang belum jadi, dengan ukuran yang lebih kecil, yang disebut gladak.

Nah sedangkan bangunan utama yang belum selesai pengerjaannya yang nantinya mugkin jadi lobi dan recepsionist berbentuk joglo, yang sangat khas Jawa. Wah dalam hati saya, ini perpaduan yang unik sekali.

Saya clingak clinguk kesana kemari mencari pemilik Omah Gili, si mas Audita, kok gak kelihatan batang hidungnya. Eh tiba tiba ada yang muncul, perawakannya kecil kurus tinggi kulit putih semacam chinese, dan memang benar adanya, dialah sang pemilik Omah Gili.

Kemalangan menghampiri untuk kesekian kalinya, ternyata saya baru bisa chek in jam 1 siang. Sontak saya liat jam, woyooo baru jam 9 pagi. Lalu saya harus nunggu bengong selama 4 jam? Oh tidak, saya pun menitipkan tas dan memutuskan untuk jalan jalan keliling pulau, Foto foto sembari mencari menu sarapan.





Muter muter nyari menu sarapan, bingung milih yang mana. Menunya aneh aneh semua.. haha kamseupay memang gue nih. Dan akhirnya nemu juga sebuah tempat makan yang nama menunya wajar wajar. Nama nya aja Warung Sasak, woyooo langsung deh saya masuk. Pilih pilih menu dan makaaan. Suasananya asyik, tenang dan damai dengan iringan suara ombak, ya karena lokasinya bener bener di pinggir pantai, di bawah pepohonan yang rindang, jadi sejuk. Ini nih fotonya :


Setelah kenyang dan puas foto foto, saya memutuskan kembali ke penginapan, meskipun jam belum menunjukkan pukul 13.00 . Dan benar adanya, kamar sudah bisa dimasuki, yeeee girang bukan main. Saya pun menempati lumbung nomer 4.

Konstruksi Lumbung ini unik. Dari luar kelihatan atap rumbianya sampai bawah. Dinding dan lantai terbuat dari kayu. Lumbungnya sangat luas, ini sih pasnya disebut Family Room. Di dalamnya ada dua bed kecil, dan 1 ekstra bed di loteng. Udah ada AC, colokan listrik banyak (sangat berguna bagi yang punya banyak gadget). Dan yang paling istimewa , kamar mandinya yang bertipe open bathroom, jadi kita mandi beratapkan langit. Asoooy. Istirahatlah saya sebentar, merebahkan badan yang lelah jalan jalan mencari menu sarapan. Berikut ini foto foto Omah Gili :

1. Salah satu Menu Sarapan

2. Ranjang yang Nyaman

3. Tangga menuju loteng (ekstra bed)

4. Gladak di Bagian Belakang

5. Bentuk Lumbung nya

6. Halaman Omah Gili, Asri dan Segar

7. Open Bathroom Omah Gili

Kegiatan berikutnya yang sudah dijadwalkan adalah snorkling. muter muter lah saya cari lokasi penyewaan alat snorkling. Wah dapet juga, yang jaga kiosnya adalah sepasang kakek nenek, woyoo romantis nian mereka. Murah juga, tanpa tawar menawar saya bisa sewa peralatan snorkling lengkap (kacamata, pelampung dan sepatu katak). Namun saya cuma nyewa kacamata dan pelampung. Malang tak dapat disangkal, baru satu ronde snorkling. Hujan besar plus angin datang menerjang. Ya sudah saya pun menepi, kembali ke kios, mengembalikan peralatan snorkling, dan kembali ke penginapan, mandi dan rebahan.

Haripun berganti sore, dan rintik hujan pun semakin lama semakin menghilang. Saatnya berburu sunset, tanpa buang buang waktu. saya pun meluncur menuju pantai, sewa sepeda dan menuju bagian barat pulau untuk menikmati sunset. Yaa sayang sekali mendung saudara saudara. Sunsetnya gak kelihatan. Untungnya ada sesuatu yang lain yang bisa saya nikmati disini, yaitu menonton ibu ibu sedang membeteti bulu babi. Hmmm membeteti itu kalao bahasa indonesianya membersihkan bagian dalam bulu babi. Woyoo mereka dengan enaknya megang megang bulu babi., tanpa takut tertusuk bulunya. Wah ternyata nantinya isi bagian dalam dari bulu babi tersebut mau dimasak. Hmm kaya apa ya rasanya.



Hari beranjak Malam, perut mulai keroncongan. Dan kedai kedai makan mulai giat menawarkan menu menu dinner andalan mereka. Pilih pilih, akhirnya saya memutuskan untuk menuju sebuah cafe, namanya "Hikmah" , unik ya. Meskipun namanya Indonesia banget, tapi menunya kebanyakan menu ala barat.


Karena saya agak agak kamseupay, bingung dah saya ama menu menu makanan nya. Akhirnya saya pilih satu menu, belum ada pikiran seperti apa menu yang saya pesan. Saya pun nambah satu nasi putih biar kenyang, saat saya pesan nasi putih, saya lihat ekspresi pelayannya yang agak heran, wah pertanda buruk nih, gak perduli udah terlanjur pesen. Tak berapa lama pelayannya datang membawa menu menu yang saya pesan. Wow ternyata menu yang saya pesan tadi roti panjang isi daging dan sayuran -____- . Berarti saya makan malam dengan roti dan nasi. Oh tidak, bener bener buruk
______________________

Hari berganti, dan ini adalah hari terakhir saya di Gili Air untuk liburan kali ini. Pertunjukan Sunrise serta Pelangi menjadi penutup kisah romantis di Gili Air yang super duper romantis. Berikut ini Foto nya :

Foto Sunrise di Gili Air

Foto Pelangi di atas Gili Air


jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

My Youtube Channel

Blog Archive