Showing posts with label Sekitar Kita. Show all posts
Showing posts with label Sekitar Kita. Show all posts

11 September 2017

Model Jam Tangan Pria dan Wanita yang Sedang Tren Saat Ini


Jam tangan merupakan salah satu item fashion yang keren dan tak pernah membosankan. Sama seperti aneka jenis pakaian, item fashion yang satu ini juga mengalami perubahan tren. Penampilan yang menarik dan bergaya akan semakin sempurna dengan pemilihan jam tangan yang tepat.

Jangan sampai kita kelihatan ketinggalan zaman hanya karena keliru memilih model jam tangan. Beberapa model jam tangan pria dan wanita yang sedang tren berikut ini dapat menjadi referensi yang tepat bagi kita:

Jam Tangan Bergaya Etnik untuk Wanita
Kaum wanita sedang senang mengenakan jam tangan bergaya etnik. Tampilan etnik tersebut tampak pada bagian tali jam tangan, bisa berupa bahan batik atau variasi tali lilit yang menonjolkan kesan tradisional. Jam tangan bergaya etnik akan membuat penampilan kita kelihatan lebih edgy sekaligus unik, berbeda dari penampilan orang lain.

Jam Tangan Berbahan Kanvas
Banyak pria dan wanita yang gemar memakai jam tangan dengan tali berbahan kanvas. Karena tali kanvas dianggap nyaman, menyerap keringat, dan tidak mudah menimbulkan iritasi. Kini varian model dan warna jam tangan berbahan kanvas juga semakin beraneka ragam. Kita leluasa memilih yang sesuai dengan selera. Menggunakan jam tangan kanvas bergaya casual akan melengkapi penampilan santai kita.
Jam Tangan Berbahan Resin Juga Diminati
Untuk kebutuhan aktivitas fisik, jam tangan berbahan resin masih diminati oleh pria dan wanita. Sebab jam tangan ini terkesan ringan, nyaman digunakan, dan waterproof. Jam tangan resin khusus untuk aktivitas air biasanya memiliki kemampuan water resistant yang mengagumkan. Pilihan warnanya juga sangat variatif dan terkesan ceria. Mengenakan jam tangan sewaktu berolahraga akan membuat kita kelihatan semakin menarik.

Aneka Smartwatch Canggih
Smartwatch canggih sudah mulai meraih perhatian para pencinta jam tangan sejak beberapa tahun terakhir. Kini bukan hanya smartwatch format digital saja yang bisa jadi andalan kita. Banyak pula produsen smartwatch yang menampilkan smartwatch bergaya klasik yang istimewa. Penggunaan smartwatch pun jadi tak mencolok. Semua kemudahan akses komunikasi ada di pergelangan tangan bila kita gemar menggunakan smartwatch.

Jam Tangan Kulit Tak Pernah Sepi Peminat
Siapa bilang jam tangan kulit membuat penggunanya kelihatan ketinggalan zaman. Faktanya, jam tangan ini justru senantiasa mengikuti tren dan perkembangan zaman. Banyak orang menyukai jam tangan klasik karena terkesan berkelas dan elegan. Jam tangan klasik memang cocok digunakan untuk aktivitas formal. Penampilan kita jadi semakin sempurna dan meyakinkan ketika berhadapan dengan klien bisnis atau menyelesaikan pekerjaan penting lainnya.

Aneka Jam Tangan Stainless Steel Berbagai Merek
Kalau ingin bebas memilih jam tangan beraneka model dan ukuran, kita bisa mengandalkan jam tangan berbahan stainless steel. Penggunaan jam tangan stainless steel cocok untuk aktivitas formal maupun semi formal. Jam tangan pria dan wanita yang terbuat dari stainless steel berkualitas juga tak mudah rusak atau berkarat.

Sekarang tak perlu bingung lagi bila ingin mencari aneka jam tangan berkualitas. Kita bisa memesannya secara online di MatahariMall.com. Karena toko online besutan Lippo Group ini peduli terhadap penampilan para pelanggannya. Dengan mengakses website MatahariMall, kita bebas memilih ragam jam tangan sesuai kebutuhan dan selera. Tak harus merogoh kocek dalam-dalam sebab varian jam tangan di MatahariMall dibanderol dengan harga istimewa.

Siap berburu jam tangan bermutu yang sedang tren? Yuk sesuaikan jam tangan yang sedang tren dengan selera pribadi kita. Agar nanti kita tetap percaya diri ketika mengenakannya.
Share:

30 July 2017

Mengapa Orang Jepang Jalanya Cepat? Inilah Fakta Kehidupannya

Meski banyak kumpulan artikel tentang kehidupan menyebutkan kehebatan bangsa jepang. Mungkin di antara kalian masih ada yang bertanya mengapa orang jepang jalannya cepet banget. Meskipun kedengarannya ini pertanyaan yang aneh dan menggelitik sih. Tapi yakinlah semua itu pasti ada jawabannya kok. Penasaran? Mengapa orang jepang jalannya cepat? Inilah jawabannya.


Alasan Di Balik Orang Jepang Jalan Cepat
Setidaknya ada beberapa alasan menarik di balik fakta itu, dan mungkin akan membuat kamu tercengang. 
1.    Selalu Sibuk
Jawaban mengapa orang jepang jalannya cepat yang pertama karena mereka selalu sibuk. Memang sih kebanyakan orang juga sibuk, namun konon setiap kali orang jepang keluar rumah berarti mempunyai maksud dan ingin segera sampai. Entah tujuannya ingin ke tempat kerja, bertemu teman, berjumpa client, berbelanja, ataupun pergi ke restaurant mereka tak ingin menghabiskan waktu di jalan agar segera ke tempat tujuan.
2.    Persaingan Di Jepang Sangatlah Ketat
Warga jepang selalu mengerjakan apapun dengan sungguh-sungguh. Bahkan mereka rela mengerahkan tenaga 120% agar mencapai hasil yang maksimal dan sempurna. Singkatnya mereka menganggap bahwa “Time is Money”.
3.    Jalan Lambat Bermakna Kedinginan
Di jepang terdapat 4 musim. Bila ada warga jepang yang berjalan lambat itu artinya mereka sedang kedinginan. Nah untuk menghindari masalah klasik seperti itu mereka akan berjalan begitu cepat agar badan mereka kembali hangat. Selain itu mereka juga akan lebih cepat sampai tempat tujuan. Tetapi itu semua harus dilengkapi dengan sarung tangan, slayer, mantel serta penutup kepala. So, dengan jalan cepat akan membantu kita melawan udara dingin bukan.
4.    Menghormati Waktu
Jawaban mengapa orang jepang jalannya cepat selanjutnya adalah karena mereka menghargai waktu. Sejak kecil orang jepang sudah diajari bagaimana cara menghargai waktu. Kultur ini telah mendarah daging dalam diri mereka sehingga mereka tidak ingin menggunakan waktu tanpa ada kesibukan positif hanya untuk melenggang kangkung di jalan. So mereka tidak akan pernah rela menghabiskan waktunya dengan berjalan lambat karena itu sungguh perbuatan yang merugikan bagi mereka.
5.    Tidak Ingin Ketinggalan Kereta
Terakhir adalah karena orang jepang tak ingin ketinggalan kereta. Jika kita melihat bahwa kesempatan mempunyai kendaraan pribadi di Indonesia sangatlah gampang, tidak demikian dengan apa yang dirasakan warga jepang. Harga mobil dan bensin sangatlah mahal serta aturan yang super ketat untuk memperoleh SIM. Itulah yang membuat orang jepang lebih menyukai naik sepeda ataupun kereta. Nah agar tidak ketinggalan kereta biasanya orang jepang akan berjalan dengan cepat untuk sampai stasiun dan tidak terlambat ke kantor.
6.    Suka Jalan
Kendaraan umum di jepang sudah sangat modern. Pemilik kendaraan pribadi juga sangat banyak. tapi bukan berarti jepang suka mengendarai mobil pribadi. Penduduk jepang lebih menyukai jalan. Jalan sudha menjadi kebudayaan di jepang. Bahkan jika tidak berjalan, mereka juga lebih suka menggunakan kendaraan umum ketimbang kendaraan pribadi. Di kendaraan umum, mereka juga berdiri, bukan duduk. Mungkin itu juga alasan mengapa banyak penduduk jepang bisa hidup sehat hingga usia panjang. 
Sekarang sudah tahu kan jawaban mengapa orang jepang jalannya cepat. Tak ada salahnya jika kita mempraktekan budaya jepang salah satunya adalah menghargai waktu di Indonesia. Dengan begitu kita akan lebih disiplin dan takkan terlambat dalam kondisi apapun. Juga paling tidak kemungkinan untuk kita menambah rata-rata angka harapan hidup di Indonesia semakin tinggi. Mungkin itu akan terbukti bila sudah ada kumpulan artikel tentang kehidupan yang menyebutkan kenaikan angkah hidup bangsa ini.
Share:

25 June 2016

Kontroversi Segara Anak Rinjani

GUNUNG RINJANI adalah salah satu gunung tertinggi di Indonesia yang lokasinya ada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung api ini memiliki ciri khas berupa kerucut yang tumbuh di tepian kaldera bagian timur, di dalam kalderanya terdapat danau kaldera berbentuk bulan sabit, dan kerucut baru yang muncul dari dalam danau tersebut. Kalderanya dinamakan Segara Anak, dan kerucut barunya disebut Gunung Barujari. Danau Segara Anak (2008 m) merupakan danau kaldera dengan gunung api aktif yang tertinggi di Indonesia

Rinjani masuk dalam Geopark Nasional, dan sedang diusulkan masuk ke dalam Global Geopark Network (GGN) yang dikelola oleh UNESCO.

Para anggota tim dari UNESCO bernama Maurezio Burlando dari Italia dan Soon Jai Lee dari Korea mengunjungi Lombok pada 17-20 Mei 2016 lalu untuk melaksanakan penilaian. Mereka mengunjungi Senaru, sebuah desa tradisional di Lombok Utara, air terjun Benang Stokel yang terletak di sekitar Aik Berik Desa di Lombok Tengah, dan Pusuk Forest di Sembalun, Lombok Timur. Kini tinggal menunggu hasil keputusan resmi dari UNESCO akan masuk atau tidaknya Geopark Nasional Rinjani ke dalam daftar GGN UNESCO. (info dari rinjanigeopark.com)

Dalam masa penantian ini, ternyata Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) punya rencana sendiri dalam menyukseskan masuknya Rinjani ke dalam Global Geopark Network yaitu dengan memasang huruf huruf besar berwarna merah yang lokasinya tidak jauh dari Danau Segara Anak. Foto foto pemasangan "landmark" ini diunggah oleh "Eko Anugraha Priyanto" di akun Facebook nya pada hari Jumat, 24 Juni 2016 yang kemudian langsung viral, menyebar di semua media sosial, seperti Instagram, Twitter dan Path.






Tentu hal ini menimbulkan pro kontra, ada yang mendukung tapi tidak sedikit pula yang dengan keras menentang, sampai sampai salah satu dari mereka membuat petisi dengan title "Selamatkan Gunung Rinjani Kami".  

Nah dari kontroversi ini, aku mau menuliskan beberapa pendapatku, terutama mengenai komentar komentar di berbagai media sosial, terutama facebook.

Alay, merusak pemandangan, merusak keasrian, ide buruk, dan beberapa kata lain mewakili kesedihan, kekecewaan dan kemarahan para pecinta alam dan pendaki gunung. Namun ada satu kata yang terlontar dan itu merupakan ungkapan yang berlebihan, yaitu "TENGGELAMKAN" , heuheuheu , kalau ditenggelamkan di segara anak, justru jadi sampah baru donk......

capture dari facebook
Konsep GEOPARK sih seharusnya tetap mengedepankan konsep ECOTOURISM dalam pengelolaannya ya, termasuk dalam hal pembatasan jumlah dan pengaturan kunjungan pendaki. Penumpukan sampah yang terjadi di pos pendakian, pelawangan maupun Danau Segara Anak adalah bukti bahwa pengelolaan Rinjani tidak "ECO" lagi namun sudah bergerak ke arah "MASS". 

capture dari facebook
Coba deh baca komentar di atas ini yang aku capture dari FB. Salah satu dari mereka bilang bahwa "landmark" baru itu gak ada hubungannya dengan sampah, tidak mengurangi kealamian, membandingkan dengan "landmark" di pantai2 semacam kuta dan trawangan, dan sangat antusias pengen fotoan di sana.

Nah antusiasme berlebihan ini yang sebenarnya aku takutkan dari "landmark" tadi. Orang berbondong bondong ke segara anak hanya untuk selfie di depan "landmark" tersebut, dan dengan bangganya upload di media sosial. Dimungkinkan juga nanti akan ada antrean panjang untuk bisa foto di sini, atau justru nanti akan ada oknum yang menarik retribusi untuk bisa fotoan di sini.

Semakin booming, semakin viral, maka akan semakin banyak orang2 yang berhasrat ke sini, dan sampah di mana mana. Kenapa ada hubungannya dengan sampah? Karena yang mendaki hanya untuk dapat fotoan di sini bisa dipastikan bukanlah pecinta alam, dan mereka gak tahu, gak mau tahu bahkan males untuk bawa kembali sampahnya turun.

Yang terakhir, janganlah disamakan dengan "landmark" yang sudah sudah ada di beberapa pantai di Lombok, disitu memang ditujukan untuk mass tourism... Heuheuheu

Yaa semoga yang punya ide ini bisa berpikir kembali, merenungkan apa yang sudah diperbuat, dan menurunkan kembali tulisan yang sudah terpasang rapi di sana. Eman2 dana nya, dikeluarkan hanya untuk hal seperti ini... Yang diuntungkan sih yang menang tender pengadaan pembuatan tulisan ini, heuheuheu.. Selamat yaaa... Lumayan THR

***

Nah bangaimana pendapat kalian? Coba tulis di kolom komentar ya...
Monggo....
Share:

10 August 2012

Private Beach, Dicinta dan Dibenci

Pengalaman akan mengajarkan kita banyak hal, Karena dari pengalaman yang kita alami, kita bisa tahu baik buruknya suatu hal, mengetahui dari mengalami sendiri bukan cuma dari kabar burung dari mulut ke mulut, (haiaaah sok banget bahasanyee)

Dari tiga pengalaman yang saya alami bersama sahabat sahabat dan orang terdekat saya, saya jadi berpikir ulang mengenai keberadaan Private Beach. Awalnya saya yang benci banget ama suatu resort yang menjadikan suatu wilayah itu menjadi milik pribadi resort tersebut dan melarang orang umum untuk memasuki wilayah terbatas tersebut, menjadi tahu bahwa lokasi private itu memang kadang perlu.
  • Beberapa bulan yang lalu, saya berkesempatan mengantar teman saya yang dari Jakarta (sebut saja sidik) ke pantai pantai sekitar Kawasan Mandalika, Lombok Tengah. Nah saat di Pantai Kuta , kami menyempatkan foto foto di pantai depan sebuah resort besar di sana, Kami berfoto dengan mengambil latar belakang resort tersebut, dan posisi kita memang agak dekat dengan tempat tempat berjemur milik resort tersebut. Eh tiba tiba muncul pak satpam, disuruh jauh jauh kita. Langsung deh kita kabur ke bukit sebelah, Bukit Seger.
  • Beberapa bulan yang lalu juga, saya dan dua teman saya rencananya mau hunting sunset serta mandi mandi di Pantai Klui, Lombok Utara. Nah kami sudah persiapkan semua perlengkapannya dari baju ganti, kamera serta makanan. Kami pun menuju sisi kiri pantai klui, maksudnya sih nyari yang agak sepi yang kebetulan itu berada di pantainya suatu resort di sana. Kami pun duduk, ngeluarin makanan yang kita bawa, trus makan deh. Baru beberapa suap, seorang satpam datang. Dengan ramah beliau memperingatkan kami agar jangan duduk duduk di sini, bisa mengganggu pemandangan, alasannya sih karena sedang diadakan pemotretan dengan latar belakang pantai ini, baiklah kami nurut aja. Padahal setelah saya lihat kanan kiri, gak ada satu pun fotografer beraksi.
Itu adalah dua pengalaman buruk saya yang berhubungan dengan lokasi private milik suatu resort di objek wisata. Dimana setelah mengalami kedua kejadian itu, saya jadi merasa diperlakukan tidak adil, merasa dianggap pengganggu dan merasa bahwa yang berhak menikmati lokasi itu hanya tamu resort, padahal khan itu lokasi objek wisata, siapa aja boleh donk nikmatinnya.
  • Tapi saya juga pernah mengalami sisi positifnya Private Beach. Waktu itu saya mau nyobain renang di kolam renangnya sebuah resort di sekitar Pantai Mangsit, Lombok. Resort ini pun mempunyai private beach, gak ada orang orang umum di pantai itu, bener bener sepi. Kolam renang milik resort ini berada tidak jauh dari pantai, jadi Setelah berenang kita bisa berbaring di tempat yang telah disediakan di pinggir kolam, sambil menikmati eloknya pantai mangsit, apalagi saat sore hari, senja akan terlihat cantik dari sini. Berbaring, berjemur santai, nyaman, tenang, tanpa gangguan, serasa di rumah sendiri.... Indahnya duniaaaa... Ajiib...
Nah... pikiran sedikit sedikit mulai terbuka, hmmmm ternyata Private Beach itu penting juga, di situ keamanan dan kenyamanan sangat terjaga, meskipun tidak semua orang bisa menikmatinya. GImana menurutmu sobat?

-silakan berpendapat, asal jangan bully membully pendapat orang yaa.. -




jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

4 August 2012

Bulan Madu Harus di Tempat Sunyi?

Bulan Madu atau biasa disebut honey moon adalah perjalanan tradisional yang dilakukan oleh pasangan yang baru saja menikah untuk merayakan pernikahan mereka. Bulan madu seringkali dirayakan di tempat-tempat yang terpencil, eksotik, hangat, atau lainnya yang dianggap khusus dan romantis (sumber : wikipedia.com)

Benarkah pernyataan tersebut, bahwa harus ke tempat terpencil? Mari kita kaji lebih dalam.....

Bulan bulan pertama bagi pasangan yang baru menikah adalah bulan bulan di mana rasa kasih sayang dan cinta memuncak. Mereka yang dulunya sebelum menikah cuma bisa pegang pegangan tangan, setelah menikah bisa pegang pegang yang lain *eh. Dan masa masa bulan madu menjadi masa bagi mereka untuk bisa meluapkan seluruh kasih sayang nya secara legal dan sah.

Betapa suasana jadi menyenangkan saat pasangan pengantin bicara bulan madu. Perencanaan bulan madu bahkan kadang dibicarakan jauh jauh sebelum perencanaan pernikahan. Mencari waktu dan lokasi yang tepat serta persiapan dana yang cukup. Namun, seringkali realisasi bulan madu alias honeymoon ini tak semudah dan sesuai dengan yang direncanakan sendiri, sehingga mereka mencari cari agen agen travel yang menyediakan paket bulan madu, untuk membantu merencanakan semuanya. Permintaan yang semakin meningkat akan travel khusus bulan madu tersebut membuat menjamurnya agen agen travel yang punya paket khusus bulan madu.

Nah, kebanyakan dari mereka menginginkan lokasi bulan madu yang private, jauh dari keributan serta keramaian hingar bingar kota. Sebagai contoh "Pulau Moyo" sebuah pulau kecil yang berada di utara Sumbawa ini mempunyai satu resort yang sangat sangat private bernama "Amanwana Resort", yang sepertinya memang dirancang buat pasangan pasangan bulan madu. Salah satu artis yang pernah kesini adalah mendiang Lady Diana.

Begitu privatenya, sampai sampai gak sembarang orang bisa turun langsung di dermaga depan Bahkan karyawan nya sendiri aja yang dari Sumbawa yang mau ke hotel tempat mereka bekerja, berlabuhnya gak di dermaga depan hotel, tapi ada dermaga tersendiri yang lumayan jauh, baru dari sana nanti dijemput oleh petugas penjemput.

Saat lihat Amanwana yang dikelilingi hutan lebat serta berhadapan langsung dengan samudera saya jadi berpikir, kalau honey moon di sini berhari hari apa ya gak mati gaya ya? Masa mau di kamar terus berduaan? Boleh lah pas hari pertama malemnya di kamar terus, lah siang besoknya mau di kamar lagi? Hehe, gak tahu juga sih  (belum pernah).

Beda hal nya dengan Gili Trawangan, pulau kecil yang lumayan lengkap ini menurut saya pas buat bulan madu nih. Sepi nya dapet, ramenya juga dapet jadi gak bakal mati gaya deh. Ada spot spot tertentu di Trawangan yang memang sunyi dan private buat bulan madu dan juga ada spot hiburan malam nya yang penuh hingar bingar. (bedasarkan pengamatan, bukan pengalaman *belum nikah)

Jadi intinya, memang perlu sih suasana yang tenang, nyaman, privasi terjaga dan yang pasti aman. Tapi eh tapi gak sunyi sunyi banget juga kaleeee, sepertinya malah serem kalau sunyi banget. Setidaknya tetep ada lokasi hiburan nya lah... Gimana menurut anda?



jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH
Share:

16 November 2011

Tragedi Terkena Bulu Babi



Tidak menyangka tidak mengira pastinya.... Laut seluas ini, knapa harus kaki harus mengenai seekor hewan kecil ini. Kalau memang sudah takdirnya, memang ya bakal terjadi.

Yuph itulah pasti yang temen saya pikirkan, diantara 8 orang, cuma dia yang perempuan, cuma dia yang kakinya terkena bulu babi, bukan menginjak sih, tapi menendang, haha. Karena bulu babinya menancap bukan di telapak kaki, justru di punggung kaki, aneh juga.

Ngeri juga kalo lihat gambar di atas itu, duri duri menancap sempurna di kaki salah satu teman kami saat Snorkling di Gili Kondo, Lombok Timur. Tanpa pikir panjang dia pun kami bawa menepi. Pertolongan pertama yang kami lakukan adalah mencabuti satu per satu duri duri yang menancap, cukup sulit karena durinya sangat rapuh, kalau tidak hati hati, durinya bisa tertinggal di dalam kulit.

Reaksi dari duri tersebut sangat cepat ternyata, daerah sekitar kulit yang terkena duri menjadi berwarna ungu kehitaman. Setelah dicabutin semua, langkah kedua yaitu memukul mukul bekas luka tersebut dengan batu secara perlahan. Tujuannya agar duri duri yang menancap di dalam kulit yang gagal tercabut, bisa hancur.

Kemudian seperti yang diketahui secara umum (entah mitos entah beneran) bahwa penawar racun jika terkena bulu babi / ubur ubur yaitu Air Seni. Kami pun berencana melakukan pengobatan dengan air seni, akan tetapi karena dia perempuan sendiri, jadi cukup susah juga, masa mau mengeluarkan pisang dan pipis di depannya, ya dia pastinya gak mau. Haha..

Setelah dirayu rayu sekian lama, akhirnya dia mau juga, tapi dengan syarat airnya dimasukkan botol dulu. Haha. Dan terjadilah sebuah peristiwa mengalirkan air seni ke kaki orang. Saya cuma bisa tertawa melihat ekspresinya, entah merasa jijik atau nikmat hangatnya air seni mengalir di kulit kakinya.

Atas saran dari pengelola Gili Kondo, saya mencari pohon patah tulang yang berada di belakang rumah pengelola, alhamdulilah nemu juga. Caranya oles oles getah putih nya ke bekas tusukan bulu babi yang berwarna ungu kehitaman. Lama kelamaan warna kulit bekas luka nya menjadi normal, dan hilang nyeri nya

pohon patah tulang

Share:

6 November 2011

Kisah Unik di Bandara Internasional Lombok (05112011)

Semenjak dibukanya BIL (Bandara Internasional Lombok), banyak berita berita negatif mengenai bandara tersebut, mulai dari keamanan, ketertiban, kenyamanan serta kebersihan. Well, memang saat dibuka, bandara ini memang belum siap 100% mulai dari fasilitas dalam gedung maupun fasilitas jalur Bandara - Mataram yang baru selesai satu Jalur.

Akan tetapi stelah berjalan beberapa waktu, bandara tersebut berangsur angsur berbenah. Sekarang tidak se-semrawut dulu saat dibuka yang disebabkan oleh Euforia berlebihan dari masyarakat, bukan cuma masyarakat sekitar lho. Lha yang datang itu malah kebanyakan naik truk atau bak terbuka, tentu itu warga yang rumahnya jauh dari bandara.

Ada Empat kisah yang saya alami dan saya lihat sendiri hari Sabtu kemaren. Silakan menyimak :
  • Kisah Pertama. Kisah ini diawali saat teman saya, sebut saja "mawar". Saat sampai Bandara, mawar kelaparan, berdasar info yang kita dapat, di bandara ada ibu ibu penjual nasi bungkus. Sebelum check in kita mencari penjual tersebut, setelah menyusuri bagian depan bandara, kami menemukan ibu ibu yang sedang duduk menghadap ke Runway bandara dengan beberapa bungkus nasi di sebelahnya dan Termos air panas. Tanpa pikir panjang, si Mawar yang sedang kelaparan pun langsung bilang ke ibunya bahwa dia mau membeli Nasi. Eh tak disangka ibu yang baik hati itu justru memberikan sebungkus nasi buat mawar, tidak mau dibayar. Oh so sweet.... Sungguh mulia hati ibu itu. Usut punya usut, ternyata beliau membawa beberapa bungkus nasi dan Termos sebagai bekal menonton pesawat mendarat dan tinggal landas. -___-
  • Kisah Kedua. Kisah ini saya alami ketika menunggu Mawar makan dengan lesehan di lantai depan BIL. (bayangkan, di bandara internasional, bisa lesehan dengan bebas sambil makan nasi bungkus pakai tangan. Di mana lagi coba?). Nah daripada ngeliatain mawar yang lagi asyik makan (walau dalam bungkusnya cuma berisi nasi + mie), mendingan ngeliatin orang orang di depan pintu kedatangan. Buseeet banyak banget orangnya, mereka sepertinya mau menyambut kedatangan rombongan artis. Tak berapa lama ada seorang Bapak Tua keluar dari pintu kedatangan dengan menarik satu kopor besar. Dan disambutlah bapak itu dengan penuh suka cita dan keharuan sampai ada yang menangis terharu. Setelah cukup lama saling bersalaman, akhirnya pintu kedatangan itu sepi kembali. What... jadi orang orang tadi yang jumlahnya berlusin-lusin itu cuma menjemput dan menyambut satu orang. Oh mungkin dia Ketua RT setempat -___-
  • Kisah Ketiga. Setelah si Mawar masuk untuk check in, saya pun buru buru pulang karena langit sudah gelap, pertanda hujan segera turun. Nah sampai di Pintu Keluar untuk bayar parkir, ternyata antre panjang, bagaimana tidak. Jalur motor cuma dibuka satu. Padahal motornya banyak. Mata saya tiba tiba tertuju pada Motor yang berada di depan saya. Motor Supra Hitam dikendarai seorang laki laki. dengan membawa karung besar di jok belakang yang berisi KANGKUNG. Saya bingung, heran dan penasaran, bercampur aduk jadi satu. sambil menunggu antrean, lalu saya berpikir "hmmm apakah di dalam ada kebon kangkung ya? Kok bisa dapet kangkung sebanyak itu?" -___-
  • Kisah Keempat. Setelah keluar BIL, saya pun memilih jalur ByPass dari pada jalur Praya-Kediri dengan harapan bisa ngebut dan bisa cepat sampai Mataram, dan bisa terhindar dari hujan yang segera turun. Tapi apa daya, setelah sekitar lima kilometer meninggalkan BIL, Jalur ByPass menjadi macet. Ada apa gerangan, jalur bebas hambatan ini kok bisa macet? Oalah ternyata ada Prosesi Nyongkolan (baca postingan mengenai Nyongkolan, kalau belum paham). Tak dapat dipungkiri iring2an pengantin itu memakan setengah jalur sendiri, alhasil kita harus bergantian jalur untuk bisa lewat. Padahal akhir akhir ini media lokal dengan gencarnya memberitakan bahwa Jalur ByPass BIL dijamin bebas Nyongkolan. Sudah macet, hujan turun pula. Dan saya pun dengan sigap mengambil Jas Hujan dari balik Jok. Brrrrr... -___-
Yah itulah kisah unik dan menarik (bukan kisah lucu) bagi saya, yah banyak hal yang bisa kita petik dari sini dan lumayan juga bisa buat cerita anak cucu kelak....
Share:

28 January 2011

Pemandangan dari Atas Pesawat Garuda Indonesia

Ini adalah foto foto oleh oleh temen ane yang kerja di Kupang NTT, nah pada kesempatan ini dia maen ke Mataram NTB, dengan naek pesawat Garuda, akan tetapi tidak ada pesawat yang langsung dari Kupang ke Mataram, jadi harus ke Denpasar dulu, nah di dalam pesawat, dia iseng iseng foto foto, huhui, bagus ju, nih ane share beberapa fotonya:

1. Foto Gunung Agung, Bali



2. Foto Pertambangan Newmont Nusa Tenggara (NNT) di Sumbawa



3. Foto Pulau Kecil di samping Pulau Bali



4. Foto Pulau Pulau Kecil Sekitar Lombok



5. Foto Waduk Batujai, Lombok

Share:

My Youtube Channel

Blog Archive