23 October 2023

Berdua Jalan Jalan Sore ke Pantai Laguna Lembupurwo Kebumen


Kali ini kita jalan jalannya cuma berdua, aku dan si paling kecil, karena kakaknya lagi sakit dan emaknya tentu di rumah menemani yang lagi sakit. Tidak perlu jauh jauh, tujuan jalan jalan kita adalah Pantai Laguna Lembupurwo yang berlokasi di daerah Mirit, Kebumen, dari rumah bisa ditempuh dalam waktu 40 menitan.

Kondisi jalan udah bagus dari pusat kota sampai parkiran pantai, segala jenis kendaraan bisa masuk sampai parkiran. Sebelum sampai tempat parkir kita harus membayar retribusi tiga ribu rupiah saja per orang, itu pun untuk dewasa saja, untuk anak anak gratis.
 

Sesampainya di parkiran, ada dua orang yang melambaikan tangannya meminta agar aku memarkirkan kendaraannya di tempat parkirnya. Karena aku baru pertama kali kesini ya menurut aja, aku parkirkan dan disitu. Terlihat udah ada beberapa motor dan 1 mobil yang terparkir disitu. Di sekitar parkiran ini ada toilet, dan beberapa warung kecil yang menjual minuman dan jajanan.

Kemudian kita lanjut jalan kaki ke arah pantai. Jalan agak menurun, lumayan lebar dan terlihat bekas jejak ban mobil, terus kulihat ke arah depan, weleh ternyata di depan bawah sana ada parkiran juga, tahu gitu tadi aku parkirnya di depan sana, jadi hemat tenaga jalan kakinya, heuheuheu, ya sudahlah, rejeki buat tukang parkir yang di atas.
 

Di sebelah parkiran bawah terdapat plang dari kayu bertuliskan "Welcome to Pantai Laguna Lembupurwo", dan ada jembatan bambu di sampingnya. Untuk menuju ke pantainya, pengunjung harus melewati jembatan bambu ini. Bambunya masih terlihat lumayan baru dan kuat, aman lah untuk dilewati puluhan wisatawan. Oia di sekitar sini ada banyak pohon bakau lho, bagus deh, cuman sayangnya diantara akan akar bakau banyak sekali sampah bungkus jajanan.
 

Setelah melewati jembatan bambu, kita sampai di sebuah tempat yang sangat teduh, karena banyak banget pohon disini. Terlihat berjajar warung yang menjajakan makanan dan minuman, ada pula kolam renang air tawar yang dipenuhi anak anak. Vibes nya mirip di Pantai Cemara Sewu Kebumen.


Beberapa puluh meter sebelum bibir pantai, pepohonan sudah tidak ada, namun warung warung masih banyak, berjajar di sepanjang pantai, meskipun hanya beberapa saja yang buka. Aku tertarik dengan penjual cilok yang lagi mangkal menggunakan motor. Aku membeli lima ribu rupiah untuk seplastik cilok panas dengan bumbu pedas.

Kemudian kita lanjut jalan kaki mendekat ke arah bibir pantai. Di sinipun terlihat banyak banget sampah bungkus makanan dan styrofoam. Aku ambil beberapa sampah gelas pembungkus popmie, lumayan bisa dipakai mainan pasir, aku jadiin sumur sumuran. Setelah mendapat spot yang cocok, mainan langsung dikeluarkan dan si kecil langsung gas main pasir. 



Saat kita datang masih lumayan sepi, tapi semakin sore semakin rame, banyak juga anak anak kecil yang main pasir disini, tentu saja dengan didampingi orang tuanya. Sedangkan pengunjung lain ada juga yang cuma duduk duduk di pasir sambil menikmati syahdunya pantai di kala sore.

Alhamdulilah cuaca sore ini lagi bagus, cerah dan anginnya bersahabat, menguntungkan buat kita yang suka bikin video tapi enggak punya mic berbulu. Audio yang masuk hape jadi bersih, tanpa suara angin yang brebet brebet.




Sekitar jam setengah lima sore, aku mengajak anakku untuk udahan main pasirnya, karena masih butuh waktu untuk jalan kaki ke parkiran dan ke toilet untuk bilas bilas. Untungnya sih dia enggak rewel, dan langsung mengiyakan.

Saat perjalanan pulang ke rumah, si kecil mengeluh lapar dan minta untuk makan di cafe, heuheuheu ternyata anakku kelaparan, kayaknya capek main di pantai. Ya sudah sebelum sampai rumah, aku arahkan kendaraan ke sebuah cafe bernama Cleon yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, tepatnya di sebelah barat Bank BRI Cab Kebumen.



Cafenya tidak terlalu besar, bisa pilih duduk di dalam maupun di luar. Untuk pesan makanan, langsung pilih di kasirnya, dan langsung bayar, baru nanti orderan diantar ke meja kita. Aku pilih duduk di dalam saja, karena di luar banyak ahli hisap. 

Pilihan menunya tidak banyak, aku pesen nasi mentai dan americano panas, sedangkan anakku pesen spaghetti dan minumnya coklat hangat. 



Wah kopinya mantap, manisnya pas. Sukak deh. Untuk nasi mentainya juga enak, tidak perlu waktu lama untuk menghabiskannya. Anakku sangat menikmati coklat hangatnya, saat makanan belum datang, minumannya udah mau abis, heuheheu. Cuman untuk sphagetti chicken katsu BBQ, komposisi sausnya terlalu banyak. Sebenernya enak cuman karena sausnya terlalu banyak, jadi cepet eneg di perut. Karena enggak habis, akhirnya menu makanan anakku dibungkus.
Share:

16 October 2023

Ke Bandara Kulonprogo Lanjut Makan di Resto Joglo Girli Jogja


Di kantor kami, perpindahan tugas beberapa tahun sekali adalah sebuah hal yang lumrah. Bisa dapat lokasi yang dekat, agak jauh, bahkan jauuuh banget, seperti halnya aku yang awalnya di kantor Kebumen, lalu ke Kota Mataram NTB, pindah lagi ke Kota Kupang NTT, dan sekarang di Kebumen lagi.

Nah di Bulan September 2023 ini atasanku pindah tugas nih ke sebuah kota di Pulau Kalimantan. Saat beliau akan berangkat ke Kalimantan naik pesawat lewat Bandara Jogja di Kulonprogo, aku dan rekan rekan seruangan ikut ke bandara untuk sekedar memberi salam perpisahan dan memberi semangat.

Pesawat dijadwalkan terbang pukul setengah 12 siang. Aku, istri dan anak anak sudah tiba di bandara sekitar pukul sembilan pagi. Kita parkir kendaraan di lantai tiga yang tanpa atap, kemudian berjalan masuk ke arah "Kawasan Tugu Malioboro". Di dalam kawasan ini terdapat banyak stand jualan, ada pameran hasil seni, ada stasiun kereta bandara, dan ada pula permainan dinosaurus.
 




Sambil berjalan kita sambil melihat lihat hasil karya seni yang dipajang disini, unik unik deh. Lalu si kecil merengek minta beli Roti-O, woke kita beli roti itu dahulu. Kemudian sambil jalan, anak anak sambil menyantap roti. Untuk menuju terminal keberangkatan, kita harus naik 1 lantai lagi, bisa lewat tangga berjalan maupun lewat lift.

Sesampainya di atas, kondisi terlihat ramai, banyak orang yang terlihat tergesa gesa untuk masuk sambil membawa banyak barang bawaan, tapi ada pula yang santai sambil foto foto. Terlihat pula banyak orang yang tidak bermaksud untuk bepergian naik pesawat, entah cuma jalan jalan aja menikmati suasana bandara atau seperti aku yang mau mengantar teman/saudara yang mau pergi.



Saat mau mengintip kondisi ruang check-in aku bertemu teman sekantor, dan kita pun bareng bareng masuk ruangan check in, wah ternyata sekarang boleh masuk ya, seingatku dulu yang boleh masuk sini tuh yang bener bener mau terbang aja. Lumayan bisa nunggu di dalam dengan kondisi ruangan yang sejuk, sedangkan di luar lumayan panas.

Ruangan check ini ini luas banget, terlihat banyak spot kosong, setelah menunggu beberapa waktu akhirnya kita bertemu juga dengan pak bos, beliau diantar oleh istrinya. Kita duduk duduk dahulu sambil ngobrol, menunggu rekan lain dan menunggu panggilan untuk masuk ke ruang tunggu.




Aku jadi paham kenapa orang umum boleh masuk ke ruangan check ini ini sekarang, karena di bagian tengah ada pameran penjualan buku, dan di sini juga banyak gerai makanan seperti KFC dan Solaria. Jadi tujuannya agar gerai gerai ini lebih ramai, bisa dapat konsumen umum, bukan hanya calon penumpang pesawat.

Setelah ada panggilan bagi penumpang untuk masuk ruang tunggu, kita pun bergegas pamitan dan foto foto untuk kenang kenangan.

Kita yang yang mengantar beliau pun lanjut pisah, ada yang pulang ada yang lanjut jalan jalan, karena mumpung lagi di Jogja. Karena udah siang dan masuk jam makan siang, aku pun mengajak istri dan anak anak untuk makan siang dulu. Tujuan makan siang kita kali ini adalah Joglo Girli Resto & Cafe yang berlokasi di daerah Pengasih, Kulonprogo, Jogja, sekitar 18 km dari Bandara YIA.


Tempat parkirnya tidak terlalu luas, hanya bisa menampung beberapa mobil saja. Alhamdulilah siang itu kita masih dapat tempat parkir. Untuk area makannya luas banget ternyata, ada  beberapa tipe tempat duduk yang bisa dipilih. Sesuai namanya "Girli" yang merupakan singkatan dari pinggir kali , resto ini menawarkan pemandangan sungai, bahkan telah dibuatkan tangga ke bawah menuju ke sungai, kebetulan ini lagi musim kemarau, debit sungainya kecil, jadi aman untuk turun sampai ke sungainya.



Pilihan menu makanannya lumayan banyak dan bervariasi, kita pesan oseng belut, garang asem, geblek, jamur krispi, dan nasi ayam untuk anak anak. Untuk minumannya aku pilih es kopi lemon, aku penasaran dengan menu minuman yang satu ini, pas dihidangkan sebenernya aku ragu mengenai rasanya, tapi pas dicoba ehh tenyata kombinasi kopi dan lemonnya masuk, uenak banget, segerr. Mata langsung melek, ngantuk pun ilang, heuheuheu.




Untuk oseng belutnya sebenernya enak ya, dimakan pake nasi hangat aja udah maknyusss, cuma terlalu sedikit, saat belutnya habis, nasinya masih banyak. Sehingga aku harus comot comot ayam dari menu garang asem. Garang asemnya juga enak, kuahnya seger, cuman kurang asem dikit deh.

Setelah anak anak selesai makan, aku ajak untuk jalan menuruni anak tangga menuju sungai. Sesampainya di bawah ternyata sudah ada pengunjung juga yang main di sungainya, seorang ibu dan anak nya. Saat tadi di atas terasa sejuk karena di bawah pohon, lah pas sampai sungainya baru terasa terik. Mau langsung balik ke atas juga nanggung, ya udah kita main main bentar aja disini. Terlihat banyak ikan kecil yang berenang renang di sungainya, dan kalau kita lihat lebih dekat, ada banyak keong kecil yang menempel di bebatuan. Wah kalau pas sore , cocok banget nih buat main main air, tapi karena ini pas tengah hari jadinya panas.



Enggak lama berselang, aku pun mengajak anak anak untuk naik ke restonya lagi, takutnya pulang pulang nanti gosong kulitnya. Kemudian kita langsung menuju kasir untuk membayarnya, tapi sebelum sampai kasir, aku terdistraksi dengan tulisan Mini Zoo di salah satu pojokan resto, aku menengok sebentar, oh ternyata ada kandang kura kura, burung dan kelinci disitu.

Pas di kasirpun aku terdistraksi lagi ama isian dalam chiller di samping kasir, disitu ada beberapa botol limun/orson dengan bentul botol yang jadul, karena tertarik, aku pun membelinya satu. Heuheuheu

***

Peta Lokasi Resto Joglo Girli Jogja

Share:

9 October 2023

Touring Kebumen - Nepal Van Java Magelang


Setelah Bulan Agustus kemarin touring motor komplek kita sukses menjelajah Dieng. Di Bulan September 2023 ini kita gelar lagi acara Fun Touring dengan peserta warga dari dua komplek yang saling berseberangan lokasinya dan tujuannya adalah Nepal Van Java di Magelang.

Aku dengan 3 tetanggaku bareng bareng meluncur ke komplek depan untuk ngumpul sesuai perjanjian di group WA sekitar pukul enam pagi, eh ternyata masih sepi. Seperti biasa budaya ngaret masih mengakar dan mendarah daging, heuheuheu. Tapi tak apa, sembari menunggu yang lain, kita duduk duduk dahulu sambil membahas rute dan lokasi sarapan.

Sejam menunggu, akhirnya semua sudah berkumpul dan siap berangkat pada pukul tujuh pagi, diawali dengan briefing singkat, doa dan foto foto. Total ada 12 motor dan 2 mobil yang ikut dalam touring kali ini.

Rute yang kita lalui adalah menyusuri Jalan Joko Sangkrip ke timur, menuju Bojongsari kemudian menyeberang jembatan di Bendung Pejengkolan, lanjut ke timur menyusuri Jalan Pituruh - Kemiri Purworejo. Nah di daerah Ngampel Pituruh, kita berhenti di Warung Mbak Inten untuk sarapan dengan menu Soto Ayam, gorengan dan segelas Teh Hangat. Sotonya sih sebenernya B aja rasanya, cuma karena disajikan panas-panas di pagi hari, rasanya jadi seger banget di badan.


Setelah perut terisi, perjalanan dilanjutkan ke timur menuju Kemiri, kemudian ke arah utara menuju daerah Bruno, lanjut Kepil Wonosobo dengan melewati jalur yang aduhai karena full tikungan. 

Kondisi jalan mulai menyempit dan menanjak setelah masuk gang di sebelah SDN Temanggung, Kaliangkrik, Magelang. Apalagi bagi yang menggunakan mobil , harus lebih hati hati, terutama saat berpapasan dengan  mobil lain dari arah berlawanan. Kita sampai di sini sekitar pukul 11 siang, awalnya kukira hawanya bakal dingin karena sudah menanjak lumayan tinggi, eh ternyata panas juga ya, atau mungkin karena lagi musim kemarau ya, terik banget siang itu.


Beberapa ratus meter sebelum tempat parkir, kondisi jalan semakin menanjak, lumayan deg deg-an sih lewat sini, apalagi di depan ada mobil elf yang lagi berusaha pelan pelan untuk naik. Tapi alhamdulilah kita semua bisa sampai tempat parkir dengan selamat. Untuk parkirnya dipisah antara mobil dan motor.

Di sekitar tempat parkir ini banyak berdiri warung kopi, ada yang memanfaatkan rumah warga, ada yang di atap rumahnya aja, ada yang memang khusus membangun gedung baru untuk cafe/warung kopi dan ada pula yang buka warung di dekat tempat wudhu Masjid, heuheuheu.
 


Di sebelah atas tempat parkir terdapat loket pembelian tiket masuk dengan harga 10 ribu per orang. Dari sini pengunjung bisa lanjut mengunjungi beberapa spot di atas, bisa dengan jalan kaki atau naik ojek 35 ribu rupiah. Diantara kita, hanya 2 orang aja yang memanfaatkan jasa ojek untuk sampai atas, sedangkan yang lainnya cuma jalan jalan aja sekitar sini, hingga ke Masjid Baituttaqwa untuk ibadah. Nah berhubung di dekat tempat wudhu ada penjual kopi dan pop mie, kita duduk duduk santai dulu di sini sambil ngopi.





Sekitar pukul 13.00 WIB kita kembali jalan turun ke arah parkiran, yang mana sebelum sampai parkiran kita menyempatkan foto rame rame dulu di sebuah atap bangunan. Viewnya cakep banget dari spot ini, cuman sayangnya puncak gunung sumbing enggak kelihatan, ketutup awan.

Sesuai jadwal, kita lanjut meninggalkan Kaliangkrik, turun menuju daerah Kajoran untuk makan siang. Tempat makan yang kita tuju bernama Warung Makan Pojok Ndesa, lokasi persisnya berada di Jalan Raya Kajoran, Kabupaten Magelang.




Tempat parkirnya lumayan luas dan di sisi kanan teduh karena ada pohonnya. Pengunjung bisa memesan makanan dari daftar menu ataupun juga bisa ambil langsung makanan yang tersedia dengan sistem prasmanan. Pilihan menu prasmanannya memang tidak terlalu banyak tapi cukup menggugah selera, ada opor ayam, nila, sayur daun pepaya, gudeg, ayam goreng dll.

Lumayan lama kita disini, selain untuk makan dan istirahat, waktu udah menunjukkan pukul tiga sore, jadi sekalian aja sholat Ashar. Alhamdulilah di sini ada mushollanya, meskipun tidak besar, kita bisa bergantian ibadah.

Sekitar pukul 4 sore, kita pun melanjutkan perjalanan kembali ke arah Kebumen
Share:

2 October 2023

Pantai Surumanis Kebumen : Jalannya Sudah Mulus Sampai Bawah


Pantai Surumanis ini sudah lama moncer di Kebumen, cuman memang aku dari dulu belum tertarik ke pantai ini karena jalannya yang kurang bagus dan lokasi parkirnya yang berada di atas bukit, sehingga kalau mau menginjakkan kaki ke pasirnya harus jalan kaki lumayan jauh, hingga akhirnya beberapa waktu lalu dibuatkan jalan aspal turun dari parkiran atas hingga sampai bawah, dan di bawah pun dibuatkan lokasi parkiran kendaraan yang sangat luas. Mantap...
 
Saat weekend tiba, kita pun langsung meluncur kesana. Dari pusat kota Kebumen, kita mengambil arah ke Selatan menuju JJLS, setibanya di JJLS kita mengarah ke barat sampai ke pertigaan taman geowisata karangbolong. Kalau lurus ke arah Gombong, sedangkan ke kiri ke arah wisata pantai pantai, seperti Pantai Karangbolong, Sagara View, Pantai Pecaron, Pantai Menganti, Pantai Surumanis dan lain lain.

Dari pertigaan ini kondisi jalan masih kurang bagus, meskipun sudah aspal. Saat kita lewat kemarin (awal Sept 2023) jalan aspal ini sepertinya sedang akan diperlebar, terlihat dari patok patok kayu di kanan kiri jalan, yang bila kita lihat sepintas, nanti bakal menjadi lebih lebar dua kali lipat, dan tentunya akan ada beberapa rumah yang tergusur dan bukit yang akan dikeruk. Semoga segera terlaksana dan lancar, karena ini memang jalur utama menuju pantai pantai selatan kebumen yang super eksotis.

Dengan menyusuri Jalan Ayah-Karangbolong sejauh 5 km kita sampai di pertigaan Jalan Pantai Pasir, patokannya adalah toko Aura Pasir. Dari sini kita ambil arah ke kiri menuju pantai sejauh 950 meter hingga sampai ke TPI Pasir yang berada di Pantai Pasir. Nah ini belum selesai karena pantai surumanis berlokasi di balik bukit sebelah barat pantai pasir ini.


Perjuangan masih harus berlanjut dengan mengikuti jalan ke arah atas yang lumayan curam, berkelak kelok, sempit dan masih kurang mulus sejauh sekitar 2 km hingga sampai ke parkiran pantai surumanis yang lama dengan melewati gerbang loket, sebuah penginapan "Green Surumanis" dan Warung Seafood Saung Kaprok. Oia di gerbang loket, pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar 10ribu per orang dewasa, dan untuk parkirnya 5 ribu per mobil.

Dari parkiran lama itu barulah kita lanjut melewati jalan aspal baru yang masih mulus berwarna hitam ke arah bawah. Harap hati hati saat melewati jalur ini karena meskipun sudah bagus mulus, tapi lumayan curam.
 

Di area parkir tidak ada petugas parkir, kita bisa parkir sendiri sesuai kondisi bagian mana yang teduh. Dari parkiran kita lanjut jalan kaki dengan menuruni beberapa anak tangga, melewati beberapa warung kecil yang menjual makanan ringan dan minuman. Ada juga kolam renang air tawar, namun saat itu sedang kering airnya. Di sebelah kolam renang ada semacam jembatan kayu menuju batu karang di arah depan. Di spot ini menjadi salah satu tempat menarik untuk foto foto. Tapi aku enggak kesana, melainkan langsung ke pantainya, karena anak anak udah gak sabar main pasir dan air.
 

Siang sore itu kondisi air sedang bagus, tidak pasang juga tidak terlalu surut, anak anak pun alhamdulilah aman bermain pasir di balik sebuah batu besar. Di sepanjang pantai terlihat ada beberapa payung besar dengan tempat duduk di bawahnya yang disewakan. Enggak tahu berapa harga sewanya, karena tidak nampak penjaga nya. Beberapa pengunjung malah pada bawa kursi sendiri, kursi lipat yang lagi viral di medsos. Mereka duduk duduk sambil makan pop mie. Di bagian barat ada tebing/bukit yang tinggi, sehingga kalau agak sore gini, suasana pantai terasa teduh tidak panas, mungkin hal ini yang membuat penyewaan tempat duduk berpayung kurang diminati. Mungkin kalai pagi ke arah siang, penyewaan payung ini akan laris, karena panas terik pastinya.



Aku duduk di salah satu batu sambil mengawasi anak anak bermain air. Ombak di laut terlihat besar, tapi berhubung di sekitar pantai ini banyak batuan, sampai pinggir jadi kecil ombaknya, masih aman lah buat main main pasir. Sedangkan emaknya asik kesana kemari foto foto dan video bikin konten buat tiktok, heuheuheu.

Sekitar jam 5 sore aku mencoba untuk mengajak anak udahan main pasirnya, karena hari udah mulai gelap dan jalan pulang yang dilalui ada bagian yang masih rusak. Awalnya sih mereka enggak mau, masih asyik main main air, padahal kulihat kulit di telapak tangannya udah mulai berkerut kerut. Tapi akhirnya mereka mau juga kita ajak udahan. Kemudian kita lanjut ke toilet untuk bilas dan ganti baju.

Setelah semua anak bersih dan ganti baju, kita lanjut jalan kaki sedikit ke atas ke parkiran tadi untuk kembali pulang.





Share:

My Youtube Channel

Blog Archive