19 May 2012

Museum Karmawibhangga di Candi Borobudur


Ada dua Museum yang berada di Komplek Candi Borobudur, setelah kemaren saya nulis tentang Museum Kapal Samudraraksa, kali ini akan saya nulis tentang Museum Karmawibhangga. Museum ini terletak dekat dengan pintu keluar. Jadi setelah kita bercapek capek ria serta berpanas panas ria mendaki Borobudur, kita bisa istirahat sejenak di museum ini sembari melihat lihat koleksi di dalam museum ini.

Nama Karmawibhangga sendiri baru saya tahu setelah browsing di internet, dan browsing itu saya lakukan setelah pulang dari museum ini, karena di luar museum ini cuma ada tulisan "Museum Borobudur". Untuk masuk museum ini tak perlu bayar tiket alias gratis karena sudah termasuk dalam tiket masuk candi sebesar tiga puluh ribu rupiah (Mei 2012).

Setelah memasuki pintu masuk kita langsung bisa melihat ratusan bongkahan bongkahan Candi Borobudur yang seperti puzzle yang tak bisa disatukan lagi. Di museum ini ada dua pendopo yang bisa kita gunakan buat duduk duduk santai maupun tiduran dengan iringan suara burung burung dalam kandang dan semilir angin yang semakin membuat kita mengantuk. Selain itu di pendopo ini ada banyak colokan listrik nganggur, ini sangat bermanfaat di jaman yang serba Smartphone ini, seperti kita tahu lah ponsel ponsel pintar jaman sekarang amat sangat boros baterai.



Di komplek museum ini juga terdapat beberapa Ruang Pamer, namun saya cuma memasuki satu ruangan saja, karena sudah kelelahan dan akhirnya saya memilih tiduran di pendopo dalam, sembari mengisi baterai hape yang sudah sekarat. Di samping pendopo dalam terdapat satu patung Budha yang biasa disebut patung Unfinished Budha karena bentuknya yang tidak sempurna. Ini fotonya :

Share:

Enting-Enting Gepuk Khas Salatiga


Salatiga, salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang terletak di selatan Semarang ini memang tidak terlalu terkenal ya, tapi ada satu kuliner khas dari kota ini , yaitu Enting-Enting Gepuk. Mungkin agak aneh ya namanya, yuph kalo kalian suka lihat tipi pasti pernah lihat iklan Enting Garuda. Saya yakin makanan itu terinspirasi dari Enting Enting Gepuk nya Salatiga yang udah sedari dulu terkenal.

Makanan ini berbahan utama kacang tanah, rasanya manis gurih renyah dan sangat terasa kacang tanahnya. Bertekstur kering jadi lumayan awet untuk dijadikan oleh oleh jauh. Untuk dapetin makanan ini tidak perlu ke Salatiga lho, karena makanan ini sudah tersebar di kota kota di Jawa Tengah dan Jogja khususnya outlet outlet yang menjual oleh oleh khas Jawa.
Share:

18 May 2012

Museum Kapal Samudraraksa, Borobudur


Masih lanjutan dari postingan sebelumnya mengenai Candi Borobudur, di Komplek Candi Borobudur ada dua Museum yang bisa kita kunjungi secara gratis, salah satunya "Museum Samudraraksa". Di dalam Museum ini terdapat sebuah kapal yang besar (kapal beneran lho). Kapal ini beberapa tahun yang lalu (2003-2004) pernah digunakan untuk mengarungi samudra sejauh ribuan kilometer dengan rute Jakarta - Afrika (Ghana), yang berawal dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Nah kapal ini tercipta berkat terilhami oleh relief kapal di dinding Candi Borobudur. Sejarah lengkapnya bisa kalian cari di om gugel ya.

Museum ini dibagi ke dalam tiga Ruang Pamer, seperti ini denah Museum Samudraraksa :

 

Pertama kita memasuki pintu masuk, kemudian kita akan digiring menuju suatu ruangan yang berisi Sejarah Perdagangan rempah (kayu manis, pala dll) pada masa lampau yang terungkap dari relief kapal pada Candi Borobudur . Berikut ini beberapa foto di ruangan tersebut :






 Ruangan berikutnya berisi tentang Tradisi Budaya Bahari pada masa lampau, secara ya nenek moyang kita kan seorang pelaut. Di ruangan ini terdapat Profil Kehidupan Bahari, Jalur jalur perdagangan dunia (ada miniatur kapal dan globe), dan Teknologi Kapal Tradisional. Berikut ada beberapa foto di ruangan ini :






Setelah ini kita akan masuk ke Ruangan Utama yang berisi Kapal Samudraraksa yang terpajang kokoh di tengah tengah ruangan ini. Sedangkan di sekeliling ruangan ini ada foto foto, benda benda yang menggambarkan sejarah kejayaan Kapal Samudraraksa mengarungi Jakarta - Afrika (2003-2004). Kita juga bisa lho naik ke kapal ini, tapi harus bayar lagi, tarifnya Rp 100.000,00 . Berikut ini beberapa fotonya :














Dari beberapa gambar di atas ini, dapat diketahui bahwa di Madagaskar ada jejak jejak sejarah peninggalan nenek moyang kita di negeri tersebut seperti alat musik yang mirip seruling, gerabah, dan tradisi menumbuk beras menggunakan lumpang dan alu.
Share:

17 May 2012

Trip ke Candi Borobudur Magelang


Yey, solo trip lagi. Kali ini tujuannya Candi Borobudur di Magelang, udah pernah sih ke Candi ini, bahkan udah lebih dari lima kali, tapi ya udah lama, terkahir kali aku inget saat masih SMA kayaknya. Karena lokasinya yang tidak terlalu jauh dari rumah, jadi saya bisa sering sering ke sini. Kalau dilihat dari speedometer, jarak dari rumah ke Candi Borobudur sekitar 40 KM, dan tadi siang saya tempuh dalam waktu 50 menit (kondisi jalan ramai, karena sedang libur). Untuk mencapai lokasi candi dari Purworejo tidaklah sulit karena kita tinggal mengarahkan kendaraan ke Arah Magelang dan nanti tinggal mengikuti petunjuk jalan.

Wow, ramainya luar biasa, parkiran penuh dengan bus bus pariwisata yang kebanyakan isinya siswa siswa SD dan SMP dari berbagai kota di Jawa. 

Diawali dengan mengantre di Loket pembelian tiket, dengan kondisi cuaca yang ekstrim panas, hunting Foto dimulai. Untuk bisa masuk kita harus beli tiket seharga Rp 30.000,00 wow cukup kaget juga, menurutku sih mahal, karena sudah kebiasaan di Lombok kalo wisata gak ada tiket masuknya, paling cuma biaya parkir.

Setelah dapat tiket kita harus masuk melalui pintu masuk dengan penjagaan yang cukup ketat, ada pemeriksaan isi tas para pengunjung dan melewati pintu detektor logam (kayaknya gak berfungsi deh, coz saya mengantongi HP, kamera serta beberapa uang koin).

Jalur pejalan kaki menuju candi penuh sesak oleh pengunjung, ya sepertinya suatu kesalahan saya ke sini pas tanggal merah gini, ruameeeee abissss, jadi kurang nyaman serta kurang bagus untuk foto foto karena pasti hasil foto kita akan dipenuhi orang orang yang seharusnya tidak masuk frame.

Saya lihat banyak sekali petugas keamanan yang berjaga jaga di segala penjuru, dari pintu masuk sampai atas candi. Yang buat saya agak kecewa dan miris adalah sudah ada peringatan/larangan tertulis agar jangan memanjat ataupun menaiki stupa eh tetep aja banyak pengunjung yang nekat naik. Dan cukup membuat repot para petugas keamanan karena harus teriak teriak menggunakan TOA dengan kata kata yang sama yang diulang ulang "Ibu, jangan naik ke stupa nya" , "Adik jangan manjat manjat ke Stupa". 

Cuaca yang sangat panas ini justru menjadi berkah bagi penyewaan payung, payung yang mereka sewakan laris manis diserbu wisatawan yang takut akan teriknya sinar matahari. Oia sebenarnya di dalam komplek candi Borobudur udah dilarang berjualan asongan, tapi tetep masih saya temukan segelintir penjual asongan yang menjajakan minuman, entah bisa masuk dari mana dia. Kalau dari pintu masuk resmi, saya yakin akan diusir satpam.

Setelah puas muterin candi dan naik menuju puncak sembari foto sana foto sini, saya pun memutuskan untuk menuju pintu keluar. Capek, panas, pegel... Akhirnya saya pun duduk sebentar di bawah pohon di dekat Museum Kapal sembari minum. (bersambung ke Museum Kapal Samudraraksa)

 Foto Foto di CANDI BOROBUDUR









Oia, selain kita dapat menikmati anggunnya bangunan Candi Borobudur, di komplek candi ini kita bisa menikmati hal hal lain seperti :

1. Mobil Kereta, untuk keliling komplek candi

2.Naek Gajah


Share:

16 May 2012

Jenang Ketan Jeket , Khas Purwokerto



Selain Getuk Goreng, Purwokerto mempunyai satu makanan khas lagi, yaitu Jenang Ketan atau yang biasa disingkat Jeket (Jenang Ketan) karena memang terbuat dari beras ketan sebagai bahan baku utamanya. sedangkan warna coklatnya berasal dari Gula Jawa.

Rasa jenang ini manis, seperti rasa jenang pada umumnya (ada berbagai jenis jenang di Jawa). Teksturnya lembek lembek kenyal, mirip dengan dodol, bedanya kalo dodol tekturnya keras. Di daerah Purwokerto sendiri, yang paling sip Jenang Ketan yang asli daerah Mersi. 

Dadi, nek sampeyan pas dolan dolan nang Purwokerto, ojo lali oleh olehe Jenang Jeket...
Share:

My Youtube Channel

Blog Archive