Showing posts with label Semarang. Show all posts
Showing posts with label Semarang. Show all posts

29 August 2022

Jalan Jalan ke Sam Poo Kong : Klenteng Bersejarah di Semarang


Berhubung temenku yang di Semarang menyarankan untuk mengunjungi Sam Poo Kong, akhirnya di Trip Semarang kali ini, aku pun tidak melewatkan tempat yang satu ini. Lokasinya berada di Jalan Simongan Raya 129, Semarang Barat. Sangat mudah untuk ditemukan dengan mengikuti rute di Google Maps.

Untuk masuk ke area parkir, kita membayar 5 ribu untuk 1 mobil. Parkirannya lumayan luas, bisa menampung banyak kendaraan termasuk Bus Besar. Meskipun kita datang pas weekday, ternyata cukup rame juga lho. Pas turun dari kendaraan, langsung ada bapak bapak yang mendekat, mengaku dari warga setempat dan menawarkan stiker bergambar sam poo kong dengan harga 10 ribu. Daripada nanti ada apa apa, aku pun langsung memberi uang 10 ribu dan menerima stikernya.

Setelah foto foto di area tempat parkir, kita langsung cuss menuju tempat pembelian tiket. Untuk harganya bervariasi, dibagi bagi dalam beberapa kategori, nah untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di bawah ini :

 
Kelenteng Sam Poo Kong ini bukan sekadar tempat ibadah semata, tapi juga menjadi tempat wisata ikonik yang sarat akan sejarah. Dalam perjalannya, Kelenteng Sam Poo Kong merupakan simbol akulturasi budaya China dengan adat Jawa. Bangunan kelenteng berdiri megah didominasi warna merah serta arsitektur khas China. Saat perayaan hari besar etnis China, seperti Tahun Baru Imlek, Kelenteng Sam Poo Kong menyajikan sejumlah hiburan. Atraksi tersebut bisa dinikmati semua masyarakat, tak hanya warga keturunan Tionghoa. 
 


 
Dalam perjalanannya, Klenteng Agung Sam Poo Kong sudah beberapa kali menjalani pemugaran. Selain karena situasi politik yang tidak menentu pasca kemerdekaan, banjir merupakan masalah utama yang dihadapi Klenteng Agung Sam Poo Kong. Revitalisasi besar-besaran dilakukan oleh Yayasan Sam Poo Kong pada Januari 2002. Pemugaran selesai pada Agustus 2005, bersamaan dengan perayaan 600 tahun kedatangan Laksamana Zheng He di pulau Jawa. Peresmian dihadiri oleh Menteri Perdagangan Indonesia – Mari Elka Pangestu datang ke Klenteng Agung Sam Poo Kong dan Gubernur Jawa Tengah – H. Mardiyanto.
 

Walaupun sebenarnya bangunan ini telah mendapat beberapa renovasi seperti dari segi bangunan yang sudah terbuat dari tembok yang dulunya hanya terbuat dari kayu tetapi tidak menghilangkah kekhasan dari klenteng sam poo kong  ini. Dari segi atap bangunan klenteng tersusun menjadi 3 ujung yang berbentuk runcing yang menjadi ciri khas dari atap klenteng ini.

Warna dari klenteng ini benar-benar penuh berwarna merah, dengan aksen kuning ditambah lagi dengan ornamen-ornamen yang dipasangkan pada dinding bangunan klenteng membuat suasana khas Cina benar-benar terasa. Terdapat juga lampion-lampion yang digantungkan pada bagian langit-langit atap klenteng ini, serta juga tidak ketinggalan patung-patung dari dewa yang menghiasi setiap sudut dari klenteng ini.


 
Fasilitas di Kelenteng Sam Poo Kong Semarang 
 
Saat pertama masuk, di sebelah kiri ada toilet, kemudian di sebelahnya ada spot bernama Wall of Hope, jadi pengunjung bisa menulis harapan/doa di sebuah papan kayu dan menggantungnya di spot itu, nah papan kayunya bisa dibeli di tempat penjualan dupa di deket situ. Tidak jauh dari situ ada barisan penjual makanan dengan gerobak.
 
Untuk bangunannya, Kelenteng Sam Poo Kong memiliki beberapa bangunan dengan arsitektur khas China. Pengunjung bisa mendatangi tempat pemujaan Dewa Bumi dan Sam Poo Kong. Kedua tempat ini merupakan ruangan ibadah bagi umat yang ingin sembahyang pada Dewa Bumi dan Sam Poo Kong. Selain itu, pengunjung bisa mendatangi makam Kyai Juru Mudi atau Wang Jing Hong yang merupakan juru mudi Laksamana Cheng Ho. Masyarakat ingin mengenang jasa Wang yang telah berjuang untuk lingkungan sekitar goa hingga menjadi berkembang dan makmur. Ada juga Makam Kyai Djangkar. Dinamakan Makam Kyai Djangkar karena lokasinya merupakan letak jangkar sekoci yang jatuh ketika armada Cheng Ho datang pertama kali ke Pulau Jawa.
 



 
Puas rasanya jalan jalan keliling klenteng Sam Poo Kong ini, nah buat kalian yang akan atau sedang jalan jalan di Semarang, tempat ini bisa dijadikan salah satu tujuan kalian.


***

Peta Lokasi Klenteng Sam Poo Kong

Share:

15 August 2022

Wisata ke Cimory On The Valley Semarang


Melanjutkan postingan sebelumnya, setelah makan siang di Omah Latare Ombo, kita pun langsung cuss ke arah Salatiga dan lanjut ke arah utara menuju sebuah tempat wisata bernama Cimory on The Valley.

Berlokasi persis di tepi Jalan Raya yang menghubungkan Semarang dan Salatiga, agak ngeri juga saat masuk ke lokasi dari arah selatan, karena lokasinya ada di sisi timur jalan, dimana jalan ini dipenuhi truk truk super besar.


Tempat wisata ini ternyata tidak mengenal hari kerja atau hari libur ya, rame banget lho, padahal ini bukan akhir pekan, untuk masuk menuju parkiran saja harus antre. Tapi alhamdulilah parkirannya luas banget, bisa menampung puluhan bus besar. Dan waktu itu sudah ada beberapa bus yang sudah parkir.

Dari parkiran kita lanjut jalan kaki ke loket untuk membeli tiket


Meski di parkiran banyak banget kendaraan , ternyata di loket tiket kita tidak perlu antre, berarti kemungkinan pengunjung menumpuk di dalam.

Untuk tiketnya kita bisa beli satuan atau combo, maksudnya adalah pengunjung bisa beli tiket untuk masuk ke dairyland nya saja seharga 15 ribu per orang, atau ke mini mania saja seharga 25 ribu atau combo 35 rb per orang , dengan tiket combo kita bisa masuk ke dairyland dan ke mini mania.


Dari 1 tiket yang dibeli, kita mendapat satu botol cimory yogurt, dan beberapa voucher belanja yang bisa dimanfaatkan saat membeli oleh oleh di Cimory Dairy Shop yang lokasinya nanti sebelum pintu keluar.

Di area Dairyland terdapat banyak spot binatang, ya memang tempat ini semacam kebun binatang gitu lah ya. Yang pertama kita lihat adalah taman reptil, disini ada kura kura, ular, buaya, kadal dll.





Di spot berikutnya ada banyak burung, baik itu yang dilepas seperti merpati ataupun yang berada di dalam kandang, kemudian di seberangnya terdapat kandang kelinci, lengkap dengan rumah rumahannya yang lucu banget. Di spot ini para pengunjung bisa membeli makanan dan memberi makanan tersebut langsung ke binatangnya, harganya sekitar 10 ribu rupiah saja.



Kemudian lanjut kita ke spot yang lebih luas dengan terlebih dahulu menyeberangi jembatan kayu. Di bawah jembatan ini terdapat sungai kecil dengan aliran air yang tidak deras namun batuannya besar besar. 

Di spot yang satu ini banyak binatang yang bisa kita lihat, seperti unta, burung unta, kuda, sapi, kambing, serta ada pula wahana permainan kereta mini khusus anak anak, harganya 15rb per anak untuk 2x putaran. Buat yang mau ngasih makan kambing secara langsung juga bisa, tinggal beli makanannya 10ribu, atau kalau mau yang lebih menantang bisa coba keliling naik kuda, harganya 25 ribu saja per orang. 





Oke setelah turun dari wahana kereta berbentuk sapi, kita menuju ke wahana berikutnya yaitu Mini Mania, lokasinya agak di atas, jadi harus menaiki beberapa anak tangga, sebelum sampai mini mania kita foto foto sebentar di sebuah spot rumah rumah hobit. Ada satu yang unik disini, yaitu sebuah bentuk pohon yang sebenarnya adalah pohon yang dibalik, jadi akarnya di atas yang membuat terlihat seperti daun nya.



Berhubung kita beli tiket combo alias terusan, jadi pas sampe mini mania bisa langsung masuk. Sesuai namanya, wahana ini berisi miniatur miniatur beberapa negara di dunia yang dilambangkan dengan landmark masing masing negara, tak terkecuali Indonesia dengan Monasnya. Contoh lain yaitu Taj Mahal dari India, Menara Pisa dari Italia, Menara Eifel dari Prancis, dll







Area ini sebenernya tidak luas, bisa dengan cepat dikelilingi tanpa bantuan kendaraan, tapi buat yang males atau udah capek atau pengen merasakan sensasi keliling dunia naik sepeda, bisa sewa sepeda listrik, harganya 15 ribu untuk 20 menit saja. 

Awalnya aku males sewa sepeda, tapi setelah coba jadi ketagihan, ternyata seru juga keliling naik sepeda, apalagi kontur jalan nya naik turun, enggak datar gitu, di satu titik yang tanjakannya agak curam, tenaga listrik sepedanya enggak kuat untuk nanjak bila boncengan, jadi harus dibantu dengan kayuhan kaki.







Untuk oleh oleh dan cemilan di jalan nanti, kita beli beberapa jajanan di tempat penjualan makanan yang berada di titik terakhir sebelum pintu keluar. Ada satu jajanan yang wajib banget dibeli disini adalah Moo Moo Roll, asli sumpah ini kue nya enak banget, lembut dan coklatnya tuh khas banget, kalau kalian yang pernah jalan jalan ke Cimory pasti tahu dengan kue ini.



***

Lokasi Cimory On The Valley Semarang


Share:

21 July 2022

Jalan Jalan di Kota Lama Semarang : Mampir Ngopi di Tekodeko Koffiehuis


Di awal Tahun 2022 kemarin, aku menyempatkan jalan jalan ke daerah Semarang dan sekitarnya, dan salah satu tempat yang aku kunjungi adalah area Kota Lama, ini adalah rekomendasi temenku yang tinggal di Semarang, katanya harus bin wajib datang ke Kota Lama, ya sudah akhirnya aku masukkan dalam salah satu daftar kunjunganku.

Waktu yang aku pilih adalah sore hari, tujuannya biar enggak panas atau kegerahan saat jalan kaki keliling kota lama, dan benar saja tujuanku itu tercapai dan malah kita kebasahan, karena sore itu hujan gerimis, heuheuheu.





Ada beberapa kantong parkir yang bisa pengunjung pilih untuk memarkirkan kendaraannya lalu dilanjut jalan kaki, nah tempat yang aku pilih ada di Jalan Garuda / di belakang gerai Starbucks Kota Lama. Saat sampai di parkirannya, kondisi masih gerimis dan sudah ada sekitar 5 kendaraan lain, tidak terlalu ramai sih, mungkin karena hujan dan bisa jadi juga karena ini adalah weekday. Ada mungkin sekitar 15 menit kita nunggu di dalam kendaraa, tapi kok gerimis gak reda reda juga ya. Hingga akhirnya kita  pilih nekat keluar aja, jalan kaki mlipir di pinggiran bangunan.

Dari spot parkir saja sudah banyak banget titik titik yang kece buat foto foto, coba sedang cerah ya, bisa dikit dikit foto nih. Alhamdulilah sih lama kelamaan, semenjak kita jalan kaki, gerimis perlahan mereda.





Baru jalan kaki sampai di persimpangan Starbucks, eh si kecil kebelet pipis, minta ke toilet, tengak tengok kanan kiri, akhirnya kita nemu juga sebuah tempat yang menyediakan toilet, namanya District 22, lokasinya sekitar 100 meter di sebelah barat pertigaan tadi. Kita pun langsung cuss lari kesana, eh tapi ternyata ada papan peringatannya, bahwa toilet ini khusus pelanggan toko District 22, waduh... ya sudah akhirnya kita iseng beli minuman satu botol lalu ke toiletnya buat pipis.


Setelah urusan perpipisan selesai, kita pun lanjut jalan kaki ke arah timur menuju spot wajib berikutnya yaitu Bangunan GPIB Immanuel atau yang lebih dikenal dengan nama Gereja Blenduk. FYI Gereja yang dibangun pada tahun 1753 ini merupakan salah satu landmark di Kota Lama.
 
Bentuknya sangat menonjol, diberikan nama blenduk karena merujuk pada bentuk kubahnya yang menggelembung atau mblenduk (bahasa jawa). Lokasi bangunan ini berada di Jalan Letjend Suprapto No 32 Kota Lama Semarang. Jumlah lantainya adalah dua buah. Bangunan ini menghadap ke Selatan. Gereja ini masih dipergunakan untuk peribadatan setiap hari Minggu. 
 


Di sekitar gereja ini juga terdapat sejumlah bangunan lain dari masa kolonial Belanda seperti Gedung Marba. Bangunan kuno ini juga sering menjadi salah satu tempat untuk foto foto Pre Wedding. Selain itu ada satu tempat kuliner yang legend, namanya Warung Sate & Gule 29. Beberapa tahun lalu aku pernah makan disini, dan menu yang wajib dicoba adalah sate buntel nya. Maknyuss tenan.

Lanjut lagi jalan ke arah timur, ada beberapa tempat dan bangunan yang masih kuingat, yaitu Taman Srigunting, Cafe Spiegel, Indomaret dan alfamart dengan bangunan yang jadul, Metro Point, Kantor Satlantas, Kantor Polsek Semarang Utara dan Cafe Tekodeko di depannya. Nah kita pun memutuskan buat istirahat bentar sambil ngopi ngopi santai di Cafe Tekodeko.




Cafe ini rame dengan anak anak muda, kayaknya sih masih pada kuliah, kita langsung ngerasa jadi yang paling tua, apalagi bawa dua anak, heuheuheu. Tapi sisi positifnya, kebrisikan dua anakku di cafe ini jadi tidak kentara, karena kalah ama obrolan dan candaan muda mudi yang nongkrong. 

Menu menu yang disajikan di cafe ini unik unik deh, dari segi penamaannya, pembuatan buku menunya dan gambar/foto di buku menunya, rasanya tuh pengen pesen semua. Sebut saja ada Kopi Cheng Li, Kopi Londo, Kopi Gendhis, dll





Yang lebih uniknya lagi, di bagian depan, dijual pula pot pot kecil berisi tanaman hias, heuheuheu bener bener di luar topik utama sebuah cafe. Dan ada pula sebuah mesin photobox, yang bisa langsung mencetak hasil fotonya, pengen sih sebenernya nyoba ini, tapi waktu itu lagi rame banget, males antre.






Overall tempat ini cocok buat nongkrong rame rame, selain tempatnya nyaman, kopi kopi dan makanannya enak enak deh. Kalian wajib mampir sini kalau pas jalan jalan ke Kota Lama.

Waktu kita keluar cafenya, hari sudah gelap, kita pun melanjutkan jalan kaki menuju tempat parkir, tapi dengan rute memutar, beda dengan rute berangkat.





Di waktu malam ternyata pemandangan bangunan bangunan disini terlihat semakin syahdu, karena adanya lampu lampu dengan penataan yang apik. Ada gedung Marabunta yang pada masa kolonial Belanda di Indonesia, gedung ini dijadikan sebagai gedung teater kota. Pada masa aktifnya, Gedung Marabunta digunakan sebagai gedung rekreasi khusus bagi orang Belanda. Gedung hanya dipakai untuk pertunjukan komedi, orkestra, dan balet. Pemakaiannya kini sebagai gedung serbaguna dan kafe. 

Sedangkan yang terlihat paling mencolok di Jalan Cendrawasih ini adalah Holywings. Gedungnya terlihat megah , lengkap dengan lampu lampu yang menambah semarak. 

***
 
 
 
 
Share:

My Youtube Channel

Blog Archive