Showing posts with label Pacitan. Show all posts
Showing posts with label Pacitan. Show all posts

14 August 2023

Touring Pacitan Part 2 - Menikmati Bukit Raja Ampatnya Pacitan


Sekitar pukul 05.30 WIB, kita coba berburu pemandangan pagi di Pantai Kasap yang lokasinya tidak jauh dari tempat kita menginap, kira kira cuma 1,5 kilometer saja. Rencananya sih mau hunting sunrise, tapi berhubung mendung, kayaknya sih enggak bakal nemu.

Di parkiran pantai Kasap ternyata sudah ada beberapa kendaraan terparkir. Rupanya sudah banyak wisatawan yang sengaja datang kesini pagi pagi, atau mungkin memang bermalam karena di sekitar Pantai Kasap ada beberapa penginapan. Selain itu di dekat parkiran ini ada spot wisata sungai menggunakan perahu, namanya Wisata Kali Cokel. Namun karena masih terlalu pagi, wisata perahu ini belum beroperasi
 


Pantai Kasap ini sangat direkomendasikan karena di sebelah Pantai Kasap ada sebuah Bukit yang viewnya mirip dengan Raja Ampat. Kita berjalan kaki dari parkiran menuju Pantai Kasap melewati beberapa rumah warga, tambak, warung dan penginapan.
 
Sesampainya di Pantai Kasap, kita melihat plang besar warna kuning bertuliskan Kawasan Rawan Bencana Tsunami. Di bawahnya terdapat papan petunjuk arah dari kayu, kalau ke kiri kita bisa lanjut ke Pantai Kasap, sedangkan kalau ke kanan kita bisa sampai ke Bukit Raja Ampatnya Pacitan dan Pantai Bercak/Brecak. 
 
Pantai Kasap

Pantai Kasap terlihat sepi dan tenang, tidak ada pengunjung sama sekali, viewnya mirip pantai pantai di Gunungkidul Jogja. Kita pun lanjut jalan kaki ke arah kanan menuju Bukit Raja Ampat dengan melewati beberapa warung yang menjual makanan dan minuman.

Untuk naik ke bukit ini ternyata ada tiket masuknya, murah sih cuma 5 ribu aja per orang. Bukit ini tidak tinggi, cuman anak tangganya lumayan curam, jadi harus hati hati. Sebelum sampai puncak terlihat ada bangunan semacam warung makan/cafe yang pagi itu belum buka. Untuk sampai ke puncaknya, kita masih harus berjalan kaki sedikit lagi.





 
Di puncak terdapat bangunan semacam menara dari kayu, pengunjung bisa naik sampai atas untuk bisa mendapatkan foto pemandangan yang lebih cakep. Di sini kita bisa melihat sekeliling 360 derajat. Indah banget. Memang terlihat di kejauhan ada pulau pulau kecil di laut yang disebut mirip raja ampat.

Setelah puas foto foto di puncak bukit, kita lanjut turun dan jalan kaki ke arah kanan menuju pantai bercak, sebuah pantai dengan garis pantai pendek yang tadi terlihat lengkungannya dari atas bukit. Di pantai bercak ini terlihat ada bangunan yang entah itu rumah atau penginapan. Di salah satu sudutnya juga terlihat tenda terpasang dengan beberapa pemuda sedang duduk duduk di depannya.
 



Pagi ini pantai bercak lumayan surut, jadi kita bisa sedikit jalan kaki ke tengah. Sebenernya seru juga sih kalau punya waktu luang dan hunting binatang2 kecil di area pantai yang surut ini, tapi berhubung waktu kita terbatas, kita cuma foto foto sebentar lalu balik lagi ke parkiran dan lanjut ke penginapan kita "Prapto Homestay"

Sekitar pukul 07.00 WIB kita sampai lagi di penginapan, dan ternyata menu sarapan dari penginapan belum siap. Akhirnya beberapa dari kita memutuskan untuk jalan jalan lagi ke arah Pantai Watukarung yang jaraknya sangat dekat, cukup jalan kaki aja, enggak sampai 5 menit. Buat mengganjal perut, aku bawa seporsi pop mie yang udah aku isi dengan air panas dari penginapan, nanti tinggal dimakan pas di pantai.
 

Saat jalan kaki ke pantai watukarung, ternyata di sebelah kiri tuh ada resort yang luas banget halamannya, namanya adalah Desa Limasan Resort. Aku familiar banget dengan suasana dan bangunan resort ini, setelah kucari cari info di google, ternyata resort ini adalah salah satu lokasi syuting Film Kulari ke Pantai yang tayang di Bioskop tahun 2018 lalu.

Pantai yang melengkung ini suasananya lumayan sepi pagi ini, bersih, tenang dan ombak tidak besar karena posisinya lagi agak surut. Pasirnya yang berwarna putih dan kasar membuatku tertarik untuk melihat lebih dekat, ternyata pasir disini kombinasi antara pasir merica dengan pecahan karang dan kulit kerang. Hal ini mengingatkanku akan pasir mericanya pantai mandalika di Lombok.





Aku langsung mencari posisi paling enak untuk duduk sembari menyantap Pop Mie hangat. Sedangkan yang lain ada yang mandi mandi, foto foto, juga ada yang duduk duduk di pasir sambil ngobrol. Syahdu sekali rasanya.

Saat kembali ke penginapan, menu sarapan Nasi Goreng sudah tersaji di meja. Aku pun mengambil 1 porsi dan menyantapnya di depan kamar, begitu juga dengan teman teman lain. Kemudian lanjut mandi dan packing karena pagi ini harus check out untuk kembali ke arah barat namun dengan rute yang berbeda.
 


Tujuan pertama setelah check out dari hotel adalah Sungai Maron, kita udah siap untuk menyusuri sungai tersebut dengan menaiki perahu. Tapi sayang sekali saat sampai pintu gerbangnya, kita dapat info dari penjaga loket bahwa kondisi sungai saat ini sedang keruh karena semalam hujan deras, air nya berwarna coklat, tidak jernih seperti yang ada di foto foto. Ya sudah, akhirnya kita jalankan Plan B, yaitu explore Goa Gong saja yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Sungai Maron.
 

Pukul 09.37 WIB alhamdulillah kita sampai di parkiran Goa Gong. Untuk motor bisa parkir di atas, sedangkan untuk mobil dan Bus harus parkir di bawah (dekat jalan raya) dan lanjut jalan kaki.

Kita langsung lanjut berjalan mengikuti jalur dan menaiki beberapa anak tangga untuk menuju mulut goa. Di mulut goa ada beberapa orang yang menyewakan senter, karena di dalam kondisinya gelap. Aku menolaknya karena bisa memanfaatkan senter dari hape saja.




Kondisi di dalam goa memang gelap tapi tidak segelap yang dibayangkan, di beberapa titik sudah dipasang lampu, selain sebagai penerang juga sebagai media untuk mempercantik lukisan alam goa yang berupa stalaktit dan stalakmit yang bentuknya unik unik. Untuk jalurnya sudah dipisah antara jalur turun (masuk) dan jalur naik (keluar) dan ada pagar besi sebagai pengaman dan pegangan tangan di kanan kirinya.
 
20 menit berlalu, kita sampai lagi di atas, di mulut goanya. Kemudian kita lanjut jalan lagi menuju parkiran dengan melewati barisan pedagang oleh oleh. Aku menyempatkan mampir di salah satu warung untuk membeli jajanan oleh oleh dan kaos untuk anak anak.

Sampai di parkiran kita istirahat bentar di warung kopi untuk memulihkan tenaga kembali. Sebelum kita lanjut motoran lagi.

Sekitar pukul 11.40 Wib kita akhirnya sampai juga di tempat makan siang. Warung ini bernama Warung Makan Gemma dengan menu utamanya ayam kampung. Lokasinya di daerah Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
 


Menu makanan yang kita pesan adalah ayam kampung goreng dan opor. Entah lagi laper atau memang enak, rasa masakan di warung ini maknyuss tenan. Ayam gorengnya tidak alot, tapi masih ada tekstur khas ayam kampung. Wah mantap, rekomended lah pokoknya.

Selepas makan kita pun lanjut motoran lagi ke arah barat untuk kembali pulang ke rumah masing masing. Alhamdulilah sebelum gelap aku udah sampai lagi di Purworejo.

***


 
Share:

7 August 2023

Touring Pacitan Part 1 - Menyusuri Pantai Selatan Jawa


Seru juga nih gabung dengan komunitas touring motor, bisa motoran rame rame ke tempat tempat indah. Yang aku suka dari komunitas ini adalah tidak ada batasan jenis/merek motornya, semua bisa gabung, heuheuheu kadang aku pake mio soul kadang pake vario. Biasanya sih rutenya deket deket aja, di sekitaran Kedu - Banyumas. Untuk kali ini kita coba lebih jauh yaitu ke arah Pacitan, Jawa Timur.

Sekitar belasan motor dan 1 mobil ikut bergabung di touring kali ini, titik kumpulnya yaitu di Warung Soto Rejeki yang berlokasi di Jalan P Senopati 50A Palbapang, Bantul, Jogja. Tempat ini dipilih karena para peserta berasal dari beberapa kota seperti Kebumen, Purworejo, Magelang dan Jogja, sekaligus untuk tempat sarapan sebelum menjelajah ke arah timur. Oia selain itu ada tambahan beberapa peserta yang berasal dari Solo, nanti mereka akan gabung di sekitaran Gunungkidul.



Sekitar pukul 07.53 WIB kita sampai di warung soto ini, kondisi warung sudah sangat ramai, tempat duduk di bagian depan sudah penuh, sehingga rombongan kita diarahkan untuk makan lesehan saja di belakang. Alhamdulilah disini lebih luas dan lebih tenang.

Setelah menyantap soto, minum teh hangat, foto foto dan briefing, sekitar pukul 08.34 WIB kita berangkat bersama menuju arah Gunungkidul untuk mampir mencoba jalan baru yaitu JJLS dan mencicipi beberapa pantainya.
 



Alhamdulilah rute yang kita lalui ini lancar, tidak ada halangan. Dengan kecepatan yang santai, enggak terasa kita sampai juga di JJLS Gunungkidul yang super mulus sekitar pukul sepuluh pagi. Tidak lupa kita berhenti sejenak untuk foto bersama

Setelah puas foto foto, kita lanjut perjalanan ke arah pantai indrayanti, di spot ini kita tidak masuk sampai ke bibir pantainya, melainkan hanya nongkrong di salah satu warung, untuk istirahat sekaligus ngopi, dan ngobrol ringan. Disini kita juga bertemu beberapa rombongan touring dari luar kota.





Sekitar pukul 11.30 akhirnya kita sampai juga di spot berikutnya yaitu Pantai Wediombo yang berlokasi di daerah Jepitu, Girisubo, Gunungkidul, Jogja. Ini adalah kali keduaku berkunjung ke Pantai Wediombo. Dulu pernah kesini motoran juga, tapi sendirian, heuheuheu.

Dari parkiran yang letaknya di atas, kita harus berjalan kaki menuruni puluhan anak tangga menuju bibir pantainya. Sebagian ada yang ikut turun, sebagian ada pula yang duduk duduk di sekitaran parkiran, mungkin mereka males jalan kaki baliknya, karena naik.

Siang ini ombak lumayan besar, aku coba explore di sekitar pantai ini untuk membuat video dan foto foto. Di tepian pantai ada beberapa alas duduk lengkap dengan payung besar yang bisa disewa pengunjung. Pasirnya putih dan bersih, coba kalau pas ombaknya tenang ya, cocok banget buat ajak anak anak main disini dah. Di arah kanan terdapat pos SAR lengkap dengan beberapa petugas jaga.
 

Tidak lama kita di Pantai Wediombo ini, sekiranya udah cukup foto fotonya, kita pun lanjut lagi perjalanannya menuju spot berikutnya yaitu tempat makan siang yang berlokasi di daerah Ngepoh, Nglindur, Girisubo, Gunungkidul. Nama tempatnya adalah Rumah Makan Pak Wid. Lokasinya strategis banget deh, di tepi JJLS, serta bersebelahan dengan Kantor Kelurahan Nglindur, Pertashop, dan Masjid. Jadi selain makan siang, kita sekalian bisa isi bensin dan ibadah.

Dari luar tidak terlihat kalau ini tempat makan ya, lha enggak ada plang nama warungnya. Enggak tahu panitia dapat info dari mana mengenai warung ini. Berhubung udah pesan dari sebelumnya, pas kita sampai warung ini pukul 12.50 WIB, semua makanan sudah siap, ala ala prasmanan gitu. Kita bisa ambil sepuasnya, heuheuheu.

Kita agak lama disini karena tiba tiba hujan deras, kita tunggu agak reda dikit sebelum melanjutkan ke spot berikutnya.

Alhamdulilah sekitar jam 3 sore lebih kita sampai juga di parkiran Pantai Nampu yang di Wonogiri. Sebenernya kita gak rencana ke pantai ini, melainkan mau ke pantai Banyu Tibo. Tapi berhubung yang paling depan salah belok, akhirnya kita malah ke Pantai Nampu.

Setelah foto foto sebentar, kita lanjut ke pantai Banyu Tibo yang berlokasi di daerah Donorojo, Pacitan, Jawa Timur. Jalurnya lumayan sulit karena beberapa ratus meter sebelum lokasi kondisi jalanan berupa jalan tanah berbatu dengan cor semen. Sedikit berkelok dan menurun, sebenernya kalau pas cuaca cerah sih aman aman aja ya, tapi berhubung ini habis hujan, jalannya basah dan licin karena sebagian jalan tertutup tanah lumpur yang terbawa aliran air hujan. 
 

Kita sangat tertarik dengan pantai ini karena unik. Terdapat aliran sungai yang langsung terjun ke pantainya, sehingga terlihat seperti air terjun di pantai. Keren deh. Pengunjung juga bisa jalan ke bawah menuju bagian bawah air terjun dengan membayar uang seiklhasnya. Untuk keamanan, di bawah sudah siap penjaga yang bisa membantu untuk naik/turun, bisa juga membantu mengambilkan foto. Ombak disini lumayan besar, jadi tetap harus hati hati.
 


Pantai berikutnya yang kita kunjungi adalah Pantai Klayar. Sore itu kondisi cuaca sangat mendung, dan hujan deras pun tiba beberapa menit setelah kita menginjakkan kaki di Pantai Klayar. Acara foto foto pun seketika buyar, untungnya di deket situ ada warung, sehingga kita semua berteduh sembari istirahat dan ngopi di warung itu, beberapa malah ada yang pesen mie rebus.

Alhamdulilah hujannya tidak lama, berdasar saran dari teman yang udah pernah kesini, kita pun lanjut jalan kaki ke atas bukit klayar, katanya dari atas pemandangannya cakep banget. Ya sudah kita pun jalan kaki ke atas dengan hati hati karena jalan masih licin.
 




Benar saja, ternyata pemandangan di atas cakep banget lho, bisa lebih cakep lagi kalau pas cerah, sepertinya bisa menikmati sunset dari sini dah. Sayangnya sore ini sedang mendung, tapi ini udah ciamik poll.

Sekitar pukul 17.25 WIB kita pun cabut dari Pantai Klayar menuju tempat penginapan kita yaitu Prapto Homestay di area Pantai Watukarung, Pacitan. Disini kita menginap semalam, istirahat dahulu sebelum besok melanjutkan touring.

..... bersambung ke part 2 ya

***
Share:

My Youtube Channel

Blog Archive