18 December 2022

La Li Sa Farmer's Village | Tempat Wisata Baru dan Hits di Bantul Jogja


Siang kemarin, tanggal 17 Desember 2022 saat perjalanan menuju Kota Jogja, kita secara tidak sengaja melihat sebuah tempat yang rame banget, tepatnya di sebelah timur persimpangan Jalan Wates - Gedongan, Sedayu. Ada tulisan besar banget di depannya "LALISA", waaaah ada objek wisata baru nih, dan benar saja, setelah googling dan lihat profilnya di IG, ternyata tempat ini baru opening tanggal 9 Desember 2022. Saat itu juga kita berkomitmen pokoknya kita harus datangi tempat itu hari ini, heuheuheu. Dan alhamdulilah setelah urusan di Jogja selesai, sorenya saat perjalanan kembali ke Kebumen, kita pun mampir ke tempat ini.


Secara administratif La Li Sa ini berada di wilayah Argosari, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY. Tempat parkirnya luas banget, bisa menampung puluhan kendaraan roda empat. Biaya parkir untuk mobil hanya 5 ribu rupiah saja, kalau motor kayaknya 3 ribu deh. Sedangkan untuk tiket masuknya, sementara saat ini tidak ada, hanya saja kalau mau masuk ke Lalisa, pengunjung harus beli minuman dengan ketentuan 1 orang minimal 1 minuman, untuk anak dengan tinggi badan di bawah 10 cm tidak perlu beli minuman.


Sekilas terlihat bahwa tiketnya gratis yaaaa, tapi bila kita teliti lagi, harga minumannya di atas rata rata sih, contohnya saja ya untuk segelas milo harganya 30 ribu, dan untuk segelas es jeruk 25 ribu. Jadi mungkin harga tiketnya sudah dimasukkan ke dalam harga minuman ya. Hmmmm strategi marketing yang baguss nih, karena kalau ditanya berapa harga tiketnya, ya jawabannya "GRATIS", heuheuheu.




Tempatnya ini bagus banget sih, fasilitasnya pun lengkap, parkiranya luaaass, ada restoran, gerai gelato, playground, food stall (semacam food truck gitu), gerai souvenir dan oleh oleh, toilet, musholla, banyak tempat duduk, hiburan live music dan banyak banget spot foto.





Setelah foto foto di beberapa spot, kita ambil minuman di Drink Station, dengan cara menukar nota yang kita dapat di loket masuk pemesanan minum tadi, lalu duduk di bangku yang tidak jauh dari playground, biar si bocil bisa sekalian main main disitu. Spot foto yang menarik di sini ada kincir angin khas belanda, barn (gudang pertanian), bagian depan gerai gelato, sekitar taman, jalanan setapak dengan view sawah dan sekitar food stall. Waktu terbaik kesini tuh sore hari, sekitar jam setengah 5 sampai menjelang Maghrib, dan tentu saja saat cerah cuacanya.




Setelah aku lihat lihat sekeliling, ternyata La Li Sa Farmer’s Village ini bisa dibilang adalah tempat wisata keluarga yang mengusung konsep rekreasi & edukasi dengan suasana kampung petani ala negeri Belanda, sangat kentara dengan adanya spot kincir angin. Cocok banget untuk wisata segala usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia. Cuman karena outdoor, wisata ini bakal kurang menyenangkan saat hujan tiba, heuheuheu. Alhamdulilah pas aku kesini pas cerah banget, dan bahkan bisa menikmati sunset pula.
 


 
Ada beberapa foodstall disini yang menjual minuman dan beberapa makanan, sebenernya aku pengen cobain sih, tapi berhubung masih kenyang, jadi cuma foto foto aja di sekitarnya. Ada jalan setapak yang menghubungkan spot satu dengan spot yang lain. Saat malam menjelang, akan lebih cantik lagi pemandangan disini karena lampu lampu berwarna kuning menyala di semua penjuru, bahkan ada yang memanjang mengikuti pinggiran jalan setapak ini.





Sebelum keluar, kita mampir dulu ke gerai gelato, namanya adalah My Gelato Cremissimo. Ada banyak banget pilihan rasa, mulai dari yang biasa sampai yang unik unik seperti rasa kemangi, kopi joss, vanilla charcoal, dan lavender. Ada 3 pilihan pembelian nih, yang pertama pake cone dengan 2 rasa, yang kedua pake cup dengan 2 rasa dan yang ketiga pake cup dengan 3 rasa. Berhubung kita berempat, kita pilih aja yang pilihan ketiga. Aku rasa sih cukup untuk berempat, rasa yang kita pilih adalah vanilla charcoal, kopi regal dan salted caramel. Harganya 50 ribu




Dari luar sih terlihat kecil gerai gelatonya, tapi ternyata di dalam lumayan luas, ada banyak meja kursi yang bisa dipakai. Kalau mau sambil menikmati suasana malam ya bisa dibawa keluar, duduk duduk di bangku bangku yang tersedia.

Setelah puas menikmati gelato, kita pun lanjut untuk pulang. Nah pintu keluarnya tuh ada di samping gerai gelato yang juga merupakan gerai souvenir serta oleh oleh. Ada banyak pilihan oleh oleh nih, ada gantungan kunci, mainan jadul, kaos, jajanan tradisional, sandal, stiker, magnet kulkas dan masih banyak lagi. Lengkap abisss



***

Peta Lokasi La Li Sa Farmers Village Jogja

Share:

12 December 2022

Kopi Jolotundo Wates : Suasana Syahdu dengan Menu Prasmanan


 
Jadi di Bulan Agustus 2022 kemarin tuh di Yogyakarta International Airport, atau Bandara Kulonprogo ada event pameran seni gitu. Aku tahu event ini dari instagram, karena aku memang follow akun IG nya. Ya sudah pas weekend, aku pun ngajak anak anak buat jalan jalan ke Bandara, sekalian nostalgia suasana bandara, heuheuheu udah lumayan lama enggak pernah ke bandara lagi.

Untuk menikmati event ini tidak ada tiketnya, cuma bayar parkir kendaraan aja. Lokasinya ada di lantai 3 atau biasa disebut Area Tugu Malioboro, karena ruangan ini memang  sengaja di desain mirip dengan suasana di Malioboro lengkap dengan miniatur tugu jogja dan plang bertuliskan Jalan Malioboro.

Wah suasana di area ini bener bener beda dengan kondisi terakhir saat aku kesini sekitar 1 setengah tahun lalu. Udah banyak stand makanan dan minuman, ada pintu masuk stasiun kereta, dan ada juga spot dinosaurus dimana disini anak anak bisa naik dinosaurus yang bisa jalan.

Pameran yang diadakan disini adalah pameran seni barang barang bekas gitu, ada yang berbentuk manekin bermasker, sapi, robot dan lain lain, cukup menarik sih.






Pihak bandara YIA memang secara rutin menggelar berbagai macam event, untuk dapat update nya, kalian tinggal follow aja IG nya dengan akun @bandarayogyakarta . Mungkin saat kalian baca postingan ini, event yang sedang diselenggarakan sudah berbeda.

Lanjut, setelah puas keliling Bandara melihat lihat pameran, kita menuju tempat makan yang lokasinya tidak jauh, nama tempatnya adalah Kopi Jolotundo. Aku udah berencana untuk nongkrong ke tempat ini sejak beberapa bulan lalu, namun baru sekarang akhirnya kesampean.



Tempat ini tidak berada persis di tepi jalan besar, melainkan sedikit masuk melewati jalan yang lumayan sempit, Tapi tenang saja, sebenarnya disini ada dua jalur, yaitu jalur masuk dan keluar, yang dipisahkan oleh sungai irigasi. 

Aku enggak berekspektasi banyak sih tentang tempat ini, cuma ternyata langsung dibuat terperangah setelah melewati jalan masuk yang sempit tadi. Terlihat bangunan besar warna hitam, yang bentuknya seperti istana, yang mana itu sebenarnya adalah Masjid dan Pondok Pesantren, kemudian ada pula bangunan terpisah yang ada logo Harley Davidson yang besar. Di belakang bangunan besar tadi terdapat makam/kuburan, dan disampingnya ada tempat parkir yang lumayan luas. 




Nah dari tempat parkir ini, kita bisa melihat langsung bangunan Cafe/Resto yang bagus, awalnya kukira tempat ini kecil, eh ternyata besar juga lho.
 
Ada semacam gerbang yang menyambut, bangunan gerbang ini mirip mirip dengan bangunan di Bali. Kemudian di bagian dalamnya terlihat bangunan joglo yang sangat besar, dan di depannya ada spot semacam Drop Off gitu deh, buat menurunkan penumpang, semacam di mall atau hotel.
 


 
Tempat duduk yang tersedia banyak banget, ada di bangunan utama ini, di lantai 2, di luar (outdoor) dan di saung saung/gazebo (lesehan), kira kira bisa lah menampung ratusan orang. Awalnya kita mau duduk di area banguna utama ini, tapi akhirnya kita pindah lesehan di salah satu gazebo. Menu yang disediakan dibagi 2, yang pertama adalah nasi sayur (menu ala desa) yang disajikan secara prasmanan, dan yang kedua adalah yang terdapat dalam kertas menu.





Dari segi harga, makanan dan minuman disini bisa dibilang murah deh, apalagi dengan tempat yang se-Wah ini, menurutku sih murah abissss.

Setelah aku ngambil nasi sayur dan lauk secara prasmanan, aku lanjut menuju gazebo, dan menikmatinya secara lesehan. Untuk minumnya kita pesan dari kertas menu yang tersedia. Berhubung aku lagi kurang enak badan, kali ini enggak pesen Kopi (padahal lagi di warung kopi), tapi pesan susu jahe panas, biar segeeer.



Di sebelah gazebo tempat kita duduk ini ada sebuah ruangan yang dipakai sebagai gerai penjualan oleh oleh seperti jajanan, keripik dll. Lalu aku juga coba jalan jalan menengok lantai 2 nya, wohooo lumayan luas juga, dan ada Musholla nya. Dari sini kita bisa mendapat view sunset nih (kalau pas sore hari) dan hamparan sawah yang cantik. Di bawah terlihat ada jalan kecil dan di seberangnya ada meja kursi yang bisa dipakai pengunjung juga, uniknya diantara meja kursi ini tumbuh beberapa pohon kurma.





Unik banget deh spot ini, cuman sayangnya sawahnya sedang kering sehabis panen, coba kalau pas lagi ijo ijonya, beeeuh pasti keren abis pemandangan dari ini kala sore hari.



***

Peta Lokasi Kopi Jolotundo, Wates, Jogja

Share:

5 December 2022

Wisata Ke Baturraden Banyumas : Ada Jembatan Kaca Lho


Dari dulu, wisata alam Baturraden tuh jadi salah satu pilihan tempat wisata bagi warga Jawa Tengah. Aku dulu waktu kecil udah pernah wisata kesini, tapi udah lupa rasanya, suasananya dan ngapain aja di tempat wisata tersebut. Nah mumpung kita sekeluarga lagi liburan di Purwokerto, aku pun menyempatkan buat mampir jalan jalan ke Wisata Baturraden.

Lokasinya sangat mudah dijangkau, dan jaraknya tidak terlalu jauh, kira hanya 13 kilometer saja dari Alun Alun Purwokerto ke arah utara, dengan kondisi jalan aspal yang halus dan sedikit menanjak.


Harga tiket masuknya pun tidak mahal, Hari Senin – Jumat harganya Cuma 20ribu, sedangkan hari Sabtu – Minggu dan hari Libur harganya 25 ribu per orang (dibawah 3 tahun free). Untuk jam operasionalnya, Senin – Jumat mulai pukul 07.00 s.d. 15.30 WIB sedangkan di hari Sabtu – Minggu dan hari libur mulai pukul 07.00 s.d. 16.00 WIB. Saranku sih datangnya pas hari dan jam kerja, jangan di hari libur, karena pasti rameee, heuheuheu. Kebetulan pas aku kesana kemarin pas weekday, jadi lumayan sepi, di loket pembelian tiketpun tidak antre sama sekali.
 
 
Satu hal yang bikin bingung adalah banyaknya percabangan jalur, heuheuheu. jadi bukan 1 jalur terus bisa explore semua objek, mungkin solusinya seperti di Gembira Loka, dimana setiap pengunjung akan diberi peta objek wisata, jadi kita bisa menentukan jalur dengan lebih mudah. Spot pertama yang kita lihat adalah adanya pancuran/semburan air dari bawah ke atas. Di bagian dasar terlihat ada beberapa kolam yang bisa dipakai main air, sebenernya pengen sih main air disana, tapi harus turun tangga lumayan banyak dan males ganti2 baju, ya sudah akhirnya kita lanjut jalan kaki melewati beberapa penjual makanan yang sudah tertata lumayan rapi.


Pedagang makanan disini didominasi oleh ibu ibu paruh baya, memanggil-manggil pengunjung yang lewat untuk mampir makan. Spot berikutnya adalah sebuah sungai dengan aliran air yang kecil tapi bebatuannya besar besar, para pengunjung harus menyeberanginya untuk bisa ke sisi seberang, tapi tenang aja, udah ada jembatan warna merah yang kokoh. Nah buat yang males lewat jembatan, bisa lewat bawah dengan melompati bebatuan, ini aman kok karena memang salah satu jalurnya ya lewat sungai ini.




Di sisi seberang sungai, barisan penjual makin banyak, sepertinya sih di spot ini memang dikhususkan untuk para pedagang deh, tidak ada meja kursi, melainkan tikar tikar, jadinya lesehan deh. Di arah kiri ada kolam renang, kemudian masih ada jalan menanjak dan tangga ke arah atas. Kita pun ikutin jalur itu sampai ke spot Wanasuka untuk istirahat sebentar dan foto foto, sebenernya di atas masih ada lagi spot, tapi enggak kita datangi. Dari Wanasuka kita balik untuk turun lagi.




Spot berikutnya adalah semacam kolam yang banyak ikannya, di deketnya ada stand penjualan pakan ikan, satu plastik kecil harganya 2 ribu rupiah. Aku pun beli beberapa bungkus, karena anak anak suka banget ngasih makan ikan. Disini kita berhenti lumayan lama, menikmati pemandangan kolam ikan dengan ikan ikannya yang sedang lahap makan siang.





Di sebelah kolam ikan ini ada tempat untuk terapi ikan , biayanya cuma 5 ribu rupiah aja, nah pengunjung tinggal celupin kaki aja ke kolam yang disediakan, dan nikmatilah sensasi dicium2 ikan, heuheuheu, geli geli gimana gitu. 

Dari sini kita lanjut jalan menaiki anak tangga yang lumayan banyak menuju jembatan besar di atas sungai. Kemudian kita menuju spot berikutnya yaitu Jembatan Kaca. 


Spot Jembatan Kaca ini bernama The Geong, sebenernya disini ada beberapa wahana yang bisa dinikmati, tapi kita cuma beli tiket untuk Jembatan Kaca saja. Untungnya siang itu sedang tidak rame, jadi tidak perlu antre untuk masuk ke jembatan kaca, karena ngeri juga kalau rame rame di spot ini. Spot ini sih tujuan utamanya ya cuma buat foto foto aja. Ada sebuah bentuk semacam tangan gitu, jadi seolah olah tangan itu sedang memegang jembatan kaca ini. Sedangkan di paling ujung ada bangunan semacam balon udara.






Dari atas jembatan kaca ini, pemandangannya indah banget. Terlihat barisan pegunungan berwarna hijau, dan di bawah ada waterpark yang terlihat berwarna warni.

Tidak lama kita di jembatan ini, setelah puas foto foto kita pun lanjut jalan kaki menuju spot berikutnya. Jalan setapak dan tangga menurun kita lewati, hingga membawa kita ke depan pintu masuk waterpark yang tadi kita lihat dari atas jembatan kaca. Di depannya ada taman luas dan banyak mainan mobil2an listrik yang disewakan. 
 

Yuph ternyata yang tadi itu adalah spot terakhir, setelah berjalan mengikuti jalur, akhirnya kita sampai lagi di pintu masuk yang juga merupakan pintu keluar. Anak anak sih sepertinya belum terlihat puas bermain, cuman terlihat capek karena dari tadi jalan terus. Sebenernya mereka pengen berenang, main air dan main mobil2an listrik.  Heuheuheu, ya sudah kita lanjut ke tempat berikutnya, yaitu tempat makaaaaaan....


***

Peta Lokasi Wisata Baturraden, Banyumas

Share:

My Youtube Channel

Blog Archive